APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Pernikahan tanpa cinta membuat sang istri harus membesarkan putranya tanpa kasih sayang dari suaminya yang dingin. Pria itu bahkan enggan melihat anaknya sejak lahir. Namun, kepulangan wanita masa lalu sang suami mengubah segalanya. Saat pria itu mabuk dan memeluk sang anak, bocah itu justru memanggilnya paman karena tidak mengenalinya. Sadar posisi mereka, sang ibu memutuskan membawa putranya pergi dan berhenti mengganggu kehidupan suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 5

"Paman Josh, aku dan ibu pergi dulu."

Saat itu, semua kesedihan menyumbat di dadaku.

Ketika aku berbalik, Josh tiba-tiba menarik lenganku.

"Kai barusan bilang apa?"

Josh menatap putraku dengan wajah terkejut, seolah sedang mencari kepastian.

Apakah karena anak yang dulu tidak pernah bisa diusir, kini justru belajar menjaga jarak?

Aku tersenyum kecut, merasa itu sangat ironis.

"Nggak bilang apa-apa. Pak Josh, pertemuan orang tua segera dimulai."

Aku melepaskan tangannya, lalu menggandeng putraku berjalan ke depan dan duduk.

Bahkan setelah duduk, aku masih bisa merasakan tatapan panas dari belakang.

Namun, sepanas apa pun itu, tidak sanggup menghangatkan hati.

Pertemuan orang tua pun dimulai tepat waktu.

Aku merangkul putraku, untuk pertama kalinya aku berharap suara guru terdengar lebih keras.

Agar bisa menutupi obrolan hangat keluarga tiga orang di belakang kami.

Seperti yang diduga, nama putraku secara khusus disebut oleh guru. Dia diumumkan sebagai ketua kelas semester ini dan diminta maju untuk menyampaikan pidato.

Namun, putraku menolak.

Dia tidak ingin naik ke panggung dan berbicara.

Aku tahu alasannya. Dia tidak ingin melihat pemandangan Josh duduk bersama anak lain.

Dia tidak ingin mengakui, ayahnya sendiri lebih memilih menemani anak orang lain dalam pertemuan orang tua.

Daripada mengizinkannya memanggil ayah dengan terang-terangan.

Setelah acara berakhir, aku membawa putraku ke ruang guru untuk mengurus surat pindah sekolah.

Saat keluar dari gerbang, kami berpapasan dengan Josh yang sedang menunggu.

Dia berdiri di tepi jalan, seolah sudah menunggu lama, di tangannya ada seikat permen kapas.

"Kenapa baru keluar? Ayo pulang bersama."

Josh berkata sambil menyodorkan permen kapas itu pada putraku.

Pulang bersama.

Dulu, itu adalah hal yang paling kuharapkan bersama anakku.

Namun, sekarang terdengar begitu ironi.

Putraku mengulurkan tangan, menerima permen kapas dari Josh. Wajahnya yang muram semalaman akhirnya menunjukkan senyuman.

Melihat tatapan penuh harap dari putraku, hatiku melunak, aku hampir saja mengangguk setuju. Namun, tiba-tiba terdengar suara.

"Anaknya Elize adalah murid pindahan, dia nggak ikut pemilihan pengurus kelas sebelumnya."

"Bagaimana kalau kamu suruh putramu bilang pada wali kelas, supaya kali ini dia nggak jadi ketua kelas. Beri kesempatan itu untuk Toby."

Sepatah kalimat yang terdengar ringan, tetapi cukup membuat hati kami berdua menjadi dingin.

Ternyata benar, tidak ada yang gratis di dunia ini.

Seperti permen kapas ini, juga ada harganya.

"Ya, Paman Josh."

Itu suara putraku.

Dengan mata merah, dia memasukkan permen kapas ke dalam mulutnya.

Tatapan Josh sedikit melunak, dia hendak menggandeng tangan putraku, tetapi ponselnya berbunyi.

Itu telepon dari Eliza.

"Josh, Toby nggak enak badan. Apa kamu bisa datang menemui kami sekarang?"

Wajah Josh langsung berubah, dia segera berbalik dan masuk ke mobil.

Saat menutup pintu, putraku tiba-tiba berteriak keras.

"Ayah!"

Tangan Josh terhenti, dia menunduk menatap mata putranya yang memerah.

Setelah terdiam cukup lama, barulah Josh berkata.

"Hati-hati di jalan."

Kali ini, dia tidak menyuruh putranya mengganti panggilan.

Namun, itu juga adalah panggilan ayah terakhir dari putranya.

Malam itu, aku dan anakku berkemas, lalu memesan tiket pesawat untuk pergi ke luar negeri.

Kami tidak lagi menyebut nama Josh. Di ruang tamu pun tidak akan ada lagi lampu yang menyala semalaman hanya untuk menunggunya pulang.

Keesokan paginya, aku dan putraku membawa koper, masuk ke bandara, dan naik ke pesawat.

Sebelum mematikan ponsel, aku mengirim pesan terakhir kepada Josh.

[Semoga kamu bahagia.]

Detik berikutnya, kotak obrolan yang lama sunyi mendadak bergetar hebat.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B36077" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B36077
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istriku Hamil Anak Siapa?
9.0
Kesedihan melanda sang istri yang keguguran dan divonis mandul seumur hidup. Sambil menangis, ia meminta suaminya mencari wanita lain demi keturunan. Sang suami memeluknya hangat dan berjanji bahwa anak bukanlah segalanya. Namun, di balik punggung sang istri, ia justru menyeringai puas. Obat aborsi tradisional yang dibelinya dari desa terbukti manjur dan bekerja cepat, melenyapkan janin yang sejak awal ia ketahui bukanlah darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Jejak Cinta Terlarang di Kampus Perjuangan
8.0
Di tengah dinamika kampus perjuangan, Adrian nekat menjalin hubungan terlarang dengan Maya. Padahal, Maya telah bertunangan dengan Romeo, yang berjuang keras menjaga komitmennya dari kejauhan demi norma keluarga. Situasi kian rumit saat Rina memanfaatkan kekecewaan Romeo demi menghidupkan kembali cinta masa lalu mereka, yang justru memicu luka baru. Ketika kebenaran terungkap, mereka terjebak dilema besar antara cinta, idealisme, dan tanggung jawab dalam pencarian jati diri.
Sampul Novel Jerat Cinta Saudara Tiri
8.2
Arjun Wira Mahendra dan Gea Sandi Pamukti selalu terlibat perseteruan sengit. Sebagai saudara tiri yang sama-sama keras kepala, pertemuan mereka tidak pernah damai dan selalu diwarnai pertengkaran. Namun, di balik permusuhan tersebut, perlahan muncul perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan mereka pun menjadi sangat rumit. Kini, keduanya harus menghadapi rintangan besar berupa penolakan dari orang tua mereka. Akankah jalinan asmara penuh konflik ini berhasil bertahan?
Sampul Novel Rahasia Wanita Pemikat
8.3
Setahun menjadi selingkuhannya, hubungan terlarang Angel dengan seorang pria beristri akhirnya terendus oleh sang istri sah. Di tengah ancaman ini, sang ibu justru berniat menjodohkannya dengan anak temannya. Situasi kian pelik kala kekasih gelap Angel memberinya pekerjaan di perusahaan sahabatnya, tempat putra sang pemilik jatuh cinta padanya. Di tengah pusaran tiga pria ini, siapakah ayah dari janin yang dikandung Angel? Akankah rahasia perceraian ibunya ikut terbongkar?
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.
Sampul Novel Unforgettable CEO
9.2
Akibat salah minum obat perangsang, Elina melewati malam panas bersama Kevin. Kevin yang mengira Elina adalah teman kencannya langsung membawanya masuk. Kejadian itu rupanya begitu membekas di hati Kevin. Meski Elina berusaha kabur demi menghindari konsekuensi dari malam tersebut, takdir berkata lain. Mereka justru dipertemukan kembali, dan kini Kevin bertekad untuk memburu wanita yang sempat mengelabui dirinya dalam situasi yang sepenuhnya baru.