APKDock Logo
Sampul Novel Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

8.4 / 10.0
Akibat kelalaian sang kakak yang membawa seluruh pengawal demi selingkuhannya, rumah mereka diserang musuh lama. Ibu terluka parah, dan meski bantuan akhirnya datang, sang selingkuhan menghilang serta meninggalkan surat fitnah. Hal ini memicu dendam sang kakak yang tega membunuh adiknya sendiri demi merebut takhta ahli waris perusahaan. Namun, maut bukan akhir. Sang protagonis terbangun kembali di masa lalu, tepat ketika pintu vila mulai didobrak oleh musuh yang haus darah.

Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami Bab 1

Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor.

Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu.

Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya.

Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa.

Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan.

Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal.

Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota.

Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu.

Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup.

Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya.

Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku.

Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri.

Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.”

“Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!”

Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.

Pintu besi vila yang tebal dibobol dengan suara keras menggema. Seketika membangunkanku dari sensasi sesak napas yang seolah menyeretku menuju kematian.

Aku reflek menarik ibu yang panik dan hendak berlari keluar untuk memeriksa keadaan, lalu menyeretnya masuk ke kamarku.

Begitu pintu tertutup, aku langsung menguncinya rapat-rapat, napasku terengah-engah. Aku memberi isyarat agar ibu membantuku mendorong lemari pakaian dari kayu jati yang berat itu untuk mengganjal pintu.

“Kiana, apa yang kamu lakukan? Ada pengawal di rumah ini, apain harus takut?”

Tanya ibu dengan bingung sambil menatapku, rasa takut tetap terlihat jelas dari tatapan matanya.

Dia belum tahu kalau kakak sudah membawa semua pengawal pergi demi si wanita simpanannya.

“Bu, kakak bawa pergi semua pengawal! Hanya ada kita berdua di rumah ini sekarang!”

Aku menggertakkan gigi, mengerahkan seluruh tenaga untuk mendorong lemari berat itu.

Suara gesekan lemari yang menyakitkan telinga menggema di ruangan, meninggalkan bekas goresan dalam di lantai kayu.

Ibu membeku, tak percaya bahwa kakakku yang selama ini selalu terlihat bertanggung jawab bisa melakukan hal sebodoh itu.

Keluarga Joman bukan orang sembarangan.

Keamanan selalu menjadi prioritas utama, bagaimana mungkin semua pengawal dibawa pergi?

Namun, melihat wajahku yang pucat, ibu pun terpaksa memercayaiku.

“Cepat! Telepon kakakmu! Suruh dia cepat pulang!”

Desak ibu dengan suara gemetar.

Aku tak menjawab, hanya menatap tajam ke arah pintu kamar yang kini hanya dibentengi oleh lemari besar.

Dengan tangan yang gemetar, aku memutuskan menelepon polisi lebih dulu. Aku menjelaskan situasinya dengan singkat dan cepat, lalu menyebutkan alamat kami.

Aku tak berani menyerahkan keselamatan kami sepenuhnya pada kakak, karena di kehidupan sebelumnya, dia datang terlalu terlambat.

Hingga ibu kehilangan nyawanya karena tak mendapat pertolongan medis tepat waktu.

Begitu telepon ditutup, perasaanku terasa semakin berat.

Beberapa hari terakhir ini, salju deras menutupi jalan. Vila kami yang terletak di lereng bukit cukup jauh dari kantor polisi terdekat.

Aku tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi sebelum polisi tiba….

“Duk!” terdengar sebuah hantaman keras mengguncang pintu kamar.

Reflek, aku menekan tubuhku ke arah lemari, rasa takut menyapu sekujur tubuh seperti gelombang pasang.

Tiba-tiba, telepon ibu akhirnya tersambung dengan kakak.

“Jack, cepat pulang! Ada… ada perampok yang masuk ke rumah!”

Suara ibu sudah hampir menangis.

Namun, suara kakak di balik telepon terdengar kesal,

“Sudahlah bu, jangan bohong. Aku lagi merayakan ulang tahun Mia, bakal pulang besok.”

“Aku nggak bohong! Benaran ada perampok! Cepat pulang atau kamu siap-siap melihat jasad kami!”

Teriak ibu dengan histeris.

Namun, suara kakak semakin dingin, “Aku tahu ibu nggak suka Mia, tapi nggak perlu juga buat cerita seperti ini untuk menakutiku.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Allena
8.0
Kedamaian hidup Allena lenyap seketika sewaktu tanda kutukan Xavier terukir di lengannya. Sang Putra Mahkota Xendria hadir untuk menuntut janji ayah Allena dua puluh tahun lalu yang menjadikannya calon istri. Allena menolak keras dinikahi penyihir berumur dua abad itu. Siksaan kutukan tersebut sangat nyata hingga ia tak lagi bisa menyentuh siapa pun. Kini, ia terjepit di antara hasrat mempertahankan kebebasan atau menyerah pada takdir sang pangeran.
Sampul Novel Bismillah Anna
9.2
Sejak SMP, Anna memendam rasa pada Malik yang bersikap dingin dan menyukai perempuan lain. Di tengah perjuangannya sebagai dokter muda, ia harus menghadapi duka mendalam akibat kehilangan sang ayah. Meski takdir terasa pahit dan cintanya bertepuk sebelah tangan, Anna tetap tegar melewati cobaan hidup. Akankah kesabarannya berujung pada pernikahan dengan Malik, atau takdir justru akan mempersatukannya dengan seorang pria lain yang jauh lebih misterius?
Sampul Novel Cinta Yang Terlambat Bersinar
9.1
Sejak pandangan pertama, gadis ini telah menaruh hati pada sahabat ayahnya, seorang pria dewasa yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Sosok pria yang selalu tampil menawan dengan setelan jas rapi itu pernah memberinya sebuah gaun putri yang indah. Ketika sang gadis menginjak usia dua puluh tahun, sebuah insiden tragis terjadi saat pria tersebut tidak sengaja diracuni di sebuah pesta. Demi menyelamatkan nyawa sang pujaan hati, ia mengenakan gaun pemberian itu dan merelakan kesucian tubuhnya sebagai penawar racun.
Sampul Novel Jebakan Lilin Aromaterapi Ibuku
8.4
Akibat kelelahan yang luar biasa, sang protagonis memutuskan beristirahat di dalam toko perlengkapan orang dewasa milik keluarganya. Namun, nasib sial membuatnya terjebak di atas ranjang seks secara tidak sengaja. Situasi semakin kacau ketika Om Charles, pemilik toko sebelah, melangkah masuk ke dalam ruangan. Karena salah paham dan mengira sang protagonis adalah produk mainan dewasa model terbaru yang sangat realistis, pria itu justru langsung bertindak nekat dengan melepaskan celananya.
Sampul Novel Ketika Cinta Telah Mati dan Harapan Pupus
8.7
Saat hipotermia dan penyakit jantungnya kambuh di puncak gunung, Chloe Winata diabaikan oleh dua teman masa kecilnya yang lebih memilih menyelamatkan Lucia. Setelah berhasil bertahan hidup dari maut tanpa kepedulian mereka yang malah asyik berpesta, Chloe menyadari persahabatan belasan tahun mereka telah sia-sia. Kecewa dan kehilangan harapan, Chloe akhirnya memutuskan untuk menyerah pada hubungan masa lalu tersebut. Ia pun menghubungi ayahnya dan menyatakan kesediaannya untuk menerima perjodohan dengan putra dari Keluarga Januar.
Sampul Novel Pijatan Pria Perkasa
8.1
Sesi terapi biasa berubah menjadi momen penuh ketegangan bagi seorang wanita yang berbaring dengan mata tertutup. Di bawah pijatan terapis pria, ia berusaha menahan gejolak yang muncul. Bisikan sensual tentang alat pijat khusus berukuran tiga puluh sentimeter memicu rasa penasaran yang tak terbendung. Meski sempat kehilangan kendali akibat sentuhan tak sengaja pada paha pria itu, ia tetap bersikap keras kepala dan menantang untuk membuktikan kebenaran klaim tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan