APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dive In You

Dive In You

Maryam dan Alaska menghadapi ujian berat saat cinta tulus mereka terbentur perbedaan keyakinan. Jurang iman yang membentang luas ini menjadi rintangan menyakitkan di antara keduanya. Situasi kian rumit ketika mereka terpaksa menerima rencana perjodohan dari keluarga masing-masing. Walau mencoba pasrah pada garis takdir dan simbol agama masing-masing, perasaan mereka tidak begitu saja padam. Akankah ada celah bagi cinta mereka untuk bersatu kembali di tengah tuntutan bakti dan konflik batin?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sore ini, dengan segala kenekatannya. Maryam sengaja menunggu laki-laki itu di halaman Masjid. Tujuannya memang hanya ingin menunggu laki-laki itu saja, setelah dia selesai sholat Ashar di Masjid tersebut.

“Sebodoh ini. Aku begitu merindukannya. Sampai membuatku rela menunggu seperti ini.” Batinnya.

Tapi, Maryam mencoba untuk mengabaikan kebodohannya itu. Dia memang benar-benar tertarik pada laki-laki itu dan ingin mengenalnya.

“Maryam?”

“Mas Abi?” Maryam terkejut saat melihat Abizar yang tiba-tiba muncul di hadapannya, tanpa dia sangka-sangka.

Maryam langsung maskit dari duduknya, dan mencoba menyapa laki-laki perjodohannya itu.

“Kamu lagi ngapain di sini?” tanya Abizar.

“Aku habis sholat,” jawabnya dengan sikap canggung.

“Hanya sholat saja?”

“Aku memang biasa mengikuti kajian agama di Masjid ini.”

“Oh, kamu biasa ikut kajian agama di sini?”

“I-iya,”

Abizar tersenyum tipis. Dia seperti sedang merasakan sesuatu yang tidak nyaman untuknya.

“Memangnya kajiannya jam berapa?”

“Sudah selesai,”

“Lalu, kenapa kamu masih di sini? Apa masih ada yang sedang kamu tunggu?”

“Hah?” Maryam terkesiap, ketika pertanyaan sederhana itu jadi terdengar tak biasa. Abizar memang menerka dengan tepat.

“Teman?” terkanya kembali, dan jauh lebih jelas.

“I-iya.” Maryam tak bisa menutupi kecanggungannya. Dia merasa, kalau keberadaan Abizar malah akan merusak rencananya saja.

“Mau Mas Abi temenin?” sekarang, Abizar malah menawarkan itu padanya.

“Apa…?!” jelas saja Maryam semakin terkesiap mendengar tawaran itu. “Memangnya apa yang mau Mas Abi lakukan di sini tadinya?”

“Mas mau sholat,”

“Sholat?”

“Kok bisa kebetulan gini ya?” batin Maryam, agak aneh.

“Mas Abi kan bekerja di daerah sini.”

“Oh.” Mulut Maryam langsung membulat, setelah mengetahui alasan kenapa dia bisa bertemu Abizar di tempat ini.

“Kebetulan Mas tidak sengaja bertemu dengan Maryam. Ya sudah, sekalian saja kita ngobrol, biar kita semakin akrab.”

“Akrab?” Maryam sampai tertegun mendengar ucapan laki-laki itu.

Entah harus dengan cara apa Maryam menolak perjodohannya kali ini. Tapi, baru kali ini dia merasa terjebak sendiri dengan perjodohan yang tidak pernah dia inginkan. Maryam malah harus berpura-pura menyetujui perjodohan tersebut di depan laki-laki itu.

“Mas Abi sholat dulu ya?” kata Abizar, dengan suara lembut meminta izin pada wanita yang sudah dia anggap sebagai calon istrinya itu.

“Iya,” Maryam menjawab dengan suara sangat pelan. Dia tak mampu berkata-kata lagi pada laki-laki itu.

Baru saja Abizar masuk ke dalam masjid untuk sholat, Maryam langsung melihat laki-laki yang sudah di tunggu olehnya dari tadi berjalan di depan masjid.

Tak ingin menunggu lebih lama lagi, Maryam pun segera berlari menghampiri laki-laki itu dengan langkah kaki penuh semangat.

“Aku akan mengajaknya berkenalan sekarang juga!” Niat itu sudah Maryam ucapkan berulangkali di dalam hatinya sejak pertemuan pertama mereka kemarin sore.

Tapi,

Mendadak langkah kakinya berhenti, ketika dia menyadari sesuatu. Kalau dirinya adalah— seorang perempuan.

Maryam terdiam. Dia tak menggerakkan kakinya sedikit pun. Namun, tatapan matanya tak berhenti mengikuti ke mana langkah kaki laki-laki itu berjalan.

Tiba-tiba dia menjadi lemah sebagai manusia. Perasaan cintanya terhadap laki-laki itu tetap tak sekuat imannya kepada Tuhannya.

“Bodohnya aku. Bodohnya aku bisa jatuh cinta seagresif ini pada seorang laki-laki yang belum aku kenal.”

“Ada apa denganku? Kenapa aku hampir rela mempermalukan diriku sendiri sebagai seorang perempuan?”

Kini, Maryam tak berdaya. Dia hanya bisa memandangi sosok pujaan hatinya itu dengan tatapan sendu. Dia sangat ingin mengenalnya, tapi dia tak punya kuasa atas perasaannya untuk melangkah sampai sejauh itu.

Maryam pun memutuskan untuk diam dan berhenti mengurungkan niat besarnya itu. Dia mencoba tersenyum untuk dirinya sendiri, memuji kehebatan perasaannya yang tak goyah meski dia sedang mencintai seseorang.

“Kamu hebat, Maryam.”

“Maryam?” suara Abizar melepaskan lamunan panjangnya.

Maryam segera menoleh perlahan ke belakang, ke arah laki-laki yang sedang berdiri jauh di belakangnya dan memberikan senyuman hangat padanya.

***

“Jadi, kamu tidak berani mengajaknya berkenalan?” tanya Tyas, ketika Maryam datang ke rumahnya kembali untuk curhat.

“Iya. Ternyata aku tidak punya keberanian sebesar itu untuk berkenalan dengannya.” Maryam mengakui dengan berat.

“Jika dia yang mengajakmu lebih dulu untuk berkenalan, bagaimana?”

“Aku akan memberi waktu untuk diriku selama satu minggu lamanya.”

“Waktu? Waktu apa yang kamu maksudkan?”

“Waktu untuk memberinya kesempatan mengajakku berkenalan.”

Tyas tercengung mendengar perkataan Maryam. “Wah! Adikku memang beda. Dia bisa seberani itu mengambil keputusan untuk masa depannya.” Kata Tyas memuji dengan tepukan tangan.

“Itu artinya, jika laki-laki itu tak juga mengajakmu berkenalan. Kamu akan menerima perjodohan kamu dengan Abizar?”

Maryam tak langsung menjawabnya. Dia terdiam beberapa saat untuk memastikan jawabannya itu.

“Tapi, kamu sudah tidak punya pilihan lain. Banyak teman-teman kamu yang sudah menikah.” Tyas mengetahui kegelisahan Maryam saat ini, dan dia pun mencoba untuk mengingatkan hal itu pada adiknya.

“Jangan terlena oleh waktu kesedirian kamu yang terasa nyaman. Kamu butuh seseorang untuk menjalani kehidupan suka dan dukamu.”

“Jangan seperti aku, yang salah memilih laki-laki. Hingga akhirnya aku terjebak dalam kesulitan yang salah. Kamu, harus berbeda dariku.”

“Kakak rasa, Abizar adalah laki-laki yang tepat untukmu.”

Maryam cukup kecewa mendengar perkataan Tyas. “Kenapa kakak malah jadi tidak mendukungku untuk memilih laki-laki pilihanku sendiri?”

“Karena aku sudah merasakannya.”

“Apa yang kakak rasakan?”

“Cinta.”

Maryam kembali terdiam. Terdiam semakin dalam ketika Tyas menyebutkan satu kata itu.

“Cinta tidak bisa membuat kamu menjadi jauh lebih baik, jika kamu memilih sesuatu hanya dengan emosimu saja.”

“Pikirkan secara matang, tujuan hidupmu. Jangan hanya karena kamu jatuh cinta padanya, lalu, kamu bisa mengatakan, kalau kamu hanya ingin menikah dengannya. Seperti itu kan yang kamu inginkan?”

“Tidak juga.”

“Lalu, apa yang kamu pikirkan?”

Sebelum menjawab pertanyaan dari Tyas, Maryam terlebih dahulu mengingat pada kejadian sore tadi. Saat dia mengobrol bersama Abizar di sebuah taman yang tak jauh dari masjid itu.

“Mas Al akan mengakui, kalau Amas menyukai Maryam. Tapi, Mas juga tidak bisa memaksa Maryam, kalau Maryam tidak menyukai Mas.”

“Jika Maryam memang bersedia untuk menikah dengan Mas, Mas akan melamarmu setelah Ramadhan nanti.”

“Hanya saja, Mas tidak bisa menunggu jawaban kamu terlalu lama. Maaf, Mas meminta jawaban kamu setidaknya dua minggu dari sekarang.”

“Mas butuh keputusan cepat, karena usia Amas yang sudah bukan lagi mencari pacar, melainkan mencari seorang istri.”

Semua ucapan Abizar membuat Maryam mulai memikirkan tentang masa depannya. Terasa konyol jika harus dipikirkan, bisa jatuh cinta pada seseorang pada pandangan pertama. Dan, yang meresahkannya, perasaan itu begitu amat mendalam.

Laki-laki itu masih tetap membuat Maryam sangat penasaran.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Accidentally Fall For You
9.6
Arsenio Orlando Lazcano, CEO Lazcano's Corps yang bergelimang harta dan karisma, menyimpan rahasia kelam sebagai sosok yang tak ragu menghabisi nyawa. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis lugu nan berhati mulia dalam sebuah insiden tak terduga. Kontrasnya sifat mereka justru memicu rasa penasaran Arsenio. Perlahan, ketertarikan itu berubah menjadi obsesi mendalam terhadap kepolosan sang gadis yang kini mulai menjungkirbalikkan sisi gelap hidupnya.
Sampul Novel Aku Jatuh Sakit, Dia Menemani Wanita Lain
9.1
Tepat di Hari Valentine, Betsy menerima vonis kanker lambung yang menyisakan sebulan hidupnya. Kepedihan ini kian mendalam saat Sebastian Nash, suaminya, mengaku mencintai perempuan lain walau berjanji tetap setia. Enggan menghabiskan sisa usianya dalam konflik, Betsy memilih pergi dengan tenang. Meski Sebastian memohon agar dirinya bertahan, Betsy yang kian sekarat hanya tersenyum getir, menyadari air mata tak lagi mampu menghapus pengkhianatan sang suami.
Sampul Novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu
9.1
Baru tiga bulan menjalani pernikahan kontrak dengan CEO Arsenio Arfandra, Adelia diusir oleh ibu mertuanya karena sebuah kebohongan terbongkar. Tak lama berselang, Adelia hamil anak Arsenio, tetapi sang suami justru menolak keberadaan janin tersebut. Saat penyesalan datang dan Arsenio ingin rujuk, Adelia justru muncul sebagai pengantin dari manajer bernama Vino. Kini, Arsenio harus merana karena Adelia menyembunyikan fakta mengenai ayah kandung Giovanni.
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat puluh tahun menikah, aku baru tahu suamiku berselingkuh dengan sahabatku, Wulandari. Lewat tablet cucu, terungkap ribuan foto mesra mereka saat dinas palsu. Tragisnya, Rizal, anak kandungku, justru berpihak pada wanita itu. Aku sadar hanya dijadikan mesin pencetak anak karena Wulandari mandul. Enggan terus diperalat, aku menggugat cerai dan mengambil seluruh aset mereka. Kini aku hidup sukses di Bali, membiarkan mereka jatuh miskin dan memohon maaf tanpa kuberi ampun.
Sampul Novel Dimadu Saat Koma
9.0
Terbangun dari koma pasca-melahirkan, Inara harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah berpoligami dan anaknya sendiri bersikap dingin. Di tengah rasa sakit akibat pengkhianatan tersebut, Feri, dokter sekaligus mantan kekasihnya, datang menawarkan kenyamanan. Inara yang terluka akhirnya terjerat dalam hubungan terlarang sebagai wujud balas dendam. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan yang hancur atau menyudahinya demi harga diri.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO
8.1
Shania, gadis 19 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Steven demi biaya pengobatan ibunya. Steven adalah CEO perusahaan limbah kimia yang dingin dan enggan berurusan dengan wanita. Namun, demi memenuhi tuntutan adiknya, ia menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania. Imbalannya, Shania harus bersedia diperbudak lewat kesepakatan tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam ikatan formalitas tersebut.