APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Di Balik Topeng Bodyguard

Di Balik Topeng Bodyguard

Alice mengandung anak dari bodyguard-nya, Leo, yang dipandang rendah sang ayah. Walau ditentang, pernikahan tetap terjadi hingga Alice menyadari kekejaman asli suaminya. Saat menderita, Alice juga mencurigai Deborah, ibu tirinya, sebagai pembunuh ibu kandungnya. Bersama bodyguard lain bernama Deny, Alice berusaha menguak misteri kelam ini. Namun, misi tersebut justru perlahan mengungkap identitas asli Deny serta rahasia cinta masa lalu mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dasar wanita tua! Kamu sengaja ingin ngajak aku perang?" teriak Alice sembari memukul selimut tebalnya.

Semua orang saling bertatapan sambil mendengarkan teriakan Alice. Deborah mengepalkan kedua tangan memejamkan netra.

"Deborah! Wanita tua! Pembunuh ibuku! Kamu kira bisa menguasai harta ayahku? Jangan berkhayal kau, Deborah!" maki Alice dengan keras.

Deborah mengibaskan tangannya. Semua orang meninggalkan tempat, kecuali Leo. Deborah melanjutkan langkah kakinya turun ke lantai bawah. Saat melewati Leo, "Kamu kalau sudah tidak sanggup menghadapi anak manja itu, bilang aja sama aku!" katanya seraya melanjutkan jalan tanpa menoleh ke Leo.

Leo membalikkan badan tanpa menjawab ucapan Deborah. Ia masih melihat punggung Deborah hingga hilang dari pandangannya. Ia menghela napas lalu naik ke lantai atas.

Saat Leo membuka pintu, ia melihat Alice menutup wajahnya sambil sesenggukan. Deny menoleh ke belakang lalu kembali melihat Alice. Leo mendekati Deny dengan raut wajah bingung.

"Wanita tua busuk!" teriak Alice sembari melempar alat tes kehamilan hingga membentur dinding.

Ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sambil menangis histeris. Napas Leo dan Deny ikut memburu cepat melihat emosi Alice yang meledak.

"Nona, tenang! Jangan seperti itu!" seru Leo berusaha mendekat.

"Kalian keluar dari kamarku! Sekarang!" teriak Alice di dalam selimut.

"Nona, tapi... "

"Keluar!!!" teriak Alice melempar gelas ke lantai hingga pecah.

"Leo, aku akan segera kembali! Kamu tetap di luar pintu menjaga Nona Alice!" pesan Deny.

"Dasar anak manja!" umpat Leo kesal.

Tak lama kemudian, Deny naik ke atas dengan satu asisten rumah tangga. " Tolong, bersihkan lantai kamar! Jangan sampai ada pecahan gelas yang tertinggal di lantai ya, Bi," suruh Deny dengan lembut.

Deny menoleh ke Alice sebentar lalu keluar kamar. Leo masih duduk di depan pintu kamar Alice. Deny ikut duduk di sebelahnya.

"Apa yang terjadi, Den?" tanya Leo penasaran.

"Nyonya Deborah, memberikan Nona Alice alat untuk tes kehamilan?" jawab Deny.

"Ha? Nona Alice, H-hamil?" teriak Leo.

Deny segera membekap mulut temannya. Bola mata Leo tidak teratur ke kanan dan kiri. Ia sangat terkejut sekali dengan ucapan Deny.

"Diam kalian!!!" teriak Alice melempar boneka ke pintu. Bibi takut dengan sikap Alice lalu bergegas keluar kamar. Deny mengejar Bibi petugas kebersihan rumah. "Bi, sudah bersih? Kok cepat sekali?" tanya Deny memastikan.

"S-sudah, " sahutnya kembali berlari ke lantai bawah.

Deny menggelengkan kepala lalu kembali memastikan ke dalam kamar. Sebelum masuk kamar, tangannya ditarik Leo.

"Lihat kelakuan Tuan putri itu! Sudah banyak yang resign gara-gara sikapnya!" ucap Leo geram.

Deny melepaskan tangan Leo, lalu masuk ke dalam kamar. Ia mengecek kembali dengan teliti. Dan benar, masih ada beberapa pecahan gelas di atas lantai.

"Teledor sekali! Kalau Nona Alice sampai menginjak pecahan kecil ini bisa dipecat dia!" gerutu Deny.

"Nona, saya izin sebentar menelepon Tuan Alfred!" ucap Leo panik.

"Ada yang resign lagi?" tanya Alice dengan muka datar.

"Iya, Bibi petugas kebersihan yang baru satu minggu kerja minta izin untuk resign," terang Leo dengan wajah kesal.

"Bilang sama Bibi tadi. Tolong ya, kalau gak siap mental jangan kerja di sini! Masuk ke keluarga Alfred Raymond seperti di kawasan perang mliliter!" seru Alice santai.

Leo menggelengkan kepala lalu keluar kamar. Deny ikut menggelengkan kepala mencoba sabar menghadapi sikap Alice.

"Den, kamu kok tahu fungsi alat ini? Kamu pernah menikah?" heran Alice.

"Enggak, Non. Saya dulu punya kakak kandung perempuan pernah menggunakan alat itu," jelas Deny sembari menunduk.

"Kamu punya Kakak? Sekarang di mana?" tanya Alice lagi.

Deny mendongak ke atas sambil memejamkan netra. Alice melihat Deny dengan rasa penasaran. Deny menatap Alice dengan senyum penuh kesedihan.

"Kakak saya satu-satunya sudah meninggal waktu melahirkan Celine." Deny masih menatap Alice dengan senyuman.

"Sekarang Celine tinggal sama papanya?" Alice semakin penasaran. Karena selama bertahun-tahun ia tak pernah tanya asal usul keluarga bodyguardnya. Karena ia sendiri bukan tipe orang yang suka ingin tahu dengan kehidupan orang lain.

"Celine, menyusul mamanya beberapa hari setelah meninggal." Raut wajah Deny berubah menjadi sedih.

"Terus suami kakakmu di mana?"

"Laki-laki brengsek itu tidak mau tanggung jawab atas kehamilan kakak saya! kakak saya selama hamil mengalami stres dan beberapa kali mencoba membunuh benih di perutnya," terang Deny sambil memejamkan netra.

Alice merasa tertampar sesaat. Ia sendiri juga tidak tahu dalam perutnya ada benih atau tidak. Jika tidak hamil, ia akan membalas kelakuan Deborah yang sudah terang-terangan menginjak harga dirinya.

"Non, tidak ada salahnya jika mencoba alat itu. Dulu Kakak saya tes kehamilan saat usia janin sudah empat bulan lebih. Sehingga mengalami banyak masalah selama hamil karena bisa dianggap telat mengetahui kehamilan. Dan juga pengaruh stres," terang Deny.

"Dia juga tidak menjaga kandungan dengan baik karena tidak tahu kalau hamil," lanjut Deny.

Alice diam beberapa menit memikirkan semua ucapan Deny. Tanpa menunggu lama, ia menyuruh Deny keluar dari kamarnya. Leo sedari tadi mendengarkan dari balik pintu. Ia mengelus punggung Deny saat kawannya keluar dari kamar Alice.

"Sepertinya Nona Alice marah sama aku," kata Deny seraya menengok ke belakang.

"Kamu sudah berusaha, Den," hibur Leo.

Alice memungut kembali alat tes itu di atas lantai. Tangan bergetar saat akan memegang benda kecil putih itu. Ia terduduk lemas bersandar di dinding kamar. Memegang perut buncitnya dengan tetesan air mata.

"Aku takut sekali," lirihnya putus asa.

"Kalau aku beneran hamil, gimana?" Alice berbicara sendiri.

"Terus kalau hamil, Papi pasti bakal marah banget sama aku," lanjutnya sedih.

Sekilas ia mengingat kembali kisah sedih yang menimpa kakak kandung Deny. Ia geleng-geleng kepala tidak ingin nasibnya berakhir miris seperti itu. Alice memberanikan diri untuk mencoba alat itu. Langkah kakinya mulai mengayun masuk ke dalam kamar mandi. Tapi, terhenti saat tidak tahu cara memakainya.

"Deny! Den, masuk sini!" teriak Alice.

"Ada apa, Nona? Ada yang biaa saya bantu?" tanya Deny. Leo mengintip dari celah pintu.

"Cara makai alat ini, gimana?" tanya Alice bingung.

Deny menjelaskan pemakaian alat itu dengan perlahan hingga Alice mengerti. Tampak Alice mengangguk saat Deny menjelaskan dengan serius.

"Den, aku jadi ingat sesuatu. A-aku udah tiga bulan tidak datang bulan," lirih Alice mulai lemas di lantai.

"Aku takut banget, Den!" seru Alice dengan bibir bergetar.

Deny ikut sedih melihat Alice terkulai lemah tak berdaya duduk di lantai. Ia mengusap rambutnya sekali lalu kembali berdiri. Alice masih terhanyut dalam ketakutannya. Deny membantunya berdiri lalu memapahnya masuk ke dalam kamar mandi. Leo dari balik pintu mengepalkan tangan melihat Deny terlihat dekat sekali dengan Alice.

"Deny, sepertinya menaruh hati ke Nona Alice! Aku gak akan membiarkan hal ini terjadi," batinnya masih mengawasi gelagat Deny.

"Kalau aku hamil, bagaimana ini?" Alice menatap Deny dengan sendu. Deny tak bisa menghindari tatapan sedih Alice.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ADELINE SHABIRA : Jeritan Hati Seorang Istri
9.7
Kehancuran rumah tangga Adeline Shabira tak terhindarkan ketika sang suami lebih memercayai fitnah kejam dibanding kejujurannya. Terluka oleh pengabaian dan pengkhianatan, Adeline akhirnya memilih pergi demi membebaskan suaminya. Saat kebenaran perlahan mulai terkuak, penyesalan mendalam pun datang terlambat. Di tengah badai emosi yang berkecamuk, mampukah hati Adeline yang telah hancur dan mengeras memaafkan kembali setelah semua kepercayaan sirna?
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Punah
8.8
Saat gempa bumi melanda ketika sedang makan bersama adik angkat suaminya, seorang istri yang hamil lima bulan menaruh harapan pada suaminya yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran. Namun, di tengah situasi kritis, sang suami memilih menyelamatkan adik angkatnya yang sakit-sakitan dan membiarkan istrinya tertimbun batu besar hingga kakinya patah. Meski sang istri memohon pertolongan, ia ditinggalkan hingga tewas. Penyesalan pun membuat sang suami kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Dinikahi Sang Penguasa : Suami Kontrakku Memberi Segalanya
9.0
Dikhianati oleh tunangannya membuat Lily melampiaskan sakit hati dengan mabuk. Saat terbangun, ia mendapati dirinya bersama pria asing bernama Arsen. Tersinggung karena dianggap wanita sewaan, Lily langsung menamparnya. Dua hari kemudian, mereka bertemu lagi di sebuah pesta, dan terungkap bahwa Arsen dekat dengan sang mantan tunangan. Secara tak terduga, Arsen justru menawarkan pernikahan kontrak padanya, menantang Lily dengan alasan dialah pria pertama yang telah menidurinya.
Sampul Novel Menantu Tak Diharapkan
7.9
Cakra menjalani masa kecil yang berat bersama paman dan bibinya. Kehidupannya semakin rumit ketika sang paman terlilit utang besar kepada sebuah keluarga terpandang. Demi melunasi kewajiban tersebut, Cakra terpaksa menjadi menantu di keluarga kaya itu melalui pernikahan kontrak. Alih-alih hidup tenang, perbedaan status sosial yang jurang justru membuat Cakra harus menerima kebencian, sikap dingin, serta penolakan ekstrem dari mertua barunya.
Sampul Novel Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu
9.4
Sebagai anak angkat di keluarga Haris, hidup Alya hancur setelah dikhianati Revan hingga berbadan dua. Demi nama baik keluarga, ia diusir dan dipaksa menggugurkan bayinya. Alya menolak, lalu memilih pergi demi membesarkan putranya, Rayan, seorang diri. Saat telah sukses, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Revan yang kini datang memohon ampun. Meski pria itu mencoba menebus kesalahannya, kepedihan Alya terlanjur mendalam. Akankah ada kesempatan kedua?
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar
8.4
Maora menghadapi situasi pelik setelah Haidar Alvaro, pria masa lalunya, sah menjadi suami kakaknya, Laura. Keadaan kian menyiksa saat Haidar memaksanya tinggal bersama. Kini, Maora terjebak di antara tuntutan untuk setia pada sang kakak dan godaan hasrat terlarang yang kembali membara. Haruskah ia mengorbankan keluarganya demi perasaan lama, atau sanggupkah ia bertahan menahan penderitaan batin ini?