APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur

Dia, Yang Mudah Dihibur

Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Sejak hari itu, Brian tidak pernah pulang.

Ini adalah cara yang dia lakukan setiap kami bertengkar.

Tidak ada penjelasan, apalagi permintaan maaf, yang ada hanya sikap cueknya.

Membiarkanku terjebak dalam keraguan dan keterpurukan.

Lalu, hanya dengan sedikit bujukan darinya, kami akan kembali berbaikan.

Namun, rasa sakit ini kurasakan karena aku mencintainya.

Sekarang, aku tidak peduli lagi.

Akhirnya, aku mengemas barang-barangku. Seluruh apartemen penuh dengan barang-barang pasangan yang aku hias sendiri, tapi barang-barang yang benar-benar milikku ternyata sangat sedikit.

Ternyata aku sudah lama tidak menjadi diriku sendiri.

Setelah liburan panjang, aku pun resmi mengundurkan diri dari pekerjaan.

Atasanku langsung menandatangani surat pengunduran diri, “Mau kembali ke Kota Halma? Kamu dan Pak Brian sudah mau menikah, ya?”

Aku menggeleng, “Aku pulang sendiri.”

Atasanku pun tertawa dan menjawab, “Jangan bohong. Sahabatku itu HRD di Grup Roma. Pak Brian sudah mengajukan permohonan pindah ke kantor pusat Grup Roma di Kota Halma. Anggota keluarga juga bisa diaturkan pekerjaan. Formulir pengajuannya sudah diserahkan, tentu saja demi kamu, ‘kan?”

“Ngomong-ngomong, kamu lulusan universitas ternama, tapi malah rela jauh dari kampung halaman dan bekerja sebagai resepsionis di perusahaan sekecil ini, benar-benar rugi sekali. Untunglah, penderitaanmu akan segera berakhir.”

Aku terkejut.

Brian tidak pernah memberitahuku tentang hal ini.

Kami sama-sama jurusan desain, profesi yang kalau sibuk bisa sampai tidak kenal waktu.

Brian bilang salah satu dari kami harus lebih fokus mengurus rumah tangga, jadi aku pun menjadi orang yang dikorbankan.

Saat dia menjadi cukup terkenal di industri, aku hanyalah seorang resepsionis di perusahaan desain sebelah.

Cukup fokus mengurus rumah tangga, tapi juga cukup mengubur diri sendiri.

Anggota keluarga yang ingin dibawa Brian mungkin bukanlah aku.

Namun, aku juga tidak menjelaskan apapun.

Benar yang dikatakan atasanku, penderitaanmu akan segera berakhir.

Malam harinya, rekan-rekan departemen mengadakan acara perpisahan untukku.

Saat acara usai, dengan sedikit mabuk aku berjalan menyusuri koridor dan mendengar suara yang familiar.

Dari pintu ruang VIP yang setengah terbuka, aku melihat Brian di dalamnya. Wajahnya tampak sedikit mabuk, sebatang rokok terselip di jarinya, cahaya redup menyorot ekspresinya yang rumit.

“Menyesal nggak membawa Mutia? Nggak.”

“Awalnya aku memang ajukan pindah ke kantor pusat demi dia. Dia bertahun-tahun putus hubungan dengan keluarganya demi diriku, aku tahu itu berat baginya. Jadi, aku pikir akan menemaninya pulang ke Kota Halma.”

“Tapi begitu Cindy buka mulut, aku jadi nggak bisa menolak.”

Sahabatnya menggeleng dan berkata, “Kamu nggak pernah pikir? Cindy sudah bertahun-tahun nggak menerimamu. Nanti setelah pergi ke Kota Halma, kalian justru makin nggak mungkin bersama.”

Jakun Brian bergerak naik turun, lalu dia tersenyum getir, “Hidup ini butuh usaha maksimal minimal sekali seumur hidup dan ini yang terakhir kalinya. Kalau Cindy masih nggak menerimaku, aku akan menyerah dan menikah dengan Mutia, menjalani hidup dengan baik.”

Tanpa sadar, aku mengepalkan tanganku sampai sakit.

Dulu, saat Cindy baru pulang ke dalam negeri, aku mengira diriku tidak akan kalah.

Bagiku, Cindy hanyalah sekadar mimpi bagi Brian, sementara aku sudah menemaninya selama bertahun-tahun. Semua pengorbanan dan kenangan itu adalah kekuatanku.

Ternyata, Brian tak pernah bangun dari mimpi itu.

Namun, apa haknya Brian berpikir bahwa aku akan selalu menunggunya di tempat yang sama.

“Mutia?” Cindy berjalan dari arah kamar mandi, sorot matanya penuh kewaspadaan.

“Kamu sudah tahu, ya? Tapi percuma, nama keluarganya sudah didaftarkan. Kesempatan ini sudah pasti menjadi milikku.”

Saat itu, barulah aku paham semuanya.

Cindy sengaja menjaga hubungan ambigu, tarik ulur seperti ini, karena yang dia incar hanyalah nilai berguna yang ada pada Brian.

Namun, tetap saja aku tidak mengerti.

“Kalau dari awal kamu hanya memanfaatkan dia, nggak pernah suka padanya, kenapa harus repot membuktikan betapa baiknya dia padamu?”

Semua postingan dan pesan provokatif di media sosial, sebenarnya tidak perlu dia kirimkan.

Dia melipat tangannya dan tertawa pelan, “Aku hanya merasa meski itu barang yang tak kuinginkan, aku juga nggak mau orang lain menggunakannya dengan nyaman.”

Tiba-tiba aku merasa begitu konyol.

Bukankah Brian juga sama sepertiku? Dia memberikan ketulusannya dengan sia-sia selama bertahun-tahun, hanya dianggap sebagai sebuah barang.

Saat aku berbalik untuk pergi, Cindy malah menghalangi jalanku.

“Sama seperti sekarang, aku juga nggak mau dia pergi dengan rasa bersalah padamu.”

Tiba-tiba Cindy menepuk tangannya dengan kuat hingga berbunyi nyaring, lalu berteriak.

Brian langsung bergegas keluar dan mendorongku dengan kasar.

“Sepertinya pacarmu agak kesal soal urusan pindah kerja,” kata Cindy sambil memegangi wajahnya yang sama sekali tidak terluka.

Kepalaku terbentuk dinding dan saat menyentuhnya, ternyata ada darah.

Namun, hanya ada kemarahan yang begitu mendalam di tatapan Brian.

“Plak!”

Belum sempat dia bertanya, aku langsung menamparnya, “Bukan aku yang menamparnya tadi, tapi sekarang iya.”

Darahku langsung meninggalkan jejak berantakan di wajah Brian.

Persis seperti hubungan kami yang sudah hancur lebur.

“Mutia, kamu benar-benar seperti wanita gila sekarang.”

Brian menoleh, wajahnya terlihat pucat.

“Bukannya mau putus? Aku sudah setuju. Jadi, siapapun yang kuajak pergi, kamu nggak ada hak untuk mempertanyakannya.”

“Aku nggak akan membujukmu lagi kali ini. Jangan sampai menangis dan memohonku untuk kembali.”

Brian melototiku, lalu memapah Cindy masuk ke ruang VIP dan membanting pintu dengan keras.

“Brak!” Suara pintu itu memisahkan kami ke dalam dua dunia yang berbeda.

Aku tidak menyangka akhir dari cerita kami akan begitu menyedihkan.

Aku berbalik perlahan dan berjalan ke arah yang berlawanan.

Luka di kepalaku terasa nyeri dan hatiku juga ikut terasa sakit.

Untungnya, luka yang paling menyakitkan dan memalukan pun pada akhirnya akan sembuh dan berlalu.

Malam itu, aku naik pesawat dan meninggalkan kota tempat aku tinggal selama tiga tahun, kembali ke jalan pulang yang sudah lama kurindukan.

Dengan gengsi Brian yang begitu tinggi, aku rasa dia tidak akan mencariku lagi.

Kami akan memudar sepenuhnya dari kehidupan satu sama lain.

Namun, seminggu kemudian, dia malah berinisiatif mengirimiku pesan.

[Kok keras kepala sekali kali ini? Lebih baik sembunyi dan menangis daripada menghubungiku? Kamu lagi apa?]

Aku baru melihat pesan itu di malam hari setelah sibuk seharian.

Aku hanya membalasnya dengan santai, [Baru selesai tunangan.]

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet yang minder dengan fisiknya tak menyangka akan bersua lagi dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Sempat terpisah akibat salah paham saat kuliah, kini takdir menempatkan mereka sebagai bos dan karyawan. Hubungan ini makin pelik karena Luna, sahabat Greet, rupanya merupakan calon tunangan Tristian. Terjebak dilema batin dan rasa yang belum padam, akankah Greet berani mengakui perasaannya, atau justru merelakan Tristian demi sang sahabat?
Sampul Novel Hawa Nafsu Kekasihku
8.0
Kehidupan Affry jungkir balik setelah malam tak terduga membuatnya mengandung anak dari pria asing. Lelaki itu ternyata Liu Chaing He, manajer di perusahaan milik orang tua Affry. Demi melindungi nama baik keluarga, mereka pun terpaksa menikah. Namun, kepedihan Affry makin berat karena Chaing He rupanya masih mencintai wanita lain. Akankah pernikahan tanpa rasa cinta ini sanggup bertahan di bawah bayang-bayang masa lalu sang suami?
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Ketika David memintanya menggugurkan kandungan, Laras memilih pergi demi melindungi sang calon bayi. Namun, pelariannya tak pernah tenang karena terus dibayangi masa lalu. Setelah bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh berbeda. Kini, di tengah sisa-sisa perasaan cinta yang masih terpendam, akankah mereka memilih bersatu demi buah hati mereka, atau justru tetap melangkah di jalan masing-masing?
Sampul Novel Istri Kedua, Luka Pertama
9.1
Rafindra Mahardika, sang pewaris ningrat tunggal, dipaksa ayahnya mencari keturunan baru usai putri pertamanya wafat. Demi membiayai pengobatan sang ibu, Nadira yang berumur 19 tahun rela menjadi istri kedua walau sangat mencintai kekasihnya, Farel. Di rumah Rafindra, Nadira harus menderita akibat kekejaman istri pertama tanpa pembelaan dari suaminya. Sanggupkah ia bertahan di tengah intrik kejam keluarga ini, ataukah hatinya akan hancur selamanya?
Sampul Novel Malapetaka Cinta Claire
9.6
Mimpi Claire memiliki pernikahan indah sirna saat terjebak dalam siksaan keluarga konglomerat. Setelah dihina dan diceraikan Randi karena dinilai mandul, ia justru menemukan rahasia kelam masa lalu keluarga mereka. Berbekal dendam mendalam, Claire nekat merombak total fisik serta identitasnya untuk membalas rasa sakit hati tersebut. Mampukah ia menuntaskan misi balas dendamnya terhadap mantan suaminya?
Sampul Novel Menantu yang ‘Longgar’ dan Ayah Mertua Perkasa
7.8
Setelah menjalani persalinan normal, seorang istri harus menghadapi kenyataan pahit ketika suaminya enggan berhubungan intim akibat kondisi fisiknya yang mengalami sindrom relaksasi. Di tengah penolakan dingin sang suami, rahasia ini justru diketahui oleh ayah mertuanya. Alih-alih menjauh, sang ayah mertua malah menyudutkannya di kamar mandi dan mengungkapkan sebuah rahasia anatomi tubuhnya yang tak terduga, mengklaim bahwa kondisi mereka berdua justru saling melengkapi dengan sempurna.