APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Derita Menantu Jelita

Derita Menantu Jelita

Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah suamiku lumpuh karena kecelakaan, ayah mertuaku pun pindah untuk tinggal bersama kami.

Suatu hari, suamiku bilang ingin meninggalkan keturunan demi meneruskan garis keluarga, lalu diam-diam memasukkan obat ke dalam minuman ayah dan aku.

Sejak saat itu, semuanya pun lepas kendali….

“Sayang, coba lebih menggoda sedikit, angkat roknya lebih tinggi.”

Ujar suamiku dengan wajah penuh semangat. Matanya tak berkedip menatap gerakan tarianku yang menggoda, mendesakku untuk mengangkat rok yang sudah sebatas paha itu lebih tinggi lagi.

Wajahku memerah, pandanganku setengah linglung dan dengan gerakan tangan perlahan, aku mulai mengangkat rokku perlahan.

“Bagaimana sayang? Kamu sudah merasakannya?”

Sambil menahan perasaan yang campur aduk, aku terus mencoba menggoda suamiku, diam-diam melihat reaksinya dengan penuh harap.

Namun, saat mendengar pertanyaanku, suami yang tadinya menatapku dengan penuh gairah, tiba-tiba menangis.

Aku langsung merasa putus asa dan seketika sadar apa yang terjadi.

Meski sudah memberikan segala rayuan, tubuhnya tetap tak menunjukkan reaksi apapun.

Aku menarik napas pelan, menghentikan godaan itu dan memeluknya erat.

Namun, pelukanku justru membuatnya menangis lebih keras, seperti semakin terpukul.

“Ini semua salahku, huhu… sayang, tubuhku sudah lumpuh total sekarang. Sudah mencoba berkali-kali pun tetap nggak ada reaksi. Aku harus bagaimana?”

“Sayang, maaf, aku sudah mengecewakanmu… mengecewakan keluarga ini….”

Mendengar ucapan suamiku, hatiku terasa nyeri, tapi aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana menenangkannya.

Namaku Mitha.

Beberapa waktu lalu, suamiku mengalami kecelakaan. Bukan hanya kedua kakinya yang lumpuh, tapi bagian bawah tubuhnya juga tidak bisa bereaksi sama sekali, tak peduli sekeras apapun aku mencoba membangkitkannya.

Sepertinya, kebahagiaan dalam hidupku ke depan benar-benar akan sirna.

Rasa sedih menyelimutiku, tapi aku tak berani menunjukkannya. Aku hanya memeluk suamiku dan berusaha menghiburnya.

“Nggak apa-apa, sayang. Kamu masih bisa membahagiakanku dengan cara lain.”

Suamiku terdiam sejenak, lalu menghapus air matanya dan menatapku.

“Bagaimana caranya?”

Dengan wajah memerah, aku menunjuk ke arah mainan yang ada di samping ranjang.

Matanya langsung berbinar, lalu dia pun mengambil mainan itu.

Dua puluh menit kemudian, suamiku menatapku sambil menghela napas panjang.

“Nggak ada rasanya, sayang. Hanya bisa melihat tanpa bisa ikut memainkanmu rasanya menyakitkan. Lagipula, mainan dingin seperti ini mana bisa dibandingkan dengan kehangatanmu? Aku yakin kamu juga nggak nyaman. Aku benar-benar bersalah padamu.”

Wajahnya penuh rasa bersalah dan kecewa.

Aku melirik mainan di tangannya, lalu ikut menghela napas.

Rasanya memang tidak terlalu menyenangkan. Saat sedang memikirkan cara untuk menenangkan suamiku, tiba-tiba aku merasa ada yang tidak beres.

Secara reflek, aku menoleh ke arah pintu dan baru sadar entah sejak kapan pintunya terbuka sedikit.

Seorang pria bertubuh kekar sedang berdiri di sana, menatapku dengan mata membelalak tanpa berkedip.

Pria itu adalah Joni, ayah angkat suamiku. Biasa aku memanggilnya Om Joni.

Tubuhnya memang sangat kekar. Dia mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam, memperlihatkan otot-otot besar di sekujur tubuhnya yang gelap dan menonjol.

Wajahnya tidak terlihat tua sama sekali, justru memancarkan kesan maskulin.

Begitu menyadari tatapanku, Om Joni tampak canggung dan segera membalikkan badan, lalu pergi.

Namun, aku reflek memperhatikan bagian menonjol di celana pendek Om Joni. Jangan-jangan… Om Joni bereaksi saat melihatku tadi?

Memikirkan itu, jantungku langsung berdebar kencang.

Suara langkah kaki Om Joni menarik perhatian suamiku. Dia pun melirik ke arah sana, lalu dengan nada tenang berkata padaku seolah ingin menjelaskan.

“Sepertinya suaramu terlalu keras tadi, jadi Om Joni datang untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Tenang saja, dia orang yang sangat sopan, pasti bukan sengaja mengintip.”

Mengingat apa yang barusan terjadi antara aku dan suami, wajahku langsung merona malu.

Tadi, aku memang terlalu larut dalam suasana, tanpa memikirkan sekitar dan suara kami pun mungkin sangat keras. Entah seberapa banyak yang sempat dilihat Om Joni.

Bagaimana aku menghadapi Om Joni setelah ini?

Meskipun Om Joni hanya ayah angkat suamiku, tapi demi merawat keluarga ini dan suamiku, dia rela datang tinggal bersama kami. Setiap hari bekerja keras dari pagi hingga malam, sementara ibu mertua tetap tinggal di kampung. Aku malah sibuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna seperti ini.

Jangan-jangan Om Joni mengira aku wanita sembarangan yang tidak tahu malu?

Meski dalam hati merasa malu, tiba-tiba tanpa sadar aku teringat dengan celana Om Joni yang menonjol tadi. Seketika aku sadar betapa kuatnya dia!

Bahkan saat suamiku masih sehat pun, dia tidak pernah terlihat segagah itu!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKSARA HUJAN
7.9
Julie rela bekerja keras menjadi penari pole dance di sebuah klub malam demi menjamin masa depan Gemma, adik yang sangat ia sayangi. Sayangnya, ketulusan Julie justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan oleh sang adik sendiri. Saat berjuang menggapai kebahagiaan hidup, Julie malah harus menerima kenyataan pahit dari tindakan Gemma. Akankah sang adik menyadari kesalahannya, atau justru membiarkan Julie kian terpuruk dalam kepedihan yang mendalam?
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri
9.7
Rumah tangga Altair Nanggala dan Zoe Zivana yang tampak harmonis sebenarnya terasa hambar karena dibangun terpaksa demi keturunan. Keadaan kian rumit saat mantan istri yang dicintai Altair, Naura Zoffany, kembali hadir. Dahulu mereka berpisah karena Naura dituduh mandul, padahal ia menyembunyikan kehamilannya demi melindungi sang bayi dari mertua. Kini, kembalinya Naura menguji komitmen Altair pada Zoe yang rapuh.
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Kehidupan Annabelle sebagai biduan orgen tunggal dan penari striptis memicu rasa penasaran Samuel. Demi kestabilan finansial, Annabelle sempat ditawari pekerjaan tetap di sebuah karaoke mewah. Namun, ia menolaknya karena tidak menyukai jadwal yang mengikat dan lebih memilih kebebasan bekerja sesekali. Ketertarikan Samuel kian mendalam hingga ia menanyakan tarif layanan Annabelle, lalu mengajukan penawaran khusus untuk menyewanya selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel Menaklukan CEO Mesum
8.2
Demi menyelamatkan sang ibu dari jeruji besi akibat penggelapan dana satu juta dolar, Bianca nekat menemui CEO pusat di Singapura, Steve Dvalton. Namun, Steve justru menawarkan kesepakatan gelap yang menuntut Bianca menjadi pemuas nafsunya. Terjebak dalam dilema besar antara kesetiaan pada sang kekasih dan keselamatan ibunya, Bianca terpaksa masuk ke dalam hubungan intim yang penuh tipu muslihat. Di sisi lain, Steve merasa sangat tertantang oleh keliaran Bianca di ranjang.
Sampul Novel NADIN
9.6
Nadin dihantui trauma masa SMP akibat ulah Andi, saudaranya sendiri. Memasuki SMA, harapan baru hadir lewat Gilang, terlebih setelah Nadin meninggalkan dunia model dewasa. Namun, ketenangannya terusik saat ia berkuliah di kampus yang sama dengan Andi. Rama, yang mengetahui rahasia kelam Nadin dari video lama, berusaha melindunginya hingga terlibat perkelahian dengan Andi. Di tengah konflik, Andi akhirnya mengungkap dendam ibunya terhadap ayah Nadin.
Sampul Novel Suamiku, Bukan Suamiku!
9.0
Seorang istri dilingkupi rasa takut yang luar biasa saat menatap pria di hadapannya, sosok yang memiliki wajah sangat identik dengan suaminya sendiri. Situasi semakin mencekam ketika ia menerima sebuah pesan singkat yang sangat ganjil. Pesan tersebut dengan tegas memperingatkan bahwa pria yang bersamanya saat itu bukanlah suaminya yang asli. Ironisnya, peringatan menakutkan itu justru dikirim langsung dari nomor ponsel sang suami. Di tengah kebingungan dan ancaman misterius ini, ia kini harus memilih siapa yang sebenarnya bisa ia percayai.