APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Bab
Bagikan

Bab 4

"A ... apa-apaan itu? Cepat singkirkan ...." Mata Nabila tiba-tiba berkaca-kaca. Di luar dugaannya, Tirta sudah sembuh. Nabila tentu panik.

"Kenapa kamu nggak bertingkah sombong lagi? Coba saja kamu mengejekku lagi. Cepat lepaskan rokmu. Kita lihat, aku bisa menidurimu atau nggak." Tirta menyeringai, mencoba untuk memasang ekspresi garang.

Tirta tidak berniat untuk menodai Nabila. Dia sudah merasa puas jika wanita ini ketakutan sampai menangis. Tubuh Nabila benar-benar wangi, apalagi Tirta sedang memeluknya, rasanya benar-benar nyaman. Ketika melihat Nabila menangis, Tirta justru merasa senang.

"Aku ... huhu .... Tirta, kamu memang berengsek. Cepat lepaskan. Kalau kamu berani menyentuhku, aku akan ...." Nabila hendak mengancam.

"Kamu bisa apa?" tanya Tirta seperti orang yang sedang mengancam. Sesudah itu, dia mengangkat tangan dan menepuk bokong Nabila.

Plak! Suara yang sungguh nyaring. Nabila pun menangis sesenggukan sembari memukul dada Tirta. "Huhuhuhu ... aku sudah kotor ... aku nggak mau hidup lagi ...."

Tirta seketika merasa panik. Dia buru-buru menutup mulut Nabila. Jika wanita ini terus berteriak dan ada yang melihat mereka seperti ini, Tirta akan sangat malu, bahkan Agus mungkin akan memberinya pelajaran!

"Kamu masih mau menakutiku seperti ini?" tanya Nabila. Dia tidak menangis lagi saat melihat Tirta yang panik. Pria ini sepertinya tidak benar-benar berniat menodainya. Dia pun meronta-ronta dan melepaskan diri dari Tirta. Meskipun begitu, dia tetap menjaga jarak dan waspada.

"Aku cuma melihatmu telanjang kok. Kamu juga melihat tubuhku waktu membantuku mengenakan pakaian! Kita nggak saling berutang! Kenapa kamu sampai menyuruh ayahmu menutup klinikku? Memangnya kamu mau menanggung biaya hidupku dan bibiku?" bentak Tirta dengan gusar.

"Apa katamu? Mana mungkin aku memberi tahu ayahku hal memalukan seperti itu! Memangnya aku nggak tahu malu sepertimu?" Nabila termangu sesaat sebelum membalas.

Ketika mendengar ini, Tirta sontak membelalakkan mata dan bertanya, "Jadi, kamu nggak memberi tahu ayahmu tentang masalah itu? Apa mungkin pemimpin daerah yang mengeluarkan perintah itu?"

"Tentu saja!" pekik Nabila.

"Ayahku sudah mendapat kabar ini beberapa hari lalu. Aku menyuruhnya untuk merahasiakannya beberapa hari dulu! Dasar nggak tahu terima kasih! Kamu malah membawaku ke ladang jagung untuk menodaiku!" maki Nabila dengan kesal.

"Kamu selalu meremehkanku, mana mungkin sebaik itu padaku! Aku nggak percaya!" Tirta mencebik.

"Aku meremehkanmu? Coba kamu pikir baik-baik. Sejak orang tuamu meninggal, ada berapa banyak pasien yang berobat di klinikmu? Mereka semua penduduk desa yang kasihan melihatmu merawat Bibi Ayu sendirian. Kalaupun kami mau pergi ke klinikmu, memangnya kamu bisa mengobati kami? Kamu ini nggak punya kemajuan apa-apa, gimana orang bisa menghargaimu?"

"Kalau bukan karena kasihan padamu, aku pasti sudah menyuruh ayahku cepat-cepat mengabarimu dan menutup klinikmu!" tegur Nabila tanpa belas kasihan.

"Aku ...." Tirta seketika tidak bisa berkata-kata mendengarnya. Pada akhirnya, dia berucap dengan enggan, "Siapa suruh kamu bicara sekejam itu waktu di sungai ...."

"Kamu ini bodoh, ya!" Nabila mengernyit dan meneruskan, "Aku seorang wanita yang belum punya pasangan, tapi kamu melihatku telanjang. Memangnya salah kalau aku mengatakan hal-hal seperti itu karena panik?"

"Aku ...." Tirta lagi-lagi tidak bisa berkata-kata. Memang benar bahwa Nabila yang rugi atas kejadian seperti itu. Wajar kalau dirinya dimaki oleh Nabila. Setelah berpikir demikian, amarah Tirta akhirnya mereda.

"Nabila, maafkan aku," ujar Tirta sambil menunduk.

"Huh! Bagus kalau tahu salah! Jangan beri tahu siapa pun tentang kejadian hari ini!" Ekspresi Nabila terlihat jauh lebih baik sekarang. Kemudian, dia berbalik dan ingin pergi.

"Nabila, aku ingin meminta bantuanmu. Apa kamu bisa menyuruh ayahmu jangan menutup klinikku secepat itu? Aku ingin mengambil sertifikat medis dan terus membuka klinikku," pinta Tirta sembari menyusul Nabila.

"Kamu nggak menempuh pendidikan tinggi, gimana bisa mendapat sertifikat medis? Lebih baik tutup klinikmu dan lakukan pekerjaan lain," sahut Nabila sambil mengernyit.

Meskipun yang dikatakan Nabila adalah fakta, Tirta tetap merasa enggan. Dia bertanya, "Aku hanya ingin mencoba, kamu bisa membantuku nggak? Kalau berhasil mendapatkan sertifikat, aku pasti akan berterima kasih kepadamu. Itu klinik peninggalan orang tuaku, aku ingin menghidupi Bibi Ayu dengan penghasilan klinik itu."

Nabila mengerutkan alis, lalu akhirnya mengangguk untuk menyetujuinya. "Ya sudah, aku akan coba membujuk ayahku." Kemudian, dia menatap Tirta dan mengalihkan topik pembicaraan. "Tapi, kamu harus berjanji 3 hal kepadaku."

"Apa itu?" tanya Tirta segera.

"Nggak usah tanya. Pokoknya kalau aku menyuruhmu melakukan sesuatu, kamu harus menurutinya dan nggak boleh menolak!" balas Nabila dengan sok misterius.

"Oke, aku setuju!" Tanpa peduli apa permintaan Nabila, Tirta langsung menyetujuinya.

"Ya sudah, kamu pulang sana. Jangan cari aku kalau nggak ada urusan penting," ujar Nabila. Sesudah itu, dia langsung meninggalkan ladang jagung.

"Sebenarnya Nabila baik juga, aku sudah salah menilainya selama ini," gumam Tirta yang menggaruk kepala sambil menatap punggung Nabila. Dia merasa sangat malu.

Kebetulan sekali, tali sepatu Nabila terlepas saat ini. Dia menungging untuk mengikatnya. Lantaran mengenakan legging, Nabila mengira semuanya sudah aman. Namun, Tirta justru membelalakkan matanya.

"Indah sekali ...," gumam Tirta tanpa sadar.

Sementara itu, Nabila yang sudah selesai mengikat tali sepatu pun melirik Tirta dengan dingin dan melanjutkan perjalanannya. Dia tidak tahu bahwa pikiran Tirta dipenuhi pemandangan indah yang dilihatnya barusan.

Tirta tiba-tiba berpikir, 'Alangkah bagusnya kalau Nabila bisa menjadi pacarku ....'

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jiwa Yang Tertukar
8.1
Hubungan Rose, ekspatriat Jerman di Bogor, dan Herdi merenggang akibat Ningsih. Keanehan muncul saat jiwa mereka mendadak tertukar. Setelah diusir dari apartemen karena panik, keduanya terpaksa beradaptasi. Herdi memakai pesona fisik Rose demi bisnis walau sering digoda, sedangkan Rose harus menghadapi kenyataan menjadi pria lemah yang mudah ditindas. Di tengah krisis identitas, mereka berjuang bertahan hidup dalam tubuh yang salah.
Sampul Novel Reinkarnasi ke Zaman Ajaib
8.7
Setelah tewas dibakar oleh adiknya yang cemburu, sang protagonis terbangun kembali di hari pernikahan antara manusia dan binatang. Di kehidupan lalu, ia melahirkan pewaris aliansi dari Klan Serigala, sementara adiknya menderita bersama Klan Rubah. Kini, sang adik yang juga bereinkarnasi langsung merebut Jati Jatmiko, putra sulung Klan Serigala yang kejam. Tanpa disadari adiknya, keputusan itu justru menjadi awal dari petaka baru, sementara sang protagonis siap mengambil jalan berbeda dalam takdir teranyar ini.
Sampul Novel Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keji mantan suami dan selingkuhannya, Lara Anggraini mendapatkan kesempatan kedua. Ia bereinkarnasi ke dalam raga seorang wanita yang merupakan istri dari mantan bosnya, seorang Presdir dingin yang kaku. Di balik kemewahan hidup barunya ini, Lara tidak tinggal diam. Ia mulai menyusun siasat matang demi menuntut balas pada orang-orang yang telah menghancurkan masa lalunya. Akankah dendam membara Lara terbalaskan?
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Sering dihina sebagai sampah keluarga, Renggin Ang sebenarnya mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian hidupnya hancur saat para master Benua Yu menyerang demi merebut buku misterius bernama NOVEL. Di depan mata Renggin dan adiknya, Ampy, sang ibu tersedot ke dalam buku kuno tersebut, sementara ayah mereka tewas demi melindungi mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel di dalam buku itu dari cengkeraman musuh.
Sampul Novel Terjerat Birahi Direktur Dingin
8.2
Dikhianati sang tunangan hingga tewas tertabrak truk, Raisa Anastasya bangkit kembali dalam tubuh baru beridentitas sama. Berbekal paras menawannya, ia bertekad melakukan balas dendam. Namun, takdir berubah rumit ketika Zefan, direktur dingin yang mabuk, merenggut kesuciannya akibat salah orang. Terjerat dalam gairah malam yang adiktif dengan bosnya, Raisa kini dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya atau menyerah pada takdir baru.
Sampul Novel Warisan dari sang Bibi
8.7
Dalam novel fantasi modern Warisan dari sang Bibi, kesetiaan selama lima belas tahun berakhir dengan pengkhianatan pahit. Setelah merawat sang bibi yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan, sang protagonis dijanjikan seluruh harta warisan. Namun, kepulangan mendadak sepupunya dari luar negeri saat bibinya sekarat mengubah segalanya. Seluruh warisan dialihkan, menyisakan uang hinaan sebesar seratus juta saja. Larut dalam duka, ia tenggelam di sungai, lalu terbangun kembali di masa lima belas tahun lalu.