APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ditalak Tiga Lewat Telepon

Ditalak Tiga Lewat Telepon

Demi berbakti sebagai istri, Atira rela melepaskan impian kariernya. Namun, pengorbanan tersebut dibalas kejam saat suaminya menjatuhkan talak tiga hanya lewat telepon. Tanpa nafkah, ia harus menghadapi cobaan berat lainnya: sang ibu mertua jatuh koma dan putra sulungnya diculik orang tak dikenal. Terpuruk di titik terendah hidupnya, mampukah Atira bangkit dari kehancuran demi membuktikan kekuatannya kepada dunia? Ikuti perjuangan emosionalnya yang penuh air mata.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Apa maksudnya, Mas?” tanya Atira saat mendengar ikrar talak dari suaminya melalui sambungan telepon. Ia berharap jika dirinya sedang mendapatkan prank saja tepat di hari ini, hari ulang tahunnya.

“Kurang jelas? Selama hidup bersamamu Aku tak pernah bahagia. Oleh sebab itu aku memutuskan untuk mentalak kau detik ini juga,” jawab Bayu, lelaki yang telah membersamainya selama delapan tahun dan memberi Atira dua orang anak lelaki.

“Mas, ikrar talak itu enggak bisa dipermainkan. Walaupun bercanda, tapi jika kata talak sudah diucapkan maka jatuhlah talak untuk istri. Apa kau sadar dengan ucapanmu, Mas?” cicit Atira dengan air mata yang telah menganak sungai. Ia pun menerima telepon dari suaminya dengan terduduk lemas di lantai rumah.

“Saya enggak main-main, Tira. Saya tegaskan sekali lagi bahwa saya mentalakmu, bahkan... sekalian saja saya talak kau dengan talak tiga. Mulai detik ini kau bukan lagi istriku dan tak akan pernah lagi jadi istriku” jawab Bayu dengan suara yang lebih kencang.

Bagai disambar petir di siang bolong, Atira luruh di lantai.

“Mas! Huhuhuhuhu!” Atira meraung meratapi nasibnya yang seperti terjatuh ke dasar lautan. Akhirnya Ia terkulai lemas dan berada diantara sadar tak sadar. Ponsel yang sedari tadi ia pegang pun terjatuh dari genggamannya.

“Tira... Tira, ada apa, Nak?” bu Asih segera datang menghampiri Atira. Wanita paruh baya yang baru datang dari warung itu shock saat mendapati Atira terkulai lemas di lantai kamarnya.

“Tira, kenapa?” tanya bu Asih panik. Ia pun bergegas membantu Atira agar terduduk atau sekedar bangun dari lantai, tapi ia tak cukup kuat. Atira menangis lemah dalam keadaan setengah pingsan.

“Tolong!” bu Asih berteriak berharap tetangganya ada yang akan mendengar meskipun kemungkinannya kecil. Sedangkan Dafa yang sedari tadi mengekorinya ke warung masih sangat kecil dan tak akan mengerti. Hanya Davin, cucu pertamanya yang sudah cukup besar dan bisa dimintai pertolongan, namun bocah lelaki itu sedang berada di sekolah.

“Mamah!” cicit Daffa seraya mendekati Atira dan berusaha memeluknya.

"Bu!" sahut Atira lemah, sedangkan tangannya kanannya memegangi tangan Daffa dengan lembut.

"Kenapa, Nak?" tanya bu Asih sambil mengelus pucuk kepala Atira. "Sebentar, ibu ambilkan minum ya!" ucap bu Asih seraya hendak berdiri.

"Bu!" panggil Atira yang kini memegang pergelangan tangan bu Asih. Ia menolak mertuanya untuk beranjak.

"Ada apa Nak? bicara sama ibu!" pinta bu Asih dengan air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Ia pun mengurungkan niatnya untuk pergi mengambilkan minum.

Atira sangat menyayangi bu Asih layaknya ibu kandung sendiri. Ia yang memang sudah tak memiliki orang tua, hanya memiliki bu Asih sebagai sosok ibu baginya.

"Mas Bayu. huhuhuhuhu... " ucap Atira sambil menggeleng-gelengkan kepala. Hatinya sangat sesak mengingat kata-kata talak barusan.

"Bayu kenapa Atira? Bayu kenapa?" tanya bu Asih yang mulai khawatir dengan keadaan Bayu.

"Mas Bayu, Bu!" tangis Atira semakin kencang. Dadanya kembang kempis menahan luka sayatan yang baru saja ia terima.

"Tira, bicara sama ibu! Ada apa sama Bayu?" bentak bu Asih. Ia tak sabar ingin mengetahui apa yang terjadi dengan Bayu.

“Mas Bayu. huhuhuhuhu." Atira terus menyebut nama Bayu. Kali ini ia memukul-mukul dadanya sendiri.

Melihat hal itu, bu Asih semakin merasa takut dengan kabar apa yang belum disampaikan oleh Atira mengenai Bayu.

Bu Asih begitu merindukan Bayu yang sudah hampir 3 tahun bekerja di Jepang. Satu tahun belakangan, Bayu mengaku jika dirinya kabur dari tempat ia bekerja dan terlunta-lunta di negara orang sehingga selama 6 bulan setelahnya ia hanya bisa mengirimkan uang sebanyak satu juta saja. Selebihnya, ia sudah tak mampu mentransfer uang walau satu rupiah pun. Bahkan, 3 bulan terakhir ia pun hilang kontak.

“Tira... ada apa, Nak?” tanya bu Asih sambil mengusap setiap air mata yang mengalir deras dari sudut mata Atira.

“Mamah!” Daffa ikut memeluk Atira, meskipun ia belum mengerti dengan apa yang terjadi. Anak 5 tahun itu hanya takut saat melihat Atira memukul-mukuli dadanya sendiri.

“Atira, anakku. Ada apa?” tangis bu Asih bertambah pecah mendapati sikap menantunya yang tak kunjung menceritakan kesedihannya. Ia betul-betul takut dengan kabar yang akan disampaikan oleh Atira.

“Mas Bayu, Bu. Mas Bayu. Huhuhuhuhu!” Tangis Atira semakin kencang. Air matanya pun semakin deras bercucuran, sedangkan kepalanya terus ia geleng-gelengkan untuk menolak apa yang terjadi padanya.

“Kenapa sama Bayu? Bukankan Bayu telpon mau transfer uang buat anak-anak?” tanya bu Asih yang mulai menerka-nerka apa yang terjadi.

Atira masih menangis dengan tubuh yang lemah. Ia terus menggelengkan kepalanya meskipun pelan. “Mas Bayu, Bu! Huhuhuhuhu!”

“Tira, bicaralah! Jangan buat Ibu bingung!” air mata bu Asih pun bertambah deras saat melihat menantu satu-satunya yang selalu menemani, dalam keadaan yang menyedihkan. Ia pun terus mengusap setiap air mata yang jatuh di pipi Atira dan membiarkan air matanya sendiri terjatuh.

“Aarrggggghhhhh...!” Atira tiba-tiba berteriak seolah ingin melepaskan beban yang teramat berat di hatinya.

Daffa ikut menangis saat Atira berteriak kencang. Ia takut jika ibunya akan pergi jauh seperti ayahnya.

Begitu pun dengan Bu Asih, ia pun tersentak kaget saat Atira berteriak. “Tira, kamu kenapa, Nak?” tangisnya pun semakin keras saat mendengar Atira berteriak. “Tira sayang, bicara sama Ibu, Nak!” bu Asih terus mengelus setiap inchi wajah Atira. Kasih sayangnya memang sangat besar kepada menantunya itu. Bagaimana tidak, Atira yang notabene seorang sarjana mau menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya setelah dinikahi Bayu yang waktu itu kerja serabutan. Karena perekonomian mereka tetap sulit dan hampir selalu mengandalkan uang pensiun ayah Bayu sebagai pensiunan guru yang diterima bu Asih setiap bulannya, akhirnya Bayu memutuskan untuk mengadu nasib ke negri orang.

Awal keberangkatan, Bayu rutin mengirim uang 5 juta per bulan untuk Atira dan anak-anaknya, dua juta untuk ibunya, bu Asih. Di awal kontrak sebagai pekerja pabrik di Jepang, Bayu mendapatkan gaji kotor setara 18 juta rupiah. Kisaran besar biaya hidup di negri sakura itu pun berbanding lurus dengan besar pengeluaran sehingga Bayu hanya bisa mengirimkan sepertiga dari gajinya.

Sebenarnya Bayu bisa saja menyelesaikan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi seperti yang diharapkan almarhum ayahnya, namun Bayu sempat terombang-ambing dengan kenakalan remaja sehingga ia hanya bisa menyelesaikan studi SMPnya saja. Ijazah SMA yang menjadi bekal untuk berangkat ke Jepang pun ia raih setelah mengambil paket C yang ia selesaikan setelah memiliki Davin, anak pertamanya. Itupun dengan biaya dari ibunya.

Setelah Atira berteriak kencang, kini ia pun lebih tenang, meskipun tangannya masih saja memukul-mukul dadanya.

“Bu, Mas Bayu menceraikan Atira.” Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Atira.

“Apa? Hah?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
9.7
Kehancuran rumah tangga Adeline Shabira tak terhindarkan ketika sang suami lebih memercayai fitnah kejam dibanding kejujurannya. Terluka oleh pengabaian dan pengkhianatan, Adeline akhirnya memilih pergi demi membebaskan suaminya. Saat kebenaran perlahan mulai terkuak, penyesalan mendalam pun datang terlambat. Di tengah badai emosi yang berkecamuk, mampukah hati Adeline yang telah hancur dan mengeras memaafkan kembali setelah semua kepercayaan sirna?
Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera sangat menikmati masa lajangnya sebagai wanita mandiri. Di sisinya, ada Roma, sahabat masa kecil yang selalu loyal mendukungnya. Namun, ketenangan hidup Siera terusik sejak kehadiran Xavier, bos besar di kantornya. Meski sang atasan berkarakter angkuh dan dingin, perlahan ketulusan Siera mampu melunakkan hatinya. Kini, Siera terjebak di antara loyalitas sahabatnya dan daya pikat sang bos yang mengubah takdirnya.
Sampul Novel Gairah Baby Maker
9.1
Sesekali Aida melirik genit sambil memberi kode lewat gerakan alisnya. Dari posisi jongkoknya, daster tipis yang ia kenakan tak mampu menyembunyikan lekuk paha mulus serta detail pakaian dalamnya yang menerawang akibat sorotan cahaya matahari sore. Pemandangan menakjubkan itu seketika membuatku terpaku. Aku terpaksa menahan gejolak hasrat liar dan berulang kali menelan ludah, merasa sangat haus akan godaan nyata yang kini tersaji tepat di depan mataku.
Sampul Novel Monster Yang Bersamaku
7.9
Rein sangat yakin telah membunuh suaminya, Hary. Ia bahkan berniat menyerahkan diri kepada sahabat polisinya, Adrian. Namun, rencana itu kacau ketika seorang pria misterius tiba-tiba datang dan mengaku sebagai Hary. Walau berwajah sama, sikap pria ini sangat lembut dan penuh kasih sayang, jauh berbeda dari sang suami. Jika Hary yang asli sudah mati, siapa sebenarnya sosok asing ini? Apakah Rein hanya berdelusi, atau ada rahasia gelap yang disembunyikan?
Sampul Novel Perjuangan untuk Arda
8.9
Demi mengubah nasib, Arda nekat pergi dari kampung halamannya untuk mengadu peruntungan di Yogyakarta. Sebagai pendatang baru, ia dipaksa bertahan di tengah kerasnya lingkungan yang asing. Kisah ini menyoroti perjuangan batin dan fisik Arda saat merajut mimpi masa depannya. Di sela-sela adaptasinya dengan keunikan budaya lokal, ia harus menghadapi rentetan ujian berat yang terus menguji batas keteguhan hatinya di kota tersebut.
Sampul Novel Terjebak Pesona CEO Dingin
8.5
Dunia Arlena runtuh seketika akibat pengkhianatan sang kekasih. Saat terpuruk, kecerobohan asisten membuatnya salah masuk kamar hingga kesuciannya direnggut oleh Leonard Hartanto, CEO yang sombong. Takdir tak terduga mempertemukan mereka lagi dalam sebuah perjodohan keluarga. Demi menghindari jodoh pilihan sang ibu, Leonard yang didera rasa bersalah memutuskan menikahi Arlena. Di tengah kepedihan hati dan masa lalu kelam Leonard, mampukah pernikahan rapuh ini bertahan?