APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Anak Tiri

Dendam Anak Tiri

Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

18 Tahun Kemudian.

"Jadi, Pak, saya di sini bekerja sebagai Cleaning Service?"

Raut wajah Alena seketika berubah kala pria dihadapannya mengatakan kalau dia terima di sini sebagai Cleaning Service. Tatakala dia dipanggil untuk datang ke perusahaan yang dimasuki surat lamaran kerja, dia pikir akan diterima dengan posisi yang bagus. Namun, ternyata ekspektasinya terlalu tinggi. Perasaan senang yang tadi dia rasakan seketika lenyap. Dan dia bertanya kembali untuk memastikan.

"Benar, Mbak. Bagaimana? Apakah Mbak terima?" Perubahan raut wajah Alena tentu terbaca oleh pria itu. 

"Saya terima, Pak," jawab Alena akhirnya. Meski awalnya dia sedikit kecewa karena fakta tidak sesuai dengan keinginannya, dia tetap menerima pekerjaan itu. Karena yang penting dia punya pekerjaan dan penghasilan sendiri setelah selama ini dia bersusah payah mencari pekerjaan ke sana ke mari.

"Bagus kalau begitu. Tugas Mbak di sini adalah bertanggungjawab untuk kebersihan seluruh area kantor ini dan kerjakan dengan teliti," jelas pria berjas di hadapannya yang merupakan direktur di perusahaan ini.

"Baik, Pak. Jadi kapan saya mulai bekerja?"

"Di sini pakai sistem shift, seminggu masuk pagi dan pulang sore. Seminggu lagi masuk sore dan pulang malam. Begitu setiap minggunya," terang sang direktur.  "Mulai besok kamu sudah boleh masuk. Besok pagi jam delapan kamu harus sudah ada di kantor dan pulang setengah empat sore," tambahnya.

"Baik, Pak."

"Oke."

"Kalau begitu saya permisi, ya, Pak. Terima kasih."

Pria itu mengangguk. Alena berdiri dan keluar dari ruangan tersebut.

Gadis itu mengehela napas lega seiring dengan langkahnya menuju keluar kantor. "Meskipun jadi CS nggak pa-pa, deh. Yang penting gue punya pekerjaan dan bisa bantuin Ibu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lagi pula gue cuman tamatan SMA. Seharusnya gue tahu diri. Ya, gue harus bersyukur." Perempuan itu lalu menengadah memandangi langit-langit kantor yang mewah, berdoa kepada penghuni langit. "Ya Allah makasih akhirnya hamba diterima bekerja dan hamba bakal punya penghasilan sendiri." Perempuan berusia delapan belas tahun itu lalu tersenyum dan mempercepat langkahnya keluar kantor. Tak sabar ingin cepat pulang ke rumah dan mengabari ibu tentang kabar gembira ini.

***

"Stop, Pak." Alena mengetuk langit-langit angkot yang dia tumpangi kala kendaraan itu telah mendekati gang sempit di mana rumahnya berada. Angkot itu berhenti. Alena turun setelah membayar biaya angkot pada supirnya.

Sepeninggal angkot, gadis itu melanjutkan perjalanannya memasuki gang sempit dengan berjalan kaki. Rumah kontrakan Alena berada di gang sempit. Yang mana gang itu hanya cukup dilewati dua motor yang berdampingan dengan rapat, tidak untuk mobil apalagi truk. Jalannya terbuat dari semen dan membentuk jalan setapak. Di sepanjang gang itu rumah-rumah kecil dan sederhana berjejer rapat.

"Assalamu'alaikum, Ibu!" Alena memanggil ibunya tatkala dia membuka pintu yang tidak dikunci. Gadis itu langsung masuk mencari ibunya. Namun, dia tak menemukan ibunya di rumah. Dia pun keheranan karena sebelum dia berangkat ke kantor tadi ibunya masih di rumah dan tidak ada rencana pergi ke mana-mana. Hari ini ibunya juga istirahat dari bekerja karena majikannya sekeluarga sedang ke luar kota.

"Ibu!" panggilnya lagi sambil masuk ke kamar, tapi ibunya juga tak ada di sana. "Apa Ibu main ke rumah tetangga?" gumamnya.

Alena pun keluar rumah. Bu Sari, tetangga sebelahnya yang tengah melayani pembeli nasi kuning menyadari keberadaan Alena. "Eh, Alena, tadi saya lihat Ibu kamu di bawa warga ke rumah sakit." Bu Sari langsung mengabarkan.

Alena syok. "Ibu masuk rumah sakit? Kok bisa?"

Bu Sari menggeleng. "Saya nggak tahu. Sebaiknya kamu segera susul ibumu ke rumah sakit."

Alena mengangguk. "Makasih, Bu, infonya."

"Iya."

Alena pun kembali mengunci pintunya. Dan segera menghubungi sahabatnya, Farah. "Farah lo lagi sibuk nggak? Tolongin antarin gue ke rumah sakit. Gue buru-buru, Ibu gue masuk rumah sakit," jelasnya begitu sambungan telepon diangkat lawan bicaranya. Wajah Alena terlihat panik.

"Ini gue baru pulang dari kampus. Gue langsung ke rumah lo, ya?"

"Iya, iya, gue tunggu di depan gang aja." Alena mematikan ponselnya dan memasukkannya ke saku jins. Buru-buru keluar gang menunggu jemputan Farah di depan.

***

Setelah menanyai ruangan ibunya di rawat melalui resepsionis, Alena dan Farah berjalan tergesa di sepanjang lorong rumah sakit menuju ruang tempat ibunya dirawat. Perasaan Alena kian cemas. Tiap detik waktu terasa berjalan sangat lambat. Membuatnya kian cepat memacu langkah agar cepat mengetahui keadaan ibunya.

Sesampainya di ruangan ibunya, Alena langsung menghampiri ibunya yang tampak terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Farah mengiringi Alena. Mereka berdua berdiri di sisi ranjang itu.

"Ibu ...." Alena membungkuk menatap ibunya dengan rasa khawatir yang menjadi. "Keadaan Ibu gimana? Kata dokter Ibu sakit apa? Kenapa bisa sampai masuk rumah sakit?" tanya Alena beruntun. Sementara Farah di samping Alena hanya diam memandang iba Leyla.

"Alena, Ibu mau cerita sesuatu sama kamu." Bukannya menjawab pertanyaan anaknya, Leyla malah bicara hal lain.

"Cerita apa, Bu?"

"Maafkan Ibu sebelumnya karena sudah merahasiakan ini dari kamu. Sekarang Ibu rasa sudah waktunya buat kamu tahu semuanya ...." Alena mengernyit. Perasaannya semakin tak nyaman. "Ini tentang ayah kandung kamu,"

Alena tertegun.

Ayah kandungnya?

Kenapa tiba-tiba ibunya membicarakan itu?

Bukankah selama ini ibu sudah menceritakan yang sebenarnya tentang itu?

Apakah selama ini ibu menyembunyikan sesuatu tentang ayah kandungnya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Istri Bukan Babu Gratisanmu Mas!
9.2
Anisa Rahmawati awalnya sangat mencintai suaminya, seorang duda bernama Arman Hermansyah. Namun, impian indahnya hancur seketika pada hari keempat pernikahan mereka. Anisa memergoki Arman berselingkuh dengan kekasih gelapnya, hubungan yang rupanya telah terjalin lama sebelum mereka resmi menikah. Kini, Anisa harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya hanya dimanfaatkan. Arman menikahinya bukan karena rasa cinta, melainkan hanya untuk dijadikan pelayan gratis di rumah.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Clara harus menanggung akibat dari tindakan ayahnya yang melarikan diri dengan uang milik Tuan Blackwell. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa mengorbankan kebebasannya dan bersedia menjadi wanita simpanan sang miliarder. Namun, kesepakatan dingin ini justru menyeret Clara ke dalam badai emosi yang rumit serta misteri masa lalu yang mulai terungkap. Hubungan yang penuh ketegangan ini pun menjadi ujian berat bagi ikatan sejati mereka.
Sampul Novel Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris
8.4
Fernanda kerap dihina sebagai gadis desa yang kasar semenjak kembali ke keluarganya, tetapi ia tak peduli. Keadaan berubah saat Cristian, pria yang sangat rasional, digosipkan hilang akal karena mencintainya. Tak rela sang kekasih difitnah, Fernanda mulai bertindak. Satu demi satu identitas aslinya terkuak, mulai dari desainer hebat, gamer genius, pelukis ternama, hingga pengusaha sukses. Ternyata, dialah yang selama ini membodohi mereka semua.
Sampul Novel Ragu yang Berujung Temu
9.0
Mikha menghadapi dilema besar saat Khalil, cinta lamanya selama sepuluh tahun, dan Malik melamarnya secara bersamaan. Demi mencegah luka yang lebih parah, ia harus menentukan pilihan. Sayangnya, pernikahan yang ia pilih justru terasa dingin dan hampa sejak malam pertama. Saat badai rumah tangga dan bayang-bayang perceraian mengintai, hadirlah wanita lain yang berniat merebut sang suami. Kini, Mikha harus berjuang menjaga komitmen pernikahannya sembari berharap mukjizat akan datang.
Sampul Novel The Princess Knight
9.1
Demi membuktikan kemandiriannya, Merlyn Diwangkara nekat meninggalkan kehidupan mewahnya. Namun, kepolosan gadis itu justru kerap menimbulkan kekacauan yang merepotkan Galih Kurniawan Jati, seorang polisi tegas. Meski meragukan kemampuan bertahan hidup Merlyn, Galih selalu hadir sebagai pelindung di tengah berbagai kesulitan. Hubungan mereka pun berkembang dalam dinamika unik antara tekad kuat Merlyn dan tanggung jawab tak terduga dari sang polisi.
Sampul Novel Wanita Bisu Milik Polisi Kejam
8.1
Grey Massimo, polisi kejam berjuluk Hiu Daratan, menyembunyikan identitas istrinya yang tunawicara dari publik Turin. Alasan di balik keputusan ini masih misterius, entah karena malu atau demi melindunginya. Namun, ancaman datang saat seorang penelepon gelap bersiap menghabisi nyawa sang istri jika Grey menolak membebaskan seorang buronan kelas kakap. Kini, sang polisi menghadapi dilema besar antara dedikasi pada tugasnya atau menyelamatkan wanita yang didekapnya dalam rahasia.