APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cute Little Wife

Cute Little Wife

Satu malam intim mengubah hidup Timmy dan Li Xiao Ke selamanya setelah mereka mendadak memiliki kekuatan supranatural misterius. Di tengah kehidupan modern, kemampuan baru ini menguji kekuatan cinta mereka yang baru tumbuh. Akankah keajaiban tersebut mempererat hubungan mereka atau justru memicu kehancuran? Saksikan perjuangan asmara penuh rintangan tak terduga ini saat keduanya menghadapi konsekuensi dari kekuatan baru mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sepertinya Timmy sangat lelah, setelah makan malam yang disiapkan Li Xiao Ke tadi malam, dia langsung tertidur lelap. Dinginnya udara di pagi hari, membuatnya enggan keluar dari balik selimut. Hingga sinar mentari pagi menyeruak masuk di sela tirai jendela kaca besar, cahaya kuning keemasan itu begitu lancang, dan jatuh tepat di atas mata pria tampan itu, yang kemudian membuat pria tampan itu terbangun dari tidurnya yang lelap.

Timmy sedikit membuka matanya, mengintip ruangan yang cukup asing, dia baru ingat kalau dia sedang berkunjung ke rumah Li Xiao Ke. Bibirnya tersenyum, akhirnya setelah satu tahun, dia bisa melihat wajah imut yang selalu dirindukannya, bukan melalui ponsel atau layar laptopnya, saat mereka sedang melakukan video call. Kini dia bisa memeluk, dan merasakan, betapa hangatnya tubuh mungil itu. Bibirnya masih tersenyum mengingat betapa imutnya Li Xiao Ke saat gadis itu sedang marah, manakala ia menggodanya tadi malam.

Timmy memalingkan wajahnya ke samping, Gendut yang menemaninya tidur di kamar tamu tadi malam, telah menghilang entah kemana. Dengan perasaan malas, dia mulai bangkit dari tempat tidurnya, langkahnya yang lebar mulai berjalan untuk meraih gawai pintu kamar. Wajah manis Li Xiao Ke menyambut, membuat kesadaran Timmy kembali sepenuhnya. Bibirnya kembali mencekung, perlahan dia mulai mendekati Li Xiao Ke yang berdiri di depan meja makan, entah apa yang sedang dia kerjakan.

"Pagi little wife," sapa Timmy sambil memeluk Li Xiao Ke dari belakang, yang membuat gadis itu sedikit terkejut dan menjatuhkan sendok di tangannya.

"Iih ... apaan sih, pagi-pagi dah main peluk-peluk!" protes Li Xiao Ke yang hanya disambut oleh senyuman manis Timmy.

Ckrek! ckrek!

Sontak, Timmy dan Li Xiao Ke segera menoleh ke arah sumber suara. Ternyata Gendut yang memotret mereka.

"Wohoho ... kalian memang suami istri yang sempurna," ucap Gendut sembari tersenyum lebar.

"Gendut, cepat hapus sekarang!" Li Xiao Ke mulai berteriak.

"Kenapa dihapus? Ini kan bagus. Biar aku kirim ke akun fanpage Bos Tim, ini akan menjadi trending ter-hot minggu ini."

"Jangan coba-coba melakukan itu!" Li Xiao Ke masih bersikeras. 

"Kenapa kamu melarangnya, apakah kamu malu menjadi pacarku?" wajah Timmy terlihat kesal.

"Bukan begitu Ko, kamu ingat saat aku mengunggah foto kita di Shanghai tahun lalu. Semua fans fanatik mu menghujatku, seolah aku ini bukan manusia."

"Apa yang membuatmu sakit hati?"

"Mereka bilang aku kerdil."

"Hahahaha ... bukankah itu memang benar? Lihat, kamu hanya setinggi bahuku."

"Iih ... lepaskan aku! Kamu membuatku emosi, hingga aku ingin memakan semua telur-telur ini." Li Xiao Ke menunjuk telur-telur di depannya.

Timmy terkekeh lagi, kemudian memegang kepala Li Xiao Ke, "Bagus, makanlah yang banyak, biar cepat tumbuh tinggi, kerdil. Hahahaha ...."

Timmy langsung masuk ke kamar mandi setelah mengatakan itu.

Seperti biasa setelah sarapan, Li Xiao Ke sibuk dengan laptopnya, mengedit foto dan video untuk diunggah ke channel pribadinya. Pada saat itu, Gendut datang dengan amplop di tangannya.

"Ada apa?" tanya Li Xiao Ke yang melihat Gendut mematung di hadapannya.

"Nona Li, Bos menyuruhku untuk mengantarkan ini padamu." Gendut menyodorkan amplop di tangannya.

"Apa ini?"

"Aku tidak tahu, aku hanya disuruh si Bos untuk mengantarnya kepada Nona." 

"Oh … Xie xie," ucap Li Xiao Ke setelah menerima amplop itu.

Setelah Gendut berlalu, Li Xiao Ke segera membuka amplop itu, dan ternyata isinya adalah kartu debit.

"Kenapa dia memberiku uang?" gumam Li Xiao Ke lirih.

Dia segera bangkit dari tempat duduknya dan bergegas menemui Timmy di kamarnya.

"Ko Timmy, apa kamu di dalam?" Li Xiao Ke bertanya sambil mengetuk pintu.

"Ya, masuklah." Terdengar suara Timmy menyahut dari dalam kamar.

Li Xiao Ke segera masuk, dan mendapati Timmy baru saja berganti pakaian.

"Ada apa?" tanya Timmy setelah wajah imut itu muncul di depannya.

"Kenapa kamu memberiku uang?"

"Tidak ada alasan, hanya ingin memberi saja."

"Aku tidak mau. Ini, aku kembalikan." Li Xiao Ke menyodorkan amplop itu, berniat mengembalikannya kepada Timmy

Timmy menatap Li Xiao Ke sepersekian detik, kemudian berujar,  "Kamu bisa menyimpannya, aku tidak ingin tinggal di rumahmu secara gratis."

"..." Li Xiao Ke tampak terdiam.

Tiba-tiba bibir Timmy mencekung, sebuah senyuman mulai tersemai di bibirnya yang manis. "Lagi pula, bukankah seorang suami harus menafkahi istrinya?"

"Istri apa, menikah saja belum?"

Tanpa disangka, Timmy langsung meraih tangan Li Xiao Ke dan menekannya ke tempat tidur, Li Xiao Ke terjatuh di atas kasur dan tertindih oleh tubuh Timmy.

"Memangnya kenapa kalau kita belum menikah, hmm?" tanya Timmy lembut yang membuat jantung Li Xiao Ke berdesir.

Li Xiao Ke yang terperanjat merasa sangat gugup, jantungnya mulai terpacu begitu kencang. "Ko Timmy, bisakah kita mengubah posisi? Ini sangat tidak nyaman."

"Posisi seperti apa yang kamu inginkan?" Suara Timmy masih terdengar lembut dengan setengah berbisik.

"Ko Timmy, berhenti bersikap cabul dan mesum seperti ini," suara Li Xiao Ke terdengar sedikit meninggi tapi bergetar.

"Jika aku cabul dan mesum, kenapa aku harus berhenti?" Timmy mulai mencium pipi Li Xiao Ke dengan lembut.

Pada saat itu tiba-tiba pintu kamar terbuka, Gendut masuk ke dalam kamar, dan tentu saja dia menyaksikan adegan yang memalukan itu. Sontak, Timmy dan Li Xiao Ke langsung memiringkan wajah mereka, menoleh ke arah Gendut.

"O.o ... maaf, aku tidak melihat apa-apa." Gendut segera menutup pintu kamar kembali.

Li Xiao Ke mulai kesal, dan mulai berusaha untuk melepaskan diri dari tekanan Timmy, tetapi nyatanya dia tidak cukup kuat untuk melakukan itu.

"Ko Timmy, lepaskan aku!"

"Tidak mau."

"Ko Timmy ...!" Suara Li Xiao Ke naik dua oktaf.

Timmy tertawa, "Baiklah ... tapi ada syaratnya."

"Apa?"

"Kamu tidak boleh mengembalikan kartu debit yang kuberikan padamu."

"Tidak mau!"

"Kalau begitu ...." Timmy hendak mencium Li Xiao Ke lagi.

"Oke ... oke ... aku menerimanya, sekarang lepaskan aku!" Li Xiao Ke langsung menyetujui permintaan Timmy. Tentu saja Timmy langsung tersenyum puas, dan segera melepaskan Li Xiao Ke.

"Hah ... kamu sangat mengerikan, dasar mesum!" Li Xiao Ke langsung memukul lengan Timmy dengan kesal. Sedangkan Timmy hanya membalas dengan tawa renyahnya, dia begitu senang melihat wajah imut Li Xiao Ke yang marah dengan begitu menggemaskan.

Puas memukuli lengan Timmy, Li Xiao Ke segera meninggalkan pria tampan itu. Tapi sesampainya di depan pintu, tiba-tiba dia mulai ragu, bibir kecilnya mulai mencebik, dengan mata yang menyipit, mengingat Gendut telah melihat apa yang telah dilakukan Timmy padanya tadi. Dia mulai menebak-nebak, apa yang sedang dipikirkan Gendut tentang dirinya saat ini. Sepertinya dia sangat malu untuk bertemu dengan Gendut.

"Kenapa, kamu masih ingin berada di sini bersamaku?" tanya Timmy ketika melihat Li Xiao Ke tiba-tiba berdiri membeku di depan pintu.

"Ini semua salahmu. Rasanya sekarang aku tidak punya muka untuk bertemu dengan Gendut" Li Xiao Ke segera menekuk kepalanya dengan lesu.

Timmy terkikik, melihat betapa polos gadisnya itu, "Li Xiao Ke kamu sangat lucu. Memang kenapa kalau Gendut melihat kita? Kita adalah pasangan."

Li Xiao Ke kembali mencebikkan bibirnya, dia sudah tidak mood lagi untuk menjawab pertanyaan Timmy, ia langsung menarik napas panjang, membuka pintu, dan meninggalkan ruangan.

Sesampainya di luar, Li Xiao Ke segera melihat Gendut dan Nana yang sedang duduk di sofa. Begitu melihat Li Xiao Ke, Gendut langsung tersenyum penuh arti dengan sedikit nyengir kepadanya.

"Nona Li, apakah saya perlu memindahkan semua barang Bos Tim ke kamar mu?"

"Diam, kamu, Gendut!" Li Xiao Ke menjawab dengan ketus.

Tawa Gendut langsung pecah seketika mendengar hardikan Li Xiao Ke.

Tatapan Li Xiao Ke beralih pada Nana yang terus memperhatikannya sejak tadi, "Apa lihat-lihat?!" tanya Li Xiao Ke pada Nana masih dengan nada ketus, kemudian berlalu meninggalkan kedua asistennya setelah mengucapkan itu.

Nana yang tidak tahu apa-apa terlihat bingung dengan sikap majikannya. Dengan wajah tak berdosa dia mulai bertanya pada Gendut, "Apa salahku?"

Tawa Gendut semakin menjadi, sampai jumpalitan, mendengar pertanyaan polos dari Nana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pemenang Dalam Hidupku
8.6
Selama bertahun-tahun, ia selalu mengalah dan diabaikan oleh keluarganya demi sang adik. Puncaknya terjadi di hari pernikahannya, saat ayah, ibu, kakak, serta tunangannya yang merupakan seorang bos mafia, Jason, justru pergi menghadiri wisuda adiknya. Ditinggalkan sendirian menanggung malu di hadapan para tamu, ia akhirnya sadar bahwa dirinya tidak pernah dianggap penting. Bertekad untuk tidak lagi mengharapkan kasih sayang mereka, ia memutuskan pergi membawa koper dan rahasia kehamilannya demi memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Cinta Seroja
8.2
Seroja Wijaya, putri petani yang jelita asal tanah Sunda, selalu menolak lamaran banyak pria demi menunda pernikahan. Namun, sang abah akhirnya menjodohkannya dengan juragan sayur dari desa tetangga. Pernikahan itu gagal dan berakhir dengan perceraian yang meninggalkan luka serta kekecewaan bagi Seroja. Di masa sulitnya, ia kembali bertemu Alzidan, sahabat masa kecilnya yang dulu pindah ke kota. Pertemuan tak terduga ini menuntun mereka ke pelaminan dan hidup bahagia bersama.
Sampul Novel Kupu-kupu Sang Miliarder
9.2
Di balik gemerlap malam pesisir Jakarta, Niela berjuang menjaga kehormatannya di tengah cemoohan. Namun, desakan sang ibu memaksanya masuk ke dunia kelam hingga bertemu Darren Alvaro Prayudha. Demi menyangkal cinta pandangan pertama yang hadir, sang miliarder memutuskan menawan Niela. Hubungan rumit ini justru perlahan mengungkap rahasia jati diri Niela yang misterius. Mampukah Darren akhirnya mengakui perasaan aslinya?
Sampul Novel Melarikan Diri dari Pernikahan
9.7
Cathy sangat bahagia saat Andika Senjaya tiba-tiba melamarnya setelah kehamilan yang tak diduga, meski pria itu dikenal selalu menghindari pernikahan. Namun, kebahagiaan itu hancur di hari pernikahan mereka. Cathy tidak sengaja mendengar Andika mengaku kepada temannya bahwa pernikahan ini hanyalah siasat. Demi menuruti ibunya yang menolak latar belakang Nancy, Andika memanfaatkan Cathy agar anaknya bersama Nancy bisa hidup di keluarga baik-baik. Andika bahkan menghina Cathy sangat membosankan.
Sampul Novel OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)
7.9
Shereen Edwarida, seorang wanita karier sukses, menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu yang mendalam. Ia ditinggalkan oleh kekasihnya tepat sebelum pernikahan demi perempuan lain. Meski dicap perawan tua oleh lingkungan sekitar, Shereen tetap memilih sendiri dengan dukungan keluarga dan sahabat. Namun, pertahanannya goyah saat sang mantan kembali untuk menebus kesalahan. Akankah ia memberikan kesempatan kedua di tengah bayang-bayang luka lama?
Sampul Novel Tiga Miliar Untuk Semalam
8.1
Kehidupan Selena yang baru berumur 22 tahun hancur usai sang ayah berpulang dan ibunya jatuh sakit. Demi melunasi utang tiga miliar rupiah serta menyelamatkan rumahnya, ia terpaksa menjual diri. Di hotel mewah, ia melewati satu malam bersama pria dingin yang berkuasa. Transaksi tersebut ternyata menyeret Selena ke dalam pusaran cinta rumit dan rahasia kelam yang mengubah takdir hidupnya selamanya.