APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Pernikahan tanpa cinta membuat sang istri harus membesarkan putranya tanpa kasih sayang dari suaminya yang dingin. Pria itu bahkan enggan melihat anaknya sejak lahir. Namun, kepulangan wanita masa lalu sang suami mengubah segalanya. Saat pria itu mabuk dan memeluk sang anak, bocah itu justru memanggilnya paman karena tidak mengenalinya. Sadar posisi mereka, sang ibu memutuskan membawa putranya pergi dan berhenti mengganggu kehidupan suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 4

"Ibu, apa ayah sedang sibuk lagi?"

Aku terpaku menatap mata putraku dan tidak berani mengatakan yang sebenarnya.

Ayahnya bukan sedang sibuk, melainkan menemani anak lain.

Aku tidak sanggup mengucapkan apa pun dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya

Aku memeluk putraku erat dengan penuh rasa sakit, lalu berkata.

"Nggak apa-apa, kamu masih punya Ibu. Ibu akan selalu menemanimu."

Putraku yang mengerti keadaan tidak bertanya lagi, meskipun matanya tetap memerah.

Di perjalanan menuju sekolah, kami sama-sama sepakat untuk tidak menyebut nama Josh.

Seolah dia tidak pernah berjanji apa pun, dan keluarga ini sejak awal hanya ada dua orang.

Josh, kini, tersisa satu kesempatan lagi buatmu.

Setelah memarkir mobil, aku menggandeng tangan putraku masuk ke sekolah.

Namun, begitu melangkah masuk kelas, aku tertegun di tempat.

"Josh?"

"Ayah?"

Josh duduk di dekat jendela. Mendengar suara kami, dia refleks menoleh dan pupil matanya mengecil.

"Kalian kenapa ada di sini?"

Nada terkejut dalam suaranya membuat langkahku terhenti. Di hatiku, muncul firasat buruk.

Padahal putraku sudah setengah tahun masuk SD, tetapi Josh bahkan tidak tahu nama kelasnya.

Putraku yang tidak terlalu mendengar jelas, berlari riang menghampiri pria itu.

"Ayah, kamu..."

Josh langsung mengerutkan kening.

"Kamu memanggilku apa?"

Wajah putraku menegang, lalu dengan luwes mengganti panggilannya.

"Paman, kamu duduk di kursi yang salah. Kursiku ada di depan."

Putraku menatap Josh dengan penuh kegembiraan.

Ini adalah pertama kalinya Josh hadir dalam pertemuan orang tua putranya, juga pertama kalinya dia menepati janji.

Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Detik berikutnya, Josh menghindari tatapan putranya.

"Nggak salah. Memang ini tempatku."

Putraku tertegun sejenak. Baru saja dia ingin bicara, tiba-tiba tubuhnya ditabrak oleh seseorang.

"Pergi kamu! Ini Ayah Joshku!"

Berdasarkan naluri seorang ibu, aku segera melindungi putraku dalam pelukanku.

Josh juga refleks berdiri, tetapi setelah bertatapan dengan pandangan terkejut Eliza, gerakannya kembali terhenti.

Dia menarik kembali tangannya, lalu menempatkan anak laki-laki itu di belakang tubuhnya dan berkata dengan kaku.

"Toby nggak sengaja, aku minta maaf untuknya."

Aku dan putraku tertegun.

Perlindungan dan perhatian seperti ini, belum pernah sekali pun dimiliki putraku.

"Siapa dia?"

Aku berdiri dan bertanya pelan..

Josh terhenti sejenak. Saat berhadapan dengan tatapanku, sebersit rasa bersalah melintas di matanya.

"Anak teman."

"Benarkah?"

Aku bergumam, meskipun hatiku tahu.

Dialah anak dalam foto Eliza, anak yang rela ditemani Josh.

Benar saja, detik berikutnya, Eliza masuk dengan membawa segelas air. Saat melihat kami, dia tampak sangat terkejut.

"Bu Skyla? Kalian juga datang menemani anak mengikuti pertemuan orang tua?"

"Kenapa ayahnya nggak terlihat?"

Mendengar itu, aku spontan menoleh pada Josh, tetapi yang kulihat hanyalah tatapannya yang menghindar.

Aku langsung mengerti, dia takut aku membongkar segalanya.

Dalam kebingungan, aku merasa seolah kembali ke hari ketika Eliza pulang ke negara ini.

Hari itu, pria yang biasanya dingin mabuk berat untuk pertama kalinya

Selain itu, juga tersenyum untuk pertama kalinya saat mendengar putranya memanggilnya ayah.

Aku dan putraku sempat mengira, akhirnya kebahagiaan kami akan datang.

Namun, detik berikutnya, nama yang keluar dari mulut Josh justru Eliza.

Saat itulah aku tahu, dia telah salah mengenali orang.

Tanpa kusadari, genggamanku pada tangan putraku makin erat. Aku hendak berbicara, tetapi putraku mendahuluiku.

"Ayahku di luar negeri. Dia sangat sibuk, aku nggak ingin mengganggunya."

Satu kalimat itu membuat dua orang terkejut sekaligus.

Aku menunduk tidak percaya dan hanya mendapati mata putraku yang memerah.

Dia menatap Josh, berusaha menampilkan senyum dewasa yang penuh pengertian.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istriku Hamil Anak Siapa?
9.0
Kesedihan melanda sang istri yang keguguran dan divonis mandul seumur hidup. Sambil menangis, ia meminta suaminya mencari wanita lain demi keturunan. Sang suami memeluknya hangat dan berjanji bahwa anak bukanlah segalanya. Namun, di balik punggung sang istri, ia justru menyeringai puas. Obat aborsi tradisional yang dibelinya dari desa terbukti manjur dan bekerja cepat, melenyapkan janin yang sejak awal ia ketahui bukanlah darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Jejak Cinta Terlarang di Kampus Perjuangan
8.0
Di tengah dinamika kampus perjuangan, Adrian nekat menjalin hubungan terlarang dengan Maya. Padahal, Maya telah bertunangan dengan Romeo, yang berjuang keras menjaga komitmennya dari kejauhan demi norma keluarga. Situasi kian rumit saat Rina memanfaatkan kekecewaan Romeo demi menghidupkan kembali cinta masa lalu mereka, yang justru memicu luka baru. Ketika kebenaran terungkap, mereka terjebak dilema besar antara cinta, idealisme, dan tanggung jawab dalam pencarian jati diri.
Sampul Novel Jerat Cinta Saudara Tiri
8.2
Arjun Wira Mahendra dan Gea Sandi Pamukti selalu terlibat perseteruan sengit. Sebagai saudara tiri yang sama-sama keras kepala, pertemuan mereka tidak pernah damai dan selalu diwarnai pertengkaran. Namun, di balik permusuhan tersebut, perlahan muncul perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan mereka pun menjadi sangat rumit. Kini, keduanya harus menghadapi rintangan besar berupa penolakan dari orang tua mereka. Akankah jalinan asmara penuh konflik ini berhasil bertahan?
Sampul Novel Rahasia Wanita Pemikat
8.3
Setahun menjadi selingkuhannya, hubungan terlarang Angel dengan seorang pria beristri akhirnya terendus oleh sang istri sah. Di tengah ancaman ini, sang ibu justru berniat menjodohkannya dengan anak temannya. Situasi kian pelik kala kekasih gelap Angel memberinya pekerjaan di perusahaan sahabatnya, tempat putra sang pemilik jatuh cinta padanya. Di tengah pusaran tiga pria ini, siapakah ayah dari janin yang dikandung Angel? Akankah rahasia perceraian ibunya ikut terbongkar?
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.
Sampul Novel Unforgettable CEO
9.2
Akibat salah minum obat perangsang, Elina melewati malam panas bersama Kevin. Kevin yang mengira Elina adalah teman kencannya langsung membawanya masuk. Kejadian itu rupanya begitu membekas di hati Kevin. Meski Elina berusaha kabur demi menghindari konsekuensi dari malam tersebut, takdir berkata lain. Mereka justru dipertemukan kembali, dan kini Kevin bertekad untuk memburu wanita yang sempat mengelabui dirinya dalam situasi yang sepenuhnya baru.