APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Ekspresinya terlihat seperti menyeringai, seperti sedang menonton pertunjukan.

Dia menunggu aku bertindak gila, seperti sebelumnya.

Memang benar, aku sudah berkali-kali hancur terpuruk karena hubungan mereka.

Saat peringatan hari jadian kami, Brian bisa begitu saja dipanggil Cindy hanya dengan satu panggilan telepon. Alasannya karena Cindy malas begadang membuat PPT dan meminta Brian yang membuatnya.

Saat aku dirawat di rumah sakit karena demam tinggi hingga radang paru-paru, Cindy bilang listrik rumahnya mati dan dia takut gelap. Brian pun memilih untuk menemaninya.

Di malam yang gelap dengan petir menyambar, hanya karena Cindy telat membalas pesan, Brian cemas dan langsung keluar mencarinya.

Akhirnya, mereka malah minum anggur merah dan hanya tidur bersama sambil mengobrol sepanjang malam.

Aku pernah mengamuk dan bertanya dengan histeris, bahkan memohon tanpa harga diri agar Brian tidak meninggalkanku.

Namun, dia selalu menjawab dengan dingin, “Jangan berlebihan.”

Brian mencari berbagai alasan untuk tidak mau datang ke tempat ini bersamaku, ternyata alasannya sederhana, yaitu gadis yang ingin dia ajak foto adalah orang lain.

Kebenaran ini cukup membuat diriku yang dulu hancur terpuruk.

Namun, sekarang aku mengerti. Orang yang tidak peduli padamu tidak akan melihat rasa sakitmu. Mereka hanya akan menganggapmu berisik.

Aku hanya memandangi mereka dengan tenang, “Kenapa melihatku? Perlu bantuanku untuk fotoin kalian?”

Brian terkejut. Rasa canggung di tatapannya langsung berubah menjadi amarah.

“Mutia, kamu menguntit kami? Untuk apa bicara sinis seperti itu?”

“Kamu sendiri yang keras kepala dan minta putus, padahal aku sudah memberimu kesempatan untuk berbaikan, tapi kamu yang nggak mau.”

“Aku lagi banyak pikiran, jadi keluar makan dan foto bersama teman lama. Apa salahnya?”

“Kamu tahu nggak, perilaku menguntit seperti ini membuatku merasa tertekan dan hanya akan mendorongku semakin menjauh darimu?”

Jarang sekali Brian bicara begitu banyak padaku.

Tentu saja itu bukan karena cemas atau peduli padaku, tapi hanya karena merasa bersalah.

Namun, itu tidak lagi penting bagiku.

Aku menjawab dengan datar, “Aku hanya datang untuk makan. Lagipula, kita sudah putus. Apapun yang kalian lakukan nggak ada hubungannya denganku.”

Cindy mengangkat alisnya, reaksiku di luar dugaannya.

“Mutia, jangan bicara gegabah seperti itu,” katanya dengan santai.

“Aku hanya bilang lagi nggak nafsu makan hari ini, makanya Brian datang menemaniku seharian. Tapi jangan salah paham, kami hanya teman.”

Sebenarnya Cindy memang agak wanita bermuka manis tapi berhati licik. Dulu aku tidak mengerti, dia tidak mau menerima Brian, tapi kenapa masih saja menghabiskan begitu banyak waktu untuk menggantungkan Brian seperti itu? Apa itu menyenangkan?

Bagaimanapun juga, itu tidak ada lagi hubungannya denganku, jadi aku pun tidak tertarik untuk mencari tahu lebih dalam.

Aku tidak lagi mempedulikan mereka. Aku mencari tempat duduk yang membelakangi mereka dan membuka menu.

Dulu, jika melihat pemandangan seperti ini, aku mungkin sudah menangis dan keluar dari tempat itu dengan tidak ada harga diri.

Namun, bukan aku yang salah. Aku hanya ingin makan enak di tempat yang sudah lama kuincar.

Aku memesan banyak hidangan, semuanya makanan kesukaanku, tanpa perlu memikirkan orang lain.

Satu per satu hidangan pedas yang lezat datang.

Aku bersyukur tidak melewatkan makanan seenak ini hanya karena orang yang tidak penting.

Aku tidak bisa melihat mereka, tapi suaranya terus mengganggu.

“Sejak kapan kamu jadi sekaku ini? Aku ingat kamu jago menghibur.”

Ada suara tepukan yang pelan dan familiar. Tanpa melihat pun aku tahu, itu pukulan mesra Cindy pada Brian.

“Dulu saat kelas dua SMP, aku gagal dalam ujian matematika. Setiap hari ada bunga lily kesukaanku di meja. Setelah itu aku baru tahu ternyata itu darimu untuk menghiburku.”

“Saat kelas tiga SMP, aku stres mau ujian nasional, kamu selalu menulis kutipan motivasi untukku. Katamu bisa kasih semangat sekaligus bantu menambah nilai esai.”

“Saat SMA, kamu nggak pernah absen membawakan sarapan untukku, mengantar jemput meski hujan badai, bahkan bangun hanya untuk membelikan aku figur eksklusif untukku. Kok sama pacar sendiri malah nggak bisa sesabar itu?”

Kalimat demi kalimat, penuh rasa kemenangan dan pertanyaan yang disengaja.

Brian terdiam sejenak, lalu dengan suara kesal dia menjawab,

“Mana bisa dia dibandingkan denganmu.”

Aku tetap makan dengan tenang, meski hampir meneteskan air mata karena tersedak rasa pedasnya.

Tujuh tahun berpacaran, yang aku dapatkan hanya satu kalimat seperti itu.

Aku juga pernah berkali-kali meragukan diri sendiri, bertanya-tanya apakah diriku yang kurang baik, sehingga Brian tidak begitu mencintaiku.

Ternyata, itu bukan salahku.

Sejak awal, semua cinta dan ketulusannya sudah diberikan pada orang lain, bahkan sampai sekarang pun belum bisa melepaskannya.

Dan aku… memang sudah saatnya melepaskannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet yang minder dengan fisiknya tak menyangka akan bersua lagi dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Sempat terpisah akibat salah paham saat kuliah, kini takdir menempatkan mereka sebagai bos dan karyawan. Hubungan ini makin pelik karena Luna, sahabat Greet, rupanya merupakan calon tunangan Tristian. Terjebak dilema batin dan rasa yang belum padam, akankah Greet berani mengakui perasaannya, atau justru merelakan Tristian demi sang sahabat?
Sampul Novel Hawa Nafsu Kekasihku
8.0
Kehidupan Affry jungkir balik setelah malam tak terduga membuatnya mengandung anak dari pria asing. Lelaki itu ternyata Liu Chaing He, manajer di perusahaan milik orang tua Affry. Demi melindungi nama baik keluarga, mereka pun terpaksa menikah. Namun, kepedihan Affry makin berat karena Chaing He rupanya masih mencintai wanita lain. Akankah pernikahan tanpa rasa cinta ini sanggup bertahan di bawah bayang-bayang masa lalu sang suami?
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Ketika David memintanya menggugurkan kandungan, Laras memilih pergi demi melindungi sang calon bayi. Namun, pelariannya tak pernah tenang karena terus dibayangi masa lalu. Setelah bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh berbeda. Kini, di tengah sisa-sisa perasaan cinta yang masih terpendam, akankah mereka memilih bersatu demi buah hati mereka, atau justru tetap melangkah di jalan masing-masing?
Sampul Novel Istri Kedua, Luka Pertama
9.1
Rafindra Mahardika, sang pewaris ningrat tunggal, dipaksa ayahnya mencari keturunan baru usai putri pertamanya wafat. Demi membiayai pengobatan sang ibu, Nadira yang berumur 19 tahun rela menjadi istri kedua walau sangat mencintai kekasihnya, Farel. Di rumah Rafindra, Nadira harus menderita akibat kekejaman istri pertama tanpa pembelaan dari suaminya. Sanggupkah ia bertahan di tengah intrik kejam keluarga ini, ataukah hatinya akan hancur selamanya?
Sampul Novel Malapetaka Cinta Claire
9.6
Mimpi Claire memiliki pernikahan indah sirna saat terjebak dalam siksaan keluarga konglomerat. Setelah dihina dan diceraikan Randi karena dinilai mandul, ia justru menemukan rahasia kelam masa lalu keluarga mereka. Berbekal dendam mendalam, Claire nekat merombak total fisik serta identitasnya untuk membalas rasa sakit hati tersebut. Mampukah ia menuntaskan misi balas dendamnya terhadap mantan suaminya?
Sampul Novel Menantu yang ‘Longgar’ dan Ayah Mertua Perkasa
7.8
Setelah menjalani persalinan normal, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit ketika suaminya enggan berhubungan intim akibat kondisi fisiknya yang mengalami sindrom relaksasi. Di tengah penolakan dingin sang suami, rahasia ini justru diketahui oleh ayah mertuanya. Alih-alih menjauh, sang ayah mertua malah menyudutkannya di kamar mandi dan mengungkapkan sebuah rahasia anatomi tubuhnya yang tak terduga, mengklaim bahwa kondisi mereka berdua justru saling melengkapi dengan sempurna.