APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cute Little Wife

Cute Little Wife

Satu malam intim mengubah hidup Timmy dan Li Xiao Ke selamanya setelah mereka mendadak memiliki kekuatan supranatural misterius. Di tengah kehidupan modern, kemampuan baru ini menguji kekuatan cinta mereka yang baru tumbuh. Akankah keajaiban tersebut mempererat hubungan mereka atau justru memicu kehancuran? Saksikan perjuangan asmara penuh rintangan tak terduga ini saat keduanya menghadapi konsekuensi dari kekuatan baru mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Timmy terlihat bosan dan kesal, karena Li Xiao Ke terus mengabaikannya sepanjang hari, sudah menjadi kebiasaan Li Xiao Ke ketika dia tidak ada kerjaan, dia sibuk bermain game online. Mendadak Li Xiao Ke menjadi sangat gusar ketika Timmy tiba-tiba menutup laptopnya dengan paksa. Alisnya berkerut, dengan bibir kecil yang terkatup rapat, hingga membentuk garis lurus di bibir mungilnya, dia menoleh ke arah Timmy, yang kondisi wajahnya kurang lebih sama buruknya dengan dirinya.

"Ko Timmy, apa yang kamu lakukan? Jangan ganggu aku!"

"Kamu benar-benar menyebalkan. Kamu sibuk seharian dengan laptopmu, sekarang aku tidak akan membiarkanmu mengabaikanku lagi. Kamu hanya boleh memperhatikanku sekarang!"

Li Xiao Ke hanya mencebikkan bibir kecilnya, dengan sudut matanya melirik ke samping mendengar keluhan Timmy.

"Aku bosan, jangan abaikan aku lagi!" lanjut Timmy.

"Baiklah, katakan apa yang kamu inginkan, sebagai tuan rumah yang baik, aku akan mengabulkannya untukmu."

"Janji?"

"Janji, kamu mau apa? Jalan-jalan? Makan es krim? Olahraga di gym? Nonton film? Atau belanja?"

"Aku tidak mau semuanya," jawab Timmy dengan tersenyum, senyuman yang begitu manis, semanis kembang gula yang dijual di pasar malam.

"Senyummu sangat mencurigakan, aku tidak akan mengabulkannya jika permintaanmu tidak masuk akal,"

Masih dengan senyuman, Timmy mulai menggenggam kedua tangan Li Xiao Ke "Uumm ... Li Xiao Ke, bukankah kita sudah lama berpacaran, apa hubungan kita hanya cukup berpegangan tangan dan makan es krim?"

"Memang kenapa? Tidak ada yang salah dengan berpegangan tangan, dan makan es krim?"

"Memang tidak. Tapi, bisakah kita melakukan K-I-S-S?"

Li Xiao Ke segera menarik tangannya dari cengkeraman Timmy, "Apakah itu perlu?"

"Tentu saja, bukankah kita sudah dewasa?"

"..."

"Atau sebenarnya kamu tidak benar-benar menyukaiku?" Timmy mulai memancing.

"Kenapa kamu mengatakan itu, jelas-jelas aku sangat menyukaimu."

"Lalu kenapa kamu melarang mempublikasikan hubungan kita? Kamu juga melarang mengunggah foto kita di akun pribadiku. Apa kamu malu menjadi pacarku?"

"Bukan seperti itu Ko, kamu adalah dewa, sementara aku rakyat jelata, aku hanya tidak ingin menyeretmu ke bawah. Lagi pula, aku akan menjadi satu-satunya yang akan menjadi subjek intimidasi netizen."

"Kamu begitu peduli dengan netizen, tapi kamu sama sekali tidak peduli dengan perasaanku,"

"Maaf, aku tidak bermaksud begitu."

"Lalu apakah hubungan kita hanya cukup untuk mencintai saja, tanpa melakukan apa-apa?"

Li Xiao Ke terdiam, dia memutar otak mencari cara untuk menghindari Timmy. "Umm ... aku haus, aku akan minum dulu."

Li Xiao Ke beranjak meninggalkan Timmy, tapi dengan cepat,Timmy segera meraih pinggang Li Xiao Ke yang terasa ramping di tangannya, hingga tubuh kekasihnya itu jatuh ke dalam pelukannya. Untuk sepersekian detik mereka saling berpandangan dalam diam.

"Jangan pernah mencoba melarikan diri dariku!" ucap Timmy kemudian. Lembut, tapi terdengar tegas di telinga Li Xiao Ke.

Perlahan Timmy mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Li Xiao Ke, begitu dekat, hingga berjarak beberapa milimeter. Jantung Li Xiao Ke berdebar begitu kencang, dia begitu gugup, hingga napasnya mulai berhenti, dengan matanya yang terpejam. Dia tidak tahu berapa lama dia telah menahan napas, dia hanya merasakan lehernya terasa tercekik, meskipun dia ingin mengembuskan napas dengan leluasa.

"Xiao Ke, kenapa kamu berhenti bernapas? Kamu akan mati jika terus menahannya."

Suara Timmy, langsung membuat mata Li Xiao Ke terbuka lebar. Dan benar, dia langsung melihat Timmy yang sedang tersenyum mengejek ke arahnya. Sekarang dia baru menyadari, kalau Timmy sedang mengerjainya sekarang.

"Sialan! Minggiirrr!" Li Xiao Ke berteriak sambil mendorong tubuh Timmy, lalu berlalu dengan kesal. Sementara itu Timmy terus tertawa terbahak bahak penuh kemenangan.

Li Xiao Ke berjalan ke arah Nana dan Gendut yang sedang menonton drama di ruang tengah. Dengan wajah keruh, Li Xiao Ke menjatuhkan diri di atas sofa dengan kasar. Nana hendak bertanya tetapi Li Xiao Ke segera menginterupsi.

"Jangan bertanya apapun, aku sedang dalam suasana hati yang tidak baik!"

Nana yang sudah mangap segera menutup mulutnya kembali. Tidak lama kemudian, Timmy datang dan langsung menghampiri Li Xiao Ke.

"Pergi sana! Jangan dekat-dekat denganku!" usir Li Xiao Ke.

Melihat Li Xiao Ke tampak kesal, Timmy semakin bersemangat menggodanya. "Memang kenapa, kalau aku dekat-dekat denganmu?"

Timmy segera menjatuhkan kepalanya di pangkuan Li Xiao Ke. Li Xiao Ke ingin mendorong kepala Timmy, namun Timmy langsung menangkap tangan Li Xiao Ke, lalu menciumnya dengan tersenyum mengejek.

"Ih ... lepaskan tanganku!" Li Xiao Ke mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman Timmy.

"Haruskah kita melihat adegan ini?" bisik Nana kepada si Gendut.

Gendut: "Benar, pertengkaran mereka begitu imut dan menggemaskan, seperti pasangan suami istri."

Nana terkikik geli.

Gendut: "Ehemm ... Tuan dan Nyonya Jiang, apakah kalian akan terus bermain dan menggoda di depan kita?"

"Diam ...!" pekik Timmy dan Li Xiao Ke serempak.

Mendadak wajah Gendut menjadi keruh, membuat Nana kembali terkikik.

Nana: "Gendut, sepertinya kita yang harus pergi,"

Gendut mengangguk. Tapi begitu mereka bangkit dari tempat duduk mereka, Li Xiao Ke segera protes menghentikan langkah mereka.

"Eh ... eh ... kalian mau pergi kemana? Kalian dilarang pergi, cepat duduk kembali!"

Nana dan Gendut saling berpandangan dan segera duduk kembali.

"Cepat kalian mencari cara agar aku terbebas dari penindas ini!" lanjut Li Xiao Ke.

Gendut: "Nona Li, apakah kamu bercanda, dia akan memecatku jika aku melakukan itu,"

Tentu saja Timmy langsung tersenyum mendengar itu.

Nana: "Aku punya ide, ayo kita bermain."

Gendut: "Main apa?"

Nana: "Lempar botol."

Gendut: "Aku tidak mau, itu pasti akan sangat sakit jika benar-benar terkena."

Nana : “Bukan dilempar beneran, itu hanya diputar di atas meja, orang yang memutar botol bisa bertanya apa saja kepada orang yang tertembak botol. Kalau tidak bisa menjawab, atau tidak mau menjawab, orang yang tertembak harus mencium orang yang mengajukan pertanyaan."

Timmy: "Setuju, ini seperti permainan truth or dare."

Gendut: "Aku juga setuju."

Li Xiao Ke: "Kalau begitu lepaskan tanganku."

Timmy segera melepaskan tangan Li Xiao Ke, dan bangkit dari pangkuannya.

Gendut memulai permainan, dia memutar botol, dan botol itu membidik ke arah Li Xiao Ke "Nona Li, kamu tertembak, sekarang jawab pertanyaan ku."

"Baiklah ...."

"Apa yang kamu lakukan dengan bos, ketika aku melihatmu di kamar kemarin?"

Timmy langsung mengulum bibir menahan tawa mendengar pertanyaan Gendut. Sementara itu, Li Xiao Ke meliriknya dengan kesal dari sudut matanya yang menyipit.

"Tidak ada, hanya sedang menghajar preman mesum." Li Xiao Ke menjawab datar, Timmy masih tersenyum.

"Sekarang giliran ku," Nana memutar botol dan botol berhenti menembak Timmy.

"Tuan Jiang, sudah seberapa jauh hubunganmu dengan Nona Li?"

"Suami istri," jawab Timmy dengan cepat.

Nana dan Gendut sangat terkejut, dan menutup mulut mereka yang menganga dengan kedua tangan mereka. Li Xiao Ke sangat kesal, dan segera memukul lengan Timmy yang tampak berotot.

"Aw ... sakit tau, kenapa kamu memukulku? Kamu bilang aku penindas, tapi kamulah yang sebenarnya menindas. Sejak aku datang ke sini, kamu terus memukuliku," protes Timmy.

"Ya, itu karena kamu terus mengacau."

"Baiklah ... baiklah ...tidak ada hubungan suami istri, hanya sejauh kalian memandang. Puas?!"

Li Xiao Ke tersenyum. Napas Nana dan Gendut yang sejak tadi tertahan, akhirnya berembus kembali. Li Xiao Ke melanjutkan permainan, dan botol itu kembali menembak ke arah Timmy.

"Ko Timmy, sudah berapa banyak adegan ciuman yang telah kamu perankan?"

Timmy hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu, dan dengan cepat dia segera mencium pipi Li Xiao Ke. Li Xiao Ke langsung terkesiap, begitu cepat, sampai dia tidak bisa menghindari ciuman itu, membuat pipinya memerah karena tersipu. Nana dan Gendut langsung terkikik.

Masih dengan senyuman, Timmy melanjutkan permainannya, dan botol itu berhenti tepat ke arah Li Xiao Ke. Tiba-tiba, senyuman Timmy, berubah menjadi senyuman licik.

"Berapa banyak jumlah bintang di langit?" tanya Timmy dengan lantang pada Li Xiao Ke.

Nana dan Gendut terkikik dengan berisik, menahan tawa, mendengar pertanyaan itu. Ini jelas-jelas jebakan betmen.

Sontak, mata Li Xiao Ke langsung terbelalak, dan segera protes. "Ko Timmy, kamu sengaja ya?!"

"Ada apa? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?"

"Bagaimana aku bisa tahu berapa banyak jumlah bintang di langit?"

"Berarti sekarang kamu harus menciumku."

Li Xiao Ke menatap Nana dan Gendut yang terus cekikikan. Ia bingung memilih menjadi pemenang atau pecundang.

"Sudah ... sudah ... aku menyerah, aku tidak ingin melanjutkan permainan. Aku juga tidak ingin menciummu!" seru Li Xiao Ke kemudian, tidak ingin membuat Timmy besar kepala.

Timmy tersenyum sinis, "Pecundang!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Terbangun dengan pakaian kuno, aku merasakan nyeri hebat akibat guncangan di dalam kotak kayu. Padahal, memori terakhirku adalah mati mengenaskan akibat pengkhianatan tunanganku sendiri. Rasa sakit ini menegaskan bahwa aku tidak bermimpi. Ketika mencoba bangkit, aku terkejut mendapati diriku berada di dalam sebuah peti mati. Bagaimana mungkin aku bisa kembali bernapas setelah pembunuhan itu? Misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi pada hidupku sekarang?
Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Kehidupan Ratu Elea di Istana Landbird hancur setelah Raja Flynn berpaling kepada Beatrice, selir licik yang tengah hamil. Difitnah kejam dan diceraikan, Elea berada di ambang kehancuran. Di masa sulit ini, Raja Alaric dari Kerajaan Veridion datang mengulurkan bantuan. Kini, Elea harus menghadapi konspirasi politik dan pengkhianatan besar, memaksanya memilih antara merebut kembali takhtanya atau melangkah ke jalan baru yang berbahaya.
Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Kamila tersulut cemburu saat melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri. Demi merebut cinta, ia nekat mengamalkan Ajian Jaran Goyang dari Nyai Winarsih, sosok tua misterius yang awet muda. Tanpa disadari, tindakan Kamila justru menyeretnya masuk ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, kini mengancam nyawa mereka demi sebuah hubungan yang dipaksakan.
Sampul Novel Jiwa Pengganti
8.5
Pasca tewas tragis akibat patah hati di usia 27 tahun, Amelia terbangun di tubuh Castarica, putri bangsawan kejam berjuluk iblis. Di kehidupan barunya ini, ia terjebak dalam pernikahan dengan seorang pria berhati dingin yang menyimpan ambisi rahasia. Kini, Amelia harus berjuang bertahan hidup di raga sang antagonis, sembari menghadapi suaminya yang penuh misteri dan rencana tersembunyi. Mampukah ia melaluinya?
Sampul Novel Legenda Sage Pengendara Phoenix
9.3
Kiran, pemuda asal Qingchang, terikat takdir dengan The Flame, Phoenix legendaris milik mendiang Sage Putih Alaric yang tewas di tangan Kaisar Warlock. Demi bertahan hidup, sang Phoenix melakukan penyatuan jiwa berbahaya dengan Kiran. Ingatan peristiwa ini terkunci hingga Kiran tumbuh menjadi jenius ilusi di Institut Magentum. Namun, ia dituduh sebagai pengkhianat dan pewaris Klan Phoenix Merah, memicu perburuan maut oleh Kekaisaran Hersen.
Sampul Novel Ratu Kerajaan Niskala
8.4
Candra Utari, pewaris takhta Niskala, harus menghadapi ancaman dari saudara tirinya: Sekar Buana, Lintang Alit, dan Pupus Cantika. Setelah mendalami ilmu kanuragan dari Ratu Arum di Perguruan Langit Ageng, ia berhasil mendirikan Kerajaan Wulan Katigo yang sejahtera. Ketika Niskala terancam runtuh akibat pemberontakan, Candra menyamar sebagai Pangeran Layang Jembar demi menolong ayahnya. Namun di medan perang, muncul pasukan bertopeng misterius yang menjadi teka-teki baru baginya.