APKDock Logo
Sampul Novel Drive Back To December

Drive Back To December

8.4 / 10.0
Tiga tahun bercerai, Gayatri Rumi Rahardjo tak menduga akan menikah lagi dengan William Alansyah. Demi rasa hormat pada mantan ibu mertuanya, ia bersedia membangun kembali rumah tangga bersama mantan suaminya tersebut. Namun, pernikahan kedua mereka langsung diuji oleh tuntutan memiliki anak. Di tengah situasi sulit ini, Gayatri mulai mengendus sebuah rahasia besar yang ditutupi oleh William. Akankah kebenaran pahit itu mendorong mereka ke jurang perceraian untuk kedua kalinya?

Drive Back To December Bab 1

(PoV Rumi)

"Dengan ini saya nyatakan gugatan saudara William Alansyah terhadap saudari Gayatri Rumi Rahardjo dikabulkan, mulai hari ini saudara William Alansyah dan saudari Gayatri Rumi Rahardjo resmi bercerai dan bukan lagi suami istri. Sidang ditutup," ucap Pak Hakim.

Palu sudah diketuk tiga kali. Aku menghela nafas panjang.

"Baiklah, semua sudah berakhir. Semoga setelah perceraian ini, semua masalah akan selesai. Aku harus bahagia, hidupku akan berlanjut dengan kebahagiaan," ucapku dalam hati. Memandang wajah mantan suamiku sekali lagi lalu memandang mantan ibu mertua dan mantan adik iparku sebelum beranjak pergi dari ruang persidangan.

***

Tiga tahun berlalu. Sejak peristiwa itu aku memutuskan untuk kembali ke Jogja. Mengemban label janda cantik sudah menjadi rutinitasku. Aku sudah mulai terbiasa, aku tak peduli orang mau bicara apa tentang aku, yang jelas aku tidak minta biaya hidup dari mereka. Aku bekerja sebagai agen di salah satu asuransi jiwa. Levelku sudah lumayan tinggi, jadi yah sudah bisa sombong sedikit.

Sebenarnya perceraian itu tak membuatku trauma untuk berumah tangga lagi tapi aku jadi lebih selektif saja. Ada beberapa pria yang mendekatiku, mayoritas mereka pengusaha dan selalu tertawa jika aku menceritakan perceraianku karena aku dituduh workaholic, tapi aku merasa belum ada yang cocok dengan hatiku.

Siang itu seperti biasa aku mencari nasabah disalah satu mall di Jogja. Aku memilih berada di salah satu Cafe dalam mall itu bersama dengan salah satu sahabatku, sesama agen.

"Rum, gimana target trip udah nutup?" tanya Nina padaku.

"Ya udah dong, sama uang saku juga udah aku tutup."

"Sombong amat lu! Ya kamu enak, Rum. Pria-pria kaya itu mau beli asuransi atau sekedar investasi di kamu. Lah aku, susah bener."

"Makanya jadi janda dong," selorohku.

"Ihh! Amit-amit deh, anakku udah 3. Kamu enak, cerai nggak ada anak," Nina beberapa kali mengetuk meja dan menjitak kepalanya. Aku hanya tersenyum getir melihatnya. Sungguh menjadi janda bukanlah sebuah pilihan hidup.

"Aku pesen kopi lagi deh, puyeng dari tadi nggak ada target. Kamu mau apa lagi, Nin?"

"Alah, target apalagi sih? Nggak usah deh, pusing kebanyakan kopi."

"Target lain. Mungkin aja ada yang mau jadi suami, hahaha. Ya udah aku pesen kopi dulu."

Aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan menuju tempat pemesanan. Segelas soy coffee late sudah ditangan. Aku memang sengaja menunggu dan melihat baristanya meracik minumanku. Saat aku membalikkan tubuhku, aku melihat ada seorang lelaki yang tidak asing namun sudah lama tak pernah jumpa.

"Sudah kuduga itu pasti kamu, Rumi," sapa pria itu padaku.

"Henry? Henry Prasetya?" tanyaku memastikan.

"Hai, Rumi. Nggak nyangka ya ketemu kamu disini."

"Apa kabar? Ya ampun, udah lama baget. Lagi ngapain di Jogja?"

"Aku baik. Kebetulan lagi ada kerjaan di sini."

"Ohh, oke."

"Boleh gabung nggak? Kamu duduk dimana?"

"Di sana tuh, aku tunggu ya." Aku menunjuk sebuah meja.

"Oke, Rum. Aku pesan dulu trus ke sana ya." Aku menggangguk kemudian kembali ke mejaku. Tak lama Nina memutuskan pergi karena ada keperluan mendadak, sebelum Henry datang.

Henry Prasetya, dia teman kuliahku di UNY dulu. Orangnya baik, kharismatik, lucu dan juga tampan. Teman-temanku dulu bahkan menyebut Henry sebagai keturunan ningrat karena rupanya yang jawa banget.

Wajahnya yang teduh dan bersahaja selaras dengan tuturnya yang lembut pasti membuat para wanita meleleh jika dekat dengannya. Henry menjadi idola kampus pada zaman itu. Aku cukup beruntung bisa mengenalnya dan berteman baik dengannya hingga lulus. Namun setelah itu Henry kembali ke kota asalnya yaitu Malang. Kami putus komunikasi, tak pernah lagi bertemu. Dan hari ini kami berkesempatan untuk berjumpa lagi. Akhirnya dari perjumpaan singkat hari ini kami saling bertukar nomor WhatsApp.

Obrolanku dan Henry berpindah ke WhatsApp. Menyenangkan sekali bertukar kabar dengan Henry, membicarakan masa sekarang dan masa lalu. Kini dia bekerja sebagai Manager di salah satu perusahaan ekspor-impor di Surabaya. Selama Henry mengurus pekerjaannya di Jogja, kami jadi sering bertemu untuk sekedar minum kopi ataupun makan. Dan dari pertemuan-pertemuan itu, pertemuan di hari terakhir Henry di Jogja menjadi hal yang tak terlupakan dalam hidupku.

"Rumi, besok pagi aku sudah harus kembali ke Surabaya," ucap Henry lembut. Terlihat guratan kesedihan di wajah tampannya.

"Iya, aku tahu. Kan udah ngomong kemarin."

"Aku bersyukur bisa dipertemukan lagi dengan kamu," lanjut Henry disertai senyumnya yang selalu manis.

"Hmm, masak? Aku lebih ke seneng sih ketemu kamu lagi."

"Rumi, sesungguhnya ada hal yang aku sembunyikan darimu sejak dulu."

"Jangan bilang kamu suka sama aku?" goda ku.

"Memang kenapa? Ada yang salah?"

"Emang bener? Hahaha."

"Bener, Rum."

"Ha? Apa sih, Hen? Nggak lucu 'lah."

"Ya emang nggak lucu. Aku 'kan nggak ngelawak. Aku serius."

Aku terdiam. Menatap Henry, mencoba mencari kebohongan melalui manik matanya, namun aku tak menemukannya. Aku cukup terkejut mendengar pernyataannya. Sungguh aku tak pernah menyangka dengan semua ini.

"Tapi aku janda, Henry," ucapku kemudian.

"So, what? Aku sudah pertimbangkan. Kamu bilang kamu nggak trauma 'kan dengan rumah tangga. Aku ingin menikahi kamu Rumi. Aku sudah menahan perasaan ini sejak kita kuliah. Aku rasa Tuhan merestuinya karena sudah mempertemukan aku dengan kamu lagi. Aku janji akan menjagamu. Sampai akhir nafasku."

"Aku memang nggak trauma untuk membuka hati lagi, berumah tangga lagi. Tapi aku nggak bisa grasak grusuk. Beri aku waktu ya."

"Of course, kapanpun kamu siap. Jadi kita pacaran nih sekarang?"

"Ha? Gimana?"

"Kita pacaran, Sayang."

"Cie, Sayang."

"Cie udah lama nggak ada yang manggil Sayang ya?"

"Ngajak berantem ya, hari pertama jadian loh ini."

"Hahaha."

Aku belum mengerti apakah keputusanku untuk menerima cinta Henry adalah keputusan yang tepat. Tapi aku tak ingin menjadi wanita munafik. Aku ingin memberi kesempatan pada Henry untuk membuktikan ucapannya. Siapa tahu Tuhan memang mengirimkan jodohku berupa Henry yang tampan dan baik itu. Ahh! Seandainya benar, aku pasti menjadi wanita yang sangat beruntung.

***

Kehadiran Nina membuyarkan lamunanku. Hanya membaca chat dari Henry saja bisa membuatku senyum-senyum sendiri dan membayangkan kebersamaanku dengan Henry. Seperti mengulang masa remaja yang sedang di mabuk asmara.

"Kasmaran ya?" tebak Nina yang sialnya sangat tepat.

"Emm." Aku hanya mengangkat bahu, tak memberi jawaban pasti pada Nina.

"Siapa orangnya? Client kamu ya?" Aku menggeleng. Lagi-lagi tak memberi jawaban pada Nina yang super kepo ini, membuat Nina mengerucutkan bibirnya karena kesal.

"Jatuh cinta bikin bisu ya?" sindirnya padaku.

"Masih pagi udah marah-marah aja nih, Bu Nina."

"Ya kamu ditanya jawabnya cuma angkat bahu 'lah, nggeleng 'lah. Sebel jadinya."

Aku membuka ponselku, mencari swafotoku bersama Henry, lalu menunjukkannya pada Nina. Mata Nina langsung melotot melihat foto itu.

"Ya Allah, Gusti. Kok ngguanteng tenan to, Rum. Wong ngendi iki?" (Ya Allah, Gusti. Kok ganteng bener, Rum? Orang mana ini?)

Aku tertawa melihat Nina. "Malang, tapi kerja di Surabaya."

"Edan! LDR dong? Tapi nggak papa, Rum. Tak dukung kalo sama yang ganteng kayak gini. Dari pada Pak Galih yang udah duda itu. Mending ini kemana-mana, Rum."

Aku hanya tersenyum mendengar kejujuran Nina. Pak Galih adalah client yang telah beberapa kali secara terang-terangan menyatakan jika menyukai ku. Tapi sayangnya aku tak memiliki ketertarikan yang sama dengannya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Drive Back To December

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika rela bersabar atas perlakuan buruk ibu mertuanya demi membina rumah tangga bersama Askara Brahma selama dua tahun. Namun, kehangatan Askara mendadak hilang dan ia berubah menjadi sangat dingin. Perubahan drastis ini memicu kecurigaan Nadia akan adanya rahasia kelam. Akankah ia sanggup menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan