APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Melati baru berusia 27 atau 28 tahun sehingga tubuhnya masih seksi seperti wanita muda lainnya. Sentuhan hangat dari tubuhnya seketika membuat Tirta merasa makin panas.

"Kak Melati, jangan bercanda. Gi ... gimana aku bisa membantumu? Kalau mertuamu tahu, aku bisa dihajar sampai setengah mati!" Tirta tidak pernah mengalami hal seperti ini sehingga menggeleng dengan kuat.

"Tirta, tenang saja. Aku nggak bakal memberi tahu siapa pun tentang ini. Cuma sekali ini. Kalau kamu menolak, aku akan memberi tahu Kak Ayu semuanya," ancam Melati lagi saat melihat Tirta masih belum bisa diajak berkompromi.

"Jangan ... aku akan memberikannya kepadamu." Tirta yang kebingungan akhirnya mulai melepaskan celananya.

Melati tentu senang melihatnya, tetapi dia tetap menghentikan. "Jangan buru-buru, ini pertama kali untukku. Kemaluanmu besar sekali. Aku pasti kesakitan kalau dimasukkan begitu saja. Nanti Kak Ayu mendengar suaraku."

"Begini saja, mertuaku lagi pergi 2 hari ini. Malam ini, kamu datang ke rumahku. Awas kalau kamu nggak datang!" Selesai berbicara, Melati mengecup pipi Tirta dan merapikan rambutnya. Kemudian, dia membuka pintu dan keluar.

"Gimana ini ...." Tirta sungguh kewalahan. Dia memang ingin merasakan bagaimana rasanya bercinta, tetapi Melati adalah seorang janda. Jika ketahuan, bukankah dia dan Ayu akan mendapatkan masalah?

Namun, dilihat dari sikap Melati tadi, wanita ini tidak akan menyerah sebelum Tirta menyetujuinya. Tirta bisa diganggu setiap hari kalau tidak memberikannya. Apakah dia harus pergi ke rumah Melati malam ini?

Setelah digoda Melati, Tirta merasa makin tidak nyaman karena belum melampiaskan nafsunya. Dia menggertakkan gigi, lalu membulatkan tekadnya. "Sialan, kenapa memangnya kalau dia janda? Dia sendiri yang mencariku, rugi dong kalau ditolak."

Tirta juga ingin tahu bagaimana rasanya menjadi pria seutuhnya. Setelah Melati pergi, Tirta hanya menunggu di klinik. Dia akan diam-diam mencari Melati malam nanti.

Jujur saja, Tirta lebih menyukai Nabila. Kalau dibandingkan dengan Melati, Nabila lebih muda dan seumuran dengannya. Hanya saja, Tirta tidak akan bisa menidurinya. Jadi, tidak ada gunanya jika terus dipikirkan.

Sekitar 30 menit kemudian, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa. "Tsk, cuaca hari ini benar-benar panas. Entah Tirta ada di rumah atau nggak."

"Bukannya ini suara kepala desa, Pak Agus? Kenapa dia mencariku?" Tirta bisa mendengarnya dengan jelas.

Tirta yakin Agus bukan datang untuk berobat karena pria ini selalu berobat di kota. Jangan-jangan, Nabila memberi tahu Agus tentang kejadian hari ini? Agus datang untuk membuat perhitungan?

Ketika Tirta masih kebingungan, Agus sudah berjalan masuk. Supaya terlihat sopan, Tirta menyapa, "Halo, Pak Agus."

"Aku nggak akan bertele-tele. Aku datang untuk memberitahumu sesuatu." Agus tampak bercucuran keringat. Dia melambaikan tangannya dengan tidak sabar.

"Klinikmu ini nggak punya izin medis, jadi termasuk ilegal. Tiga hari lagi, kamu harus menutup klinik ini." Selesai melontarkan itu, Agus langsung keluar.

"Pak, sebentar!" Tirta tentu panik mendengarnya. Dia menghentikan Agus dan bertanya, "Klinik ini sudah dibuka belasan tahun lalu. Kenapa tiba-tiba bermasalah?"

Klinik ini adalah warisan orang tua Tirta, juga satu-satunya cara bagi Tirta untuk menghasilkan uang. Jika ditutup, bagaimana dia bisa bertahan hidup?

"Sudah kubilang, nggak ada izin medis, jadi nggak bisa dibuka. Pemimpin daerah yang mengeluarkan perintah ini, bukan aku. Semua klinik di desa yang nggak punya izin medis harus ditutup. Kamu cari saja mereka!" sahut Agus seraya memelotot dengan kesal. Kemudian, dia langsung pergi.

"Sialan, pasti Nabila memberi tahu ayahnya tentang kejadian siang tadi," gumam Tirta sembari mengepalkan tangannya. Dia tidak percaya dengan penjelasan Agus. Menurutnya, Nabila ini benar-benar picik, padahal Tirta hanya melihat tubuh telanjangnya. Bagaimana dia bisa menghasilkan uang jika klinik ini ditutup?

"Tirta, jangan panik. Pak Agus sudah bilang kita butuh izin medis. Kamu pergi ikut ujian saja?" nasihat Ayu dengan lembut.

"Ilmu medisku biasa-biasa saja, memangnya aku bisa lulus?" tanya Tirta dengan ekspresi masam.

"Masih ada 3 hari kok. Kamu perbanyak baca buku, lalu ikut ujian. Kalau memang nggak bisa, kita cari cara lain nanti," balas Ayu.

"Baiklah." Tirta menggertakkan gigi, lalu mengiakan. "Bi, kamu tunggu di sini. Aku lupa mengambil bahan obat yang kupetik. Aku keluar sebentar."

Tirta tidak bisa menerima hal ini. Setelah mengatakan itu, dia langsung keluar untuk mencari Nabila. Dia ingin membuat perhitungan dengan wanita ini.

"Hais, kamu ini. Hati-hati di jalan," pesan Ayu dengan cemas.

"Tenang saja, Bi. Aku cuma sebentar kok!" seru Tirta tanpa menoleh.

....

Tirta bersembunyi di balik pohon dedalu yang terletak di belakang supermarket. Dia tahu Nabila ini kaya, jadi selalu datang kemari untuk membeli camilan setiap kali pulang ke desa. Dia yakin mereka akan bertemu nanti.

Meskipun Tirta termasuk orang yang gegabah, dia tidak bodoh. Dia tidak mungkin pergi ke rumah Nabila untuk mencari masalah dengannya.

Sesuai dugaannya, tidak sampai 10 menit, Tirta melihat Nabila berjalan ke arah supermarket. Nabila sudah mengganti pakaiannya dengan kaus putih dan rok hitam.

Lengan dan pahanya yang ramping tampak begitu memikat di bawah sinar matahari. Nabila juga menguncir rambutnya sehingga memperlihatkan lehernya yang mulus. Belum lagi payudaranya yang bulat dan bokongnya yang sintal ....

Meskipun Nabila orang desa, dia menempuh pendidikan di kota dan merupakan primadona sekolah. Hanya saja, Tirta benar-benar kesal dengan wanita ini. Dia ingin sekali mempermainkan wanita ini dengan kejam di ranjang!

"Panas sekali. Aku mau beli 10 es krim untuk makan di rumah," gumam Nabila yang sudah hampir sampai di depan supermarket. Dia merasa senang sehingga tampak tersenyum lebar.

"Makan kepalamu! Kemari kamu!" Tirta makin kesal saat melihat Nabila begitu gembira. Dia sontak menyerbu keluar dari belakang pohon dedalu, lalu menarik Nabila ke ladang jagung.

"Tirta! Dasar pria mesum! Kamu mau apa? Aduh, sakit sekali! Cepat lepaskan aku!" Nabila berteriak kesakitan. Tenaga Tirta terlalu besar sehingga pergelangan tangannya sakit.

"Diam! Kalau nggak, aku akan merobek pakaianmu!" bentak Tirta sambil memelotot.

"Ah! Dasar cabul! Cepat lepaskan aku!" Begitu mendengarnya, ekspresi Nabila sontak berubah. Dia yang panik pun membuka mulut dan menggigit lengan Tirta.

"Kamu ini anjing, ya? Kenapa menggigitku?" Tirta merasa sakit, tetapi tidak melepaskan tangannya. Sebaliknya, dia menahan kaki Nabila dan memegang bahunya. Keduanya pun sama-sama terjatuh di ladang jagung.

"Tirta, kamu benar-benar nggak tahu malu. Jangan-jangan, kamu ingin meniduriku?" Karena mereka berada di tempat sepi begini, Nabila langsung terpikir akan hal ini. Setelah memikirkan ini, dia malah merasa lebih tenang.

"Bukannya aku ingin mengejekmu. Tapi, memangnya kamu bisa apa kalau aku melepaskan rokku?" lanjut Nabila. Saat berikutnya, ekspresinya justru berubah drastis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jiwa Yang Tertukar
8.1
Hubungan Rose, ekspatriat Jerman di Bogor, dan Herdi merenggang akibat Ningsih. Keanehan muncul saat jiwa mereka mendadak tertukar. Setelah diusir dari apartemen karena panik, keduanya terpaksa beradaptasi. Herdi memakai pesona fisik Rose demi bisnis walau sering digoda, sedangkan Rose harus menghadapi kenyataan menjadi pria lemah yang mudah ditindas. Di tengah krisis identitas, mereka berjuang bertahan hidup dalam tubuh yang salah.
Sampul Novel Reinkarnasi ke Zaman Ajaib
8.7
Setelah tewas dibakar oleh adiknya yang cemburu, sang protagonis terbangun kembali di hari pernikahan antara manusia dan binatang. Di kehidupan lalu, ia melahirkan pewaris aliansi dari Klan Serigala, sementara adiknya menderita bersama Klan Rubah. Kini, sang adik yang juga bereinkarnasi langsung merebut Jati Jatmiko, putra sulung Klan Serigala yang kejam. Tanpa disadari adiknya, keputusan itu justru menjadi awal dari petaka baru, sementara sang protagonis siap mengambil jalan berbeda dalam takdir teranyar ini.
Sampul Novel Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keji mantan suami dan selingkuhannya, Lara Anggraini mendapatkan kesempatan kedua. Ia bereinkarnasi ke dalam raga seorang wanita yang merupakan istri dari mantan bosnya, seorang Presdir dingin yang kaku. Di balik kemewahan hidup barunya ini, Lara tidak tinggal diam. Ia mulai menyusun siasat matang demi menuntut balas pada orang-orang yang telah menghancurkan masa lalunya. Akankah dendam membara Lara terbalaskan?
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Sering dihina sebagai sampah keluarga, Renggin Ang sebenarnya mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian hidupnya hancur saat para master Benua Yu menyerang demi merebut buku misterius bernama NOVEL. Di depan mata Renggin dan adiknya, Ampy, sang ibu tersedot ke dalam buku kuno tersebut, sementara ayah mereka tewas demi melindungi mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel di dalam buku itu dari cengkeraman musuh.
Sampul Novel Terjerat Birahi Direktur Dingin
8.2
Dikhianati sang tunangan hingga tewas tertabrak truk, Raisa Anastasya bangkit kembali dalam tubuh baru beridentitas sama. Berbekal paras menawannya, ia bertekad melakukan balas dendam. Namun, takdir berubah rumit ketika Zefan, direktur dingin yang mabuk, merenggut kesuciannya akibat salah orang. Terjerat dalam gairah malam yang adiktif dengan bosnya, Raisa kini dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya atau menyerah pada takdir baru.
Sampul Novel Warisan dari sang Bibi
8.7
Dalam novel fantasi modern Warisan dari sang Bibi, kesetiaan selama lima belas tahun berakhir dengan pengkhianatan pahit. Setelah merawat sang bibi yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan, sang protagonis dijanjikan seluruh harta warisan. Namun, kepulangan mendadak sepupunya dari luar negeri saat bibinya sekarat mengubah segalanya. Seluruh warisan dialihkan, menyisakan uang hinaan sebesar seratus juta saja. Larut dalam duka, ia tenggelam di sungai, lalu terbangun kembali di masa lima belas tahun lalu.