APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dendam Anak Tiri

Dendam Anak Tiri

Kemiskinan dan hinaan masa kecil mengubah Alena menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, Alyssa, adik tirinya yang manja, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Sebenarnya ... Ibu bohong ... tentang Ayah kamu selama ini." Dengan susah payah, Leyla menuntaskan kalimatnya. Suaranya terdengar semakin melemah. "Ayah kamu ... nggak meninggalkan Ibu. Dia ada ... di dekat kamu."

"Bohong gimana, Bu?" Pikiran Alena mulai berspekulasi.

"Ayah kamu nggak meninggalkan Ibu seperti yang pernah Ibu ceritakan. Ayah sama Ibu nggak pernah menikah."

Alena tertegun.

Jadi ibu dan ayah tidak pernah menikah?

Itu artinya ibunya hamil di luar nikah dan dirinya adalah anak haram?

 "Kenapa bisa, Bu? Jadi siapa sebenarnya Ayah aku?"

Mata Leyla yang sedari tadi menatap Alena, beralih menatap langit-langit ruangan bercat putih bersih. "Ayah kamu adalah orang yang selama ini kamu anggap sebagai Kakek kamu. Bagaskara."

Alena lebih syok lagi. Kakek Bagaskara? Bukannya kakek Bagaskara itu suami nenek Rista, adik dari neneknya? Bagaimana bisa Bagaskara adalah ayahnya? Alena tak mengerti bagaimana semuanya bisa terjadi.

"Ibu nggak bohong, 'kan, Bu?" Alena rasanya tak percaya.

Leyla menggeleng lemah. "Ceritanya rumit ...." Suara Leyla nyaris tak terdengar.

"Bagaimana itu bisa terjadi, Bu? Jelasin ke aku." Alena mendesak ibunya dengan rasa penasaran yang membesar. Sementara Farah yang mendengarnya kian membisu.

Leyla kembali menatap Alena. "Maafin Ibu, Alena ..." Leyla malah minta maaf membuat Alena makin tak mengerti. "Intinya Bagaskara adalah Ayah kandung kamu. Ibu nggak menikah dengannya karena ulah Rista. Rista itu jahat! Sangat jahat! Dia yang sudah merebut Ayah kamu dari Ibu! Dia wanita manipulatif. Munafik." Leyla menggebu-gebu. Meski lemah, intonasinya kian meninggi.

Alena diam, menunggu ibunya melanjutkan ucapan. Namun, tidak dengan pikirannya yang sibuk berspekulasi.

"Sekarang mereka hidup bahagia bersama anaknya, Alyssa. Mereka bahagia di atas penderitaan kita." Tangis Leyla pecah seketika. Tak dapat lagi menahan kesedihan yang kian menyesakkan hati. Peristiwa-peristiwa masa lalu mendadak berkelabat di ingatannya. "Seandainya dulu Ibu yang menikah dengan ayahmu. Nasib kamu tidak akan begini, Alena."

Alena berusaha untuk tidak menangis, meski tak dapat dimungkiri perasaannya sedih dan sakit mendengar cerita Ibu. "Ibu nggak boleh nangis," bisiknya.

"Kamu harus datangin mereka, kamu harus--" 

"Ibu jangan ngomongin itu dulu, Bu. Ibu fokus aja sama kesembuhan Ibu, ya?" Alena berusaha mengalihkan perhatian ibunya. Tapi Leyla malah menggeleng.

"Ibu mohon kamu harus datangin mereka ... minta pertanggungjawaban kepada mereka ...." Selepas mengucapkan kalimat itu, Leyla mendadak mengalami sakaratul maut. 

"Ibu!" Alena berteriak tertahan. Tak pernah terduga olehnya, di usianya yang masih sangat belia, dia melihat sendiri ibunya sakaratul maut, secepat itu.

"Laa ... ilaaha ...."

"Laa ... ilaaha ... illallaahh ...." Dengan air mata tak terbendung, Alena membantu ibunya mengucapkan dua kalimat syahadat. "Muhammadur Rasulullah ...."

Persis kalimat itu selesai dilisankan, Leyla menghembuskan napas terakhir. Tangis Alena pecah seketika. Tangannya menutup kedua mata sang ibu yang telah tak bernyawa "Ibu!!"

"Tante Leyla!" Farah yang sejak tadi terdiam akhirnya berseru. "Al, lo yang sabar, ya?" Farah mengusap bahu Alena.

Alena lantas menggeleng, tersadarkan sesuatu. "Ibu pasti belum meninggal. Ibu masih bisa diselamatkan!" Alena masih berharap semua ini tidak nyata. Yang dia lihat tadi hanyalah ilusi-nya. "Bu, bangun, Bu!"

"Al, Tante Leyla beneran udah meninggal."

Alena tak memedulikan Farah dan malah berlari menuju pintu, ke luar ruangan mencari dokter. "Dokter!"

Farah yang melihat itu tak bisa mencegah lagi.

"Dokter!" Suara Alena terdengar lantang di lorong depan ruangan itu. Mengundang perhatian pengunjung lain dan staf rumah sakit. Tak lama kemudian, dokter yang tadi menangani ibunya beserta seorang perawat pun datang.

"Ada apa, Mbak?" tanya perawat itu.

"Ibu saya! Ibu saya!" Alena kehilangan kata-kata. Melihat aksi Alena yang demikian, dokter dan perawat itu langsung bergegas masuk ke ruangan. Alena ikut masuk dan menyaksikan semua.

"Permisi."

Farah menepi.

Dokter memeriksa denyut nadi di tangan Leyla dengan kedua jarinya. Lantas menggeleng. "Innalillahi Wa'innailaihi Rajiun, Bu Leyla sudah tiada."

Alena menggeleng keras. "Nggak mungkin, Dok! Dokter pasti salah, periksa lagi, Dok! Atau coba lakukan sesuatu siapa tahu Ibu saya masih bisa sadar!"

"Maaf, tapi Ibu Anda sudah meninggal dunia," jelas dokter itu lagi.

 Alena menatap sang dokter tak percaya, lalu menghampiri ibunya yang terbaring kaku. "Ibu! Ibu kenapa tinggalin Alena, Ibu?! Ibu bangun!!" Alena mengguncangkan tubuh ibunya sekuat tenaga berharap ibunya bangun.

"Al, istighfar, Al. Tante Leyla udah nggak ada," bisik Farah. "Ikhlasin, Al."

Alena tak peduli dan terus berteriak histeris sambil mengguncang tubuh ibunya. Berharap ada keajaiban.

"Ibu!!" Alena terus menangis dan berteriak sampai akhirnya gadis itu jatuh pingsan.

"Alena!" Farah yang melihat itu langsung panik sekaligus bingung. Apa yang harus dia lakukan?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Bercerai!!
8.4
Batas kesabaran Adeline akhirnya habis setelah sekian lama direndahkan oleh Devon, suaminya yang kini ia anggap lebih tidak berharga dibanding sampah. Konflik memanas di ruang makan ketika Devon mendengar langsung hinaan tersebut. Dengan emosi meluap, sang tuan muda mencengkeram dagu Adeline, memberi ancaman keras agar istrinya tidak memicu masalah. Namun, Adeline kini tidak lagi gentar untuk menentang dominasi dingin dari pria itu.
Sampul Novel Cinta Melawan Syarat
9.4
Demi membiayai pengobatan ayahnya, Helena rela menggantikan saudara tirinya untuk menikah dengan pewaris kota yang tuli. Sejak malam pertama, ia langsung diperingatkan bahwa pernikahan mereka murni urusan bisnis. Di tengah sikap dingin suaminya yang tak terduga, Helena terus bertahan. Saat banyak orang memprediksi nasib buruknya, sang suami justru selalu melindunginya. Namun, ketika kontrak berakhir dan Helena ingin pergi, pria itu menangis memohon agar ia bertahan.
Sampul Novel Diary Istri CEO
9.5
Aisyah, lulusan Manajemen Pendidikan Islam, merantau ke Jakarta untuk berdakwah. Namun, ia justru dihina saat melamar di perusahaan milik Rahman. Rahman, sang CEO sukses, berubah menjadi nakal sejak batal menikah dengan Cindy akibat masalah kesuburan. Suatu hari, takdir membuat Aisyah mengetahui rahasia Rahman. Demi menjaga kehormatan, ia bersedia dinikahi. Walau sempat ragu dengan kondisinya, Rahman akhirnya menerima syarat Aisyah untuk berikhtiar bersama demi masa depan.
Sampul Novel Dua Istri CEO
9.0
Setelah kebersamaan mereka yang intim, Brian terkejut saat Azzura mendesaknya untuk berpoligami. Sebagai pria kaya dan tampan, Brian menolak keras karena hatinya hanya milik Azzura. Sikap keras kepala istrinya yang tanpa alasan jelas ini memicu kemarahan sekaligus keraguan dalam diri Brian. Namun, di tengah konflik tersebut, Azzura memeluk erat suaminya untuk menegaskan bahwa perasaannya tidak berubah dan cintanya tetap tulus hanya untuk Brian.
Sampul Novel Istri Kontrak Mr Billionaire
8.6
Claudya terpaksa menikahi seorang miliarder Eropa demi melunasi biaya pengobatan ibunya. Alih-alih bahagia, kehidupan barunya justru dipenuhi siksaan batin karena sang suami menjadikannya pelampiasan atas luka masa lalu dari sang mantan kekasih. Meski sempat menaruh hati pada pria tersebut, Claudya akhirnya memilih menyerah. Ia memutuskan pergi jauh demi mengakhiri penderitaan dalam pernikahan kontrak tanpa cinta ini.
Sampul Novel ISTRI KONTRAK SANG CEO
8.0
Masa pernikahan kontrak Rehan dan Merry segera berakhir, tetapi sang CEO mulai jatuh cinta pada istrinya. Walau Rehan menutupi perasaannya, Merry tetap bertekad menyudahi perjodohan keluarga mereka. Saat kabar perceraian berembus, kehadiran model menawan yang merayu Rehan kian memperkeruh situasi. Merry mencoba merelakan perpisahan ini, sedangkan Rehan kini bimbang antara menyatakan cinta atau kehilangan Merry selamanya.