APKDock Logo
Sampul Novel Membongkar Pengkhianatan Suamiku

Membongkar Pengkhianatan Suamiku

9.8 / 10.0
Kejutan manis yang disiapkan Aira untuk sang suami berujung petaka tragis. Begitu menginjakkan kaki di rumah, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit yang meremukkan hatinya. Sosok wanita asing dengan kondisi hamil besar tampak berada di kediamannya. Rasa sakit dan tanda tanya besar langsung berkecamuk di benak Aira. Siapa sebenarnya perempuan misterius itu? Rahasia kelam apa yang selama ini ditutupi oleh suaminya di balik tabir pernikahan mereka?

Membongkar Pengkhianatan Suamiku Bab 1

Bab 1

Mesin motor sengaja aku matikan saat sampai di halaman rumah. Mendorongnya pelan-pelan ke garasi agar Mas Farid-suamiku tidak mengetahui kedatanganku. Aku sengaja pulang lebih awal karena sudah tidak sabar ingin memberi kejutan untuknya.

Setelah memarkirkan motor, aku mengeluarkan kado spesial dari dalam jok.

Sebuah jam tangan yang sudah lama diidam-idamkan oleh Mas Farid akan kuberikan untuknya sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kami yang ke empat. Tentunya sebagai ucapan terima kasih juga karena telah setia mendampingi dan membuatku bahagia selama bersama dengannya.

Kue tart toping coklat leleh yang dihiasi tulisan happy anniversary, kukeluarkan dari dalam kantong plastik yang tergantung di motor, kemudian membawanya.

Aku masuk melalui pintu belakang yang kebetulan sedang terbuka. Mungkin saja suamiku sedang berada di dapur.

Aku sudah tidak sabar untuk memberinya kejutan, pasti suamiku akan senang sekali mendapat kejutan dariku.

Pelan-pelan kulangkahkan kaki agar tidak ketahuan. Namun langkahku tiba-tiba terhenti saat melihat sosok seorang wanita yang sedang berada di dapur.

Siapa wanita itu? Apa yang ia lakukan di rumahku?

Pikiranku mulai tidak tenang. Bagaimana mungkin aku bisa tenang saat melihat ada wanita asing di rumahku?

Aku mencium aroma kopi torabika kesukaan Mas Farid, tampaknya wanita itu sedang membuat kopi.

Wanita itu tidak mengetahui keberadaanku, ia terlihat santai mengaduk-aduk kopi tersebut. Setelah itu, ia mengambil nampan kemudian meletakkan gelas yang berisi kopi tersebut di atasnya. Wanita itu pun berlalu sambil membawanya.

Tunggu dulu! Apa aku tidak salah lihat, perut wanita itu buncit, aku yakin sekali kalau wanita itu sedang hamil. Lantas, apa yang ia lakukan di rumahku? Kenapa tiba-tiba ada wanita hamil di rumahku? Jangan-jangan ….

Aku berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan. Mengikuti wanita itu yang ternyata menghampiri Mas Farid di ruang tamu. Wanita itu kemudian memberikan gelas yang berisi kopi tersebut kepada Mas Farid.

Mereka duduk berdampingan tanpa ada jarak. Sepersekian detik kemudian, Mas Farid mengelus perut wanita itu sambil menempelkan telinga di perutnya.

"Aku enggak mau lagi pisah darimu, Mas," ucap wanita itu dengan manja.

Apa aku tidak salah lihat? Apa aku tidak salah dengar? Apa maksud dari ucapan wanita itu? Ada hubungan apa antara suamiku dan perempuan itu, hingga Mas Farid mengelus perut wanita itu segala? 

Aku menggeleng pelan, tidak percaya dengan apa yang kulihat. 

Kaca-kaca bening menetes begitu saja dari sudut netra. Ada yang perih disini, di dalam hati ini. Sedih, cemburu, kesal dan marah bercampur menjadi satu saat melihat pemandangan menyakitkan di depan mata.

Dengan melihatnya saja, aku sudah yakin bahwa Mas Farid ada hubungan spesial dengan wanita itu.

Aku berusaha mengatur nafas, sebisa mungkin harus tetap tenang. Aku menarik nafas dalam, mengembusnya perlahan. Kulakukan berulang-kali sambil beristighfar agar hatiku bisa tenang.

Setelah berhasil meredam emosi yang tadinya menggebu-gebu, aku memutuskan untuk tetap menjalankan rencanaku. Yaitu memberi kejutan kepada mereka.

Pasti mereka akan mengelak dan menyangkal jika langsung kulabrak sekarang. Aku harus berfikir cerdas untuk bisa mengungkap ada hubungan apa sebenarnya antara suamiku dan wanita itu.

Kado yang sudah kusiapkan dari tadi, kumasukkan kembali ke dalam tas. Aku tidak akan memberikannya sekarang.

Kuatur nafas agar terlihat tenang di hadapan mereka. Bismillah … aku pasti bisa.

Kulangkahkan kaki berjalan perlahan menghampiri mereka, rupanya mereka belum juga menyadari keberadaanku.

"Happy anniversary, suamiku sayang," ucapku setelah berada tepat di hadapan mereka.

Mas Farid dan wanita itu terkejut melihat kedatanganku. Saking asyiknya berduaan, mereka sampai tidak menyadari kehadiranku yang sudah menyaksikan semua kelakuan mereka dari tadi.

Mas Farid refleks menarik tangannya yang tadinya mengelus perut buncit wanita itu. Panik melihat kedatanganku dan langsung berdiri dari tempat duduknya.

"Dek, ka-kamu sudah pulang?" tanya Mas Farid terbata.

Aku tidak langsung menjawab pertanyaannya. Kupandangi mereka berdua dengan sorot mata tajam. Ingin kukatakan kalau aku sudah mengetahui semuanya, tapi kutahan.

'Tenang Adelia, kamu pasti bisa menghadapi dua penghianat itu. Kamu pasti bisa membalas mereka dengan cara yang elegan,' batinku berbisik.

"Iya, Mas. Eh, ada tamu rupanya. Siapa wanita ini, Mas?" tanyaku sok ramah. Jangan tanyakan bagaimana perasaanku saat ini. Yang jelas, aku harus pura-pura tidak tahu tentang mereka.

"Iya, Dek. Ini sepupu mas yang baru datang dari kampung." Mas Farid kelihatan salah tingkah, sedangkan wanita itu tampak biasa-biasa saja.

"Sepupu?" Keningku mengernyit saat mendengar Mas Farid menyebut bahwa wanita itu adalah sepupunya. Masa iya sih, sepupuan tapi pakai elus perut segala, 'kan enggak masuk akal! Aku bukan anak kecil yang bisa dibohongi dan mau percaya begitu saja.

"Duduk dulu, Dek, biar mas jelasin." Mas Farid menarik tanganku, tapi aku menepisnya. Aku enggan untuk duduk bersama mereka berdua.

Niatku ingin memberikan kejutan spesial kepada Mas Farid, tapi justru sebaliknya. Mas Farid lah yang memberi kejutan untukku dengan membawa wanita asing yang sedang hamil ke rumah ini. Entah apa maksudnya!

"Itu apa yang kamu bawa, Dek?" Mas Farid mengambil kue tart tersebut dari tanganku kemudian meletakkannya di atas meja.

"Ya ampun, mas lupa. Hari ni 'kan anniversary kita, maafin mas ya, Sayang." Mas Farid meraih tanganku, kemudian mengecup keningku di depan wanita itu. 

Aku tahu, Mas Farid melakukan ini untuk menutupi kedoknya. Berpura-pura baik padaku, tetapi menusukku dari belakang.

Aku melirik wanita itu, ia masih duduk santai di atas sofa bludru yang kubeli setahun lalu itu. Air mukanya langsung berubah saat melihat perlakuan Mas Farid padaku. Jika ia hanya sepupunya Mas Farid, tidak mungkin ia cemburu melihat kemesraan kami.

"Berhubung kita kedatangan tamu hari ini, jadi kita akan merayakannya bertiga, bersama Rini," ucap Mas Farid sambil memandangi aku dan wanita itu secara bergantian.

"Oh iya, mas sampai lupa. Rini, kenalin ini istrinya Mas, Adelia." Mas Farid memperkenalkanku pada wanita itu. 

Wanita yang sedang hamil itu pun berdiri dan mendekatiku sambil memegangi perut buncitnya.

"Aku Rini, Mbak. Sepupunya Mas Farid yang baru datang dari kampung," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.

Kubiarkan tangannya mengambang di udara, enggan menyambutnya. Aku tidak mungkin bisa percaya begitu saja.

"Sepupu?" tanyaku penuh selidik.

"Iya, Dek! Rini ini adalah sepupunya mas. Untuk sementara waktu, Ia akan tinggal disini bersama kita." Mas Farid berucap dengan tenang seolah tanpa beban.

"Kenapa harus tinggal bersama kita, Mas? Dia kan punya suami. Harusnya dia tinggal sama suaminya dong. Bukan tinggal bareng kita," tolakku dengan memasang wajah tak suka. Aku tidak mau wanita itu tinggal di rumah ini. Aku tidak sudi serumah dengannya!

"Dek, Suaminya Rini baru saja meninggal dalam kecelakaan. Karena Rini stress di kampung, keluarga menyarankan agar Rini tinggal di rumah kita dulu untuk sementara waktu agar Rini bisa menenangkan pikiran." Mas Farid merayu dan berusaha meyakinkanku.

Berani sekali Mas Farid mengatakan bahwa suaminya Rini sudah meninggal. Ia pasti tahu dong, kalau perkataan itu adalah doa. 

Jika Mas Farid bukan ayah dari janin yang sedang dikandung wanita itu, kenapa tadi ia mengelus perut wanita itu segala? Ah, otakku rasanya tidak sanggup berpikir lagi.

Aku curiga, itu pasti akal-akalan mereka berdua saja, agar aku percaya.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Begitu juga dengan Mas Farid. Sepandai-pandainya ia menyembunyikan bangkai, pasti lama-lama akan tercium baunya.

Bersambung ....

Lanjut Membaca

Daftar Isi Membongkar Pengkhianatan Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Balas Dendam Seorang Adik yang Tersakiti
9.2
Terusir dari kos akibat kesulitan finansial, Aura, seorang penyanyi dangdut, menumpang di kediaman kakaknya, Maya. Di sana, ia berhadapan dengan Baskara, sang kakak ipar yang berwatak dingin. Ketertarikan Aura memicu insiden kamar yang melanggar batas moral. Setelah dihina dan direndahkan, Aura tidak tinggal diam. Ia bertekad membalas rasa sakit hatinya serta membuktikan kekuatannya, memicu konflik yang siap mengancam keharmonisan rumah tangga kakaknya.
Sampul Novel CINTA SANG JANDA
9.4
Demi menghidupi anak tercinta setelah bercerai, Rahma rela melakoni pekerjaan apa saja yang halal. Suatu hari, sebuah insiden kecelakaan mempertemukan dirinya dengan Rian, sosok pria tampan yang kemudian selalu melindungi dan mendampinginya. Hubungan mereka kian dekat, namun perbedaan status sosial serta keyakinan membuat keluarga enggan memberi restu. Perjuangan cinta mereka pun kini diuji oleh rintangan berat dari nenek Rian. Mampukah keduanya bertahan?
Sampul Novel Istri Untuk Duda Tampan
8.2
Akibat dikhianati di masa lalu, Adskhan memilih menutup rapat hatinya. Namun, kehadiran Caliana Noushafarina seketika meruntuhkan pertahanan tersebut sejak pandangan pertama. Sayangnya, Caliana justru membenci bos dudanya itu dan menganggapnya sebagai pria buruk. Caliana terus menolak semua perhatian Adskhan karena sosok duda tak pernah ada dalam kriteria pasangan impiannya. Mampukah keteguhan hati Adskhan meruntuhkan kebencian dan meluluhkan hati Caliana?
Sampul Novel Merenda Cinta
8.4
Aileen, putri bungsu keluarga kaya Hadiwidjaya, bermimpi menjadi desainer interior sukses selepas kuliah di Stanford. Namun, ambisinya terbentur rencana perjodohan sang ayah dengan putra sahabatnya, Hasby Al Azizy. Sikap Hasby yang pendiam sekaligus ramah justru membuat Aileen yang manja tapi cerdas ini merasa kesal sejak awal pertemuan mereka. Akankah ia menerima takdir ini? Ikuti kisah perjuangan Hasby dalam meluluhkan hati Aileen demi meraih cinta sejati mereka.
Sampul Novel Miliarder Misterius dan Pengantin Penggantinya
8.6
Demi membiayai pengobatan pelayan tercinta, Julita terpaksa menggantikan saudara angkatnya untuk menikah dengan Erwin, pria yang dicap tidak berguna. Erwin sendiri setuju menikahi Julita hanya demi memenuhi wasiat ibunya. Namun, di balik penindasan yang dialami Julita, Erwin ternyata menyimpan rahasia besar tentang kemiripan dirinya dengan miliarder terkaya di kota. Akankah pernikahan penuh kebohongan identitas ini bertahan, atau justru berujung pada bencana?
Sampul Novel Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun
7.9
Tujuh tahun pernikahan kami hancur seketika saat aku memergoki Brama berselingkuh dengan Kinan, mahasiswi yang kubantu biayai kuliahnya. Pengkhianatan ini ternyata sudah berjalan empat tahun, dan Kinan kini mengandung anak suamiku—hal yang selalu dihindari Brama bersamaku. Muak dengan segala dusta yang mereka lakukan di rumah kami sendiri, aku enggan membalas dendam. Aku memilih menghubungi ahli saraf untuk menjalani prosedur eksperimental demi menghapus seluruh ingatan tentang Brama selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan