APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Di Ujung Lelah

Di Ujung Lelah

Pernikahan selama lima tahun ternyata menjadi mimpi buruk bagi Mirna. Alih-alih bahagia, ia justru harus menghadapi tekanan mental dari suaminya, Farid, yang tak pernah berubah. Setiap hari diwarnai pertengkaran hebat yang menguras emosi, memicu ketakutan, serta kesedihan mendalam. Berada di titik nadir dan merasa tidak sanggup lagi bertahan, Mirna akhirnya membulatkan tekad. Ia memilih menyudahi hubungan beracun ini demi membebaskan diri dari penderitaan panjang.
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2

Tiga tahun pernikahan ku dengan Mas Farid, lebih banyak yang pahit kurasa dari pada yang manis.

Bayangkan, baru beberapa bulan menikah dengannya, dia sudah menjual cincin kawin mahar pernikahan kami. Ya, meski hanya 6 gram saja, tapi bagiku itu sangat berharga.

Ia menjual cincin kawinku dengan alasan ingin bayar hutang, katanya saat melamar dan menikahiku dulu dia berhutang uang pada temannya yang rentenir. Aku baru tahu itu setelah menikah dengannya, ah betapa bodohnya aku. Kenapa sekarang baru aku tahu?

Awalnya aku tak setuju ia menjual cincin kawinku. Karena itu adalah benda sakral lambang pernikahan kami, lambang harga diri seorang wanita yang sudah di peristri.

Tapi, ia berkata "kalau Mas gak bayar hutang itu, maka Mas akan di penjara dek. "

Kata katanya bagaikan godam menghantam ulu hatiku.

"Apa Mas? Mas akan di penjara? Kenapa Mas berhutang sama orang seperti itu? "

"Mas gak ada pilihan lain,Dek, itu lah jalan satu satunya agar kita bisa menikah. " Ucapnya memberi penjelasan yang tak diterima oleh akalku.

"Mas... Bukankah Abang Abangmu ekonominya berkecukupan, kenapa mas gak minjam uang sama abang Mas saja? "

Memang benar, abang abang nya sudah mapan semua, kecuali abang nya yang paling bungsu.

"Dek, hubungan mas dengan abang abang lagi kurang baik. Mana mungkin mereka mau minjamin uang. "

"Apa mas udah pernah coba meminjam ? " Tanya ku menelisik sudut matanya.

Ada keraguan dalam dirinya.

"Belum" Jawabnya pelan, wajahnya merunduk.

"Belum kan? kenapa gak Mas coba pinjam sama Abang Mas, pasti gak kayak gini jadinya ? "

Aku kesal padanya, kenapa harus cincin Mas kawinku yang harus jadi korban.

"Sudah lah dek, jangan berdebat. Kalau mau kasih ya kasih, Mas lagi pusing nyari uang buat bayar hutang. "

"Mas. Aku gak sedang ajak berdebat, tapi mas gak berhak menjual cincin kawin ini. Ini adalah milikku sepenuhnya. Ini adalah harta ku satu satunya Mas" Ucapku sambil menahan air mata.

Jujur, aku tak ikhlas jika ia menjual cincin kawin ku. Apalagi yang cuma secuil ini, sungguh aku tak rela.

"Dek. Kamu mau mas dipenjara? " Ucapnya tak kalah sengit.

"Itu salah mu sendiri mas, kenapa kamu hutang sama rentenir. "

"Aku lakuin itu buat kamu Mirna, biar kamu bisa jadi istri ku. Kamu ngerti gak? " Nada bicara nya sudah mulai tinggi.

"Aku gak maksa kamu mas supaya secepat nya menikahiku, aku bahkan rela nunggu kamu bertahun tahun agar kamu siap secara ekonomi. "

"Udah lah jangan banyak alasan, aku tanya sekali lagi sama kamu, kamu mau aku di penjara atau enggak? " Tanya nya membuatku bingung harus bagaimana.

Aku berpikir, kenapa harus seperti ini pernikahan ku dengan mas farid. Padahal dua bulan yang lalu dia tak pernah bilang kalau ia tak punya uang untuk membeli mas kawin pernikahan kami.

"JAWAB" bentak nya membuatku terkejut.

"Engg... gak... " Jawab ku terbatas bata.

"Kalau enggak, sini cincin nya biar aku jual. "

"Tapi, mas.... "

"Gak usah takut, nanti aku ganti. "

"Janji kamu mas? "

"Iya janji, kalau ada uang"

Dengan terpaksa aku merelakan cincin kawin ku pada mas Farid.

"Janji ya mas, kamu ganti cincin nya. "

"Iya, bawel. "

Setelah mendapat apa yang dia inginkan, segera ia pergi begitu saja.

Aku hanya bisa duduk lemas di kursi, pernikahan ku dengan nya baru dua bulan. Tapi, apa yang harus ku jawab saat ibu dan keluargaku bertanya kemana cincin kawin ku?

Aku menangis meratapi nasib burukku, aku kira setelah menikah dengan mas Farid aku akan bahagia. Ternyata aku salah.

Baru dua bulan saja, sudah begini yang dia lakukan, bagaimana kedepan nya nanti, apa yang akan terjadi padaku?

Rasa sesal timbul dari dalam hati, kenapa aku harus menikah dengan dia?

Kenapa aku tak mendengar perkataan ibuku dulu? Jangan menikah dengan nya, ibu tidak yakin kamu sama dia, apalagi sama keluarganya.

Iya, disaat seperti ini semua memori tentang nasihat ibu tiba tiba hadir kembali.

Ibu ku pernah berkata "nak... Entah kenapa ibu merasakan gak yakin sama si Farid, apalagi keluarga si Farid kayak gak suka sama kita"

"Kok ibuk bilang gitu sih? "

"Nak.. Apa kamu gak bisa lihat? Di hari lamaran mu, keluarga si Farid gak bawa cincin lamaran, gak bawa hantaran, gak bawa petua kampung, apa itu nama nya nak? Itu sama saja mem permalukan keluarga kita.

Sehari sebelum hari lamaran kamu, si Farid datang sendiri kerumah kita, dia bilang akan bawa tetua kampung, orang tua nya, dan akan membawa tanda( Emas). Tapi buktinya, di hari kamu di kamar, dia cuma bawa ibunya, abang, dan abang iparnya.

Dan sakaleng roti kaleng yang dibungkus plastik hitam.

Apa itu namanya lamaran? Coba kamu pikir nak? Seumur hidup ibu gak pernah lihat lamaran kayak gitu."

Benar juga kata ibu,mas Farid dan keluarga nya tega ingkar janji dan membuat keluarga kami malu.

Tapi, entah kenapa bodoh nya aku masih saja mau menerima dia dan menikah dengannya. Padahal ibu dan keluargaku sudah dibuat malu oleh dia dan keluarga nya.

Aku menyesal. Menyesali keputusan ku yang salah.

Oh, mengapa sekarang aku baru sadar, kenapa tidak dari dulu?

Sekarang aku sudah menjadi istrinya, apa mungkin aku akan menjanda di usia dua bulan pernikahanku?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Demi kesembuhan sang ayah, Navila rela mengorbankan kesuciannya kepada seorang prajurit Erdan. Transaksi satu malam itu rupanya berbuntut panjang saat sang Jenderal justru terpikat dan menginginkannya lebih jauh. Sayang, romansa mereka terbentur konflik berdarah antara dua kerajaan yang berseteru. Di tengah sempitnya waktu dan kecamuk perang besar yang melanda kedua kubu, mampukah ketulusan cinta mereka bertahan dan tersampaikan?
Sampul Novel Diselingkuhi Saat Mengandung
8.7
Pernikahan Salma dan Rayden berada di ambang kehancuran. Walau sudah dikaruniai seorang putri dan kini Salma sedang mengandung enam bulan, kesetiaan suaminya goyah. Rayden berubah menjadi dingin sejak Clarissa, staf baru di kantornya, mulai mendekat. Di tengah perjuangan fisik masa kehamilan yang berat, Salma harus menelan pil pahit. Kepercayaan yang ia rawat sekian lama runtuh seketika saat perselingkuhan suaminya dengan Clarissa akhirnya terbongkar.
Sampul Novel Kisah Cinta Naomi
9.0
Naomi Clara mengalami kemalangan besar setelah Adrian, sang suami, menjual dirinya demi bisnis hingga ia terperangkap dalam jaringan perdagangan manusia di Hongkong. Di sana, takdir mempertemukannya dengan Zhou Tian, seorang pemimpin mafia berdarah dingin. Hidup Naomi semakin rumit ketika seorang playboy ternama juga mulai menaruh hati padanya. Kini, ia terjebak dalam cinta segitiga berbahaya yang mengancam perasaan serta masa depannya.
Sampul Novel Mertuaku perusak hidupku
8.6
Impian pernikahan indah tokoh utama hancur saat ia dihadapkan pada dilema besar. Sosok ibu mertua yang masih muda memicu ketertarikan tak terduga yang sulit ia tepis. Terbawa oleh pesona dan rayuan konstan, sang menantu pun terperosok ke dalam godaan terlarang. Di tengah pusaran pengkhianatan yang menguji kesetiaan ini, sanggupkah ia menyelamatkan rumah tangganya yang kini di ambang kehancuran?
Sampul Novel Meski Lupa Ingatan, Hati Tak Bisa Bohong
7.9
Demi mendampingi Yuki, cinta masa kecilnya yang divonis sisa hidup satu bulan, seorang ilmuwan otak bernama Oscar tega mencekoki tunangannya dengan obat penghapus ingatan eksperimental. Selama sebulan masa amnesia itu, Oscar menikahi Yuki dan merajut kenangan indah bersamanya. Namun, saat waktu kesepakatan usai dan Yuki telah tiada, efek obat tersebut ternyata menjadi permanen. Sang tunangan melupakan Oscar untuk selamanya, meninggalkan sang ilmuwan dalam penyesalan yang mendalam.
Sampul Novel persahabatan
8.6
Dalam sastra modern, kumpulan cerita pendek ini hadir sebagai prosa fiktif yang sarat makna. Setiap kisahnya dirancang secara ringkas namun mendalam, menyajikan narasi padat yang memikat. Melalui pendekatan kreatif yang efisien, pembaca diajak menjelajahi dunia imajinasi yang berfokus pada dinamika hubungan manusia. Karya ini berhasil menyampaikan pesan emosional yang kuat dan menyentuh, menjadikannya sebuah refleksi kehidupan yang indah dalam format tulisan yang singkat.