APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal

Pernikahan tanpa cinta membuat sang istri harus membesarkan putranya tanpa kasih sayang dari suaminya yang dingin. Pria itu bahkan enggan melihat anaknya sejak lahir. Namun, kepulangan wanita masa lalu sang suami mengubah segalanya. Saat pria itu mabuk dan memeluk sang anak, bocah itu justru memanggilnya paman karena tidak mengenalinya. Sadar posisi mereka, sang ibu memutuskan membawa putranya pergi dan berhenti mengganggu kehidupan suaminya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tertegun sejenak, lalu tanpa sadar berdiri dan melangkah keluar.

Namun, tepat saat itu, aku melihat Josh mengulurkan tangan untuk merapikan rambut Eliza.

Tidak jauh dari sana, bada putraku yang membawa tas punggung.

Sosok kecil itu berdiri di depan lift, terpaku menatap ayahnya tengah bermesraan dengan seorang wanita asing.

Josh begitu lembut dan penuh kesabaran.

Aku dan putraku menyaksikan itu dengan mata kepala kami.

Saat aku hendak membawanya pergi, Josh juga menyadari keberadaan putranya.

Tubuh pria itu sedikit menegang, dia refleks menarik kembali tangannya.

Namun, detik berikutnya, Josh justru merangkul wanita itu, lalu melangkah perlahan melewati putranya dengan mantap.

Seakan-akan Josh sama sekali tidak mengenalnya.

Dadaku terasa sakit. Aku buru-buru menggandeng putraku kembali ke meja kerja.

Belum sempat aku menjelaskan, mata putraku sudah memerah. Dia bertanya pelan.

"Ibu, apakah itu orang yang paman sukai?"

Saat itu juga, aku kehilangan seluruh kekuatan untuk bicara dan hanya bisa mengangguk sambil menahan air mata.

Putraku tidak bertanya lagi. Dia diam-diam mengeluarkan buku pekerjaan rumah dan mulai menulis.

Namun, air matanya tetap jatuh dan membasahi kertas.

Aku mendekap putraku erat. Bagiku, dialah seluruh duniaku.

Josh, kini tersisa dua kesempatan lagi sebelum aku dan putra kita benar-benar pergi.

Setelah membereskan barang-barang, aku dan putraku bersiap pulang.

Di perjalanan, putraku bertanya.

"Ibu, untuk pertemuan orang tua malam ini, bisakah paman ikut?"

Selama tujuh tahun pernikahan, Josh tidak pernah sekalipun menghadiri pertemuan orang tua putranya.

Menatap sorot penuh harapan di matanya, aku tidak tega menolak dan mengirim pesan kepada Josh.

[Malam ini ada pertemuan orang tua. Apa kamu ada waktu?]

Pesan terkirim, tetapi seperti biasa, tenggelam tanpa jawaban.

Putraku menunduk dan memeluk tas sekolahnya, lalu dia bertanya.

"Paman nggak mau datang, ya?"

Sesudah itu, dia tersenyum dengan penuh pengertian dan berpura-pura tidak peduli.

"Nggak apa-apa, paman sibuk. Aku bisa mengerti."

Mendengar kata-kata pengertian dari mulut putraku, dadaku seolah dihimpit sebongkah batu besar.

Sakitnya membuatku hampir tidak bisa bernapas.

Saat hendak berbicara, ponselku berbunyi.

Ada pesan dari Josh.

[Ada, aku akan datang.]

Rasa gembira langsung meluap. Aku hampir tidak sabar menunjukkan layar percakapan itu pada putraku.

"Kai, apa kamu lihat? Ayah bilang akan datang."

Putraku tertegun sejenak, lalu seketika senyum bahagia merekah di wajahnya.

Dalam tujuh tahun pernikahan ini, baru kali ini Josh bersedia menghadiri pertemuan orang tua putranya.

Setelah mendapat jawaban pasti dari Josh, putraku sangat bersemangat di sepanjang jalan.

Dia berceloteh tentang betapa sering gurunya memujinya semester ini, berapa kali dia mendapat nilai tinggi, dan berapa banyak piagam yang diraihnya.

Putraku juga bercerita bahwa dia terpilih menjadi ketua kelas semester ini, dan gurunya berjanji akan mengumumkannya malam ini dalam pertemuan orang tua.

Sampai pada akhirnya, putraku bertanya padaku.

"Ibu, kalau ayah tahu aku berprestasi di sekolah, ayah pasti akan lebih menyukaiku, 'kan?"

Aku terdiam sesaat, lalu rasa sakit makin menusuk hatiku. Dalam hati, aku hanya bisa berdoa semoga Josh tidak mengingkari janjinya.

Sebelum kami benar-benar pergi, aku berharap putraku bisa merasakan kebahagiaan itu, meskipun itu hanya ilusi kami belaka.

Jam di dinding berdentang berulang kali, waktu pertemuan orang tua kian mendekat.

Namu, Josh tetap tidak muncul.

Sebaliknya, status WhatsApp Eliza sudah diperbarui.

Di dalam foto, pria itu duduk di samping seorang bocah lelaki asing, Josh sedang mengajarkannya merakit lego dengan sabar.

[Keterangan: Calon ayah yang baik.]

Aku menoleh ke ruang tamu.

Putraku yang berusia tujuh tahun sedang duduk tenang di sofa sambil bermain dengan lego.

Usia yang sama, mainan yang sama, sama-sama membutuhkan pendampingan.

Namun, di sisinya, tidak pernah ada sosok Josh sebagai ayah.

Menyadari tatapanku, putraku seperti mengerti sesuatu. Dia bertanya dengan hati-hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istriku Hamil Anak Siapa?
9.0
Kesedihan melanda sang istri yang keguguran dan divonis mandul seumur hidup. Sambil menangis, ia meminta suaminya mencari wanita lain demi keturunan. Sang suami memeluknya hangat dan berjanji bahwa anak bukanlah segalanya. Namun, di balik punggung sang istri, ia justru menyeringai puas. Obat aborsi tradisional yang dibelinya dari desa terbukti manjur dan bekerja cepat, melenyapkan janin yang sejak awal ia ketahui bukanlah darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Jejak Cinta Terlarang di Kampus Perjuangan
8.0
Di tengah dinamika kampus perjuangan, Adrian nekat menjalin hubungan terlarang dengan Maya. Padahal, Maya telah bertunangan dengan Romeo, yang berjuang keras menjaga komitmennya dari kejauhan demi norma keluarga. Situasi kian rumit saat Rina memanfaatkan kekecewaan Romeo demi menghidupkan kembali cinta masa lalu mereka, yang justru memicu luka baru. Ketika kebenaran terungkap, mereka terjebak dilema besar antara cinta, idealisme, dan tanggung jawab dalam pencarian jati diri.
Sampul Novel Jerat Cinta Saudara Tiri
8.2
Arjun Wira Mahendra dan Gea Sandi Pamukti selalu terlibat perseteruan sengit. Sebagai saudara tiri yang sama-sama keras kepala, pertemuan mereka tidak pernah damai dan selalu diwarnai pertengkaran. Namun, di balik permusuhan tersebut, perlahan muncul perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan mereka pun menjadi sangat rumit. Kini, keduanya harus menghadapi rintangan besar berupa penolakan dari orang tua mereka. Akankah jalinan asmara penuh konflik ini berhasil bertahan?
Sampul Novel Rahasia Wanita Pemikat
8.3
Setahun menjadi selingkuhannya, hubungan terlarang Angel dengan seorang pria beristri akhirnya terendus oleh sang istri sah. Di tengah ancaman ini, sang ibu justru berniat menjodohkannya dengan anak temannya. Situasi kian pelik kala kekasih gelap Angel memberinya pekerjaan di perusahaan sahabatnya, tempat putra sang pemilik jatuh cinta padanya. Di tengah pusaran tiga pria ini, siapakah ayah dari janin yang dikandung Angel? Akankah rahasia perceraian ibunya ikut terbongkar?
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.
Sampul Novel Unforgettable CEO
9.2
Akibat salah minum obat perangsang, Elina melewati malam panas bersama Kevin. Kevin yang mengira Elina adalah teman kencannya langsung membawanya masuk. Kejadian itu rupanya begitu membekas di hati Kevin. Meski Elina berusaha kabur demi menghindari konsekuensi dari malam tersebut, takdir berkata lain. Mereka justru dipertemukan kembali, dan kini Kevin bertekad untuk memburu wanita yang sempat mengelabui dirinya dalam situasi yang sepenuhnya baru.