APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

Rafli mendapatkan tugas tidak terduga dari sang majikan untuk menemani tiga anak gadisnya yang cantik. Sebagai seorang pelayan biasa, ia kerap dipandang sebelah mata dan direndahkan oleh mereka. Namun, situasi berbalik sepenuhnya ketika identitas asli Rafli yang sebenarnya mulai terungkap. Mengetahui kebenaran tersebut, ketiga wanita itu justru berbalik memohon untuk bisa menjadi bagian dari hidupnya. Kisah romansa modern penuh intrik status sosial.
Bab
Bagikan

Bab 4

Saat aku menyerahkan gelas berisi air hangat itu kepadanya di ambang pintu kamar pelayan, jari-jari lentiknya yang halus sengaja bersentuhan lama dengan tanganku.

Piyama sutra merah mudanya yang tipis menerawang di bawah sorot lampu lorong yang remang-remang, memperlihatkan siluet tubuh mudanya yang padat dan belum tersentuh gravitasi.

Nona Sora kemudian menatapku lalu berjinjit sedikit, mendekatkan wajahnya ke telingaku.

"Makasih ya, Mas Rafli, aku nggak nyangka kamu gagah banget waktu nahan badan aku, padahal tubuh kamu cungkring. Tapi barusan, aku lihat, loh, perut kamu kotak-kotak, ternyata kamu punya badan bagus cungkring-cungkring gini," bisiknya manja.

Sebelum aku sempat menjawab dengan otakku yang korslet, gadis itu sudah melesat pergi ke kamarnya sambil terkikik kecil.

Keesokan paginya, aku bangun lebih awal dengan mata sedikit bengkak kurang tidur.

Setelah mandi dan memakai seragam sopir yang sudah disetrika licin, aku menghadap Nyonya Alika di ruang makan.

Nyonya Alika sedang menikmati kopi paginya sambil membaca tablet, mengenakan kimono tidur satin berwarna emas tua. Tali pengikat di pinggangnya terlihat longgar, membuat bagian dada kimono itu terbuka cukup lebar dan menampilkan belahan dada putih mulus yang matang dan penuh.

"Pagi, Nyonya," sapaku sambil menunduk sopan, berusaha mati-matian agar bola mataku tidak menggelinding ke arah dada beliau.

"Pagi, Rafli, kayaknya pagi ini kamu kelihatan seger banget," balas Nyonya Alika sambil tersenyum tipis, matanya meneliti tubuhku dari atas ke bawah seolah sedang menilai barang dagangan.

“Ahha, Nyonya bisa aja. Oh iya, tumben banget Nyonya panggil saya pagi-pagi begini. Biasanya saya udah repot motongin rumput di kebon belakang.”

"Tugasmu pagi ini antar Claudia ke kampus, jadi kamu nggak usah potongin rumput dulu."

" Nona Claudia itu yang anak tengah ya?" tanyaku memastikan.

"Iya, yang paling fashionable tapi juga paling susah diatur," Nyonya Alika meletakkan cangkir kopinya, lalu menatapku tajam. "Dengar baik-baik, Rafli. Hari ini kamu antar-jemput dia Jangan biarkan dia naik taksi online, apalagi dijemput teman-temannya yang rambutnya warna-warni itu!"

"Kenapa memangnya, Nyonya?" tanyaku polos.

Nyonya Alika menghela napas panjang. "Dia itu lagi hobi banget keluyuran ke diskotik atau bar sepulang kuliah. Nilainya sudah hancur, terus kuliahnya udah masuk sesi skripsian. Dia udah telat 1 semester. Jadi, pastikan kamu seret dia pulang ke rumah begitu kuliahnya selesai. Kalau dia maksa belok ke tempat hiburan malam, kamu lapor saya atau kamu hadang dia. Paham?"

"Siap, Nyonya! Berarti saya jadi bodyguard dadakan nih?"

"Kurang lebih begitu. Kalau kamu berhasil jaga Claudia hari ini, saya kasih bonus buat rokok kamu, Surya Exclusive 2 bungkus!" janji Nyonya Alika sambil mengedipkan sebelah matanya.

Bonus uang itu penting, tapi kedipan mata janda kaya ini rasanya lebih mahal dari bonusku hari ini.

Tak lama setelah aku menunggu di pintu depan, Nona Claudia turun dari lantai dua.

Berbeda dengan Nona Shella yang elegan atau Nona Sora yang imut nan manja, Nona Claudia ini definisi cabe-cabean mahal.

Berangkat ke kampus aja memakai crop top ketat berwarna putih yang memamerkan perut ratanya yang bertindik, dipadu dengan rok mini jeans yang saking pendeknya aku sampai khawatir dia bakal masuk angin kalau duduk.

Wajahnya jutek minta ampun saat melihatku berdiri di samping mobil sedan hitam yang sudah mengkilap kucuci subuh tadi.

"Ih, Mama serius nyuruh orang kampung ini nganter aku?" protes Nona Claudia sambil memutar bola matanya malas.

"Tenang aja, Claudia, itu si Rafli punya SIM A dan SIM B, terus dia lebih jago nyetir daripada teman-teman kamu yang modal gaya doang," potong Nyonya Alika tegas dari ambang pintu.

“Nggak ada opsi lain yang lebih bagus, apa? Mending aku naik taksi daripada…”

"Diantar Rafli atau Mama bekukan kartu kredit kamu bulan ini?" Ancaman kartu kredit itu ampuh. Nona Claudia langsung cemberut, lalu masuk ke kursi penumpang depan dengan kasar.

Sepanjang perjalanan menuju kampus yang terletak di pusat kota, Nona Claudia sibuk dengan ponselnya, sesekali berdecak kesal atau memaki pelan.

Ekor mataku sesekali melirik ke arahnya, karena posisi duduknya yang mengangkat satu kaki ke atas dasbor itu benar-benar menguji iman. Paha putih mulusnya terekspos jelas dari samping.

"Heh! Mata lo dijaga ya! Ngapain ngelirik-lirik paha gue?" semprot Nona Claudia tiba-tiba tanpa menoleh, seolah dia punya mata di setiap sisi kepalanya.

Aku kaget dan nyaris salah injak pedal gas. "Eh, anu Non, saya liat spion kiri. Spionnya agak miring ke dalam. Lagian Nona duduknya begitu, saya jadi ngeri kalau Nona kesemutan, terus jalan pincang ke kampus."

"Alasan! Dasar sopir mesum. Semua cowok sama aja, liat kulit dikit langsung jelalatan!”

Claudia menurunkan kakinya, tapi kini malah menyilangkan kaki dengan gaya yang membuat roknya semakin ketat mencetak pinggulnya. "Awas ya lo kalau bawa mobilnya nggak becus. Gue nggak suka sopir yang ngerem mendadak atau gaspol nggak jelas!”

Aku mengemudi dengan hati-hati, berusaha membuktikan kalau aku bukan sopir gerobak sapi seperti tuduhannya.

Nona Claudia mulai terlihat sedikit rileks, mungkin karena dia sibuk video call dengan temannya, merencanakan pesta nanti malam yang jelas-jelas dilarang ibunya.

"Iya beb, gue bete banget diantar sopir baru nyokap. Sumpah, orangnya freak banget, badannya oke, sih, beroto kayak kuli panggul, cuma agak cungkring. Kek, apasih, najis deh," ucapnya di telepon, tak peduli aku mendengarnya dengan jelas.

Aku hanya bisa mengelus dada.

Tiba-tiba, dari arah jalur busway di sebelah kanan, sebuah bus besar berwarna oranye memotong jalur kami dengan brutal tanpa menyalakan lampu sein.

Bus itu membanting setir ke kiri untuk menghindari motor, tepat ke arah moncong mobil sedan yang kami tumpangi. Jaraknya hanya tinggal sejengkal.

"AAAAAA!!!" Nona Claudia menjerit histeris dengan ponsel yang terlempar dari tangan.

Refleksku yang terlatih menghindari sapi nyebrang dan lubang jalanan di desa langsung bekerja otomatis.

Kakiku menginjak pedal rem dalam-dalam tapi tidak sampai mengunci ban, sementara tanganku memutar setir sedikit ke kiri untuk memberi ruang, lalu meluruskannya kembali begitu bus itu lewat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bismillah Anna
9.2
Sejak SMP, Anna memendam rasa pada Malik yang bersikap dingin dan menyukai perempuan lain. Di tengah perjuangannya sebagai dokter muda, ia harus menghadapi duka mendalam akibat kehilangan sang ayah. Meski takdir terasa pahit dan cintanya bertepuk sebelah tangan, Anna tetap tegar melewati cobaan hidup. Akankah kesabarannya berujung pada pernikahan dengan Malik, atau takdir justru akan mempersatukannya dengan seorang pria lain yang jauh lebih misterius?
Sampul Novel Dua Titik (Dilamar CEO Dinikahi Dosen)
8.2
Tanpa proses pengenalan yang lama, Asoka memberanikan diri melamar Riri walaupun terbentur restu orang tua. Perjuangan cintanya terhenti saat ia harus pergi ke London untuk waktu yang lama. Sekembalinya ke tanah air demi mendapatkan Riri, Asoka harus menerima kenyataan pahit bahwa pujaan hatinya telah dinikahi oleh Kris. Kini, ia terjebak dalam pusaran cinta segitiga yang rumit, di mana sosok Kris justru menjadi penengah tak terduga di tengah konflik asmara penuh pengorbanan ini.
Sampul Novel Kekasih Bayaran
8.1
Demi melunasi utang sang ibu, Tiara terpaksa menjadi kekasih bayaran Adrian Wiratama. Namun, Adrian justru mencampakkannya demi menikahi tunangan pilihannya. Terluka karena hanya dianggap wanita simpanan, Tiara pergi dalam keadaan mengandung. Ia lalu menikahi pria lain demi ketenangan, tetapi hidupnya tetap sengsara karena suami barunya membenci anak tersebut. Penderitaan Tiara memuncak saat Adrian kembali dan merebut paksa putranya hingga ia nyaris gila.
Sampul Novel Kembar Manis: Memuaskan Diri dalam Cinta Ayah
8.1
Ningsih terpaksa menjadi ibu pengganti demi membiayai pengobatan ibunya. Lima tahun berlalu, ia telah sukses menjadi dokter anak dan dipertemukan kembali dengan Charles, pria misterius masa lalu yang mengasuh seorang putra. Konflik kian rumit saat lelaki lain hadir membawa bayi perempuan yang diakui sebagai anak kandung Ningsih. Di tengah misteri masa lalu yang perlahan terbongkar, sanggupkah Ningsih menghadapi takdir berliku ini?
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?
Sampul Novel Kontrak Ranjang Sang Kapten
9.4
Dunia Dara runtuh setelah menyaksikan pengkhianatan kekasih pilotnya. Didorong amarah, pramugari Skyward Airlines ini nekat bercinta dengan pria asing yang ia duga gigolo demi balas dendam. Tanpa disangka, lelaki itu adalah Arjuna, pilot senior sekaligus pewaris tunggal maskapainya. Kini, Dara terjerat konsekuensi pelik karena rahasia malam itu berada di tangan pria yang berkuasa penuh atas nasib dan masa depannya di dunia penerbangan.