APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dunia Baru Alyssa

Dunia Baru Alyssa

Terbiasa dengan lingkungan pesantren yang religius, Alyssa kini harus menghadapi realitas baru di SMA Safir. Sekolah ini penuh dengan pergaulan bebas serta interaksi tanpa batas antara siswa dan siswi. Di tengah situasi asing ini, kehadiran Debo, Via, Bagas, Riki, dan Denis turut mewarnai kesehariannya. Akankah Alyssa terseret dalam arus pacaran dan ikhtilat di sekitarnya? Ataukah ia mampu bertahan dan justru menyebarkan kedamaian ajaran Islam di sana?
Bab
Bagikan

Bab 1

Semburat jingga menguasai ufuk timur bumi pertiwi. Kilau itu perlahan demi perlahan semakin terang menembus titik-titik awan, menyapa daun-daun yang menggigil oleh embun dini yang dingin, Memberi sedikit harapan hidup dengan hangat yang perlahan membalut mahkluk bumi.

Suasana kampung halaman yang sejuk dan penuh kehangatan keluarga-selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi sanak keluarga yang jauh dari tanah kelahiran. jauh dari orang-orang penuh jasa di masa lalu hingga dia sebesar ini.

Alyssa. Gadis enam belas tahun ini sedang merenung di atas kasur yang telah lama dia tinggalkan. Kasur yang hanya dia pakai ketika libur hari raya. Sesuatu yang agak asing, walau pun rutin setiap tahun dia kunjungi tempat ini, tetap saja kalah nyaman dengan tempat yang menjadi kesehariannya. Pesantren.

Penjemputan paksa atas dirinya dari Pondok Pesantren yang memberi segudang ilmu agama, membuat kesal bukan kepalang. Dia sudah merasa nyaman di sana. Enam belas tahun tinggal di lingkungan pesantren membuatnya enggan beranjak dan selalu ingin berada di lingkungan hangat dan religious itu. walaupun tidak dipungkiri ada rasa rindu yang mendalam pada Ummi dan Kakaknya. Tapi, selalu terkalahkan dengan ilmu-ilmu yang ditawarkan di pesantren. Ilmu agama, ilmu ilmiah bahkan ilmu hukum. Alyssa adalah orang yang haus akan ilmu-ilmu itu.

"Masih ingin mengkaji kitab! Masih ingin belajar bareng kalian," lirih Alyssa dengan linangan air mata, tangannya memegangi bingkai foto yang menggambarkan banyak gadis berkerudung merapat pada satu wanita berseragam pegawai negeri, kenang-kenangan ketika di pesantren. Dielusnya foto itu penuh sayang.

Seorang wanita memasuki kamar ia Ibunda Alyssa. Raut wajahnya terlihat suram mendapati wajah putri bungsunya meredup memendam tangis.

"Masih ingat teman di Pesantren?" tanya Ummi Alyssa, Ummi menempatkan dirinya duduk di samping Alyssa. Ia elus lembut pucuk kepala anaknya yang tertutup kerudung panjang menjuntai sampai pinggang.

"Iya, Mi." Alyssa memandang Umminya sendu. Ia berusaha keras menghentikan laju airmata yang turun begitu derasnya.

"Ikhlaskan ya, sayang? Nanti Alyssa bakal dapat teman baru yang nggak kalah baik dari teman-teman pesantren, kok."

"Bukan hanya itu, Ummi. Alyssa masih ingin mengkaji kitab, masih banyak yang belum Alyssa pahami tentang Islam. Mengapa harus diputus kegiatan positif Alyssa, Mi?" serang Alyssa, sungguh sampai sekarang dia belum bisa menerima keputusan ini.

Alyssa mengungkapkan semua uneg-uneg yang ada di kepalanya karena dia tahu umminya pasti menanggapi dengan kepala dingin. Walau sedikit tersentak dengan ucapan Alyssa tadi tapi, Ummi mampu mengontrol semua. Ia tahu betul cara menenangkan anak-anaknya.

"Alyssa. Bukan maksud Ummi memutus kegiatan beragamu, nak. Sungguh, di luar Pesantren juga bisakan mengkaji kitab? Bisa juga berbuat positif di luar Pesantren, bukan? Sangat bisa! Bukankah Alyssa dulu pernah bilang ingin hidup di luar Pesantren?"

"Itu dulu saat Alyssa masih suka bermain dari pada belajar. Sekarang Alyssa mau tinggal di Pesantren, Lyssa nggak mau di pindah, Mi! Alyssa masih ingin mendekatkan diri pada Allah!" Alyssa masih merajuk, setiap kata dari seseorang yang membelanya untuk pindah sekolah selalu salah.

"Alyssa, di luar sana juga bisa mendekatkan diri pada Allah, Lyssa tau Ustad Felix Siauw? Beliau siapa? Mualaf yang dapat hidayah dari Allah, sekarang jadi pendakwah! Kegiatannya selalu positif, bukan? Allah kan Mahatahu sayang, yang penting hati dan niatnya benar, insyaallah berkah sayang. Ummi yakin di sini Lyssa masih bisa disayang Allah, nak," ucap Ummi.

Jelas tidak benar hanya di Pesantren saja yang bisa meraih Ridho Allah dan mendekatkan diri pada-Nya. Di luar sana pun bisa. Asal ada niat dan kemauan yang kuat.

Alyssa mencerna kata-kata Ummi.

"Maafkan ketidaktahuan Alyssa, Mi. Lyssa hanya ingin belajar di Pesantren," jawab Alyssa hatinya mulai positif pada dunia luar.

"Dengan ilmu yang Alyssa dapat dari Pesantren, bisa Lyssa sampaikan pada teman-teman. Itukan lebih bermanfaat, nak? Sekalian amar ma'ruf nahi mungkar."

Alyssa menunduk. Dia cerna betul kalimat terakhir umminya. Benar sekali, Ibadah tidak hanya bersujud dan bertahmid, kewajiban lain sebagai muslim ialah saling mengingatkan akan kebaikan. Dan menyeimbangkan antara habluminallah, dan habluminannas.

Habluminallah merupakan hubungan yang harus dibangun antara manusia dengan sang penciptanya. Hubungan manusia dengan Allah-seperti melaksanakan solat, berzikir, berdoa, puasa, membaca Al-Quran dan segala aktivitas yang menghubungkan individu secara vertikal dengan Allah SWT.

Sedangkan Habluminannas ialah hubungan baik yang harus dibangun antara manusia dengan manusia lain, seperti tolong-menolong, tidak berkata kasar, saling menyayangi, namun terkadang manusia salah memaknai Habluminannas. Mereka berbondong-bondong membuat hubungan baik antara laki-laki dan perempuan tanpa melihat dahulu aturan sebenarnya tentang hubungan antar lawan jenis. Banyak di antara mereka yang menjalin kasih sayang dengan non-muhrim berlindung pada kalimat Habluminannas. Tidak sesempit itu penjabaran tentang hubungan yang satu ini.

"Memangnya Alyssa nggak kangen sama Ummi dan Mas Bisma?" lirih Ummi sambil memandangi kedua manic mata putrinya.

Alyssa tersenyum sendu. "Kangen, Mi." alyssa memeluk Ummi lebih erat lagi. Dua rindu itu mengganggu pikirannya. Rindu pesantren dan rindu kehangatan Ummi yang kini bersamanya. Dia ingin pulang ke pesantren namun, rindu akan tempat ini juga mendera. Ada Ummi dan Mas Bisma yang juga masuk dalam orang-orang yang dia cintai.

Baru aku sadari kepekaanku terhadap dunia ini sangat kecil. Engkau yang menciptakan berbagai makhluk dan keadaan tak aku syukuri aku pandang sebelah mata bertambah sudah butir dosa ini kian menumpuk menjadi gunung dosa. Dengan apa kumengurangi dosa ini? dengan tasbih Kau ampuni yang terkecil.

💝💝💝

Seragam baru, buku pelajaran cenderung ilmiah dari pada religius islamiyah. Tempat yang sangat berbeda dengan Pesantren. Di sini semua berbaur--lelaki dan perempuan berada dalam satu gedung, tak ada tirai pemisah di antara mereka. Ini hari pertama Alyssa datang ke sekolah barunya, ia kembali gusar dengan keadaan seperti ini, hatinya tak terima berada di sini. Ia amati keliling sekolah yang terlihat adalah perempuan dengan lelaki yang ber-ikhtilat mereka tertawa gembira tanpa beban. Alyssa diantar oleh kakaknya yang biasa ia panggil Mas Bisma. Mas Bisma menangkap keraguan pada langkah Alyssa.

"Kenapa? Masih ragu?" tanya Mas Bisma. Ia berhenti melangkah lalu memandang adik kecilnya itu dengan tatapan penuh kasih.

"Mereka..., tidak seperti Pesantren," lirih Alyssa lemas, wajahnya murung dia tak bisa membayangkan bagaimana nanti dirinya saat berbaur dengan teman baru.

"Alyssa, ini sekolah umum bukan Pesantren! Jadi wajar mereka begitu karena tak ada yang memisah mereka," jawab Mas bisma.

"Islam yang memisah mereka, Mas!"

"Tapi sistem di sekolah ini bukan seperti Pesantren, Lyssa. Di sini mengagungkan kebebasan."

"Bukankah di sini ada guru agama? Kemana mereka?"

"Tentu ada, tapi mereka bisa apa? Mereka hanya seorang guru? Mereka tentu memprioritaskan sistem yang berlaku di sekolah ini. Sistem itu kuat dan mengikat! Mau tidak mau harus diikuti, bukankah boleh ber-ikhtilat saat jual beli, pengobatan, pendidikan?"

"-Positive thinking dengan ini, Alyssa. bismillah, dunia baru ada dihadapanmu," lanjut Mas Bisma, ia cukup gregetan atas pertanyaan adiknya, kepolosan Alyssa tidak cocok dengan tempat ini. Tapi apa boleh buat? Semua sudah terjadi, harapannya kini semoga Alyssa bisa bergaul dengan teman barunya.

Alyssa diam mengkaji dengan cermat kata-kata kakaknya tadi, untuk saat ini ia membenarkan ucapan kakaknya. Ia selalu kalah berdebat dengan orang dewasa, mungkin pemikirannya belum sempurna dan informasi yang masuk tak bisa mengimbangi pikiran Kakaknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Black Paradise
9.5
Farel Charly Van Houten berniat menikahi putri Romanov, namun ia justru dipermalukan karena ditolak di malam pernikahan. Didorong amarah dan dendam lama yang membara, Farel memilih Anabelle Felisha Romanov, putri kedua yang dikucilkan keluarganya, sebagai istri pengganti. Akankah Anabelle menemukan kebahagiaan, atau justru menjadi pelampiasan kemarahan Farel yang ingin menghancurkan seluruh keluarga Romanov?
Sampul Novel Crazy Woman
8.3
Ria Ananta, seorang putri konglomerat, memilih menyembunyikan identitas aslinya demi menjalani hidup biasa di tengah kemewahan. Namun, kedamaiannya sirna setelah ia berpacaran dengan Christian, seorang idola populer. Penolakan keras dari keluarga kekasihnya memicu depresi berat dan membangkitkan sisi gelap dalam diri Ria. Terjebak dalam hubungan penuh kekerasan, ia kini berjuang melawan kehancuran mental serta dorongan bunuh diri di balik gelimang hartanya.
Sampul Novel Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat
8.2
Setelah dikhianati dan dicampakkan oleh Deon saat hamil tua, Elara memilih pergi dan membangun hidup baru. Lima tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi miliarder sukses yang memikat dan mandiri. Namun, saat Elara berniat meresmikan perceraian mereka yang ternyata belum diurus Deon, mantan suaminya itu justru muncul kembali. Deon yang posesif mulai menyingkirkan setiap pria yang mendekati Elara. Ketika Elara mengumumkan pertunangan dengan pria lain, Deon yang didera penyesalan nekat mengonfrontasinya.
Sampul Novel Ipar Tercinta
8.1
Wasiat terakhir sang kakak sebelum mengembuskan napas terakhir menjungkirbalikkan dunia Diraya Paramitha. Di usianya yang masih sangat muda, Dira dituntut mengemban tanggung jawab besar sebagai ibu sambung bagi keponakannya sekaligus istri baru bagi Wira Dharmawan. Pernikahan mendadak ini menguji kedewasaannya. Akankah benih cinta yang tulus tumbuh di antara mereka seiring waktu, ataukah hubungan ini selamanya bertahan hanya demi menunaikan kewajiban terhadap sang anak?
Sampul Novel Senja Berkawan Derita
8.7
Sejak lahir, Senja Kumala dibenci ibunya akibat sebuah tragedi pilu. Nasib buruk berlanjut saat dewasa, di mana ia terjebak pernikahan sebagai istri kedua yang hanya dimanfaatkan untuk melahirkan anak. Di tengah siksaan batin itu, Senja bertemu seorang pria dingin yang skeptis terhadap cinta. Kehangatan Senja perlahan meluluhkan hati pria tersebut hingga cinta tumbuh di antara mereka. Namun, sebuah rahasia besar kini terungkap dan mengancam untuk menghancurkan hubungan mereka.
Sampul Novel Suamiku Konglomerat Bangkrut
8.5
Setahun berumah tangga, Ayu harus menerima kenyataan pahit bahwa keluarga suaminya, Wicaksono, jatuh miskin. Kemewahan yang dulu ia pamerkan kini berubah menjadi rasa malu di depan lingkungan sosialnya. Di tengah krisis keuangan dan keengganan Jovan untuk mencari nafkah, Ayu juga terus direndahkan oleh sang mertua karena hanya bekerja sebagai guru honorer. Saat pernikahan mereka di ambang kehancuran dan uang kian habis, seorang pria hadir menawarkan posisi sebagai selingkuhan.