APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Derita Menantu Jelita

Derita Menantu Jelita

Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Om Joni memang kuat sekali. Sudah setengah jam berlalu dan dia masih belum selesai juga.

Kakiku gemetar sampai susah berdiri, pakaian dalam dan luarku basah kuyup karena keringatan.

Pikiranku mulai dipenuhi adegan-adegan yang tak senonoh.

Benda kekar milik Om Joni seolah membuatku senang….

Semakin memikirkannya, tubuhku semakin lemas. Aku hampir saja tergelincir dari tembok tempatku bersandar. Tapi, tiba-tiba aku melihat suamiku duduk di kursi roda tak jauh dari sana.

Aku tak tahu sejak kapan dia datang, tapi dia menatapku lekat-lekat. Ekspresinya sulit ditebak.

Dengan penampilan seperti ini, aku pasti terlihat sangat memalukan.

Kalau dia tahu aku diam-diam mengintip Om Joni, apa yang akan dia pikirkan?

Seketika, aku langsung tersadar kembali. Aku buru-buru bangkit dan berlari ke arah suamiku.

“Sayang, dengarkan penjelasanku.”

Namun, suamiku tidak marah. Dia justru tersenyum lembut padaku.

“Aku tahu kamu sudah lama merasa kesepian, reaksi tadi sangat wajar. Aku nggak akan marah, hanya merasa tak tega denganmu.”

Sikapnya yang pengertian justru membuatku semakin merasa bersalah.

Aku buru-buru menjelaskan, “Tadi aku lihat Om Joni ke kamar mandi dan nggak keluar sampai sekarang. Aku khawatir terjadi sesuatu, makanya aku pergi melihatnya….”

Suamiku mengangguk, lalu tiba-tiba menggenggam tanganku, “Aku tahu kamu nggak akan mengkhianatiku. Tapi, aku mau minta satu hal padamu.”

Perasaan bersalah membuatku tanpa pikir panjang langsung mengangguk.

“Sayang, kamu mau apa?”

Suamiku menatapku dengan tatapan memohon dan berkata, “Sayang, aku mau kamu… bersama dengan Om Joni….”

Seketika, kepalaku seperti meledak.

“Apa… apa yang kamu bicarakan?”

Dia menggenggam tanganku lebih erat dan melanjutkan, “Kumohon, tolong berikan keturunan untuk keluarga ini. Tubuhku sudah nggak sanggup. Ibu juga sudah terlalu tua untuk melahirkan lagi. Sayang, aku hanya ada kamu sekarang.”

“Kumohon bersamalah dengan Om Joni dan berikan aku seorang anak, ya?”

Sambil berbicara, dia bahkan berusaha bangkit dan ingin berlutut di hadapanku.

Aku buru-buru menahannya, panik dan tanpa pikir panjang langsung menolak.

“Hal lain masih bisa dibicarakan, tapi untuk yang satu ini, aku nggak bisa!”

Suamiku masih hidup, meski dia anak angkat dan tak punya hubungan darah dengan Om Joni, tetap saja secara status, Om Joni adalah ayahnya.

Bagaimana bisa aku bersama Om Joni? Aku benar-benar tak bisa menerima hal seperti itu.

Melihat sikapku yang keras dan tak bisa dibujuk, suamiku menghela napas panjang dan tampak sangat kecewa.

“Ya sudah, aku panggil Om Joni makan dulu.”

Dia mengetuk pintu kamar mandi dan saat Om Joni keluar, tubuhnya penuh keringat, wajahnya juga tampak merah merona.

Aroma maskulin yang kuat langsung menyerbu inderaku, membuat hasrat dalam diriku kembali ingin bangkit.

Aku buru-buru berbalik dan duduk di meja makan.

Saat makan malam, entah karena kesal dengan penolakanku atau memang suasana hatinya sedang buru, suamiku terus-menerus menuangkan minuman alkohol untukku dan Om Joni.

“Om Joni, terima kasih atas semua bantuanmu. Aku bersulang untukmu.”

“Mitha, terima kasih atas kesetiaanmu selama ini. Ayo, kita bersulang juga.”

Aku masih memikirkan permintaan suamiku tadi, hatiku pun terasa campur aduk. Tanpa pikir panjang, aku menerima gelas yang dia sodorkan dan langsung menenggaknya.

Saat kusadari kepalaku mulai terasa ringan dan pusing, aku sudah menenggak beberapa gelas.

Aku mencoba menggeleng untuk menyadarkan diri, tapi justru semakin terasa melayang. Tubuhku mulai terasa panas.

Anehnya, seluruh tubuhku berubah menjadi merah muda.

Aku ingin pamit ke kamar lebih dulu untuk istirahat, tapi saat menoleh, suamiku tidak ada lagi di meja.

Di sampingku, Om Joni juga tampak gelisah. Otot-otot kekarnya menegang terlihat mengkilap dengan warna kemerahan gelap dan butiran keringat menetes dari permukaannya.

Aroma maskulinnya begitu kuat!

Membuatku sulit menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

Aku tersentak. Astaga, kok aku bisa punya pikiran seperti itu?!

Sepertinya Om Joni sangat kepanasan dan tak tahan lagi, dia pun melepas kaosnya.

Otot perutnya yang kekar langsung terlihat jelas.

Pemandangan itu membuat kepalaku semakin pusing.

Tampaknya Om Joni menyadari arah tatapanku. Matanya pun otomatis menurun, tertuju pada kulit putih di bawah tulang selangkaku yang ikut bergoyang karena napasku yang terengah-engah.

“Putih dan besar sekali….”

Aku melihat dia menelan ludah, lalu tubuhnya perlahan mulai mendekat ke arahku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKSARA HUJAN
7.9
Julie rela bekerja keras menjadi penari pole dance di sebuah klub malam demi menjamin masa depan Gemma, adik yang sangat ia sayangi. Sayangnya, ketulusan Julie justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan oleh sang adik sendiri. Saat berjuang menggapai kebahagiaan hidup, Julie malah harus menerima kenyataan pahit dari tindakan Gemma. Akankah sang adik menyadari kesalahannya, atau justru membiarkan Julie kian terpuruk dalam kepedihan yang mendalam?
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri
9.7
Rumah tangga Altair Nanggala dan Zoe Zivana yang tampak harmonis sebenarnya terasa hambar karena dibangun terpaksa demi keturunan. Keadaan kian rumit saat mantan istri yang dicintai Altair, Naura Zoffany, kembali hadir. Dahulu mereka berpisah karena Naura dituduh mandul, padahal ia menyembunyikan kehamilannya demi melindungi sang bayi dari mertua. Kini, kembalinya Naura menguji komitmen Altair pada Zoe yang rapuh.
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Kehidupan Annabelle sebagai biduan orgen tunggal dan penari striptis memicu rasa penasaran Samuel. Demi kestabilan finansial, Annabelle sempat ditawari pekerjaan tetap di sebuah karaoke mewah. Namun, ia menolaknya karena tidak menyukai jadwal yang mengikat dan lebih memilih kebebasan bekerja sesekali. Ketertarikan Samuel kian mendalam hingga ia menanyakan tarif layanan Annabelle, lalu mengajukan penawaran khusus untuk menyewanya selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel Menaklukan CEO Mesum
8.2
Demi menyelamatkan sang ibu dari jeruji besi akibat penggelapan dana satu juta dolar, Bianca nekat menemui CEO pusat di Singapura, Steve Dvalton. Namun, Steve justru menawarkan kesepakatan gelap yang menuntut Bianca menjadi pemuas nafsunya. Terjebak dalam dilema besar antara kesetiaan pada sang kekasih dan keselamatan ibunya, Bianca terpaksa masuk ke dalam hubungan intim yang penuh tipu muslihat. Di sisi lain, Steve merasa sangat tertantang oleh keliaran Bianca di ranjang.
Sampul Novel NADIN
9.6
Nadin dihantui trauma masa SMP akibat ulah Andi, saudaranya sendiri. Memasuki SMA, harapan baru hadir lewat Gilang, terlebih setelah Nadin meninggalkan dunia model dewasa. Namun, ketenangannya terusik saat ia berkuliah di kampus yang sama dengan Andi. Rama, yang mengetahui rahasia kelam Nadin dari video lama, berusaha melindunginya hingga terlibat perkelahian dengan Andi. Di tengah konflik, Andi akhirnya mengungkap dendam ibunya terhadap ayah Nadin.
Sampul Novel Suamiku, Bukan Suamiku!
9.0
Seorang istri dilingkupi rasa takut yang luar biasa saat menatap pria di hadapannya, sosok yang memiliki wajah sangat identik dengan suaminya sendiri. Situasi semakin mencekam ketika ia menerima sebuah pesan singkat yang sangat ganjil. Pesan tersebut dengan tegas memperingatkan bahwa pria yang bersamanya saat itu bukanlah suaminya yang asli. Ironisnya, peringatan menakutkan itu justru dikirim langsung dari nomor ponsel sang suami. Di tengah kebingungan dan ancaman misterius ini, ia kini harus memilih siapa yang sebenarnya bisa ia percayai.