APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter

Dikhianati Manager Diperjuangkan Dokter

Winda menemukan bukti mengejutkan yang memicu kecurigaan bahwa suaminya menjalin hubungan gelap dengan ibu kandungnya sendiri. Namun, saat ia mencoba membongkar skandal tersebut, sebuah pengakuan tak terduga dari sang suami justru mematahkan semua dugaannya. Teka-teki mengenai sosok selingkuhan yang sebenarnya pun mulai terkuak. Sanggupkah Winda menghadapi kenyataan pahit ini? Akankah ia memaafkan pengkhianatan itu atau justru memilih melabuhkan hatinya pada sosok lain?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Dari mana saja kamu, Mas?" tanyaku saat melihat Mas Heru muncul dari balik pintu kamar.

"Aku lembur, Sayang!" jawabnya sambil tersenyum manis. Seperti biasa, jawaban yang ia berikan selalu saja lembur.

Hal ini sudah berlangsung sejak tiga bulan belakangan ini. Biasanya aku selalu saja percaya dengan semua kata-kata suamiku itu. Tapi, entah mengapa tadi aku merasa ingin tau kebenarannya. Aku menelpon Siska, sekretaris Mas Heru di Kantor. Dan Siska mengatakan bahwa Mas Heru sudah pulang bahkan sejak jam lima sore. Lalu, kemana dia pergi sampai larut malam begini baru pulang? Sudah jam sebelas malam saat ia memasuki kamar.

"Apa benar kamu lembur, Mas?" aku yang sudah dipenuhi rasa curiga, tak dapat lagi menahan hati untuk mengintrogasinya.

"Lho, kok kamu nanya-nya gitu sih, Sayang?" sahutnya, kemudian menghampiriku yang duduk di tepi ranjang tempat kami memadu cinta selama tiga tahun ini.

Mas Heru membelai rambutku dengan lembut, kemudian mengecup ujung kepalaku. Hal rutin yang selalu ia lakukan jika pulang kerja selama menjadi suamiku.

"Suaminya pulang, kok ga disalim sih?" tegurnya masih dengan nada lembut.

"Aku tadi telpon Siska, katanya kamu udah pulang dari jam lima sore!" sungutku tanpa menghiraukan tegurannya.

"Sis-Siska? Ngapain kamu nelpon-nelpon bawahan Mas? Kamu udah mulai curigaan sama suami sendiri? Kamu udah nggak percaya lagi ya sama Mas?" bentak Mas Heru padaku.

Aku terdiam cukup lama. Hanya karena aku menelpon Siska, Mas Heru segitu marahnya dan tega membentakku. Padahal, sejak kami menikah ia tak pernah sama sekali bicara dengan nada tinggi padaku. Meski, sampai saat ini kami belum diberikan buah hati yang selalu kami rindukan. Tapi, sikap Mas Heru sama sekali tidak berubah. Caranya berbicara padaku, memanjakanku dan memenuhi semua kebutuhan jamani dan rohaniku. Tifak sebelum tiga bulan belakangan ini.

Aku merasa, Mas Heru mulai jenuh denganku. Ia sering pulang larut malam, saat kutanya selalu jawabannya lembur. Padahal, dia adalah seorang Manager di Perusahaan tempatnya bekerja. Awalnya aku selalu percaya, tapi hati nuraniku sebagai seorang istri juga tak bisa di bohongi. Aku curiga dan takut jika Mas Heru bermain serong di belakangku.

Tanpa terasa, mataku basah. Hatiku terlalu lemah meski hanya dibentak sedikit saja, apalagi oleh orang yang aku sayangi. Saat melihat air mataku jaruh berderai, Mas Heru memelukku.

"Sayang, maafkan Mas. Mas ga bermaksud..."

"Sudah lah, Mas. Kamu berubah sekarang. Jika memang kamu bosan padaku, lebih baik terus terang. Aku ikhlas jika kamu ingin mendapatkan wanita lain, karena aku sadar belum mampu memberikanmu keturunan!" jeritku memotong pembicaraan Mas Heru, dan mendorong tubuhnya agar menjauh dariku.

"Winda, apa yang kamu bicarakan?"

"Jujur saja lah, Mas. Kamu sudah ada perempuan lain kan?

"Cukup, Winda. Hentikan! Sepertinya ada seseorang yang sudah mempengaruhi jalan pikiranmu itu." jawab Mas Heru lalu meninggalkanku sendirian di kamar.

Aku menatap suami yang kukenal baik itu berlalu. Aku berusaha menahan tangisku. Saat aku ingin berbaring, kutatap tas hitam yang biasa dipakai Mas Heru pergi bekerja. Rasa penasaranku pun kembali meningkat tajam. Dengan cepat aku berjalan ke arah pintu, dan menguncinya dari dalam.

Kembali aku bergegas duduk di sisi kasur. Membuka dengan tak sabar tas Mas Heru. Mengeluarkan semua dokumen-dokumen yang ada di dalamnya. Setelah mengecek satu persatu, tidak ada hal yang aneh. Aku kembali menyusun dan memasukkan semua dokumen itu ke dalam tasnya.

Namun, sebelum aku meletakkan kembali tas itu, aku merogoh kantong kecil di sisi depan tas Mas Heru. Jari-jariku bersentuhan dengan kertas-kertas kecil. Aku menariknya keluar.

Deg...

Tagihan makan di Restoran, tagihan belanja, tagihan Hotel dan entah tagihan apa saja lagi yang aku genggam saat ini.

Ternyata benar dugaanku, Mas Heru telah bermain gila dengan wanita lain di belakangku.

'Lihat saja kamu, Mas. Aku pasti akan mendapatkan bukti untuk membuatmu mengakui pengkhianatanmu ini.' bisikku dalam hati.

Aku kembali memasukkan semua kertas itu pada tempatnya. Membuka kunci kamar dan memutuskan untuk tidur lebih awal. Sampai pukul tiga dini hari, saat aku tersentak dari tidurku karena haus, aku tak melihat Mas Heru di kamar ini.

'Apa dia tidak kembali ke kamar sejak tadi?' tanyaku dalam hati. Kemudian aku turun dari kasur. Berniat mengambil air di atas meja, tapi ternyata gelasku sudah kosong. Kemudian aku berjalan menuju dapur. Saat melintasi kamar tamu, kulihat Mas Heru di atas kasur iru dengan bertelanjang dada.

'Dengan siapa dia bervideo call jam segini? Apalagi, tanpa memakai baju seperti itu!' fikirku lagi.

Aku memutuskan untuk menghampirinya. Saat aku sampai di depan pintu kamar tamu, aku bertanya dengan nada kesal, "Siapa yang kamu telpon, Mas? Sepertinya asik sekali." sindirku tajam.

"Wi-Winda... Sejak kapan kamu berdiri di situ?" tanya Mas Heru gugup dan langsung menyembunyikan ponselnya ke balik selimut.

"Sejak kamu bermesra-mesraan sama selingkuhanmu itu di video call!" ketusku lalu pergi meninggalkan Mas Heru yang masih tampak gugup di atas kasur kamar tamu.

Aku tak ingin berlama-lama di sana, toh tak ada gunanya berdebat dengannya pagi buta begini. Setelah mengisi gelasku dengan air putih, aku kembali ke kamar. Aku memikirkan cara agar bisa membongkar rahasia Mas Heru, hingga tak terasa mataku kembali terasa berat dan aku kembali terlelap.

Aku terbangun lagi saat merasakan kecupan hangat mendarat di keningku. Ya, Mas Heru juga selalu melakukan ritual wajib itu saat pagi hari. Karena memang, dia selalu bangun lebih awal dariku.

"Selamat pagi, Sayang!" sapanya lembut, seperti biasa.

"Pagi," jawabku singkat.

"Pagi-pagi kok udah jutek sih? Mau mandi bareng nggak?" tanya Mas Heru dengan tatapan menggoda.

"Nggak ah, kamu duluan aja. Aku masih ngantuk!" balasku lagi sambil memejamkan mata, pura-pura ingin tidur kembali.

"Ya sudah, Mas mandi duluan ya," dia mengelus kepalaku, kemudian masuk ke kamar mandi.

Saat sudah kupastikan dia sedang mandi, buru-buru aku mencari keberadaan ponselnya.

'Ketemu.' sorakku dalam hati, saat mendapati ponsel itu di sebelah tas kerjanya.

Aku membuka kode layar ponsel Mas Heru, dan mencari nama di daftar panggilan keluar. Nihil. Aku membuka aplikasi hijau miliknya. Banyak sekali pesan dari grup kantor dan keluarga yang belum dibaca Mas Heru sejak kemarin. Saat kutekan daftar panggilan.

"Mami.." lirihku tak percaya.

Ada nama Mami di daftar teratas. Kuperhatikan jamnya, jam dua malam tadi. Panggilan itu berlangsung sekitar satu jam dua puluh menit. Berarti, sampai setelah aku menghampirinya itu?

"Kenapa Mas Heru bervideo call ria dengan Mamiku di jam seperti itu? Apalagi, aku melihat Mas Heru bertelanjang dada saat melalukan video call itu. Apa Mami sudah menggoda suamiku?" ucapku dengan tangan gemetar.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Terkhianati
8.1
Rumah tangga Aulia dan Arman tak lagi hangat, hanya menyisakan kepedihan akibat tabiat buruk Arman yang dingin dan gemar bermabuk-mabukan. Badai besar datang ketika Rika membeberkan bahwa Arman berselingkuh dengan Maya. Kecewa berat, Aulia enggan melanjutkan kepura-puraan ini. Ia langsung melabrak suaminya untuk menuntut kejelasan. Meski Arman tak berkutik, hati Aulia telah telanjur hancur. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau melangkah pergi demi harga diri.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Gadis Kesayangan Tuan Muda
9.2
Demi melunasi utang sang ayah, Syaqila Ayu Purnama terpaksa menjadi tunangan Aditya Garrett. Gadis remaja ini kini hidup bergelimang kemewahan dan bersekolah di tempat elit, meski ia membenci takdirnya. Di balik itu semua, Aditya yang berusia 23 tahun sengaja memanfaatkan situasi ini karena sudah lama memendam rasa pada Syaqila. Ia terus memanjakannya, namun usahanya diuji oleh kehadiran para pria muda lain yang lebih tampan. Akankah Aditya berhasil memikat hati Syaqila?
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Nasib buruk terus membayangi Caca. Seorang peramal lalu menyarankannya untuk hamil agar takdirnya berubah. Masalahnya, sang suami misterius yang menikahinya setahun lalu tidak pernah pulang, meski Caca hidup bergelimang harta di rumah mewah. Mengira suaminya adalah lelaki tua berwajah buruk, Caca nekat pergi ke klub malam demi mencari pria tampan untuk menghamilinya. Siapa sangka, pria tampan yang menjadi targetnya malam itu ternyata adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel "KALA" Buah Cinta Terlarang
8.8
Tuduhan meracuni mertua menghancurkan pernikahan Kayli dan Gala. Saat berjuang memulihkan nama baiknya, Kayli justru menemukan kegelapan dalam dirinya sendiri. Rentetan peristiwa aneh membuatnya ragu akan kesadarannya saat tragedi terjadi. Apakah ia mengidap kepribadian ganda, atau ada sosok mistis yang merasuki raganya? Teka-teki ini semakin membingungkan ketika Zael, sahabat lamanya, tiba-tiba memanggilnya dengan nama Kala.
Sampul Novel Maaf, Merebut Suamimu
9.2
Melihat kebahagiaan orang lain membuat Gilsha merasa hidupnya sangat tidak adil. Didorong rasa putus asa, ia bertekad merebut kembali apa yang diyakininya sebagai miliknya. Target utamanya adalah Noah, pria yang kini telah membangun rumah tangga bahagia bersama wanita lain. Demi obsesi tersebut, Gilsha nekat menghancurkan pernikahan mereka. Namun, akankah tindakan ini benar-benar membawanya pada kebahagiaan sejati yang ia impikan?