APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosa yang Tak Termaafkan

Dosa yang Tak Termaafkan

Bukti perselingkuhan berupa tiket bioskop dan bon belanja barang wanita akhirnya ditemukan oleh Dewi. Dengan nada lirih namun sarat kemarahan, ia langsung melabrak suaminya atas pengkhianatan yang kembali berulang. Peringatan masa lalu yang diabaikan membuat kesabaran Dewi kini benar-benar habis. Ia menegaskan tidak ada lagi kesempatan kedua bagi sang suami. Pernikahan yang mereka bangun kini berada di ujung tanduk dan bersiap menghadapi kehancuran total.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Sudah puas sekarang?” Dewi kembali bersuara.

Aku tak menyangka kalau semuanya akan jadi begini. Belum reda keterkejutanku kini Rafa sudah keluar dengan ranselnya yang entah ada apa di dalam sana. Lebih mengejutkan lagi Rio dan Adit berada di belakangnya, mereka berjalan mendekat ke arah kami, lengkap dengan tas ranselnya masing-masing. Sebenarnya masih ada satu lagi Yuri namanya. Namun, si bungsu masih tinggal di kamar kami.

“Ayo kita pergi dari sini Mah! Rafa lebih baik enggak punya Papah! Ayo pergi Mah, buat apa kita masih di sini!” Rafa semakin meninggikan suaranya. Dan itu membuatku sakit bukan main. Aku bisa saja menamparnya saat itu juga, karena perkataannya barusan, sungguh keterlaluan. Namun apa jadinya nanti, dia bisa saja semakin membenciku. Ya Tuhan, kenapa semuanya jadi begini. Kupikir hanya Dewi yang perlu kutangani, tapi kenapa justru seisi rumah malah membenciku. Aku harus bagaimana?

“Ini sudah tengah malam, yang benar saja kalian mau pergi di jam segini, enggak bisa!”

“Pilihannya gampang, kita yang pergi atau kamu?”

Kenapa bisa ada pilihan seperti itu. Ini rumahku, mana bisa aku pergi, tapi anak-anak, ah sial!

“Oke biar aku yang pergi, tapi enggak sekarang, besok pagi. Pokoknya enggak ada penawaran lagi! Sini ayo balik ke kamar lagi ya sayang, tasnya kasih Papah ya.”

“Enggak usah!” Rafa dengan kasar menepis. Sedang adik-adiknya yang lain hanya menggeleng pelan, kemudian memilih berjalan mengikuti Rafa. Disusul Dewi yang memilih masuk dengan Yuri dalam gendongannya.

Aku tidur sendirian malam ini tetapi besok mungkin kami bukan hanya berbeda kamar, namun tak lagi seatap. Sudahlah buar kupikirkan bagaimana caranya agar kami masih tinggal sama-sama. Ponselku berdering. Nama Eiden terpampang di sana.

Aku tersenyum saat melihat wajahnya yang tersenyum di balik layar. Suaranya yang mendayu-dayu sering kali membuatku terbuai, sejenak mampu melupakan kejadian buruk yang baru saja menimpaku.

“Kenapa belum tidur?”

“Aku kangen kamu, eh istrimu ke mana?”

“Tidur di kamar sebelah.”

“Hahaha kalian pasti ribut ya?”

“Sudahlah enggak penting juga.”

“Mending ke sini, tidur sama aku!”

“Nakal ya kamu.”

“Memang kamu enggak?” katanya seraya tertawa kecil, dan tentu saja membuat hasratku naik, apa lagi di sana dia hanya berbalut piyama tipis.

Kami mengobrol cukup lama hingga entah sejak kapan ada Dewi di samping ranjang, mungkin karena aku memakai earphone, hingga tak menyadari ada seseorang yang masuk kamar.

“Wi? Hmm eh kamu kenapa di sini?”

Dewi tak menjawab, seperti biasa dia hanya menatap dingin ke arahku.

“Hmm ini teman kerja.”

“Memang enggak ada waktu lagi buat telepon ? Enggak sekalian pakai pengeras suara? Anak-anak mau tidur!” katanya dengan nada yang biasa tapi sungguh benarkah suaraku sampai ke kamar sebelah. Ya Tuhan, akan semarah apa Rafa padaku kalau begini. Lantas tanpa pikir panjang aku berniat untuk pergi ke kamar anak-anak.

“Mau apa lagi?” tanya Dewi.

“Ya aku harus menjelaskan semuanya.”

“Mas! Mereka itu sudah besar, enggak bisa kamu bohongi lagi, sudahi drama kamu, aku muak!”

“Wi tolong jangan begini, jangan jadikan anak-anak durhaka.”

“Sekarang aku tanya, yang durhaka itu mereka atau kamu?”

Aku terdiam, kenapa Dewi jadi pintar bicara, dia selalu membalikkan semua yang kukatakan.

“Di balik anak durhaka sekali pun, lihat dulu seperti apa orang tuanya mendidik mereka! Aku enggak peduli kamu mau tidur dengan perempuan mana pun, asal jangan pernah usik anak-anakku, cukup di kamu, enggak akan kubiarkan anak-anakku tumbuh jadi laki-laki yang enggak pandai menghargai perempuan!”

“Apa maksud kamu? Wi! Tunggu!”

Argh!! Sial kenapa bisa begini? Ceroboh!

Esok hari seperti hari-hari sebelumnya sarapan sudah tersedia di meja makan, hari itu aku kesiangan, namun sayangnya Dewi seperti sengaja tak membangunkan. Aku paham mungkin dia masih marah, meski sebenarnya tak masalah juga karena hari ini aku tak masuk kantor. Aku pergi bergabung dengan mereka yang tengah makan seraya bercanda. Namun seketika, mereka terdiam saat aku sampai ke sana.

“Kenapa? Kok pada diam?” tanyaku yang keheranan. Namun sekali lagi, mereka tak mau menjawab.

“Ayo keluar Mah, aku ikut ke tukang sayur ya,” kata Rafa, yang kemudian disusul adik-adiknya yang lain.

Aku tersenyum miris, mereka benar-benar pergi, mengabaikanku yang sejak tadi mengajaknya bicara. Namun saat itu kami dikejutkan dengan bel rumah yang di tekan berkali-kali. Aku yang penasaran mengikuti Dewi yang hendak membuka.

“Suprise!!!” Dua orang berteriak dari arah luar. Itu Pakde dan Bude Dewi, mereka datang dengan 2 bungkusan plastik besar sudah dipastikan isinya oleh-oleh untuk kami.

Wajah mereka tampak semringah, begitu anak-anakku yang kegirangan, menyambut kedatangan kakek dan neneknya. Kami yang bingung hanya mampu saling menatap. Kalau sudah begini rencanaku untuk pergi dari rumah akan tertunda, tetapi bukankah ini lebih baik. Aku membantu membawa beberapa barang bawaan mereka masuk ke rumah, anak-anak sudah sibuk bercerita dengan kakek dan neneknya. Mereka seakan lupa dengan apa yang terjadi di antara kami, bahkan saat Pakde memanggilku untuk bergabung. Mereka sama sekali tak keberatan. Berbeda sekali saat sarapan tadi. Meski begitu, aku masih bisa merasakan tatapan tak suka Rafa saat Pakde terus saja mengajakku bicara.

Anak ini kenapa tumbuh terlalu cepat. Dia bisa mengerti dengan masalahku, bahkan mampu menghasut saudaranya yang lain untuk ikut membenci Papahnya sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dikejar Oleh Sang Miliarder
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat dikhianati suami dan mertuanya, Kayla Herdian terlahir kembali ke masa lalu. Bertekad membalas dendam, ia bangkit untuk menghancurkan para musuhnya sekaligus membawa bisnis keluarganya menuju puncak kejayaan. Namun, di tengah perjuangannya, seorang miliarder dingin yang dahulu tak tergapai tiba-tiba mendekat. Pria kaya tersebut kini gencar merayu Kayla dan memohon agar diberi kesempatan menjadi pendamping di pernikahan keduanya.
Sampul Novel Gadis SMA Milik Mafia Kejam
9.8
Jimmy Alexander adalah mafia berusia 25 tahun yang tak kenal ampun dalam menjalankan bisnis ilegalnya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah hidupnya saat ia bertemu seorang siswi SMA yang tulus menolongnya. Ketulusan itu memicu obsesi cinta dalam diri Jimmy yang kejam. Masalah besar muncul karena gadis impiannya ternyata sudah bertunangan dengan pria lain. Akankah sang mafia merelakan cintanya, atau justru melakukan segala cara demi memiliki gadis tersebut?
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Divonis mandul membuatku dicampakkan oleh suamiku, seorang Wakil Bos Mafia. Ia tega membawa ibu pengganti dan memperlakukannya penuh kasih, mengkhianati pernikahan kami. Bahkan, ia membiarkanku terluka parah demi menyelamatkan wanita itu. Di dunia hitam, perceraian biasa tidak pernah ada. Demi menghancurkannya, aku merekayasa kematianku sendiri agar ia membusuk di tengah kehancuran takhta yang ia banggakan.
Sampul Novel Melarikan Diri Dari Dekapan Neraka
8.3
Sejak kecil, hidup wanita ini dipenuhi janji manis. Ryder menyelamatkannya saat ia berusia sepuluh tahun dan bersumpah akan menjaganya selamanya. Pada usia lima belas tahun, Wayne hadir dan menawarkan komitmen serupa untuk melindunginya seumur hidup. Namun, semua ikrar tersebut hancur berkeping-keping ketika ia menginjak usia 23 tahun. Kedua pria yang ia percayai itu justru tega melemparkannya ke dalam laut demi menyelamatkan cinta pertama mereka.
Sampul Novel Rahasia Kelam Seorang Istri
9.4
Kehidupan pernikahan Alina dan Arya kini terancam oleh bayang-bayang masa lalu Alina yang kelam. Sebagai suami yang sangat menjunjung tinggi kejujuran, Arya mulai meragukan kesucian serta masa lalu istrinya tersebut. Alina pun terjebak dalam pilihan sulit: mengungkap aib lamanya atau tetap diam demi mempertahankan rumah tangga mereka. Akankah kejujuran Alina justru menghancurkan pernikahan ini, atau mampukah Arya menerima kenyataan pahit yang ia anggap sebagai pengkhianatan?
Sampul Novel Sangkawang
8.6
Terbangun di kerajaan asing, Reyna Mahesa syok mendapati dirinya menjadi permaisuri yang sangat mirip dengannya. Di balik kemegahan istana, ia justru terjebak dalam pusaran kebencian dan intrik yang mengancam nyawa. Kenyataan pahit terungkap bahwa suaminya, sang raja, adalah sosok yang pernah menghukum mati permaisuri terdahulu. Kini, Reyna harus memilih: mencari celah untuk pulang ke era modern atau bertahan demi membongkar konspirasi pengkhianatan di tempat itu.