APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Don't Leave Me

Don't Leave Me

Amel, seorang mahasiswi polos, tak menyangka akan dilamar oleh Barry, yang merupakan kakak ipar dari dosen pembimbingnya. Rupanya, Barry telah lama memendam rasa dan mengincar Amel secara senyap. Harapan Amel untuk membangun biduk rumah tangga yang indah seketika sirna begitu perselingkuhan suaminya terbongkar. Barry bermain api dengan sekretaris pribadinya, yang juga teman lama keluarganya. Amel kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau mengakhiri pernikahan yang menyakitkan ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Amel gadis berusia 24 tahun, saat ini sedang menyelesaikan kuliahnya dengan bimbingan dari dosen pembimbing yang memiliki gosip tidak mengenakkan sebagai seorang janda dengan anak kembar dan alasan perceraian karena salah satu dosen yang ada di kampus ini, dosen tersebut memiliki wajah lebih dari mantan suami. Amel sendiri tidak peduli dengan gosip yang beredar karena bagi Amel yang terpenting adalah sang dosen mau membantu Amel sampai sejauh ini baik itu skripsi maupun tugas yang lain. Amel sendiri dekat dengan kembar dan juga adik dari sang dosen, kedekatan mereka terjalin karena Amel sering datang ke tempat sang dosen untuk konsultasi atau hanya menghabiskan waktu dengan sang kembar.

Amel mempunyai dua sahabat yang sangat dekat sejak pertama kali masuk kuliah yaitu Willy dan Vina, awal mula kedekatan mereka ketika masa orientasi siswa dan sikap Amel yang apa adanya dan cuek membuat mereka dekat. Willy lebih dekat dengan Amel dibandingkan Vina karena bersama Amel para penggemar Willy menghentikan langkah untuk dekat dengannya, sedikit banyak Willy memanfaatkan Amel dan beruntung tidak peduli dengan berita yang beredar ditambah lagi mereka tidak menggunakan perasaan selama ini. Vina sendiri adalah gadis yang merantau dan jauh dari kedua orang tuanya, hubungan mereka dekat karena hanya Amel yang menerima Vina apa adanya yang merupakan anak dari istri kedua ditambah badannya yang tidak sesuai dengan porsinya.

“Amel,” teriak Vina dari kejauhan membuat langkah Amel terhenti dan menatap Vina “ditunggu Willy di kantin.”

Amel mengangguk “aku bimbingan dulu, kamu udah bimbingan?.”

“Baru selesai dan tadi ketemu Willy terus minta tolong bilang sama kamu kalau ditunggu di kantin,” Amel mengangguk “aku balik dulu.”

“Kerja?,” Vina mengangguk “hati – hati.”

Vina hanya mengangguk lalu meninggalkan Amel, Amel menatap punggung Vina yang semakin menjauh dengan melihat Vina setidaknya dirinya bersyukur diberi keluarga yang saling menyayangi dan penuh dengan cinta. Amel melangkah semakin ke dalam menuju ruangan sang dosen pembimbing yang selama ini membantu dirinya, ketika Amel masuk ke dalam terdapat seorang pria yang berusia tidak jauh dengan sang dosen atau mungkin si pria terlihat lebih dewasa dibandingkan sang dosen, Amel menatap mereka sekilas yang sedang serius berbicara membuat Amel sedikit tidak enak.

“Letakkan aja nanti saya periksa,” ucap Tina menatap Amel “lagian sudah benar tinggal beberapa kali revisi jadi tinggal sentuhan akhir saja.”

“Kalau begitu saya letakkan di sini ya,” Tina menatap lalu mengangguk “saya permisi.”

“Kamu ke rumah sakit jiwa?,” pertanyaan Tina menghentikan langkah Amel dan dengan segera mengangguk “saya titip tolong berikan pada mereka,” memberikan berkas pada Amel untuk diserahkan pada pihak rumah sakit jiwa “nanti saya kabari jika sudah selesai.”

Amel melangkah keluar setelah berpamitan dan menatap sekilas pada pria yang berada di ruangan, Amel memikirkan apa pria tersebut mantan suami Tina. Melihat rupanya dan berita yang di dengar kenapa tidak sesuai secara pria tersebut tidak terlalu buruk bahkan bisa dibilang tidak kalah dengan kekasih Tina saat ini, Amel langsung mengangkat bahu karena percuma memikirkan masalah yang bukan menjadi permasalahannya.

Amel menatap Willy yang tampak serius depan laptop yang Amel duga adalah bahan skripsinya, mereka bertiga memang disibukkan dengan skripsi setidaknya mereka tidak berjuang sendirian. Terkadang mereka akan menghabiskan waktu dengan jalan – jalan melepas rasa stres karena terlalu lama menghabiskan waktu depan laptop. Banyak anak yang menduga Amel dan Willy memiliki hubungan dan itu semua jelas salah karena sampai kapan pun mereka tidak akan pernah menjadi pasangan karena banyaknya perbedaan dan lagi pula Amel tidak memiliki perasaan sedikit pun pada pria yang saat ini sibuk dengan laptopnya.

“Serius sekali,” tegur Amel membuat Willy menatapnya “skripsi? masih perlu perbaikan?.”

“Kamu sudah selesai?,” Amel mengangguk “berangkat sekarang atau makan terlebih dahulu?.”

“Aku pesan dulu kamu mau?.”

Willy mengangguk dan Amel segera memesankan makanan untuk dirinya dan minuman untuk Willy, melihat Willy yang sibuk membuat Amel tidak tega mengganggu sama sekali jadi yang Amel lakukan adalah bermain dengan ponselnya. Tidak lama pesanan datang dengan segera Amel memakannya karena Amel memang menyukai makanan panas karena menurutnya makanan jika panas akan terasa segar dan enak dibandingkan jika makanan tersebut sudah dingin.

“RSJ lagi?,” Amel mengangguk “pulang jam berapa?.”

“Gak usah jemput nanti aku naik kendaraan online aja lagian kamu bukan siapa – siapa aku dan aku gak enak merepotkan mulu.”

“Aku yang selalu merepotkan karena kamu menghentikan langkah perempuan untuk mendekatiku.”

Amel tersenyum “bicara tentang fans kamu tadi ada yang kasih surat tapi langsung aku bilang kalau kamu sudah akan menikah.”

Willy melotot lalu tertawa “bagus dengan begitu gak akan ada lagi yang ganggu.”

Amel mencibir perkataan Willy karena bukan hanya sekali Amel menghalangi perempuan – perempuan itu dekat dengan Willy, Amel sendiri heran bagaimana bisa sahabatnya ini tidak menginginkan perempuan tersebut dan pernah Amel mencurigai Willy sebagai penyuka sesama jenis dan langsung mendapatkan sentilan di dahi Amel. Semenjak itu Amel tidak peduli dengan Willy atas apa yang dia lakukan dan para perempuan itu tidak tersakiti dengan sikap Willy jika sudah berdekatan dengan Willy yang aslinya sangat menjengkelkan.

Perjalanan menuju ke rumah sakit jiwa tidak membutuhkan waktu yang lama karena memang jaraknya tidak jauh dari kampus. Amel sudah berada di sini semenjak bersama Tina dan ini berkaitan dengan skripsinya karena setelah skripsi selesai Amel tidak akan memperpanjang waktu berada di sini yang bagi Amel kurang menyenangkan.

“Di antar pacar?,” goda Fatma merupakan salah satu staf di rumah sakit jiwa ini yang dekat dengan Amel “tadi Bu Tina bilang ada titipan buat kepala rumah sakit.”

Amel mengeluarkan berkas yang dimaksud “aku serahkan langsung atau titipin mbak?.”

Fatma mengambil berkasnya “aku ke ruang kepala dulu nyerahin berkas ini dan bangsal 2 tolong serahkan pada perawat yang berjaga.”

Amel menatap obat untuk bangsal yang dimaksud dengan segera melangkah ke dalam memberikan obat tersebut pada perawat yang bertugas di sana. Amel menatap Jihan salah satu pasien duduk dengan tenang, Jihan seusia Amel tapi karena terlalu sering di bully teman – temannya membuat dirinya depresi bahkan berkali – kali mencoba mengakhiri hidupnya dan saat ini keadaan Jihan sudah sedikit membaik meskipun harus tetap dengan pengawasan. Setelah puas menyapa dan mengajak Jihan berbicara Amel melangkah ke tempat bangsal yang dimaksud dan langsung memberikan obatnya, Amel berbicara singkat dengan perawat yang bertugas setelah selesai memilih mengundurkan diri dan kembali ke tempatnya. Berkali – kali Amel melihat lingkungan di sini selalu tidak pernah berhenti bersyukur atas apa yang sudah Amel dapatkan dan dikelilingi orang yang menyayangi dan mencintai dirinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bisakah Untuk Tidak Memilih
7.9
Hidup kerap berjalan di luar rencana dan menyodorkan berbagai pilihan rumit. Walau satu jalan tampak menjanjikan, selalu ada konsekuensi di balik setiap keputusan. Kita pun dituntut bijak menyikapi situasi demi hari esok. Bahkan, bersikap pasif dan sekadar mengikuti arus tetap membawa risiko tersendiri. Oleh karena itu, pertimbangkan setiap langkah dengan matang agar terhindar dari penyesalan mendalam akibat salah memilih arah di masa depan.
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN
8.8
Karin Arvantie menghadapi situasi canggung di Atmaja Corp akibat tatapan tajam sang CEO, Ryan Atmaja, saat wawancara kerja. Walau Ryan merasa familier dengan sosoknya, Karin memilih bersikap diplomatis. Meski begitu, daya pikat pria bermata hitam tersebut membakar emosi yang sulit ia kendalikan. Kini, Karin bimbang antara bersikap profesional atau menyerah pada ketertarikan yang membara. Sanggupkah mereka mempertahankan batas hubungan kerja ini?
Sampul Novel JandA
9.4
Ketidakhadiran Aline Anderson membuat perusahaan penerbitan raksasa yang dipimpinnya goyah. Begitu kembali memegang kendali, ia langsung dihadapkan pada krisis besar. Penulis emas andalannya secara mendadak memutuskan menarik seluruh karya, membawa bisnis Aline ke ambang kehancuran. Di tengah ancaman kebangkrutan dan badai konflik yang terus berdatangan, Aline harus menanggung kerugian finansial yang masif sekaligus mengungkap rahasia mengejutkan di balik identitas asli sang penulis.
Sampul Novel Kehadirannya Membuatku Tersiksa
9.8
Kehidupan Arlena berubah drastis setelah dinikahi pria asing secara mendadak. Meski awalnya mengira pernikahan mereka akan biasa saja, sang suami justru selalu ada untuk membantunya menyelesaikan setiap masalah dengan cara misterius. Misteri ini akhirnya terpecahkan saat Arlena melihat berita televisi tentang seorang miliarder tampan yang sangat mencintai istrinya. Arlena terkejut menyadari bahwa sosok di layar itu adalah suaminya yang selama ini menyembunyikan kekuasaan besar di balik kesederhanaan.
Sampul Novel Mantan Istriku yang Penurut Adalah Seorang Bos Rahasia?!
9.4
Tiga tahun Emilia menjadi istri yang patuh bagi Brandon, namun diceraikan demi perempuan lain. Pasca-perceraian, Emilia bangkit sebagai sosok kuat yang sangat berbeda. Brandon terkejut mendapati identitas rahasia mantan istrinya sebagai peretas, dokter, hingga pembalap. Saat Brandon berusaha mengejarnya lagi, Emilia memilih menikmati kebebasan dan memamerkan keahliannya yang luar biasa. Brandon harus menerima fakta bahwa Emilia adalah bos rahasia.
Sampul Novel Menantu Dewa Perang
8.5
Ia kerap dihina dan dianggap sebagai menantu tak berguna yang tidak memiliki masa depan. Padahal, pria ini menyimpan identitas rahasia sebagai Dewa Perang yang ditakuti di seluruh dunia. Namun, sebuah tragedi memilukan terjadi tepat saat perayaan tiga tahun pernikahan mereka. Ia harus menyaksikan kenyataan pahit ketika istri tercintanya mengkhianati janji suci mereka dan berselingkuh secara terang-terangan di depan matanya sendiri.