APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

Ewan Aditya bukanlah tabib biasa yang bisa diremehkan. Di dunia modern yang penuh intrik dan perebutan kekuasaan, dia berdiri sebagai sosok tangguh yang menentukan takdir. Baik penguasa tertinggi maupun miliarder terkaya tidak memiliki arti di hadapannya. Melalui keahlian medis yang luar biasa dan kekuatan aksi yang mematikan, Ewan siap menyelamatkan nyawa yang pantas ditolong atau merenggutnya dari mereka yang berani bersikap sombong kepadanya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Tubuh wanita itu tiba-tiba mencondong ke depan. Dalam sekejap, sebuah pemandangan memikat langsung tertangkap oleh mata Ewan ....

Sangat menggoda!

Yang paling mematikan adalah wanita itu menatap Ewan dengan penuh kelembutan dan menggoda dengan matanya, seakan-akan mengajaknya bermain.

Seketika, wajah Ewan langsung memerah. Dia belum pernah melihat pemandangan seperti ini sebelumnya. Yang membuatnya merasa paling malu adalah api dalam tubuhnya menyala begitu saja.

Ewan sedang berpikir bagaimana cara menutupi rasa canggungnya, tetapi wanita itu tiba-tiba berbicara.

"Dik, kamu suka cewek seperti Kakak?" Suaranya lembut dan menggoda, seperti aliran listrik yang menjalar dari telinga ke seluruh tubuh, membuat bulu kuduk meremang.

Wanita ini benar-benar menggoda, Ewan tak sanggup menahan diri. Dengan cepat, Ewan berbalik dan berlari keluar dari ruang rawat.

"Eh, jangan pergi dong! Masih banyak yang ingin kuceritakan. Hahaha ...." Wanita itu pun tertawa terbahak-bahak.

Di lorong rumah sakit, Ewan menyeka wajahnya, merasa panas luar biasa. Dalam hati, dia memaki dirinya sendiri. Benar-benar lemah. Sebagai pria dewasa, malah dibuat lari ketakutan oleh seorang wanita.

Namun, harus diakui baik wajah maupun tubuh wanita itu, semuanya termasuk level atas. Setidaknya, di antara semua wanita yang pernah dia lihat, hanya Neva yang bisa menyainginya.

Namun, Neva selalu berwajah dingin, seperti bongkahan es, membuat orang enggan mendekat. Sementara itu, wanita itu hangat seperti api, genit dan menggoda. Setiap lirikan matanya bisa membuat pria kehilangan kendali. Benar-benar racun bagi kaum lelaki.

Ewan menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Dia mulai memikirkan strategi.

Ewan sadar betul, jika dia tidak bisa menangani pasien ini, Kepala Perawat pasti akan menggunakan alasan itu untuk menendangnya keluar dari pos perawat. Saat itu, dia tidak akan punya kesempatan lagi.

Jadi, dia harus masuk ke ruangan itu lagi, bahkan harus mendapatkan hati wanita itu. Namun, bagaimana caranya?

Ewan merasa pusing. Dia sama sekali tidak punya pengalaman dalam urusan seperti ini.

"Ah, terserahlah. Masuk saja dulu." Dengan nekat, Ewan masuk kembali ke ruang rawat.

"Eh, kok kamu masuk lagi?" tanya wanita itu sambil menatapnya. Matanya yang indah menunjukkan sedikit keheranan. Dia tersenyum sambil meneruskan, "Kamu sudah kangen sama aku ya?"

Swoosh .... Wajah Ewan memerah lagi tanpa disadarinya.

"Ya ampun, pemalu banget sih. Lucu banget. Kasih tahu saja, kamu mau apa? Kakak puasin kamu."

Ewan menatap wanita itu dan berkata, "Aku ingin lihat kakimu."

"Dasar! Kelihatan kalem, tapi ternyata genit juga. Kamu mau lihat kakiku? Malu deh!" Suara wanita itu manja saat berpura-pura malu.

Ewan buru-buru menjelaskan, "Bu, jangan salah paham. Aku cuma ingin lihat cedera di kakimu."

Wanita itu tertegun. "Kamu bukan mau lihat kakiku?"

"Bukan," bantah Ewan segera.

Wanita itu menatap Ewan selama dua detik, lalu tertawa centil. "Dik, kamu ini nggak jujur ya ...."

"Aku ini perawat, punya tanggung jawab untuk memeriksa cederamu. Kalau perlu, aku juga harus ganti perban," jawab Ewan dengan serius.

"Baiklah!" kata wanita itu sambil menarik selimut, memperlihatkan kaki kanannya. Betis kanannya tampak dibalut perban.

Ewan berjongkok di samping tempat tidur, membuka perban dengan hati-hati, memeriksa cedera di kaki wanita itu.

Lukanya panjang sekitar sepuluh sentimeter dengan jahitan yang rapat seperti kelabang. Terlihat mengerikan. Sungguh tak adil bagi wanita secantik ini!

Suasana hati Ewan menjadi buruk. Wanita secantik ini malah mengalami musibah yang begitu parah, sungguh kejam.

"Kenapa bisa terluka?" tanya Ewan dengan suara pelan.

"Kecelakaan mobil, tulangku patah," jawab wanita itu. "Dalam beberapa hari, aku harus operasi lagi."

"Bukannya sudah operasi? Kenapa harus operasi lagi?" tanya Ewan dengan heran. Menurut pengalaman medisnya, wanita ini tidak perlu melakukan operasi lagi.

"Aku orangnya perfeksionis. Nggak mau ada bekas luka," jawab wanita itu sambil tersenyum.

Ternyata begitu.

"Dokter bilang, karena lukanya cukup besar, operasi kedua untuk menghilangkan bekas lukanya sangat sulit. Kalau bekas ini nggak bisa hilang, aku nggak bisa pakai rok pendek lagi seumur hidupku. Sedih banget, 'kan?"

Begitu wanita itu selesai berbicara, seorang dokter pria paruh baya masuk, diikuti oleh beberapa dokter magang.

"Bu, apa kabarmu hari ini?" tanya dokter itu dengan senyuman ramah.

"Cukup baik. Dokter Roni, apa kamu sudah menemukan cara menghilangkan bekas luka ini?" tanya wanita itu segera.

"Bu, takutnya kamu harus kecewa," jawab Roni dengan nada penuh penyesalan. Senyuman telah sirna dari wajahnya. "Aku sudah berdiskusi dengan dokter spesialis kulit. Untuk kasusmu, menghilangkan bekas luka secara total hampir nggak mungkin. Bahkan kalau dilakukan operasi rekonstruksi kulit, bekasnya tetap nggak bisa hilang semua."

"Nggak ada cara lain?" Wanita itu masih tak menyerah dan memohon, "Dokter, asalkan bekasnya bisa hilang, aku siap bayar berapa pun biayanya."

"Bu, ini bukan masalah uang, tapi keterbatasan teknologi medis saat ini."

Hati wanita itu langsung hancur. Bagi seorang wanita, luka besar seperti itu adalah cacat permanen. Apalagi, dia sangat memperhatikan penampilan.

Entah kenapa, melihat ekspresi kecewanya, Ewan malah ikut merasa sedih. Seolah-olah terdorong oleh sesuatu, dia berkata, "Sebenarnya, bukan berarti nggak ada cara."

Semua orang langsung menoleh ke arah Ewan. Roni menatap Ewan sambil bertanya, "Kamu siapa?"

"Aku ...."

Ewan baru hendak memperkenalkan diri, tetapi salah satu dokter magang di belakang Roni segera berkata, "Dokter Roni, dia Ewan, perawat di sini."

"Perawat?" Roni mengerutkan kening. "Apa maksud ucapanmu barusan?"

Ewan buru-buru menjelaskan, "Dokter, sebenarnya untuk kasus Ibu ini, memang masih ada kemungkinan."

Kening Roni semakin berkerut. Dia bertanya, "Maksudmu, kamu punya solusi?"

"Iya." Ewan mengangguk.

"Solusi apa?"

"Pakai jimat Akademi Sidoar."

"Omong kosong macam apa itu?" Roni langsung marah. "Zaman sekarang masih percaya takhayul? Kamu masih mau kerja di rumah sakit nggak?"

"Dokter, dengarkan dulu. Ini bukan takhayul, tapi cabang ilmu metafisika yang sangat mendalam. Itu benar-benar bisa bantu hilangkan bekas luka ...."

"Keluar!" bentak Roni sebelum Ewan selesai berbicara. "Kalau kamu ngomong ngawur lagi, aku akan pastikan kamu dikeluarkan dari pos perawat!"

Kenapa tidak ada yang percaya di saat dirinya berbicara jujur? Ewan masih ingin menjelaskan, tetapi melihat wajah Roni yang sudah merah padam, dia hanya bisa menghela napas dan bersiap pergi.

Tiba-tiba ....

"Tunggu!" Wanita itu bersuara.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
9.1
Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.
Sampul Novel Arabella
8.3
Akibat luka masa lalu, Bella memilih menutup diri dan bertekad tidak akan pernah jatuh cinta lagi selama masa SMA-nya. Namun, keyakinan kokoh gadis ini mulai goyah sejak kehadiran seorang pemuda tangguh yang nekat mendekatinya. Walau Bella berulang kali menolak dengan tegas, perjuangan cowok tersebut sama sekali tidak surut. Akankah kegigihan dan ketulusan luar biasa dari sang pemuda berhasil meluluhkan kembali hati Bella yang membeku?
Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Saat hamil tua, sebuah truk sengaja menabrak mobilku. Di ambang maut, Kian, suamiku, justru mengabaikan teleponku demi menemani Florence yang mengeluh sakit kepala. Tragedi ini merenggut nyawa bayiku dan menghancurkan karier kakakku sebagai pianis. Pengkhianatan kejam tersebut kini menyalakan api dendam yang membara. Kian mengira kami telah habis, namun kami akan segera bangkit dari abu kehancuran ini untuk membalas semua rasa sakit kami.
Sampul Novel Jovanca Sang Penggoda
7.9
Jovanca, yatim piatu berparas menawan, lelah berjuang sendirian melawan kerasnya kemiskinan dengan kerja serabutan. Demi mencari hiburan, ia mulai memanfaatkan kecantikannya untuk memikat para pria. Sialnya, permainan ini berbalik menjadi petaka saat ia diburu banyak pria beristri. Di tengah kemelut tersebut, Jovanca justru jatuh hati pada sosok lelaki lain. Akankah ia berhasil keluar dari jerat intrik asmara ini demi meraih kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Kompilasi Cerpen Dewasa
9.1
Antologi fiksi romantis modern ini merangkum deretan kisah cinta dewasa yang penuh gairah dan emosi mendalam. Melalui sudut pandang berbagai karakter lintas profesi, pembaca diajak menelusuri hubungan intim yang sarat konflik tajam antara protagonis dan antagonis. Selain menyajikan ketegangan yang memikat, setiap cerita pendek di dalamnya juga dirancang untuk memberikan wawasan berharga mengenai dinamika asmara sekaligus menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi pembaca.
Sampul Novel Moments And Memories
9.6
Evelina, siswi pintar dan menawan yang menutup rapat hatinya, dipertemukan kembali dengan Nox Cyril. Meski Nox adalah pemuda kaya yang trauma masa kecilnya belum sembuh, Evelina justru hilang ingatan tentangnya. Hubungan mereka kian rumit dengan kehadiran Lucas si model top, Frans sang ahli IT, serta Owen pewaris medis. Dapatkah ingatan masa lalu Evelina kembali? Akankah perasaan terpendam mereka terungkap di balik rahasia lama?