APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta

Dosa Berbalut Cinta

Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Bab
Bagikan

Bab 1

Teng ! Teng! Teng!

Terdengar bunyi lonceng tanda pelajaran terakhir SD Rajawali. Seluruh siswa mulai berhamburan keluar kelas diiringi guru masing-masing. Tawa-tawa ceria dan celoteh menggemaskan mereka terdengar begitu menyenangkan. Khas milik anak-anak usia sekolah dasar.

Senyum lebar para guru pun tak kalah menariknya. Di pelupuk mata mereka sudah terlihat bayangan keluarga yang menunggu dengan bahagia. Membayangkan keluarga saja, mereka sudah bahagia apalagi begitu tiba di rumah. Sambutan luar biasa akan mereka dapatkan. Entah dari anak, istri, suami atau orang tua mereka.

Ucapan say good bye, sampai ketemu besok atau pelajari lagi di rumah mengiringi akhir pembelajaran yang indah. Karena apapun yang terjadi di kelas bagi guru tetaplah kegiatan terbaik dan terindahnya. Meraka akan menuliskannya di buku catatan anekdot atau harian untuk mengenang hari-hari yang dilalui bersama anak didiknya.

Namun, kecerian mereka tidak berlaku pada Quinne Saschya. Kepala Sekolah SD Rajawali.

Di sudut ruangan yang tertulis ruang kepala sekolah, seorang wanita muda, berparas cantik terlihat resah. Berkali-kali ia menatap jam dinding dengan gelisah.

Hatinya begitu berat meninggalkan ruangan dan sekolahnya tempatnya mengabdi. Sachi, begitu panggilan wanita cantik ini. Ia begitu cemas dan panik setiap kali lonceng jam pembelajaran berakhir. Sebab, dengan berakhirnya jam pembelajaran berakhir juga surganya. Ia akan kembali ke neraka.

Begitulah, ia menyebut rumah yang seharusnya menjadi tempatnya berlindung dan bernaung.

Selama tujuh tahun ini, ia menyimpan semua resah dan gelisah sendiri. Menyimpan duka dan lukanya tanpa satu pun orang yang tahu. Bahkan sahabatnya pun tidak tahu. Apalagi guru-gurunya di sekolah, Sachi begitu pandai menyembunyikan perasaannya dari siapa pun.

Di hadapan semua orang, Sachi selalu tersenyum. Namun, saat sendiri terkadang air mata yang menemaninya.

Semua itu terjadi sejak menikah dengan Adnan. Suami yang ia cintai ternyata melukainya sedalam-dalamnya. Bukan hanya fisiknya yang terluka, tetapi juga hati dan perasaannya.

Sejak menikah, Adnan acapkali mengumpati, menghina dan mengatainya dengan berbagai cara. Padahal ia berusaha mengalah dan melakukan yang terbaik untuk suaminya. Namun, usahanya seakan tidak pernah dianggap.

Semua yang ia lakukan untuk menjadi yang terbaik versi Adnan tidak pernah membuahkan hasil. Adnan tetap memperlakukannya dengan buruk entah apa yang ada di otak suaminya. Sachi sampai tidak habis pikir.

Sachi mendengkus lirih, membayangkan apa yang akan terjadi nanti di rumah nerakanya. Disingkapnya rok coklat tua selutut yang membalut kaki jenjangnya. Di kedua pahanya tercetak bekas luka dan lebam hasil karya Adnan.

Semalam Adnan kembali memukulinya dengan keras, sesat sebelum Sachi melakukan kewajibannya sebagai istri. Rasanya begitu perih dan menyakitkan. belum lag umpatan yang sering Adnan lontarkan kapan saja kepada Sachi.

Bahkan teriakan kesakitannya tidak dihiraukan, Adnan malah semakin beringas dan terus melukainya. Entah terbuat dari apa hati suaminya? Sachi hanya bisa pasrah kepada kuasa Tuhan tanpa bisa berbuat banyak.

Ingin rasanya ia berteriak dan meminta bantuan, tetapi ia bahkan tidak tahu akan meminta bantuan kepada siapa?

Bercerita kepada teman, ia tidak yakin temannya bisa memberikan solusi. Bercerita kepada orang tua, ia terlalu takut membebani keduanya. Mendatangi psikiater, ia tidak ada keberanian bertemu dengan ahli tersebut. Seakan ada tembok besar yang menghalangi setiap ada niat untuk membebaskan dirinya sendiri.

Walaupun sesungguhnya ia sudah tidak kuat mengahadapi semua perlakuan Adnan yang ia anggap sangat menyimpang dan tidak bisa ia terima.

Sachi begitu iri dan cemburu setiap menyaksikan keharmonisan, keakraban atau kebahagiaan keluarga yang ia temui di manapun.

Sachi begitu terluka dengan pernikahannya. Dengan suaminya. Sosok yang pernah ia puja dan kagumi. Namun, kini semua lenyap tak bersisa.

Sachi merapikan roknya hati-hati, ia tidak ingin karena luka tersebut membuat jalan atau bahasa tubuhnya berubah hingga menimbulkan kecurigaan di hati setiap orang yang ia temui.

Selain di paha masih ada bekas luka lebam di lengan yang belum hilang, akibat ulah Adnan dua hari yang lalu. Hanya karena dirinya ketiduran sampai terlambat menyiapkan makan malam. Sakitnya menyerang dan merasuk ke seluruh tubuh, sebab masih ada lagi luka lain yang entah di sebelah mana lagi, Sachi sampai lupa saking banyaknya bekas di tubuh.

Namun, yang Sachi heran, dari sekian perlakuan kasar Adnan, tidak pernah sekalipun ia memukul atau menampar wajahnya. Sengaja atau tidak, hal tersebut membuat semua lukanya tidak terlihat oleh siapapun.

Semua mata bahkan menganggap rumah tangganya adem ayem, tentram, damai tanpa ada riak atau gelombang besar yang menguji. Walaupun hingga kini belum dikarunia keturunan. Semua menganggap, Sachi dan suami bahagia.

Sungguh miris hati Sachi setiap mendengar setiap pujian yang ia terima terkait rumah tangganya. Jika sudah demikian, Sachi hanya tersenyum tanpa berkomentar apapun.

Surga Sachi adalah ketika berada di luar rumah. Berkegiatan apapun untuk mengalihkan semua rasa sakit dan dukanya.

Detak jantung Sachi berdenyut semakin kencang, begitu jarum jam semakin mendekat ke angka dua dan dua belas. Karena jam kerjanya berakhir di pukul 14.00. Namun, tak jarang Sachi sengaja berlama-lama di sekolah untuk membahagiakan dirinya sendiri.

Pukul 13.00, Sachi keluar ruangannya menuju ruang makan untuk makan siang. Beberapa guru sudah duduk tenang menyelesaikan makannya. Begitu melihat sang pimpinan mereka menoleh sekedar memberikan senyum, menyapa Sachi.

Sachi pun membalas dengan senyuman dan anggukan menyenangkan hati anak buahnya. Selain itu memberikan senyum termasuk sedekah. Lumayan, kan sedekah tanpa materi. Modal senyum saja. Asal tidak senyum-senyum sendiri.

Setelah mengambil menu, Sachi memilih duduk di kursi yang kosong. Selain dari guru SD, di ruangan tersebut juga digunakan ruang makan smeua jenjang dari Lembaga dibawah naungan Yayasan Rajawali, mulai pendidikan anak usia dini, SD, SMP hingga SMA.

"Bu Sachi, bagaimana kabarnya?" Seru salah satu guru yang mengenal Sachi.

"Pak Andre," balas Sachi menatap guru pria dari jenjang SMA yang meminta izin duduk di kursi kosong depannya.

"Bagaimana, akreditasinya?" Tanya Andre berbasa basi.

"Sudah ready, dan siap diajukan. Bagaimana SMA?" Balas Sachi.

"Sama. Sepertinya assesor akan datang menilai semua jenjang di hari yang sama," kata Pak Andre.

"Serius, Pak?" Sachi menatap Andre.

"Hee eemm, itu bocoran dari Mei," jawab Pak Andre berbisik.

Auto keduanya terkekeh.

"Awas saya laporkan Bu Mei, loh," goda Sachi.

"Hahaa, canda, Bu." Sachi masih saja tertawa renyah mendengar kelakar Andre, guru PJOK Sama Rajawali.

Begitulah, kepribadian sesungguhnya Sachi. Ceria, pandai membawa diri dan simpel. Banyak rekan-rekan yang menyukai Sachi secara pribadi.

Pemandangan seperti itu, sudah biasa terjadi di ruang makan guru. Keakraban antar sesama guru terjalin saat makan siang. Bahkan kepribadian Sachi sudah tidak asing lagi bagi mereka. Siapapun yang mengenal Sachi

akan langsung menyukai. Bahkan ada yang langsung akrab dan nyaman.

Sosok unik saat di hadapan orang lain. Namun, tidak bagi Adnan. Bagi Adnan, Sachi tak lebih dari luapan kekecewaan dan kemarahannya. Usianya yang sudah lebih dari setengah abad tidak membuatnya semakin mendekatkan diri pada Yang Kuasa.

Adnan malah sengaja membuat neraka bagi Sachi di rumahnya sendiri. Bagi Adnan, kesakitan Sachi adalah kebahagiaannya.

Adnan seolah terlupa, Jika ia bertanggung jawab sepenuhnya terhadap Sachi saat mengucapkan ijab Qabul di hadapan papa mertuanya. Ia terlupa, sejak saat itu ia berkewajiban Sepenuhnya kepada Sachi. Saat mereka saling berjabat tangan, saat itu pula kewajiban orang tua Sachi gugur berpindah pada Adnan.

Harus Adnan membuat Sachi tersenyum dan bahagia seperti kedua orang tuanya yang melimpahkan banyak cinta dan kasih. Namun, nyatanya ia menyakiti wanita yang mendampinginya.

**

bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Paras menawan tidak menjamin kebahagiaan Arleta. Demi menghindari obsesi keji sang paman, Joshua, ia terpaksa hidup dalam kepedihan dan membangun benteng pertahanan diri yang kokoh. Trauma masa lalu membuatnya yakin bahwa cinta hanya kelemahan yang sia-sia. Kini, seorang fotografer bernama Arkana Sadewa harus berjuang ekstra keras demi meruntuhkan tembok perlindungan tersebut dan menyembuhkan luka di hati Arleta.
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Tragedi malam pertama merenggut Camila, istri Joseph Hunter, yang hanyut ke laut demi menghindari restu maut ayahnya. Nyaris tewas, Joseph terikat kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi berbahaya ini, ia bertemu Vanessa, kekasih musuhnya yang berwajah persis mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terbongkar menyeret Joseph ke pusaran dendam membara, memaksanya bertarung demi sebuah kepercayaan di dunia mafia yang kejam.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, pemuda berparas menawan, memperoleh peluang emas untuk hidup kembali demi membalas dendam atas kematian orang tuanya. Terlempar ke tahun 2001, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan di masa lalu tersebut. Dengan strategi cerdik, Hades mulai mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas waktu ini menjadi langkah awal baginya untuk mengubah takdir sekaligus menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel PANTHER & DEA
9.0
Sejak kecil menjadi pembunuh bayaran yang menghabisi orang tuanya sendiri, Panther jenuh dan ingin pensiun. Namun, hartanya dikuras habis oleh mafia Edward Elmund. Demi bertahan, ia menculik Natalia, putri Edward, tapi sang ayah enggan membayar tebusan. Di tengah pelarian, Sophie yang dicintainya malah berkhianat demi harta. Saat terpojok, Dea, informan lamanya, datang membantu meraih kebebasan. Layakkah Panther hidup normal setelah masa lalunya?
Sampul Novel PENDEKAR Sabda JAGAD
8.4
Jalu Sajiwo, pemuda yatim piatu, memulai perjalanan panjang demi menuntut keadilan bagi keluarganya. Dahulu, Sekte Rajawali Emas sangat perkasa sebelum fitnah keji para rival menghancurkan mereka. Di bawah kepemimpinan Ki Respati, ayah Jalu, sekte ini terus dihina dan ditindas. Kini, Jalu harus berjuang di tengah intrik, pengkhianatan, dan duel maut untuk membersihkan nama baik sekte serta membawa Rajawali Emas kembali ke puncak tertinggi dunia persilatan.
Sampul Novel Pengabdian dan Cinta
9.7
Dua polisi tangguh, Ardi dan Bara, berjuang keras merubuhkan sindikat mafia yang kebal hukum. Namun, misi mereka gagal total setelah Bara tertembak dalam aksi pengintaian. Di tengah situasi kacau itu, Ardi menemukan kenyataan pahit bahwa gembong kriminal yang mereka incar, Arkana, adalah ayah kandungnya. Kini, ia terjebak di antara ikatan darah dan kewajibannya sebagai aparat. Demi hukum dan pengabdian, Ardi akhirnya terpaksa melepaskan tembakan fatal.