APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

Rafli mendapatkan tugas tidak terduga dari sang majikan untuk menemani tiga anak gadisnya yang cantik. Sebagai seorang pelayan biasa, ia kerap dipandang sebelah mata dan direndahkan oleh mereka. Namun, situasi berbalik sepenuhnya ketika identitas asli Rafli yang sebenarnya mulai terungkap. Mengetahui kebenaran tersebut, ketiga wanita itu justru berbalik memohon untuk bisa menjadi bagian dari hidupnya. Kisah romansa modern penuh intrik status sosial.
Bab
Bagikan

Bab 5

CIIIIIIT!

Mobil berhenti mendadak dengan jarak hanya beberapa sentimeter dari bodi bus yang gila itu. Guncangannya cukup keras karena pengereman darurat.

Tubuh Nona Claudia terlempar ke depan karena dia tidak memakai sabuk pengaman dengan benar, tapi untungnya airbag tidak meledak.

Namun, karena panik dan ketakutan setengah mati melihat bemper bus di depan matanya, Nona Claudia secara insting mencari pegangan.

Dan pegangan terdekat adalah aku.

"Mamaaa!!!" jeritnya sambil melemparkan tubuhnya ke arahku.

Kedua tangannya memeluk lengan kiriku erat-erat, wajahnya dibenamkan ke bahuku. Dan yang membuat napasku tercekat seketika bukan karena hampir tabrakan, melainkan sensasi bantalan empuk yang menghantam lengan atasku.

Dada Nona Claudia yang sintal dan padat di balik crop top ketat itu menekan telak otot bisepku. Rasanya begitu lembut, kenyal, dan hangat, apalagi guncangan mobil tadi membuat posisinya semakin menekan ke dalam, seolah dia berusaha menyatukan tubuhnya denganku saking takutnya mati muda.

"Non... Nona..." panggilku kaku, seluruh ototku menegang, termasuk otot di antara kedua pahaku yang langsung bereaksi keras terhadap stimulus dadakan ini.

"Sudah aman, Non. Nggak kena, kok, kita masih idup.”

Nona Claudia tidak melepaskan pelukannya. Dia justru semakin erat meremas lenganku, isak tangis ketakutan mulai terdengar.

Dari sudut pandangku yang menyamping, aku bisa melihat belahan dadanya yang tertekan di lenganku, kulitnya yang putih mulus terlihat begitu menggoda iman.

"Aduh, mati aku," batinku putus asa. "Kalau begini terus, bisa-bisa rem tangan mobil bukan satu-satunya batang yang menegang di mobil ini."

Detik demi detik berlalu, namun pelukan eratnya di lengan kiriku tak kunjung lepas.

Kalau saja situasi ini terjadi di kondisi normal, mungkin si Gatot sudah meledak kegirangan dan syukuran tujuh hari tujuh malam. Tapi masalahnya, nyawaku baru saja hampir melayang diseruduk bus kota.

"Non, Nona Claudia, Nona tidak apa-apa?" panggilku lagi, kali ini sedikit menggoyangkan lenganku pelan karena rasanya darah di tangan kiriku sudah mulai berhenti mengalir saking eratnya dia memeluk.

Perlahan, Nona Claudia mengangkat wajahnya dari bahuku.

Matanya yang sedari di rumah tadi menatap sinis dan penuh hinaan, kini terlihat bulat sempurna, basah oleh air mata, dan menyiratkan ketidakpercayaan.

Sadar akan posisinya yang terlalu intim dengan sopir kampung yang baru saja dia hina, Nona Claudia tersentak kaget. Dia langsung melepaskan pelukannya dan memundurkan tubuhnya hingga punggungnya menabrak pintu mobil.

"Lo... lo nggak apa-apaian gue kan?!" tuduhnya panik sambil menyilangkan tangan menutupi dadanya, mekanisme pertahanan diri tsundere-nya langsung aktif kembali.

Aku menghela napas panjang, berusaha menetralkan degup jantung dan rasa nyeri nikmat di bawah perut. "Ya ampun, Non. Tangan saya dari tadi di setir sama rem tangan. Nona sendiri yang loncat meluk saya kayak koala. Kalau saya lepas tangan buat apa-apain Nona, kita udah jadi rempeyek di kolong bus tadi. Mau Nona digeprek sama bemper bus?"

Nona Claudia terdiam, jelas sekali kalau dia ingin memakiku, tapi fakta bahwa aku baru saja menyelamatkan nyawanya dengan refleks tingkat dewa. Dia tahu betul, sopir amatir pasti akan panik dan membanting setir sembarangan atau malah telat ngerem.

Tapi aku, Rafli si anak desa, berhasil menghentikan mobil ini dengan presisi milimeter.

"Hmm... oke, thanks ya. Abis ini lo balik aja, awas aja kalau lo cerita-cerita soal gue teriak tadi ke Mama atau kakak gue. Sumpah, gue potong lidah lo!"

Sepanjang sisa perjalanan menuju kampus, Nona Claudia tak lagi banyak bicara atau main ponsel.

Sesekali aku menangkap basah dia sedang melirikku lewat ekor matanya, menatap lengan kiriku yang tadi jadi bantal daruratnya, lalu beralih menatap wajahku dengan tatapan menilai yang berbeda.

Setelah menurunkan Nona Claudia di lobi kampus, yang disambut tatapan heran teman-temannya karena dia turun dari mobil dengan wajah merah, aku langsung tancap gas pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, tubuhku sudah basah kuyup oleh keringat. Seragamku yang sudah terasa lengket di punggung, rasanya tidak nyaman sekali.

"Gila, kerja di sini ujiannya berat banget. Fisik diuji, batin disiksa, 'si Gatot' diajak rollercoaster," gerutuku sambil memarkirkan mobil di garasi.

Aku berjalan menuju area belakang dengan langkah gontai, berniat mandi secepatnya untuk mendinginkan kepala dan tubuh yang rasanya mau meledak ini.

Namun, sesampainya di area servis belakang, aku mendapati pemandangan yang bikin elus dada.

Kamar mandi khusus pelayan yang letaknya di pojok dekat tempat cuci baju itu pintunya terbuka lebar, dan di dalamnya penuh tumpukan ember berisi rendaman gorden-gorden tebal milik Nyonya Alika.

"Waduh, Mbak Inem lagi nyuci gorden besar-besaran rupanya," keluhku.

Mbak Inem, asisten rumah tangga yang pulang-pergi, ternyata bekerja setiap hari Rabu untuk mencuci dan menjemur seluruh pakaian.

Mau menunggu Mbak Inem selesai, bisa-bisa aku jamuran. Lagipula, badanku sudah gatal dan lengket bukan main.

Tiba-tiba, otak udangku teringat sesuatu. Ada satu kamar mandi lagi di lantai bawah, letaknya di dekat dapur bersih dan ruang keluarga.

Itu kamar mandi tamu yang jarang dipakai.

"Aman lah ya, Nona Sora pasti lagi sibuk zoom meeting di kamar atas. Numpang mandi bentar doang nggak bakal ketahuan," pikirku polos, merasa ide itu adalah ide paling brilian sedunia.

Tanpa pikir panjang dan tanpa mengetuk karena yakin rumah kosong. Aku kemudian mendorong pintu itu sambil bersenandung pelan.

"Ah, enaknya mandi pas badang leng–“ Namun, kalimatku terputus di tengah jalan saat kulihat seorang gadis berdiri di depan westafel kaca dengan tubuh hanya dililit handuk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Rose yang materialistis. Di sisi lain, Emily Alexandra harus bekerja keras secara rahasia demi uang, kontras dengan sifat manja sang kakak. Suatu malam, rahasia pekerjaan yang Emily sembunyikan selama dua tahun akhirnya diketahui oleh Liam. Demi menjaga reputasi dari Rose dan keluarganya yang penuh tuntutan, Emily terpaksa menyetujui kesepakatan rahasia dengan kakak iparnya itu.
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia
8.1
Impian Belleza tentang cinta sejati sirna setelah ia dipaksa menikahi Rafaele demi aliansi bisnis mafia. Di tengah jeratan dunia hitam dan dominasi sang suami, ia bertahan hanya untuk melindungi keluarganya. Namun, situasi memanas saat ayahnya tewas di wilayah Jefferie, memicu dendam membara dalam diri Belleza. Sembari mengandung dan menghadapi intrik pengkhianatan yang perlahan terungkap, ia berjuang mencari kebenaran. Akankah dendam ini menghancurkan mereka, atau justru menumbuhkan cinta?
Sampul Novel Cinta Berawal Dari Diary
8.8
Kehidupan tenang Alya, siswi kutu buku, mendadak berubah setelah menemukan buku harian usang di perpustakaan sekolah. Diary itu membongkar sisi kelam Arka, cowok populer yang terkenal sangat dingin. Alih-alih marah rahasianya terungkap, Arka justru meminta Alya untuk menjaga luka masa lalunya yang tersembunyi di balik kesempurnaannya. Permintaan tak terduga ini memicu rasa penasaran Alya untuk mengenal sosok asli Arka lebih dalam lagi.
Sampul Novel Karma Itu Nyata Pengkhianatan
9.0
Sepuluh tahun cinta tulus yang diberikan sang istri hancur seketika akibat sebuah unggahan media sosial. Saat acara kemah kantor, asisten Kemal Sentanu memamerkan foto mereka berdua di dalam satu tenda. Bukannya merasa bersalah, Kemal justru memarahi istrinya di depan rekan kerja demi membela sang asisten yang menangis. Muak dengan sikap suaminya yang menganggap remeh pengkhianatan ini, sang istri memutuskan untuk mundur dan mengakhiri hubungan pernikahan mereka tanpa kata-kata lagi.
Sampul Novel Mawar Hitam Berdarah
9.7
Lelah didera siksaan batin oleh mertua dan suaminya yang tidak adil, Maria akhirnya memilih bercerai. Ia dicap cacat karena belum punya anak, bahkan suaminya tega menikah lagi secara sepihak. Namun, takdir mempertemukannya dengan bos menyebalkan yang perlahan meluluhkan hatinya. Saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan suami justru datang memohon untuk rujuk. Maria kini terjebak di antara masa lalu atau memulai lembaran baru.
Sampul Novel Penyesalan dan Penderitaan
9.3
Selama sepuluh tahun, Vannie Lee dengan setia mendampingi Kenny Yang, meski ia hanya menerima sikap dingin dan pengabaian. Di tengah kesepian tanpa dukungan sang kekasih, Vannie harus berjuang sendirian melawan penyakit mematikan yang sangat menakutinya. Kini, saat sisa waktu Vannie hampir habis, penyesalan mendalam mulai menghantui Kenny. Bagaimana ia akan menghadapi kenyataan bahwa wanita yang disia-siakannya kini bersiap pergi selamanya?