APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Akibat kelalaian sang kakak yang membawa seluruh pengawal demi selingkuhannya, rumah mereka diserang musuh lama. Ibu terluka parah, dan meski bantuan akhirnya datang, sang selingkuhan menghilang serta meninggalkan surat fitnah. Hal ini memicu dendam sang kakak yang tega membunuh adiknya sendiri demi merebut takhta ahli waris perusahaan. Namun, maut bukan akhir. Sang protagonis terbangun kembali di masa lalu, tepat ketika pintu vila mulai didobrak oleh musuh yang haus darah.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Dan satu lagi, bilang ke Kiana hentikan semua trik murahan itu. Aku nggak akan tertipu lagi.”

Mendengar ucapan itu, hatiku langsung terasa membeku.

Ternyata kakakku juga bereinkarnasi?! Tapi kenapa dia bisa mengira ini semua hanya kebohonganku?

Padahal di kehidupan sebelumnya, dia sendiri yang menyaksikan bagaimana para penjahat itu menyiksa aku dan ibu.

Kenapa di kehidupan ini dia jadi sedingin ini?

Hanya karena wanita bernama Mia itu bilang,‘Kiana sengaja’?

Langkah kaki seseorang terdengar semakin berat, mendekat ke arah pintu.

Tak lama kemudian, pintu digedor semakin keras dan suara gesekan lemari yang diseret di lantai terdengar nyaring menusuk telinga.

Kami hanya bisa terpaku melihat pertahanan lemari itu semakin melemah, hingga, “Plak!”

Salah satu sudut lemari pecah dihantam keras, menimbulkan celah besar yang langsung terbuka di depan mataku dan ibu.

Suara tawa rendah dan serah terdengar dari luar, “Ternyata kalian sembunyi di sini.”

Aku berdiri di depan ibu, perlahan mundur ke arah ranjang.

Menatap celah di pintu yang mulai terbuka dan menyodorkan cahaya, perasaan tak berdaya karena tangan kosong membuat keningku basah oleh keringat dingin.

Lalu, pintu pun ditendang terbuka. Suara gesekan kaki lemari yang menyeret lantai menjerit seperti rel kereta api yang tergesek keras.

Sepasang sepatu bot kotor melangkah masuk.

“Kalian pikir bisa selamat hanya dengan menahan pintu? Aku bukan orang yang sabar bermain petak umpet.”

Pria itu menyeringai sinis, tatapannya menyapu sekeliling ruangan.

Tubuhku membeku di tempat, menatap pisau mengilap di tangannya. Pantulan cahaya menyinari jari-jarinya yang kotor dan hitam.

Tatapannya berhenti padaku, penuh nafsu dan menjijikkan, seperti lidah ular yang menjilat kulit, “

“Lumayan juga, nggak kusangka ada nona secantik ini di sini.”

Ibu berteriak sekuat tenaga, “Jangan sentuh dia!”

Aku menggertakkan gigi, menahan rasa putus asa yang menggeladak di dada, lalu menoleh ke ibu dan berbisik pelan,

“Bu, apapun yang terjadi nanti, kamu jangan ikut campur.”

“Ibu mundur, ada trampolin di luar jendela. Loncat ke bawah bisa mengurangi benturan.”

“Lalu ibu lari ke rumah sebelah, rumah Keluarga Phoin. Cari Willy dan suruh dia bawa orang untuk selamatkan aku.”

Pria itu sudah semakin dekat sambil menggoyangkan pisaunya, waktu kami hampir habis.

Lagipula, di kehidupan sebelumnya aku juga sudah pernah disiksa. Di kehidupan ini, bagaimanapun caranya aku harus melindungi ibu.

“Kiana, ibu nggak mungkin tinggalkan kamu!”

Aku mencengkeram pergelangan tangan ibu sekuat tenaga.

“Tolong dengarkan aku, bu. Ibu harus loncat dan lari secepat mungkin ke rumah Keluarga Pholin. Selama ibu selamat, semuanya masih ada harapan.”

Saat itu juga, pria itu mendorong lemari ke samping dan maju mendekat ke arah kami.

“Bu, cepat loncat!” bisikku panik.

Namun, ibu malah melesat ke depan dan menyerbu pria itu.

Dia memeluk lengannya erat-erat dan berusaha menyeretnya mundur.

“Kiana! Cepat loncat! Cepat pergi! Ibu nggak akan biarkan mereka menangkapmu!”

Suaranya tersendat oleh isak tangis, tapi terdengar penuh ketegasan.

“Ibu!”

Aku menjerit ketakutan.

Dan di depan mataku sendiri, pria itu mengayunkan tangannya dan menusukkan pisau itu tepat ke punggung ibu!

Seketika, cairan merah menyala seolah langsung menyerbu masuk ke dalam pikiranku, menghancurkan semua logika dan ketenanganku.

Ibu terengah-engah menahan sakit, tapi tetap memeluk pinggang pria itu erat-erat, sambil menangis dan berteriak,

“Cepat lompat! Kiana! Cepat! Jangan ragu-ragu lagi!”

Seluruh darah dalam tubuhku rasanya membeku, tapi naluri untuk bertahan hidup terasa seperti reaksi otomatis.

Melawan secara langsung jelas bukan pilihan tepat. Aku berlari ke jendela dan tanpa ragu melompat ke bawah.

Saat mendarat, trampolin memantulkan tubuhku kuat-kuat dan rasa sakit yang menusuk tiba-tiba menjalar dari pergelangan kaki hingga ke betis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dinodai Kakak Angkat
8.9
Yugo melakukan tindakan keji terhadap adik angkatnya, Maheswari, saat kehilangan kendali. Begitu tahu Maheswari hamil, Yugo yang angkuh justru kabur dari tanggung jawab. Demi menutupi kesalahannya, ia dengan kejam menjebak Junior sebagai kambing hitam. Di tengah situasi penuh ancaman dan kekerasan, Maheswari kini didera dilema besar mengenai kelanjutan masa depannya bersama Junior yang ikut terseret.
Sampul Novel Kasus 21+
9.3
Khusus pembaca 21 tahun ke atas. Sebagai ketua tim khusus kepolisian elit, Eva Avalon mengemban misi besar untuk memberantas kejahatan dan eksploitasi seksual yang merajalela. Di era modern dengan teknologi yang memicu berbagai modus operandi baru yang licin, ia harus memimpin penyelidikan kasus-kasus rumit. Ikuti perjuangan hebat Eva dalam mengungkap setiap misteri dan menegakkan keadilan di tengah tantangan yang berbahaya.
Sampul Novel Keabadian yang Tertunda Dendam
8.2
Setelah 300 tahun berlatih di bawah Master Sun, si kembar Wulan dan Mulan turun gunung demi mengejar keabadian dan mencari ayah kandung mereka yang ternyata masih hidup. Namun, saat sang ayah ditemukan, rahasia kelam masa lalu justru terkuak. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: membalaskan dendam sang ibu agar bisa meraih keabadian, atau melepaskan ambisi besar tersebut demi menjalani hidup sebagai manusia biasa di dunia fana.
Sampul Novel Merebutmu Kembali
9.3
Sebagian orang berusaha pulih dari trauma, sedangkan yang lain memilih menghindar. Chandani kini berada di persimpangan jalan ketika kenangan masa lalu yang menyakitkan mendadak kembali membayanginya. Ironisnya, pria yang menjadi penyebab luka batinnya justru datang membawa lamaran pernikahan. Haruskah ia menerima pinangan tersebut atau kabur demi kedamaiannya? Di tengah situasi pelik ini, kegelapan justru tampak menjadi satu-satunya penentu arah takdirnya.
Sampul Novel Reinkarnasi Pembunuh Bayaran: Dendam dari Tubuh Kedua
8.4
Pembunuh bayaran Liu Yifen tewas saat misi, lalu mendapat peluang hidup baru dari dewi misterius. Ia pun bereinkarnasi ke dalam tubuh pilihan pertamanya demi menuntaskan tugas baru. Namun, nasib buruk kembali datang saat ia tewas bersimbah darah di hadapan musuh yang gembira atas kematiannya sebelum misi itu selesai. Apakah ini akhir dari perjalanan hidup Liu Yifen, atau masih ada reinkarnasi berikutnya yang telah dipersiapkan oleh takdir?
Sampul Novel Suamiku, Nerakaku!
8.8
Tujuh tahun pengabdian cinta kepada Kennedy hancur seketika saat penculikan mengerikan terjadi. Alih-alih menyelamatkan istrinya, Kennedy justru menolak membayar uang tebusan karena terhasut oleh sekretarisnya yang menganggap ini cara terbaik untuk mendisiplinkannya. Setelah melewati siksaan yang bagaikan neraka, sang istri akhirnya tersadar dan memilih melepaskan hubungan ini. Namun, saat dia memutuskan untuk pergi selamanya, Kennedy justru bersujud sambil menangis demi mendapatkan pengampunan.