APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Bab
Bagikan

Bab 10

Begitu mendengar teriakan histeris Raden, Tirta sontak merasa gembira. Dia tahu bahwa dirinya berhasil! Dia berhasil mempraktikkan teknik akupunktur di buku kuno, bahkan mengatasi masalahnya dengan Melati!

Raden benar-benar tidak ingat pada kejadian barusan. Itu artinya, pria ini tidak akan membocorkan apa pun!

"Sialan. Aku jadi jengkel kalau membahas Tirta. Cepat atau lambat, aku akan memberinya pelajaran! Aku pasti akan meniduri Ayu!" Raden menggeleng dengan kuat, lalu berdiri dan hendak kembali ke desa.

"Bajingan ini masih mengincar bibiku! Aku harus menakutinya!" Tirta merasa kesal kembali. Teknik akupunktur ini hanya bisa digunakan sebulan sekali supaya efektif. Kalau tidak, Tirta pasti sudah melakukannya berkali-kali untuk Raden.

Namun, sekarang Tirta punya ide bagus untuk membuat Raden berhenti mengincar bibinya. Sambil menekan lehernya, Tirta mengeluarkan suara panjang yang bergema di lembah sehingga terdengar sangat menakutkan. "Ra ... den ...."

Kalau bukan Tirta yang mengeluarkan suara ini, dia mungkin sudah ketakutan hingga melarikan diri. Begitu mendengarnya, Raden sontak terperanjat. "Si ... siapa yang memanggilku?"

Raden mengamati ke sekeliling, tetapi tidak menemukan siapa pun. Ketika teringat dirinya tiba-tiba berada di hutan, jantungnya pun berdetak kencang. Dia bergumam, "Apa aku benar-benar bertemu setan?"

"Aku istrimu ... Novi .... Kematianku tragis sekali ...," jawab Tirta yang masih berpura-pura menjadi setan untuk menakuti Raden.

"No ... Novi?" Begitu mendengarnya, Raden langsung berlutut. Sekujur tubuhnya gemetaran tanpa kendali. Dia bertanya, "Novi, ka ... kamu sudah meninggal. Ke ... kenapa mencariku ... lagi?"

"Kamu terus bermain wanita di belakangku ... Aku nggak bisa tenang di dunia akhirat ... Aku akan membawamu bersamaku ...," sahut Tirta yang menahan tawa.

Di bawah sinar bulan yang pucat dan langit malam yang gelap, siapa pun yang mendengar suara ini pasti akan ketakutan. Masih mending kalau orang itu tidak berbuat dosa. Sementara itu, Raden jelas telah berbuat banyak dosa.

Setelah istrinya meninggal, Raden menggunakan uang kompensasi kecelakaan untuk mencari wanita penghibur. Begitu mendengar sang istri hendak membawanya ke akhirat, dia pun ketakutan hingga berlinang air mata.

Raden bersujud dan menampar diri sendiri, lalu meminta maaf, "Novi, aku sudah salah. Maafkan aku. Aku nggak akan berani melakukannya lagi. Tolong jangan bawa aku pergi. Aku nggak akan menyentuh wanita mana pun lagi. Aku hanya mencintaimu!"

Tirta menahan diri untuk memaki dan berkata, "Raden ... kalau kamu ingkar janji ... akan kubawa ke alam baka ...."

"Istriku, aku nggak akan berani ingkar janji! Aku bersumpah nggak akan mencari wanita lain lagi!" Raden bersujud beberapa kali.

Setelah mendapati tidak ada suara lagi, dia berlari ketakutan sambil memekik, "Tolong! Ada setan! Tolong!"

"Mampus! Siapa suruh kamu begitu berengsek!" Tirta benar-benar puas dengan hasil ini. Setelah kejadian hari ini, Raden seharusnya akan berhenti mengincar bibinya untuk sementara waktu ini.

Tirta melewati jalan di belakang untuk menghindari Raden, lalu menuju ke rumah Melati. Angin yang berembus membuatnya merasa jauh lebih tenang. Saat ini, dia baru sadar bahwa dirinya sama sekali tidak merasa lelah, padahal mengangkat Raden sambil berlari cukup jauh tadi.

Selain itu, pandangan Tirta juga menjadi sangat jernih. Meskipun sudah malam, Tirta bisa melihat semuanya dengan jelas seperti pada siang hari.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Bukan hanya tenagaku yang bertambah kuat, penglihatanku juga jadi sangat jernih!" Tirta sungguh kebingungan. Dia seperti orang yang baru bereinkarnasi. Seingatnya, dia tidak seperti ini saat keluar dari rumahnya. Tirta pun menduga bahwa perubahan ini terjadi karena kemaluannya yang bersentuhan dengan kemaluan Melati!

"Pasti begitu!" Tirta menjadi makin yakin. Ketika bersembunyi di lemari, dia bisa merasakan sekujur tubuhnya dipenuhi kekuatan. Dia awalnya mengira semua itu karena amarahnya pada Raden, tetapi ternyata bukan.

"Apa aku bisa menjadi hebat kalau bercinta dengan wanita?" Tirta pun bertekad untuk memastikan jawabannya kalau ada kesempatan.

Tirta teringat lagi pada dirinya yang tidak terluka meskipun ditusuk oleh Raden dengan pecahan botol bir. Dia sontak mengambil batu tajam, lalu menggores lengannya.

Tenaga Tirta sungguh besar sekarang. Batu menggores lengannya, tetapi yang keluar bukan darah, melainkan bubuk batu. Selain itu, dia mendapati ada sisik perak yang muncul pada bagian yang digoresnya. Sisik itu tampak memancarkan cahaya warna-warni.

"Buset! Aku nggak mungkin jadi mutan, 'kan?" Tirta sungguh terkejut dengan situasi ini. Dia melihat sisik itu menghilang, seolah-olah tidak pernah ada.

Tirta makin yakin bahwa semua perubahan ini berkaitan dengan ular putih itu. Dia berseru dengan girang, "Meskipun jadi ular, aku akan jadi ular tampan!"

Setelah mempertimbangkannya, Tirta memilih untuk menerima kenyataan ini. Dia pun terus menuju ke rumah Melati. Saat ini, Melati memang masih menunggu kepulangannya.

Setibanya di desa, langit berangsur terang. Beberapa penduduk desa sudah mulai bekerja di ladang atau pergi ke gunung untuk memetik bahan obat. Tirta menghindari mereka semua dengan hati-hati, lalu berlari ke rumah Melati.

"Tirta, akhirnya kamu pulang. Apa Raden masih ingat kejadian itu?" tanya Melati yang langsung menyerbu ke depan setelah melihat Tirta. Dia seperti istri yang menunggu suaminya pulang kerja.

Tirta tidak melihat bercak darah lagi di rumah ini. Dia tersenyum sambil menjawab, "Semua sudah aman, Kak. Raden sudah lupa semuanya."

Kemudian, Tirta menceritakan bagaimana dirinya menakuti Raden. Melati tertawa sampai tubuhnya bergetar. "Hahaha! Kamu nakal sekali! Bagus, bagus! Kuharap dia jera!"

Selesai berbicara, Melati sontak meraih tangan Tirta. "Ah! Kak, aku ...."

Sentuhan yang lembut dan kenyal ini membuat Tirta merinding. Sementara itu, Melati langsung memberi ciuman panas dan berujar, "Tirta, kamu sudah menolongku dan menyentuhku. Kamu harus bertanggung jawab lho!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B41618" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B41618
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jiwa Yang Tertukar
8.1
Hubungan Rose, ekspatriat Jerman di Bogor, dan Herdi merenggang akibat Ningsih. Keanehan muncul saat jiwa mereka mendadak tertukar. Setelah diusir dari apartemen karena panik, keduanya terpaksa beradaptasi. Herdi memakai pesona fisik Rose demi bisnis walau sering digoda, sedangkan Rose harus menghadapi kenyataan menjadi pria lemah yang mudah ditindas. Di tengah krisis identitas, mereka berjuang bertahan hidup dalam tubuh yang salah.
Sampul Novel Reinkarnasi ke Zaman Ajaib
8.7
Setelah tewas dibakar oleh adiknya yang cemburu, sang protagonis terbangun kembali di hari pernikahan antara manusia dan binatang. Di kehidupan lalu, ia melahirkan pewaris aliansi dari Klan Serigala, sementara adiknya menderita bersama Klan Rubah. Kini, sang adik yang juga bereinkarnasi langsung merebut Jati Jatmiko, putra sulung Klan Serigala yang kejam. Tanpa disadari adiknya, keputusan itu justru menjadi awal dari petaka baru, sementara sang protagonis siap mengambil jalan berbeda dalam takdir teranyar ini.
Sampul Novel Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keji mantan suami dan selingkuhannya, Lara Anggraini mendapatkan kesempatan kedua. Ia bereinkarnasi ke dalam raga seorang wanita yang merupakan istri dari mantan bosnya, seorang Presdir dingin yang kaku. Di balik kemewahan hidup barunya ini, Lara tidak tinggal diam. Ia mulai menyusun siasat matang demi menuntut balas pada orang-orang yang telah menghancurkan masa lalunya. Akankah dendam membara Lara terbalaskan?
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Sering dihina sebagai sampah keluarga, Renggin Ang sebenarnya mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian hidupnya hancur saat para master Benua Yu menyerang demi merebut buku misterius bernama NOVEL. Di depan mata Renggin dan adiknya, Ampy, sang ibu tersedot ke dalam buku kuno tersebut, sementara ayah mereka tewas demi melindungi mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel di dalam buku itu dari cengkeraman musuh.
Sampul Novel Terjerat Birahi Direktur Dingin
8.2
Dikhianati sang tunangan hingga tewas tertabrak truk, Raisa Anastasya bangkit kembali dalam tubuh baru beridentitas sama. Berbekal paras menawannya, ia bertekad melakukan balas dendam. Namun, takdir berubah rumit ketika Zefan, direktur dingin yang mabuk, merenggut kesuciannya akibat salah orang. Terjerat dalam gairah malam yang adiktif dengan bosnya, Raisa kini dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya atau menyerah pada takdir baru.
Sampul Novel Warisan dari sang Bibi
8.7
Dalam novel fantasi modern Warisan dari sang Bibi, kesetiaan selama lima belas tahun berakhir dengan pengkhianatan pahit. Setelah merawat sang bibi yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan, sang protagonis dijanjikan seluruh harta warisan. Namun, kepulangan mendadak sepupunya dari luar negeri saat bibinya sekarat mengubah segalanya. Seluruh warisan dialihkan, menyisakan uang hinaan sebesar seratus juta saja. Larut dalam duka, ia tenggelam di sungai, lalu terbangun kembali di masa lima belas tahun lalu.