APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dive In You

Dive In You

Maryam dan Alaska menghadapi ujian berat saat cinta tulus mereka terbentur perbedaan keyakinan. Jurang iman yang membentang luas ini menjadi rintangan menyakitkan di antara keduanya. Situasi kian rumit ketika mereka terpaksa menerima rencana perjodohan dari keluarga masing-masing. Walau mencoba pasrah pada garis takdir dan simbol agama masing-masing, perasaan mereka tidak begitu saja padam. Akankah ada celah bagi cinta mereka untuk bersatu kembali di tengah tuntutan bakti dan konflik batin?
Bab
Bagikan

Bab 2

Deg!

Sepatu keduanya hampir saja bersentuhan. Tapi, mereka berdua berhasil menahan tubuh mereka masing-masing dengan cepat.

“Hampir, hampir, hampir saja…” ucap Maryam dengan nafas terengah-engah, seraya memperbaiki posisi berdirinya, setelah dia melepaskan tatapan matanya dari laki-laki itu.

Laki-laki itu pun tersenyum melihat sikap perempuan yang ada di hadapannya saat ini. Kedua matanya sedikit melirik ke arah buku yang ada dalam pelukan satu tangan perempuan itu.

“Maaf, aku sedang terburu-buru. Jadi, aku tidak melihat jalan yang ada di depanku.” Kata Maryam menjelaskan, agar laki-laki itu tidak salah paham padanya.

“Benarkah itu?” tanya laki-laki itu, tersenyum. Cara bertanyanya terdengar seperti sedang menggoda Maryam.

Maryam cukup dikagetkan dengan suara berat dari laki-laki, yang sejak tadi terus menatap wajahnya dengan senyuman. Reflek, wajah Maryam pun ikut tersenyum.

Maryam mengangguk dengan malu-malu.

“Kalau begitu— silahkan jalan.” Kata laki-laki itu, yang kemudian menggeser tubuhnya ke samping dan memberikan jalan untuk perempuan itu lewat.

Maryam mengangkat pandangannya. Dia ikut menatap sama seperti yang sedang laki-laki itu lakukan padanya. Lalu, dengan senyumannya yang lembut, Maryam pun berpamitan untuk pergi.

Anggukannya dibalas oleh laki-laki itu dengan senyuman yang sama.

Setelah meninggalkan tempat itu, Maryam menoleh ke belakang sekali untuk melihat sosok laki-laki itu kembali. Sebelumnya, Maryam mengira kalau pertemuan dengan laki-laki itu di depan masjid, ternyata pertemuan mereka di depan gereja yang berada di dekat masjid.

***

Akhirnya, Maryam pun tiba di tempat pertemuan dengan laki-laki yang akan dijodohkan dengannya, satu jam dari waktu yang sudah diberitahukan oleh orang tuanya.

Arga sempat merasa kesal pada putrinya, lantaran kedatangannya sangat terlambat dari waktu yang telah dijanjikan dengan keluarga Adyaksa.

Tapi, saat dia melihat sikap santun dan keramahan yang ditunjukkan oleh putrinya pada keluarga laki-laki dan juga pada laki-laki pilihannya. Rasa kesal Arga pun perlahan menghilang.

Arga merasa yakin, kalau laki-laki pilihannya kali ini akan diterima oleh putri bungsunya itu. Dia bisa melihatnya dari cara Maryam bersikap yang terlihat malu-malu selama pertemuan itu berlangsung.

Namun, dibalik senyuman dan sikap malu-malu Maryam, bukanlah karena dia menyukai laki-laki pilihan orang tuanya. Melainkan, yang dia pikirkan adalah laki-laki yang dia temui di depan gereja tadi.

“Bagaimana dengan mas Abi?” tanya Arga, saat di perjalanan pulang.

“Mas bi?” tanya Maryam, bingung.

“Mas Abizar, maksud ayahmu.” Kata Ibu memperjelas.

“Oh—” mulut Maryam langsung membulat.

“Baik… baik…. Tidak ada masalah.” Jawabnya, sekenanya.

“Berarti kamu setuju kalau dia melamarmu?” tanya Arga kembali.

“APA?” Maryam terkesiap mendengar pertanyaan itu. Matanya langsung mendelik, dan sikapnya berubah kikuk.

“Kenapa kamu kelihatan kaget begitu?” tanya Arga, melalui kaca mobil melihat ke arah putrinya yang duduk di belakangnya.

“Ti-tidak. Hanya saja— aku—” Maryam ragu untuk mengatakannya.

“Maryam, jangan bilang kalau kamu ingin menolak lagi perjodohanmu.” Arga sudah mulai mewanti hal itu, sebelum putrinya mengatakan penolakannya.

“Bu-bukannya begitu, ayah. Tapi—” Maryam bingung, sangat bingung untuk mengatakannya.

“Tapi, apa?” Arga mau mendengar alasan Maryam kali ini.

“Sebenarnya, aku sudah punya pilihan laki-laki lain.” Terpaksa Maryam berbohong. Matanya mengerjap, dia pun menggigit ujung bibirnya. Menyadari kebohongan pada kedua orang tuanya yang terpaksa dia lakukan.

“Kenapa kamu baru mengatakannya?” Ibu terkesiap. Dia pun tak masalah jika putrinya memang sudah memiliki laki-laki pilihannya sendiri. Ibu adalah sosok Ibu yang flexible.

“Aku cuma takut kalau hubungan aku sama dia tidak disukai oleh ayah. Karena selama ini Ayah terus memaksa untuk menjodohkan aku dengan laki-laki pilihan ayah. Sedangkan, ayah tak pernah memberiku ruang untuk bicara.”

“Kamu sudah pacaran dengan laki-laki itu?”

“I-iya,”

“Sudah berapa lama?”

“Sekitar— satu tahunan.”

Arga sangat kecewa mendengarnya. Tapi, dia hanya diam tanpa mau berkomentar apa-apa.

Maryam pun langsung melihat ekspresi ayahnya melalui kaca depan. Terlihat jelas, ada raut kekecewaan yang mendalam yang dirasakan oleh ayahnya saat ini.

“Kalau Ibu sih, siapapun laki-laki pilihan Maryam untuk menikah dengan kamu nantinya. Yang terpenting buat Ibu adalah laki-laki itu harus seiman.”

Maryam hanya tersenyum, ketika mendengar pesan dari Ibunya itu. Dia pun merasa yakin kalau laki-laki yang dia temui tadi sore adalah seorang muslim.

***

Keesokan harinya, Maryam mendatangi rumah Tyas. Dia sudah menginap di rumah itu, karena jarak rumah kakaknya lebih dekat dengan kampusnya daripada rumah orang tuanya.

Maryam langsung menghempaskan tubuhnya di atas sofa setelah Tyas membukakan pintu untuknya.

“Kelihatan capek maset kamu, dek.” Kata Tyas, seraya duduk tak jauh dari Maryam yang tengah dirundung kegalauan saat ini.

“Bukan capek badan, kak. Tapi, aku capek pikiran!” tukasnya, dengan nada kesal.

“Pikiran soal perjodohan?” terkanya. Karena memang itu satu-satunya yang membuat adik semata wayangnya itu sering dilanda kegalauan akibat desakan pernikahan yang terus diminta oleh kedua orang tua mereka.

Maryam tak menjawab. Dia hanya mendesah amat berat. Rasanya, beban hidupnya seperti paling sulit diantara orang-orang yang ada di sekitarnya saat ini.

“Aku— menyukai seorang laki-laki, yang baru aku temui kemarin sore, sebelum aku pergi ke tempat perjodohan itu.” Kata Maryam mengakui dengan sangat jelas pada kakaknya.

Mendengar pengakuan dari adiknya itu, tentu saja membuat Tyas langsung merasa khawatir. Karena dia tahu, Maryam bukanlah perempuan yang mudah jatuh cinta. Dia tak akan menyukai seorang laki-laki kalau dia tidak benar-benar jatuh cinta pada laki-laki itu.

“Itu artinya, kamu akan kembali menolak perjodohan kamu kali ini?”

“Iya.”

Tyas mencoba untuk memahami perasaan Maryam saat ini. Dia tak akan menjudge perasaan adiknya itu. Dia juga tidak akan meminta Maryam untuk menerima perjodohannya itu, atau pun berhenti menyukai laki-laki itu.

Yang Tyas lakukan adalah mencoba untuk benar-benar memahami perasaan Maryam.

“Kamu tau siapa laki-laki itu?”

“Yang aku temui kemarin?”

“Iya,”

“Tidak.”

“Lalu?”

“Aku sangat ingin mengenalnya. Bahkan, selama semalaman aku tidak bisa berhenti memikirkan sosoknya. Dia— begitu menawan. Senyumannya yang ramah, membuat jantungku terus berdebar setiap kali teringat dengan wajahnya.”

“Mungkinkah ini cinta?” tanyanya, mengakhiri kalimat hiperbolanya tentang perasaannya pada laki-laki itu.

“Mungkin saja.” Tyas pun tak memungkiri hal itu.

Maryam pun mulai merenungkan obrolannya yang baru saja terjadi dengan kakaknya mengenai pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Entah apa daya tarik dari pria itu, tapi Maryam mengenyahkan semua yang buruk dari pria itu menjadi indah, indah, dan indah di dalam pikiran juga hatinya saat ini. Rasa yang sudah lama sekali tidak dia rasakan dan dia bisa merasakan kembali rasa itu, yang dia kira berada di waktu yang tepat di saat dirinya harus mencari jodoh untuknya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
9.4
Bagi Pratama, Dewi cuma persinggahan sementara sebelum ia kembali pada kekasih lamanya. Usai dicampakkan begitu saja, Dewi dibiarkan hancur menghadapi hinaan keluarga Pratama. Di tengah kepedihan mendalam akibat janji-janji palsu tersebut, takdir mempertemukan Dewi dengan Reza. Kehadiran pria ini membawa ketulusan nyata yang jauh berbeda dari pengkhianatan masa lalu. Kini, Dewi harus memilih: tetap menutup diri atau berani membuka hati kembali di bawah bayang-bayang trauma.
Sampul Novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
9.5
Sejak balita, Naura dibesarkan oleh asisten ayahnya yang bernama Gilbert Louise Tom dan memanggilnya Daddy. Kini, sosok duda berumur empat puluh tahun dengan tubuh kekar itu justru tampak kian menawan di matanya. Hubungan dekat yang terjalin lama di antara mereka perlahan berubah menjadi rasa tertarik yang begitu kuat. Naura pun mulai kesulitan untuk menjauhkan dirinya dari pesona memikat yang dimiliki oleh pria matang tersebut.
Sampul Novel My Iceberg
9.3
Akibat salah paham, Prana Guntara yang kaku dan otoriter tega mengusir istrinya, Ganistra Yunata. Ia tidak tahu bahwa sang istri pergi dalam kondisi mengandung anaknya. Setelah empat tahun berpisah, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, sikap Prana kini berubah drastis. Ia menjadi sangat protektif dan terobsesi untuk mendapatkan Ganistra kembali. Prana pun bertekad tidak akan membiarkan wanita itu pergi dari sisinya untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Perpisahan Terakhir, Jejak Abadi
9.2
Setengah tahun aku menderita penyakit misterius demi menyokong Baskara, suamiku yang bekerja sebagai arsitek. Malang, ketulusanku dikhianati demi asistennya yang mengandung. Lebih perih lagi, ibu kandungku justru berpihak padanya dan menutup mata atas penderitaanku. Kini, vonis kanker otak stadium akhir memastikan ajalku kian dekat. Tanpa keluarga yang peduli, aku menolak terus tertindas. Sisa waktuku akan kuhabiskan untuk diri sendiri, membiarkan Baskara tenggelam dalam penyesalan selamanya.
Sampul Novel Sebatas Istri Bayaran
9.5
Demi mendapatkan keturunan, Anita Artemio mendesak suaminya, Julian Narendra, untuk melakukan poligami. Reyna Anindira yang mendambakan kemewahan pun setuju menjadi istri bayaran untuk melahirkan anak mereka. Konflik mulai membara ketika Reyna jatuh cinta pada Julian dan menuntut status yang lebih tinggi dari kesepakatan awal. Di tengah ambisi Reyna untuk menguasai hatinya, Julian tetap setia mencintai Anita, memicu pergolakan batin yang sangat menguras emosi.
Sampul Novel SUAMI PILIHAN KAKAK UNTUKKU
7.9
Setelah menolong Andreas yang terluka, Viola justru terjebak pernikahan kontrak dengan pria kejam itu akibat paksaan kakaknya, Henry. Tragisnya, Henry kemudian tewas di tangan Andreas tepat di depan mata Viola. Meski didera dendam, Viola bertahan hingga akhirnya melarikan diri dalam kondisi hamil. Lima tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali. Viola kini dirundung dilema besar antara menuntut balas atau menerima kenyataan bahwa Andreas adalah ayah kandung putrinya.