APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel DENDAM SI PELAYAN SEKSI

DENDAM SI PELAYAN SEKSI

Mimpi buruk terus menghantui kehidupan pernikahan Daren dan Carolina. Di tengah situasi itu, hadirlah Eliana, seorang pelayan baru yang memikat sekaligus membangkitkan memori asing dalam diri Daren. Di balik pesonanya, Eliana menyimpan niat terselubung untuk menghancurkan hidup sang majikan demi membalas dendam. Namun, saat rahasia masa lalu mulai tersingkap, ia justru terjebak dalam perasaan cinta pada targetnya. Akankah dendam Eliana luntur, atau misinya tetap berlanjut?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Eliana," ucap wanita berkemeja merah dengan pita merah kecil di puncak kepalanya. Wanita itu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Daren yang terlihat ragu untuk berjabat tangan.

Daren terlihat serius mengamati Eliana. Seolah wanita itu pernah ia lihat sebelumnya. Namun yang mengejutkan adalah, Daren mengenali sepatu pantofel itu. Sepatu yang sama seperti di dalam mimpinya tadi.

Daren mendekati istrinya setelah ia berjabat tangan sungkan dengan wanita di hadapannya itu.

"Sayang, bukankah kau bilang dia sudah sedikit tua? Kenapa yang ini terlihat seumuran denganmu?" bisiknya dengan raut wajah serius.

Carol membalas dengan memblocking pembicaraan mereka dari pandangan Eliana.

Eliana tetap mempertahankan senyumannya yang menurut Daren justru hanyalah senyuman palsu.

"Apa kau tidak suka? Belakangan ini yang berusia lanjut sudah banyak yang pensiun. Ini yang terbaik dari yang ada di penyaluran."

Daren mengangguk mahfum. Ia tentu tak bisa berbuat apa-apa karena istrinya lah yang bertanggung jawab akan semua asisten di rumahnya.

"Baiklah. Eliana —"

"Anda bisa memanggil El saja nyonya," potong Eliana.

Carol berdeham lalu mulai menunjukkan apa-apa saja yang harus Eliana lakukan dan tidak lakukan di rumah tersebut.

Carol membawa Eliana berkeliling. Sedangkan Daren memilih untuk mengasuh anak mereka. Hilang sudah lelah yang Daren rasakan, karena mimpi buruk yang sebenarnya masih mengganggu pikirannya sejak tadi. Setelah puas menemani Belle bermain di kamarnya, Daren pun pamit pada putri mereka untuk pergi ke kamarnya.

"Papa istirahat ya sayang. Pergilah bermain di belakang bersama suster lainnya."

"Papa."

"Iya sayang?"

"Apa sus baru itu untuk Belle?" tanya bocah Lima tahun itu.

Daren tersenyum sambil menundukkan sedikit tubuhnya agar bisa sejajar dengan putri kesayangannya itu.

"Iya sayang. Sus baru akan menemani Belle mulai saat ini."

Belle tak menunjukkan raut wajah apa pun. Gadis muda belia itu akhirnya dijemput oleh asisten Daren yang lainnya. Daren lantas masuk ke kamarnya dan bermaksud untuk istirahat sebentar.

Tapi siapa sangka, karena obat itu Daren malah baru terbangun ketika malam menjelang. Dengan tubuh penuh peluh, Daren bangun sambil memperhatikan sekitar yang sudah gelap.

Ia seperti menyesalkan diri sendiri ketika ia bangun di jam seperti ini. Daren segera beranjak ke kamar mandi dan bermaksud untuk makan malam. Tapi begitu ia turun, hal aneh pertama yang Daren sadari adalah tidak ada Carol di mana pun ia mencarinya.

Daren kembali teringat akan mimpinya sore tadi. Apa mungkin dia lagi-lagi masuk ke dalam mimpi?

"Carol?" panggil Daren yang tentu saja tak mendapatkan sahutan dari istrinya tersebut.

Daren menuju taman belakang yang tentu saja sudah gelap gulita. Ia lantas mencoba menghubungi wanitanya tapi tak mendapat jawaban apa pun. Daren baru saja akan beranjak dari jendela kaca sampai ia melihat Eliana yang tengah membersihkan jendela kaca yang tidak tembus pandang itu. Maksudnya, dari dalam Daren bisa melihat Eliana yang ada di luar, tapi sebaliknya Eliana tidak bisa melihat apa pun ke dalam.

Awalnya Daren mengawasinya dengan pandangan biasa. Tapi menjadi tidak biasa saat Daren tanpa sengaja memperhatikan pita merah tersebut lalu beralih ke leher jenjang Eliana yang terbuka.

Eliana sedang membersihkan kaca di hadapannya. Ia terlihat cekatan melakukan pekerjaannya yang padahal sudah hampir selesai jam bekerja di rumah ini. Entah Eliana sadar atau tidak, dua kancing kemejanya terbuka. Menampakkan bra renda miliknya oleh Daren yang berdiri tepat di hadapannya.

Eliana tetap meneruskan pekerjaannya lalu kini dai pindah membersihkan kaca di bagian atas dengan bantuan kursi taman. Dengan rok span pendek miliknya, lagi-lagi Daren harus melihat bentuk tubuh dari asisten barunya itu.

Paha mulus Eliana terpampang. Tubuhnya yang jenjang dengan kulit putihnya itu, mampu membuat Daren meneguk salivanya sendiri. Padahal Eliana membersihkan kaca dengan gaya yang biasa, tapi di otak Daren, wanita itu seperti menggodanya dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya. Dari dekat, Daren bahkan bisa melihat cetakan bra renda hitam milik Eliana yang sudah basah karena cipratan air sabun yang ia gunakan untuk membersihkan kaca.

Tak ingin melanjutkan, Daren akhirnya menutup aksi Eliana itu dengan balik badan sambil menghela napas panjang.

Daren masih bengong di tempatnya. Ia mencoba menetralkan detak jantungnya yang tidak karuan sambil menyebut nama Carol di dalam hati. Saat Daren sedang melakukan semua itu, tiba-tiba sebuah suara terdengar di belakangnya.

Daren langsung menoleh ke belakang untuk mengetahui siapa yang menyapanya.

"Tuan sudah bangun?"

Eliana segera datang menghampiri dengan seragam yang sudah basah. Daren mengalihkan pandangannya agar tidak terlihat seperti tadi.

"Kamu sedang apa? Kenapa basah seperti itu?"

Eliana baru menyadarinya saat tuannya bertanya seperti itu. Ia segera mundur untuk membuat tuannya nyaman.

"Ma-af. Saya permisi untuk ganti pakaian dulu," tunduk Eliana yang tanpa menunggu jawaban Daren, ia segera pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.

Beberapa saat kemudian, Eliana sudah menggantinya dengan yang baru.

Hal pertama yang Daren perhatikan dari asistennya itu adalah sepatu pantofel yang wanita itu kenakan. Sepatu yang membuat Daren akan selalu teringat dengan mimpi buruknya sore tadi.

'Apa dia yang kulihat di dalam mimpi?' monolognya. Daren menggelengkan kepalanya berusaha untuk mengenyahkan mimpi-mimpi itu.

"Apa Tuan butuh sesuatu? Nyonya sedang pergi menghadiri pesta ulang tahun temannya."

Daren menepuk keningnya. Ia baru ingat tentang itu. Carol sebelumnya sudah memberitahukannya tapi sayangnya ia baru mengingatnya sekarang.

"Oh begitu. Belle sudah tidur?"

"Iya Tuan. Baru saja tidur."

Daren manggut-manggut lalu hening sejenak. Ia mulai merasa lapar karena sorea tadi belum makan apa pun.

"Apa ada makanan? Aku ingin makan malam yang sedikit terlambat ini."

"Baik. Saya akan siapkan," tukas Eliana yang segera menjalankan tugasnya.

Tapi kemudian Daren teringat akan sesuatu. Bukakah itu tugas asistennya yang lain?

"Tidak usah El. Harusnya ini dikerjakan oleh Anna. Panggil dia untuk siapkan."

Eliana yang sudah melangkah menjauhi Daren itupun terpaksa putar balik untuk menjelaskan kepada tuannya itu.

"Oh, sus Anna juga sedang keluar. Dia bilang ada urusan. Jadi hanya tinggal kita berdua di rumah ini, Tuan."

Daren tentu saja terkejut. Ia lantas pergi mencari asisten lainnya tapi tak menemukannya. Di luar pun tengah hujan. Ia terlalu malas untuk beli makanan di luar.

"Oke. Apa yang bisa kau masak?"

Eliana segera pergi menuju dapur lalu memeriksa isi di dalam kulkas. Ia menemukan jamur dan beef steak yang masih segar. Eliana menyampaikan pada Daren apa yang ia temukan.

"Ada jamur dan beef steak. Saya bisa mengolahnya untuk Tuan."

"Oke. Nanti bawa saja ke atas," pesan Daren yang memilih kembali ke kamarnya untuk mengambil sesuatu.

Tiga puluh menit kemudian, Eliana datang mengetuk kamarnya. Daren yang sedang berada di meja kerjanya meminta Eliana untuk masuk. Eliana terkesan dengan kamar yang luasnya tiga kali lipat dari kamarnya itu.

Eliana membawa semua makanan yang berhasil ia olah ke atas meja Daren.

Daren sendiri tampak puas dengan sup jamur dan steak setengah matang yang Eliana siapkan untuknya.

"Wow ... ini terlihat enak. Boleh aku makan sekarang?"

"Sure."

Daren tak sabar menyantapnya. Setelah masakan itu masuk ke tenggorokannya, Daren merasa puas dengan hasilnya.

"Ini enak.Terima kasih El."

Eliana diam saja. Ia membalas ucapan Daren itu dengan satu usapan lembut di sudut bibir Daren yang sedikit kotor karena saus.

Daren terperangah dengan apa yang asisten rumahnya itu lakukan.

"Your welcome, Sir."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Trauma
8.3
Trauma mendalam membayangi Adel akibat kekerasan sang ayah di masa lalu, meski ibunya tetap setia mendampingi. Kesedihannya kian berat saat Dara, sahabatnya, menjauh karena Farhan, ditambah kisah cintanya dengan Vero yang berakhir pilu. Kecewa dan terluka, Adel mempertanyakan arti kesempatan kedua. Demi menyembuhkan diri dan menata masa depan, ia memutuskan ikut pelatihan di Surabaya. Bisakah Adel lepas dari bayang kelam masa lalu dan meraih kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
8.4
Mira hanya ingin hidup tenang sebagai penyembuh, tetapi penculikan ibu angkatnya memaksanya kembali ke dunia sihir. Di sana, ia bertemu Eluin, Dewa bebas terakhir yang mengungkap bahwa Mira adalah pendeta wanita pamungkas. Kini, nasib hutan suci ada di tangannya. Mira harus menghadapi Temenis, sang Dewa Kematian yang mengancam dunia. Mampukah ia mengatasi keraguan demi menyelamatkan ibunya sekaligus mencegah kehancuran total?
Sampul Novel DILEMA CINTA
8.2
Dalam kisah romansa modern Dilema Cinta, kita menyaksikan pergulatan batin Alex yang mencintai Maya dengan tulus. Sayangnya, perjalanan asmara ini tidak berjalan mudah bagi Alex. Ia terjebak dalam konflik internal yang rumit karena belum mampu membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya. Novel ini menggambarkan perjuangan emosional seorang pria yang berupaya membuka lembaran baru dan melangkah maju, meski kenangan lama masih terus mengikat erat hatinya.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas
8.9
Queena Bulan Latief terperangkap dalam pernikahan perjodohan yang penuh kepedihan. Tepat setelah akad nikah, kenyataan pahit menghantamnya: sang suami ternyata telah mempunyai wanita lain. Walau hukum mencatat Bulan sebagai istri pertama yang sah, pada kenyataannya dia hanyalah yang kedua di hati sang suami. Impian Bulan untuk menjadi satu-satunya kini sirna. Ia pun terpaksa berjuang menjalani takdir yang rumit dan bertahan di tengah dilema berbagi cinta dengan madunya.
Sampul Novel PUTRI YANG TERTUKAR
8.3
Takdir Ana Merwin berubah drastis dari seorang pelayan dapur menjadi mempelai pengganti dalam pernikahan politik kerajaan. Dia dipaksa bersanding dengan Pangeran Leonhart, pria berjuluk The Black Phantom yang dikenal dingin dan mengerikan. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal tersingkapnya konspirasi besar. Tanda lahir misterius pada tubuh Ana membangkitkan ketakutan sang ratu dan memicu ingatan kelam masa lalu yang mengancam kestabilan takhta kekuasaan.
Sampul Novel Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami
7.9
Nazharina mengira perceraian akan mengakhiri luka batinnya. Namun, takdir berkata lain saat Arian, mantan suaminya yang dulu begitu dingin, tiba-tiba menjadi bos baru di tempat kerjanya. Kini, pria itu berubah drastis menjadi sangat posesif dan mengawasi setiap langkah Nazharina. Di tengah kecemburuan dan proteksi ketat sang mantan, Nazharina pun bimbang. Apakah sikap ekstrem Arian ini adalah wujud cinta sejati, atau hanya obsesi kelam untuk menguasai dirinya lagi?