APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dituduh sebagai Menantu Durhaka

Dituduh sebagai Menantu Durhaka

Saat ayah mertuanya terjatuh dan mengalami stroke hingga bersimbah darah, sang menantu justru membersihkan lantai dengan tenang tanpa memanggil bantuan. Di kehidupan sebelumnya, ia mencoba menyelamatkan mertuanya, tetapi sang suami mengabaikan teleponnya demi cinta pertamanya. Akibatnya, sang ayah meninggal, dan suaminya yang murka membunuhnya dengan kejam. Kini, setelah bereinkarnasi kembali ke hari fatal tersebut, ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan apa pun.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bayu memegangi kepalanya dan berteriak, "Sialan."

Lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon Brian dengan jari gemetar.

Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya dengan rasa terima kasih.

Panggilan itu segera tersambung. Bayu langsung bicara dengan tajam.

"Brian, aku nggak peduli kamu sedang apa! Sekarang! Jangan tunggu lama! Pergi ke Rumah Sakit Harapan sekarang juga!"

Suara di ujung sana sedikit berisik, seperti berada di tempat ramai.

"Kak Bayu? Hebat sekali perempuan itu. Sampai menyeretmu ikut pura-pura! Aku masih bisa mengerti kalau cuma perempuan bodoh itu saja, tapi kenapa kamu ikut-ikutan, Kak? Aku beneran masih ada urusan di sini, nggak ada waktu meladeni sandiwara kalian! Dia selalu ribut-ribut setiap aku pergi ke tempat Laudya! Bahkan sekarang sampai melibatkanmu. Nggak bisakah dia lebih mandiri? Aku tutup dulu, masih ada urusan!"

Bayu baru membuka mulut dan belum sempat bersuara, tapi Brian sudah menutup telepon.

Bayu menatap telepon yang telah ditutup dan menelepon nomor Brian lagi berkali-kali.

Tapi, yang terdengar hanya suara tanpa emosi operator.

Kemarahan Bayu saat awal menelepon tadi kini berubah menjadi rasa tidak berdaya dan kecewa.

Pada akhirnya, Brian bahkan langsung memblokir nomor Bayu.

Bayu tidak bisa menahan amarahnya lebih lama lagi dan memaki-maki saat operator bersuara.

Aku menitikkan air mata dan memegangi wajahku, menangis tanpa suara.

Sebenarnya, aku takut tidak bisa mengendalikan senyuman di sudut mulutku.

Perawat yang ada di meja informasi mendesah dan memberikan ponselnya kepadaku.

"Coba pakai punya saya. Ini soal nyawa."

Aku menerima ponsel itu dan menatapnya dengan penuh rasa terima kasih.

Panggilan itu tersambung tidak lama setelah mulai berdering. Tapi Brian langsung mengumpat ketika mendengar suaraku.

"Apa sih maumu? Kalau mau mati, mati saja sendiri! Nggak bisa hidup tanpa aku? Aku jadi mual setiap mendengar suaramu sekarang! Saat aku pulang nanti, kita cerai saja. Aku sudah nggak tahan. Dasar bodoh!"

Setelah mengatakan itu, telepon langsung ditutup.

Orang-orang yang tadi kasihan padaku kini menjadi sangat marah.

"Apa gunanya membesarkan anak laki-laki? Ayah sendiri sedang kritis, malah pergi dengan selingkuhan!"

"Sampah, bikin malu laki-laki lain!"

Tidak peduli seberapa besar aku menderita, selama tidak ada orang lain yang tahu, aku hanya bisa menelannya dalam diam. Tapi setelah melihat kepedulian orang lain, meski hanya sedikit saja, aku benar-benar tidak dapat menahannya lagi.

Air mata meluap dari mataku dan sudut bibirku tanpa sadar meringkuk ke bawah. Aku mengangkat tangan ke wajah untuk menyeka air mata.

Seorang wanita yang menyaksikan sejak awal di sebelahku menawarkan selembar kartu nama kepadaku.

Di sana tertulis "Anett Damian, pengacara perceraian".

Aku mengusap air mataku dan menerima kertas itu, memasukkannya ke dalam saku bajuku dengan tenang.

Entah berapa lama aku menunggu, lampu di ruang operasi akhirnya padam.

Dokter yang keluar dari ruang operasi melepas maskernya dengan lelah dan menggelengkan kepalanya tanpa daya kepadaku dan Bayu.

"Umurnya sudah terlalu lanjut. Dengan pendarahan sehebat itu .... Maaf, kami sudah berusaha sebaik mungkin."

Setelah mengatakan itu, dia berjalan melewati kami.

Harusnya Brian yang mengurus segala proses pemakaman, tapi Bayu tidak mengizinkan siapa pun menghubunginya.

"Dia anak durhaka, nggak pantas jadi anak pamanku. Sia-sia saja pamanku menyayanginya sejak kecil. Dasar anak nggak tahu diuntung!"

Kemarahan di mata Bayu berkobar.

Bayu dianggap sebagai anak yang paling terpelajar dan sukses di keluarga. Jadi, tidak ada yang membantah perkataannya.

Aku bersama Bayu mengurus segala proses pemakaman. Saat kupikir Brian tidak akan muncul, dia tiba-tiba muncul.

Saat itu adalah hari pemakaman ayah mertuaku. Kami baru saja akan pergi mengantarkan kepergiannya untuk yang terakhir kali. Raungan marah Brian bergemuruh dari luar pintu.

"Keluar kamu, Hilda! Siapa suruh kamu melakukan ini? Kamu punya nyali memanggil semua orang cuma untuk mengelabuiku? Oke, aku mengaku kalah!"

Saat melihat Brian, muncul lagi rasa takut yang menenggelamkanku di ambang kematian.

Aku menggigil tak terkendali memeluk foto ayah mertuaku.

Air mata mengalir tanpa sadar dari sudut mataku.

"Brian, sudah puas sekarang? Apa katamu waktu kami telepon kamu berkali-kali hari itu? Cuma demi perempuan sialan itu, kamu nggak mau mendengarkan sedikit pun! Apa gunanya kamu bertingkah sekarang? Pergi dari sini! Keluarga kami nggak butuh binatang sepertimu! Pergi!"

Baru kali ini aku melihat Bayu sangat marah.

"Kak, kalian kena pelet apa sampai mau bersekongkol dengan dia untuk menipuku! Di mana ayahku? Bisa-bisanya Ayah menuruti Hilda bersandiwara!"

Brian berteriak memanggil ayahnya sambil mencari-cari di sekeliling.

Bayu memejamkan mata dan menghela napas panjang. Dia meletakkan abu kremasi ayah mertuaku di ruang duka dan berjalan ke arah Brian, menariknya dengan paksa ke depan abu tersebut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amnesia Palsu, Tapi Melepaskannya Sungguh-sungguh
9.5
Niat awal berpura-pura amnesia setelah kecelakaan demi menggoda suami dan anaknya justru berujung pada kenyataan pahit bagi wanita ini. Saat ia melontarkan pertanyaan tentang identitas mereka, sang putra justru tampak gembira. Bocah itu segera membawa masuk seorang wanita asing yang menunggu di luar ruang perawatan, lalu memperkenalkannya sebagai bagian dari keluarga yang datang menjenguk. Sang suami hanya berdiri membisu, membiarkan kebohongan kejam itu terjadi di depan matanya.
Sampul Novel I Love You Daddy
8.4
Michy memutuskan melarikan diri demi menolak kehadiran Bianca, ibu kandung yang dahulu membuangnya. Sang ayah, Agam, sempat salah paham dan mengira putrinya kabur karena enggan dijodohkan dengan Dilan. Padahal, keputusan tersebut didasari masalah pelik yang akhirnya menguak rahasia asal-usul Michy, wasiat keluarga, serta perasaan terlarang yang tersembunyi. Di tengah ancaman penculikan dan perebutan warisan, mereka harus mempertahankan hubungan demi masa depan.
Sampul Novel Janji
9.6
Ikatan masa lalu yang pernah terucap kini kembali membayangi kehidupan modern. Saat komitmen lama menuntut pembuktian, berbagai rahasia besar mulai terungkap dan menghubungkan kembali takdir yang sempat terputus. Di tengah jalinan asmara yang kembali tumbuh hangat, ada misteri kelam yang menyelimuti. Setiap tokoh kini dipaksa menghadapi konsekuensi nyata dari sumpah yang pernah mereka ikrarkan dahulu.
Sampul Novel Menukar Putri yang Ditukar
9.3
Suami dan ibu mertuaku bersekongkol menukar putriku dengan adik iparku demi menyelamatkan anak mereka dari penderitaan. Tanpa mereka sadari, aku telah menukar kembali kedua bayi itu secara rahasia. Bertahun-tahun berlalu, putriku tumbuh dalam gelimang kasih sayang, sementara adik iparku melarikan diri karena tersiksa. Saat ibu mertuaku divonis kanker dan melakukan tes DNA demi menuntut bakti, kebenaran yang sesungguhnya siap kukembalikan ke hadapan mereka yang telah berkhianat.
Sampul Novel Pelajaran Pijat Khusus
9.0
Menyamar sebagai terapis pijat tunanetra profesional membawa petaka mengerikan bagi sang protagonis dalam novel modern bergenre horor ini. Berniat memberikan layanan panggil ke rumah seorang nyonya muda, ia justru terjebak dalam situasi sadis. Memanfaatkan kondisi matanya yang dikira buta, sang klien malah mengurung dan menyiksanya tanpa henti selama tiga hari tiga malam. Pengalaman traumatis yang penuh misteri dan rasa sakit mendalam tersebut terus membekas dalam ingatannya selamanya.
Sampul Novel Psychopath Love
9.0
Dapatkah seorang psikopat merasakan cinta yang tulus? Di balik kesempurnaan fisiknya, Johan menyimpan jiwa rapuh dan pikiran yang kacau. Kegelapan hidupnya hanya diterangi oleh kehadiran adik tirinya, sosok yang ia cintai secara diam-diam. Namun, pergolakan batin Johan mencapai titik kritis ketika sebuah kenyataan pahit terungkap. Bagaimana jadinya jika sang adik ternyata mencintai pria lain?