APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Ewan Aditya bukanlah tabib biasa yang bisa diremehkan. Di dunia modern yang penuh intrik dan perebutan kekuasaan, dia berdiri sebagai sosok tangguh yang menentukan takdir. Baik penguasa tertinggi maupun miliarder terkaya tidak memiliki arti di hadapannya. Melalui keahlian medis yang luar biasa dan kekuatan aksi yang mematikan, Ewan siap menyelamatkan nyawa yang pantas ditolong atau merenggutnya dari mereka yang berani bersikap sombong kepadanya.
Bab
Bagikan

Bab 5

Ketika Ewan pulang ke rumah, ibunya, sudah selesai memasak.

Begitu melihat Ewan dalam keadaan basah kuyup, ibunya terkekeh-kekeh sembari bertanya, "Ewan, kenapa badanmu basah kuyup? Nggak mungkin jatuh ke Danau Anggrek, 'kan?"

"Ibu memang hebat bisa tahu itu," kata Ewan takjub.

"Benaran jatuh ke Danau Anggrek?" tanya ibu Ewan. Ekspresinya berubah menjadi serius. Dia bertanya lagi, "Cepat ceritakan pada Ibu. Apa yang terjadi?"

Ewan menceritakan kejadian saat dirinya menolong seseorang di Danau Anggrek.

Selesai mendengarnya, ibu Ewan mengangguk dan memuji, "Yang kamu lakukan sudah benar. Jasa menolong orang lebih besar dari kebaikan apa pun. Tapi, Ewan, ke depannya kalau menghadapi situasi seperti itu lagi, kamu harus berhati-hati dan memperhatikan keselamatanmu."

"Aku mengerti," balas Ewan.

"Cepat ganti pakaian bersih, lalu makan," tutur ibu Ewan.

"Baik," sahut Ewan.

Ibunya Ewan bernama Aruna Chandra. Dia berasal dari Soharia. Ewan hanya tahu sedikit tentang latar belakang ibunya. Dia hanya pernah mendengar samar-samar dari ibunya dulu, bahwa ibunya terlahir dari sebuah keluarga terpandang.

Mengenai seberapa besar keluarga itu, Ewan tidak tahu dan tidak ingin tahu. Bahkan, di dalam lubuk hatinya, dia sangat membenci keluarga itu. Jika bukan karena keluarga itu tidak berperasaan dan mengusir Aruna, kehidupan Ewan dan ibunya tidak akan semenderita ini.

Tentu saja, jika dibandingkan dengan keluarga ibunya, Ewan lebih membenci ayahnya. Selama bertahun-tahun, ayahnya tidak pernah mengunjungi mereka. Pria itu sama sekali tidak peduli dengan hidup Aruna dan Ewan.

Menurut Ewan, pria yang sangat tidak bertanggung jawab seperti itu tidak pantas hidup di dunia ini.

Selama ini, Aruna telah menanggung banyak penderitaan membesarkan Ewan seorang diri. Bahkan di usianya yang baru 40-an tahun, rambut di pelipisnya sudah memutih.

Ketika makan, Ewan beberapa kali hendak berbicara, tetapi akhirnya dia mengurungkan niatnya. Dia sangat ingin bertanya sebenarnya siapa ayah kandungnya. Namun, begitu melihat rambut putih di pelipis Aruna dan kerutan jelas di ujung matanya, Ewan menahan diri.

"Ewan, kenapa akhir-akhir ini Ibu nggak melihat Mona? Apa kalian bertengkar?" tanya Aruna.

"Kami nggak bertengkar. Dia cuma sibuk kerja," jawab Ewan berbohong. Dia tidak berani berterus terang kepada Aruna bahwa Mona mengkhianatinya.

Di dalam hatinya, Aruna sudah menganggap Mona sebagai menantunya sejak awal. Jika tahu Mona mengkhianati Ewan, takutnya Aruna akan emosi sampai pingsan.

"Ewan, lain kali ajak Mona makan di rumah, ya. Ada yang mau Ibu katakan padanya," tutur Aruna.

Ewan menatap Aruna dengan bingung seraya bertanya, "Ibu mau bilang apa padanya?"

"Apa lagi? Tentu saja pernikahan kalian," sahut Aruna.

Aruna tersenyum sembari melanjutkan, "Sejak lulus kuliah sampai sekarang, kalian sudah berpacaran dua tahun. Hubungan kalian juga sangat stabil. Ibu pikir mau cari kesempatan untuk bertemu orang tua Mona dan tetapkan pernikahan kalian. Menurutmu gimana?"

"Menurutku nggak dulu," jawab Ewan. Dia bergumam dalam hati sebelum berkata, "Ibu, aku dan Mona baru lulus. Pekerjaan kami belum stabil. Nggak buru-buru menikah."

"Kenapa nggak buru-buru? Putra Bibi Widya yang tinggal di sebelah rumah kita seumuran denganmu. Dia saja sudah punya anak," timpal Aruna.

Aruna membujuk, "Kamu patuh saja pada Ibu. Lain kali ajak Mona makan di rumah. Biar Ibu bicara dengannya."

Ewan seketika merasa pusing. Selesai makan, dia segera tidur lebih awal.

Meski sudah berbaring di tempat tidur, entah mengapa Ewan tidak bisa terlelap. Semua hal yang terjadi hari ini seolah-olah film yang terus berputar di dalam benaknya. Begitu memikirkan Mona berselingkuh dengan Dylan, Ewan sangat marah.

"Suatu hari nanti, aku akan memberitahumu kalau mengkhianatiku itu kesalahan terbesar dalam hidupmu," gumam Ewan. Lantaran tidak bisa tidur, lebih baik mencerna semua hal yang ada di dalam benaknya.

Warisan leluhur Keluarga Aditya bukan hanya "Kitab Jimat Akademi Sidoar", tetapi juga ada teknik medis, seni bela diri, teknik kultivasi, ilmu rahasia strategi, dan sebagainya. Ewan memejamkan mata dan mulai melatih semua hal itu.

....

Semalam berlalu. Ketika membuka mata pada pagi hari, Ewan bukan hanya tidak merasa lelah, sebaliknya merasa segar. Sekujur tubuhnya seakan-akan memiliki energi yang tidak ada habisnya.

Setelah makan sarapan, Ewan pergi ke pos perawat untuk mulai bertugas.

Rumah Sakit Papandaya adalah rumah sakit besar. Ada lebih dari 30 orang di pos perawat. Sebagian besar adalah paman dan bibi berusia sekitar 40 sampai 50 tahun. Ewan satu-satunya perawat muda.

Begitu tiba di pos perawat, Ewan melihat dua orang bibi sedang menyeka air mata.

"Apa yang terjadi?" tanya Ewan pada paman di samping.

Paman itu menjelaskan, "Dimarahi pasien. Kemarin, ada satu pasien yang dirawat di ruang perawatan khusus nomor 301. Temperamennya sangat buruk. Sudah ganti 4 perawat dan semuanya dimarahi habis-habisan. Dia sangat susah ditangani."

Ketika mereka sedang berbicara, kepala perawat yang mengurus pos perawat melihat Ewan. Katanya, "Ewan, kamu pergi ke ruang perawatan khusus nomor 301."

Jantung Ewan seketika berdetak kencang. Dia menengadah menatap kepala perawat sekilas.

"Apa lihat-lihat? Cepat pergi! Kalau pasien mengajukan keluhan terhadapmu, siap-siap dipecat!" bentak kepala perawat dengan galak.

"Baik," sahut Ewan sebelum berbalik pergi.

Kala ini, terdengar suara kepala perawat dari belakang. Dia menyindir, "Memangnya siapa kamu? Beraninya singgung Pak Dylan. Benar-benar nggak tahu diri."

Ewan tidak menanggapi dan langsung menuju ruang perawatan khusus nomor 301. Begitu masuk, dia melihat seorang pasien wanita sedang duduk di atas tempat tidur. Terlintas kilatan kekaguman di matanya karena wanita itu benar-benar sangat seksi.

Wanita itu mengenakan kemeja ungu muda berlengan tiga perempat. Kerahnya sangat rendah hingga memperlihatkan payudaranya yang putih dan mulus dengan semburat kemerahan pada kulitnya. Payudaranya bergetar lembut saat dia bergerak.

Selain itu, pinggang wanita itu ramping. Meski sedang duduk di tempat tidur, lekuk tubuhnya yang sempurna juga bisa terlihat dari samping.

Yang paling memikat adalah kaki kirinya diletakkan di luar selimut. Panjang dan lurus. Kulitnya yang putih mulus dan kaki mungilnya yang sempurna membuat orang terbayang-bayang. Dengan bentuk badan dan kulit sebagus ini, sebenarnya wajah seperti apa yang cocok untuknya?

Ewan tanpa sadar melihat wajah wanita itu. Tepat pada saat ini, wanita itu juga menyadari keberadaan Ewan. Tatapan mereka bertemu.

Pada detik ini, napas Ewan berhenti. Hanya satu hal yang ada di dalam benaknya. Bagaimana bisa ada wanita semenawan ini di dunia?

Wanita itu berusia sekitar 30 tahun. Dia memiliki rambut hitam panjang, wajah tirus, mata bulat, dan pesona alami yang membuat orang tak bisa menahan diri untuk memikirkan satu hal. Dia terlihat seperti wanita penggoda.

"Siapa kamu? Untuk apa kemari?" tanya wanita itu. Suaranya sangat merdu, tetapi nada bicaranya sangat dingin.

Ewan tersadar dari lamunannya. Dia menimpali dengan malu-malu, "Halo, aku perawat baru."

"Perawat?" tanya wanita itu. Setelah mengamati Ewan sejenak, dia bertanya lagi, "Mana kartu identitasmu?"

Ewan buru-buru mengeluarkan kartu identitasnya.

Wanita itu melirik sekilas kartu identitas perawat milik Ewan, lalu bertanya, "Apa yang tadi kamu lihat?"

Wajah Ewan memerah. Dia berkata dalam hati, 'Nggak mungkin bilang aku sedang lihat kamu, 'kan?'

Tidak disangka, wanita itu mengatakannya sendiri. Dia bertanya lagi, "Apa tadi kamu sedang lihat aku?"

Ewan terpaksa mengangguk.

"Kalau begitu, apa aku cantik?" tanya wanita itu sambil mengedipkan mata dengan genit.

"Cantik!" sahut Ewan.

Wanita itu lanjut bertanya, "Terus, menurutmu bagian mana yang paling menarik dariku? Wajahku atau ...." Dia tidak menyelesaikan ucapannya dan tiba-tiba melakukan gerakan yang membuat jantung Ewan berdebar-debar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
9.1
Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.
Sampul Novel Arabella
8.3
Akibat luka masa lalu, Bella memilih menutup diri dan bertekad tidak akan pernah jatuh cinta lagi selama masa SMA-nya. Namun, keyakinan kokoh gadis ini mulai goyah sejak kehadiran seorang pemuda tangguh yang nekat mendekatinya. Walau Bella berulang kali menolak dengan tegas, perjuangan cowok tersebut sama sekali tidak surut. Akankah kegigihan dan ketulusan luar biasa dari sang pemuda berhasil meluluhkan kembali hati Bella yang membeku?
Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Saat hamil tua, sebuah truk sengaja menabrak mobilku. Di ambang maut, Kian, suamiku, justru mengabaikan teleponku demi menemani Florence yang mengeluh sakit kepala. Tragedi ini merenggut nyawa bayiku dan menghancurkan karier kakakku sebagai pianis. Pengkhianatan kejam tersebut kini menyalakan api dendam yang membara. Kian mengira kami telah habis, namun kami akan segera bangkit dari abu kehancuran ini untuk membalas semua rasa sakit kami.
Sampul Novel Jovanca Sang Penggoda
7.9
Jovanca, yatim piatu berparas menawan, lelah berjuang sendirian melawan kerasnya kemiskinan dengan kerja serabutan. Demi mencari hiburan, ia mulai memanfaatkan kecantikannya untuk memikat para pria. Sialnya, permainan ini berbalik menjadi petaka saat ia diburu banyak pria beristri. Di tengah kemelut tersebut, Jovanca justru jatuh hati pada sosok lelaki lain. Akankah ia berhasil keluar dari jerat intrik asmara ini demi meraih kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Kompilasi Cerpen Dewasa
9.1
Antologi fiksi romantis modern ini merangkum deretan kisah cinta dewasa yang penuh gairah dan emosi mendalam. Melalui sudut pandang berbagai karakter lintas profesi, pembaca diajak menelusuri hubungan intim yang sarat konflik tajam antara protagonis dan antagonis. Selain menyajikan ketegangan yang memikat, setiap cerita pendek di dalamnya juga dirancang untuk memberikan wawasan berharga mengenai dinamika asmara sekaligus menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi pembaca.
Sampul Novel Moments And Memories
9.6
Evelina, siswi pintar dan menawan yang menutup rapat hatinya, dipertemukan kembali dengan Nox Cyril. Meski Nox adalah pemuda kaya yang trauma masa kecilnya belum sembuh, Evelina justru hilang ingatan tentangnya. Hubungan mereka kian rumit dengan kehadiran Lucas si model top, Frans sang ahli IT, serta Owen pewaris medis. Dapatkah ingatan masa lalu Evelina kembali? Akankah perasaan terpendam mereka terungkap di balik rahasia lama?