APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dia Mimpi Burukku

Dia Mimpi Burukku

Dihantui mimpi buruk tentang pengkhianatan suami dan kematian anaknya, Achlys mencoba menata hidup dengan bekerja di Kynleigh. Namun, ia syok saat menyadari bos barunya, Duke Julian yang dingin, sangat mirip dengan pria dalam mimpinya. Khawatir nasib buruk itu menjadi nyata, Achlys berniat mundur dan menjauh. Siapa sangka, upaya menghindar ini justru memantik rasa penasaran sang Duke yang terkenal tidak punya perasaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Bagaimana kamu akan mengatasi masalah ini Nona Achlys?" tanya Magnolia dingin.

"Bagaimana bisa saya dituduh mencemarkan nama baik tuan duke. Saya tidak melakukan apapun! Saya hanya...merasa kurang nyaman dengan pekerjaan ini setelah saya melihat langsung orang-orang yang bekerja disini terlihat seperti dipaksa untuk bekerja keras. Bagaimana mungkin saya mengatakan itu pada nyonya?! Alasan seperti itu tentu saja harus saya sembunyikan kan?!"

Semua orang saling pandang terkejut menyaksikan kata-kata Achlys.

Tidak pernah ada kasus seperti ini sebelumnya. Para pengawal mulai masuk ke dalam ruangan utama dan langsung mengeluarkan senjata mereka tetapi Magnolia langsung mengangkat tangan untuk menghentikan mereka.

Barulah Achlys merasa cemas saat dikelilingi orang-orang bersenjata.

"Senjata dilarang masuk ke ruangan utama! Yang melanggar aturan harus dihukum!"

Suara yang tidak pernah Achlys dengar sebelumnya bergema. Achlys menoleh ke belakang untuk melihat pemilik suara menawan itu. Lalu kedua matanya terbelalak.

Para pengawal langsung memasukkan senjata mereka ke tempatnya lagi dan menyapa Julian.

"Maafkan kami tuan duke!"

"Keluar!" titah Julian langsung. Tetapi kedua matanya tidak pernah lepas dari Achlys.

"Kenapa dia menatapku seperti itu?" batin Achlys.

Achlys merasa merinding. Dia memalingkan wajahnya dari Julian karena tidak nyaman dengan tatapannya.

"Aku sudah mendengar rinciannya dan aku juga sudah mendengar alasan yang baru saja ia katakan," ucap Julian menghampiri Achlys.

"Nona Achlys, kita sempat bertemu meskipun jarak jauh saat kamu berjalan di halaman. Mengapa kamu tidak menghampiriku daripada jauh-jauh kesini?"

Julian berdiri di samping Achlys sembari melipat kedua tangannya di dada. Dia memperhatikan Achlys yang terus memalingkan wajahnya.

"Sebelumnya saya minta maaf tuan duke. Saya tidak tahu kalau itu anda. Saya sudah mendengar dari petugas kalau tuan duke sering berkeliling ke desa-desa dan kota sekitar tetapi saya tidak pernah melihat anda jadi saya tidak tahu kalau itu anda," jawab Achlys.

"Tidak pernah ada yang membicarakanku sama sekali seperti kedua mataku berwarna merah seperti darah, rambutku berwarna coklat keemasan, dan kulitku lebih gelap daripada anggota keluargaku yang lain?" tanya Julian.

"Tidak," jawab Achlys.

Achlys hanya ingin pergi dari sini sekarang.

"Baik. Sekarang jelaskan dasar dari alasanmu itu nona Achlys!"

Achlys akhirnya menoleh pada Julian. "Apa maksudnya tuan duke? Alasan saya itu tidak memiliki dasar. Saya hanya merasa seperti itu."

Achlys menghindari tatapan Julian lagi.

"Tetapi kenyataannya aku tidak pernah menyuruh semua orang disini untuk bekerja keras. Daripada menyuruh mereka untuk bekerja lebih keras, aku lebih memilih memecat mereka! Semua orang disini mengerti apa yang harus mereka lakukan! Mereka melakukannya! Hanya seperti itu!"

"Intinya saya mengundurkan diri!" tegas Achlys.

"Kalau begitu nona Achlys harus membayar kompensasi sebesar lima juta!" ucap Julian.

"Apa?" Achlys kaget. Uang sebanyak itu, ia tidak memilikinya. Bahkan orang tuanya pun tidak memilikinya.

"Tuan duke, apakah anda gila? Ini sudah tidak benar," ucap Achlys.

Karena terlalu kesal dengan Duke Julian, Achlys akhirnya menghadap Duke Julian. Sebelumnya dia terus menghadap ke Magnolia dan mengabaikan Duke Julian yang berada di sampingnya. Orang-orang di ruangan itu sampai terheran-heran dengan sikap dan perilaku Achlys yang tidak ada ramahnya sama sekali.

"Magnolia, apakah kamu sudah mengirimkan surat pemberitahuan padanya dia diterima bekerja disini?" tanya Julian.

"Sudah tuan duke," jawab Magnolia.

"Aku juga sudah mendengar dari tuan Stark nona Achlys tinggal di hotel sebelah. Dengan dua hal itu, kamu sudah dikontrak bekerja disini nona Achlys! Kamu sudah tidak bisa keluar lagi!"

Tatapan Julian ketika dia mengatakan kamu sudah tidak bisa keluar lagi sedikit berbeda.

Bahkan gaya bicara Duke Julian sama persis dengan yang di mimpinya. Achlys semakin yakin jika mimpi tersebut adalah petunjuk supaya dia tidak bekerja disini.

"Itu seharusnya masuk dalam perjanjian saat saya melamar bekerja disini kan? Dan sebelumnya saya tidak mendengar apapun soal itu. Sepertinya tuan duke baru membuat keputusan itu sekarang. Apakah tuan duke sangat menginginkan saya sehingga menahan saya sampai sejauh itu?"

Pertanyaan terakhir Achlys membuat seisi ruangan terkejut termasuk Duke Julian.

"Nona Achlys, kamu sudah berlebihan!" kritik Magnolia.

"Tuan dukelah yang berlebihan!" ketus Achlys.

"Nona Achlys, sepertinya kamu memiliki dendam padaku," ucap Julian.

"Saya hanya ingin mengundurkan diri. Tolong...jangan dipersulit tuan duke! Saya mohon!" pinta Achlys.

"Silahkan siapkan lima juta besok! Maka aku menerima permintaan mengundurkan diri nona Achlys! Dan aku juga tidak akan mengatakan kepada perusahaan lain untuk menolakmu!"

"Lakukan saja! Aku tidak akan mengeluarkan uang sedikitpun besok!" ketus Achlys. "Selamat tinggal."

Achlys meninggalkan ruangan ini begitu saja setelah meninggalkan kalimat-kalimat tersebut dalam nada kasar pada Julian.

"Bahkan dia juga tidak memiliki perasaan untuk rakyat kecil sepertiku," batin Achlys. Achlys sudah tidak takut lagi jika para pengawal menghalanginya untuk keluar dari kantor ini.

Achlys buru-buru menuruni tangga. Sesampainya di dalam kamarnya di hotel, dia langsung membereskan barang-barangnya.

“Achlys. Apa yang terjadi?” tanya Canna menghampiri Achlys.

“Kita pulang sekarang! Aku sudah tidak tahan lagi disini!” tegas Achlys.

“Kenapa?" tanya Liam.

"Pria di dalam mimpiku ternyata Duke Julian. Aku merasa tidak nyaman setiap kali melihatnya," kata Achlys.

Di sisi lain, Julian membaca informasi mengenai Achlys. Achlys Bambalina. Dia tinggal di kota Snowtide. Banyak dari kalangan rakyat biasa yang sudah melamar bekerja disini tetapi tidak ada yang seperti gadis itu.

Achlys berusia 18 tahun. Dia bersekolah di sekolah paling bagus di negara ini dan bahkan menduduki peringkat ketiga sebagai murid terbaik. Barangkali inilah yang menyebabkan dia begitu berani.

Julian menarik sudut bibir kanannya. "Sangat menarik. Tatapanya itu seperti sedang meludahiku. Magnolia, kita tidak boleh kehilangannya."

"Maaf?" tanya Magnolia.

"Kirimkan surat ke orang tua Achlys bahwa aku mengundangnya makan malam di kediaman Kynleigh."

"Apa? Tetapi tuan duke, jika keluarga besar mendengarnya, maka mereka pasti akan-"

"Kau pikir siapa kepala keluarganya disini?"

Julian menatap dingin Magnolia. Magnolia segera menundukkan kepalanya dan menjawab dengan pelan.

"Baik tuan duke."

Dua bulan yang lalu Julian baru mendengar tentang Achlys dari Magnolia saat gadis itu melamar pekerjaan di tempat ini. Dia yakin gadis itu tidak pernah berpikir kalau dia bisa menghabisinya sekarang juga.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel KAHINA
8.1
Kematian tragis Kahina di tangan perempuan tua gila pada 1982 menyingkap tabir hitam keluarga Laksmi. Tragedi ini menyeret Laksmi melakukan perjalanan raga sukma ke tahun 1881, mengungkap dosa leluhurnya yang bersekutu dengan sekte pemuja setan dan konspirasi Logi Persahabatan. Sejak era VOC, kolonial, hingga pandemi 2021, jaringan kriminal keji tersebut rupanya terus beroperasi secara rahasia, mengiringi lembaran sejarah Indonesia yang penuh pertumpahan darah.
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.
Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia
7.8
Tewas akibat tembakan, Shua Xie terbangun dalam tubuh Putri Langit di dimensi lain. Terlempar ke masa lalu, gadis ini kini memikul tanggung jawab besar sebagai Ratu segala Ratu. Demi merebut kembali haknya yang telah dirampas, ia memulai misi balas dendam. Berbekal kecerdasan serta pengalaman masa lalu, Shua harus melawan musuh-musuh licik. Bukan sebagai pahlawan suci, ia memilih menyelamatkan dunia yang abai padanya dengan caranya sendiri yang dingin.
Sampul Novel SAMSARA
9.3
Sejak menginjak umur tujuh belas tahun, hidup Larasati Sinta tidak lagi sama karena berbagai kejadian ganjil terus menerornya. Situasi kian rumit dengan munculnya Erland Altair Januar. Walau hubungan mereka diawali kejadian buruk yang menciptakan jarak, senior idola sekolah itu justru pantang menyerah mendekati Laras demi menjadikannya pacar. Kini, Laras terjepit di antara teka-teki misterius yang membayangi dan obsesi Erland yang membingungkan.
Sampul Novel Suami Memalsukan Kematian Demi Cinta Pertama
9.4
Setelah dikhianati hingga tewas dalam kemiskinan oleh suaminya yang memalsukan kematian demi cinta pertama dan anak haram mereka, sang istri mendapat kesempatan kedua. Ia terbangun kembali di hari mereka mendaki gunung, saat sang suami belum melahap buah beracun. Menyadari semua pengorbanan dan kerja kerasnya di masa lalu hanya dimanfaatkan untuk membayar utang dan merawat ibu mertua yang kejam, ia kini bertekad mengubah takdirnya dan tidak akan jatuh ke dalam lubang penderitaan yang sama.
Sampul Novel Tahan Nafsumu Tuan Jenderal
7.9
Fang Ru Lan, perampok gunung berhati mulia dari Dinasti Tang, tewas dikhianati sahabatnya sendiri. Di saat terakhir, musuh bebuyutannya, Jenderal Song Kwan Xin yang jujur, justru mencoba menolongnya. Terungkap bahwa sang jenderal selalu sengaja mengalah saat mereka bertarung. Demi membalas budi dan menepati janjinya, Ru Lan bereinkarnasi ke abad 21 dalam raga seorang gadis muda. Di dunia modern yang asing ini, ia memulai pencarian panjang nan sulit untuk menemukan kembali sosok sang jenderal.