APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Devil Beside You

Devil Beside You

Sergio Blanco, pembunuh bayaran berdarah dingin, kehilangan arah saat ditugaskan menghabisi nyawa putri seorang miliarder. Hazel Afford, sang target dengan mata indah, berhasil meluluhkan hatinya. Namun, begitu Hazel menyadari jati diri Sergio yang sebenarnya, rasa cinta itu berubah menjadi muak. Hazel bertekad melarikan diri, tetapi ia malah terjerat dalam lingkaran gairah yang penuh risiko. Akankah Sergio menyelesaikan misinya atau memilih tunduk pada cinta?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aroma kopi susu hangat membuat ketenangan sendiri. Pikiran yang sedang tidak baik-baik saja, sepertinya memang membutuhkan kafein. Hazel duduk di balkon apartemennya—melihat pemandangan kota Bern. Musim salju di Swiss sangat indah, tapi sayang pikiran Hazel yang kacau—membuat seolah salju yang turun bagaikan kapas yang jatuh. Tidak ada indahnya sama sekali.

Hazel seperti tengah bermimpi buruk. Tujuannya ke Swiss untuk berlibur, tapi malah dia kembali bertemu dengan pria yang tak ingin dia temui. Dia berharap mimpi buruknya segera berakhir. Dia tidak mau terbelenggu di dalam bayang-bayang penderitaan yang telah menjeratnya.

“Semoga pria itu sudah pergi jauh dari kota ini,” gumam Hazel pelan sambil menyeruput kopi susu. Minum kopi susu di siang hari, membuatnya berharap rasa pening di kepalanya bisa menghilang.

Suara dering ponsel terdengar. Hazel mengambil ponselnya yang ada di atas meja, dan menatap ke layar tertera nomor telepon dari Jenia—teman lamanya menghubunginya.

Hazel mendengkus pelan. “Maaf, Jenia. Kepalaku sedang pusing. Aku tidak bisa menjawab telepon.”

Hazel memutuskan untuk tidak menjawab telepon dari Jenia. Kepalanya seolah pecah. Mood naik turun, membuatnya tak ingin bicara dengan siapa pun. Namun, sayangnya di kala dering ponsel berhenti—malah ponselnya kembali berdering.

“Ck! Jenia ini menelepon berkali-kali seperti aku memiliki utang saja,” gerutu Hazel sebal. Dengan sangat terpaksa, dia memilih menjawab panggilan telepon itu. Jenia terus menghubunginya berkali-kali, membuat mau tak mau Hazel menjawab panggilan itu.

“Ada apa, Jenia?” seru Hazel kala panggilan terhubung.

“Hazel? Aku dengar kau ada di Bern. Apa itu benar?” ujar Jenia dari seberang sana.

Hazel menghela napas dalam. “Iya, benar. Aku sedang berada di Bern. Ada apa?”

“Great! Malam ini, aku mengadakan pesta ulang tahunku. Tolong kau datang, ya!”

“Maaf, Jenia. Hari ini aku sibuk. Aku akan meminta asistenku mengirimkan hadiah untukmu.”

“Come on, Hazel. Kita sudah lama tidak bertemu.”

“Jenia—”

“Hazel, please. Datanglah ke acara ulang tahunku. Kebetulan aku merayakan ulang tahun di Swiss, dan kau juga ada di Swiss. Jadi apa salahnya kau datang sebentar ke acara ulang tahunku?”

Hazel memijat keningnya merasakan pusing. Dia menyesal menjawab telepon dari Jenia. Jika tahu seperti ini, lebih baik dirinya tak usah menjawab telepon dari temannya itu. Benar-benar menyusahkan!

“Fine, aku akan datang ke pesta ulang tahunmu. Tapi, maaf, aku tidak bisa lama.”

“Thank you, Hazel! Aku menunggu.”

Hazel menutup panggilan telepon itu, dan mengirimkan pesan pada asistennya untuk menyiapkan hadiah tas dari salah satu brand ternama dunia sebagai hadiah untuk Jenia. Malam ini dia akan datang ke pesta ulang tahun Jenia, hanya sebentar saja. Dia tidak akan lama-lama menghadiri pesta ulang tahun temannya itu.

***

Klub malam ternama di kota Bern, menjadi tempat di mana teman Hazel merayakan ulang tahun. Tampak Hazel sedikit kurang nyaman dengan aroma tembakau dan alkohol. Tapi apa boleh buat? Pesta ulang tahun Jenia diadakan di klub malam.

Hazel bukan wanita kuno yang tak menyentuh klub malam. Tentu dia pernah mendatangi klub malam. Akan tetapi, jika mood tidak bagus, dia kurang menyukai klub malam yang selalu berisik dengan musik-musik. Satu lagi, klub malam selalu menjadi tempat banyak orang bercumbu secara bebas padahal bukan pasangan.

“Hazel Afford! Oh, My God! You’re so gorgeous!” seru Jenia kagum akan penampilan Hazel yang cantik dan seksi. Balutan dress berwarna navy dengan model tali spaghetti, dan belahan paha tinggi membuat Hazel Afford layaknya seorang dewi.

Sejak memasuki klub malam, banyak mata yang tak berkedip melihat paras cantik dari Hazel Afford. Namun, sayangnya Hazel tak peduli dengan tatapan mata pria yang tak lepas menatapnya. Malah dia sangat jengah melihat pria-pria yang menatapnya dengan tatapan lapar.

“Selamat ulang tahun, Jenia. Doa terbaik untukmu.” Hazel memberikan pelukan pada Jenia, lalu memberikan paper bag yang ada di taangannya. “Ini hadiah dariku. Semoga kau suka.”

Jenia tersenyum menerima hadiah dari Hazel. “Astaga. Aku benar-benar merepotkanmu. Padahal kau cukup datang saja, sudah membuatku sangat senang. Thank you, Hazel.”

“Sama-sama.” Hazel membalas senyuman Jenia.

“Ayo, aku kenalkan dengan teman-temanku yang lain.”

Hazel mengangguk singkat. Lalu Jenia memperkenalkannya pada para tamu undangan yang datang. Banyak teman pria Jenia yang mencoba mendekati Hazel, tapi sayangnya Hazel tak berminat sama sekali.

Hazel hanya berbasa-basi sebentar, dan menjauh dari kerumunan para tamu undangan. Seorang pelayan mengantarkan wine pada Hazel. Wanita itu menerima wine meski hanya memegang tak meminum.

Tatapan Hazel tak sengaja menatap seorang pria duduk di seberang sana, tengah memangku seorang wanita. Pria dan wanita itu berciuman dengan penuh nafsu. Pun dia melihat jelas pria itu menjamah tubuh wanita itu.

“Ck! Menjijikkan. Apa tidak ada tempat lain untuk mereka bercumbu?” gerutu Hazel mencibir.

Tunggu! Seketika di kala ciuman terlepas, mata Hazel menatap pria yang tengah mencumbu seorang wanita berambut pirang adalah Sergio. Mata Hazel mengerjap beberapa kali untuk memastikan bahwa apa yang dia lihat ini benar.

Hazel tidak salah! Yang dia lihat adalah benar-benar Sergio. Pria berengsek yang selalu dia ingin hindari sekarang berada di hadapannya. Umpatan dan makian lolos dalam hati Hazel. Kepingan memori ingatannya mengingat di mana Sergio mencumbunya.

“Bajingan sialan!” umpat Hazel pelan dengan sorot mata penuh kebencian.

Hazel meletakan wine di tangannya ke atas meja, namun…

Prangg

Gelas yang berisikan wine terjatuh ke lantai, membuat pecahannya berserakan di lantai, serta wine tumpah. Jenia yang mengobrol dengan seseorang langsung menghampiri Hazel.

“Hazel? Are you okay?” Jenia khawatir.

Hazel tersenyum samar berusaha menutupi rasa kesalnya. “Maaf, aku membuat kekacauan. Aku sedikit pusing.”

“It’s okay, Hazel. Pelayan akan membersihkan pecahan beling ini.” Jenia mengusap-usap lengan Hazel.

“Thanks, aku ingin ke toilet dulu.” Hazel segera berpamitan.

Jenia mengangguk merespon ucapan Hazel. Detik selanjutnya, Hazel segera berjalan menuju ke toilet—dengan langkah kaki yang terburu-buru. Tepat di kala Hazel sudah pergi—tatapan Sergio teralih pada Hazel.

Sergio menyunggingkan senyuman misterius, melihat Hazel berada di tempat yang sama dengannya. Pria tampan itu langsung menyingkirkan wanita berambut pirang yang ada di pangkuannya—dan segera menyusul Hazel. Tampak jelas wanita berambut pirang itu kesal di kala Sergio meninggalkannya begitu saja. Tapi Sergio tidaklah peduli. Yang dipedulikan pria tampan itu adalah Hazel yang nampak menunjukkan kemarahannya.

“Pria sialan! Pria bajingan! Berengsek! Kenapa dia tidak mati saja?!” Hazel menatap cermin di toilet seraya meloloskan umpatan kasar.

“Cemburu, hm?” Sergio masuk ke dalam toilet, menyandarkan punggungnya ke pintu. Pria tampan itu sudah mengunci rapat pintu, agar tidak ada yang masuk.

“Oh, God!” Mata Hazel terbelalak terkejut melihat kehadiran Sergio. Dia mengingat jelas Sergio tengah mencumbu seorang wanita berambut pirang. Tapi kenapa malah pria itu ada di tempat yang sama dengannya?

Sergio melangkah mendekat, namun buru-buru Hazel melangkah mundur menjauh dari pria itu.

“Stop! Jangan dekat-dekat denganku!” seru Hazel penuh emosi.

Sergio tak mengindahkan ucapan Hazel. “Malam ini kau sangat cantik.”

Napas Hazel memburu. “Pergi kau dari hadapanku, Jerk! Untuk apa kau di sini!”

Sergio terkekeh rendah melihat kemarahan di wajah Hazel. “Wanita yang tadi kau lihat, tidak memiliki hubungan apa pun denganku. Relaks, Butterfly. Kau tetap menjadi favorite-ku. Jadi, kau tidak usah cemburu.”

Mata Hazel mendelik tajam. “Berengsek! Untuk apa aku cemburu! Kau pria sampah yang tidak layak sama sekali hidup di dunia ini!”

“Ah, you’re so rude, Butterfly.” Sergio mendekat, menghimpit tubuh Hazel yang sudah terbentur ke dinding.

Hazel gelagapan di kala Sergio menghimpit tubuhnya. Wanita cantik itu memukuli dada bidang Sergio. “Bajingan sialan! Pergi kau!”

Sergio membiarkan Hazel memukulinya. Meski Hazel bisa bela diri, tapi tenaga Hazel tidaklah sebanding dengannya. Detik itu juga, Sergio menangkup kedua tangan wanita itu—dan meletakan ke atas kepalanya.

“Kau sangat seksi jika cemburu.” Sergio berbisik di depan bibir Hazel.

Hazel mengumpat kasar di kala Sergio membuat tangannya tak bisa bergerak. Berkali-kali dia berontak, tapi tetap tidak bisa. “Pergi dari hadapanku, Sialan!”

Sergio terkekeh rendah sambil mengecup bibir Hazel yang mengumpat. “Kau tahu? Kau membuatku semakin ingin memasukimu. Aku ingin mendengar suara desahanmu memohon padaku,” bisiknya vulgar—dan langsung membuat Hazel mendelik tajam menahan malu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 10 Miliar Menjadi Pelakor
8.3
Demi membiayai operasi ginjal sang ayah, Calla terpaksa mendatangi sebuah klub malam. Di sana, ia bertemu Lucian Donovan yang menawarkan uang 10 miliar rupiah. Syaratnya, Calla harus merusak pernikahan Caspian Hawthorne. Calla terkejut saat tahu Caspian adalah pria culun yang dulu ia abaikan sewaktu SMP. Kini, Caspian telah menjelma menjadi miliarder dingin yang berkuasa. Terdesak kemiskinan, Calla pun bimbang memilih antara harga diri atau menjadi pelakor demi bertahan hidup.
Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Akibat pengkhianatan orang terdekat, Nadia terpaksa melewati satu malam bersama lelaki asing. Penyesalan melanda dirinya, tetapi paras rupawan pria itu justru membuatnya salah tingkah hingga nekat meninggalkan sejumlah uang sebelum kabur. Kresna, pria misterius tersebut, merasa sangat direndahkan karena diperlakukan bak lelaki bayaran. Diselimuti amarah, ia langsung menyuruh asistennya melacak identitas Nadia lewat CCTV hotel untuk menuntut balas.
Sampul Novel Cinta Sang Lady Killer
9.8
Daniel Millard, CEO berkuasa dari Millard Corporation, dikenal sebagai penakluk wanita ulung. Namun, takdirnya berubah drastis setelah ia bertemu dengan Anya. Sosok Anya membangkitkan sisi lain diri Daniel yang selama ini tersembunyi, terutama saat ia menyadari bahwa perempuan itu terikat dengan masa lalunya yang kelam. Daniel pun bertekad untuk terus menggenggam Anya, sosok istimewa yang sangat berbeda dari wanita mana pun di hidupnya.
Sampul Novel I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku
8.9
Alan, seorang wanita kutu buku, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Gavin Wildberg, sang CEO angkuh yang berselingkuh dengan adik angkat Alan bernama Aluna. Penderitaan Alan kian berat ketika sang ibu mertua mengusirnya dan menuntut perceraian karena penampilannya yang dinilai buruk. Saat nyaris mengakhiri hidupnya, seorang pria datang menolong dan mengungkap jati diri asli Alan. Kini, sebagai pewaris takhta konglomerat, ia bersiap membalas dendam.
Sampul Novel Pacar Bayaran
9.5
Isack frustrasi akibat restu orang tua yang tak kunjung didapat untuk hubungannya dengan Chana. Setelah lama melajang, sang ayah mendesaknya membawa calon istri ke pesta kantor. Isack pun menawarkan posisi kekasih bayaran kepada Eve demi mengatasi tuntutan itu. Apakah Eve bersedia? Sandiwara ini justru kian rumit saat perasaan cinta yang sesungguhnya mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel Pembantu Kaya Tuan Tampan
8.1
Glenn sangat marah saat Lala tidak menyajikan kopi, melainkan memaksanya minum susu hangat. Walau sempat menolak karena merasa bukan bayi, sang tuan tampan yang sombong tak berkutik menghadapi ketegasan pembantunya yang patuh pada perintah Bi Narti. Momen menggelikan ini mulai mengubah sikap angkuh Glenn. Sanggupkah keteguhan Lala melunakkan hati sang majikan? Simak kelanjutan hubungan unik mereka dalam kisah romantis yang penuh warna ini.