APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintamu Seperti Uang Kecil

Cintamu Seperti Uang Kecil

Tekanan hidup akibat lonjakan harga pangan membuat Rani frustrasi. Di tengah situasi sulit ini, Dimas, sang suami, hanya memberinya uang belanja harian sebesar 25 ribu rupiah untuk lauk-pauk, meski kebutuhan pokok lain sudah ia siapkan. Rani menganggap jatah tersebut sangat tidak masuk akal dan menilai suaminya teramat pelit. Saat menerima uang itu dengan ketus, ia merenung gusar bahwa nominal sekecil itu bahkan tidak cukup untuk membeli bedak, apalagi memenuhi gizi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pukul sebelas siang, panas matahari memantul di jalanan berdebu saat Rani berdiri di depan gerbang TK, menanti Aira yang sedang menari-nari di dalam kelas. Rambut anak itu diikat dua, pipinya merah karena berlari, tapi senyumnya membuat hati Rani mencair, meski hanya sejenak.

"Aira lari ya, Bu!" seru putrinya ceria saat bel pulang berbunyi.

Rani menyambutnya dengan senyum lelah. "Iya, tapi jangan terlalu kencang, nanti jatuh."

Aira mengangguk lalu menggenggam tangan ibunya, seperti biasa. Tapi hari itu, Rani tak langsung mengajak pulang. Ia mengajak Aira mampir ke warung kecil di ujung gang, membelikan anaknya es lilin rasa melon seharga seribu lima ratus. Sisanya hanya cukup untuk sebungkus kerupuk kecil.

"Besok kita beli kue yang kamu suka, ya," katanya, setengah berbohong.

Setibanya di rumah, Rani menyuapi Aira makan siang, menidurkannya, lalu duduk di sudut ruang tamu dengan ponsel di tangan. Layarnya retak, baterainya boros. Tapi ia tetap membuka galeri, melihat foto-foto lama. Ada satu yang membuat hatinya nyeri: fotonya dan Dimas saat tunangan. Wajah mereka terlihat muda, penuh harapan.

Kemana semua itu sekarang?

Baru saja ia hendak menutup galeri, muncul pesan WhatsApp masuk dari nomor lama yang entah kenapa belum ia blok: Reza (Kerja Dulu).

"Ran, aku denger kamu tinggal di Cipinang? Gue lagi buka cabang toko roti di sana. Boleh mampir, kan?"

Rani terdiam. Nama itu menghantam memorinya seperti gelombang pasang yang tak diundang. Reza-mantan rekan kerja yang dulu pernah dekat dengannya. Terlalu dekat. Tapi Rani memilih Dimas karena saat itu Dimas datang dengan niat serius. Reza terlalu penuh mimpi, terlalu bebas. Tapi sekarang?

Ia meletakkan ponsel. Tidak membalas. Tidak berani.

Tapi otaknya terus berpikir. Apakah kabar itu benar? Apakah Reza benar-benar ada di sekitar sini? Lalu kenapa hatinya tiba-tiba berdetak tak karuan hanya karena satu pesan?

Menjelang sore, Dimas pulang. Wajahnya lelah, tapi tak sepatah kata pun ia ucapkan soal kerjaannya. Ia langsung duduk, melepas sepatu, lalu membuka ponsel. Seperti biasa.

"Minumannya di meja," kata Rani, berusaha terdengar biasa saja.

"Hm," sahut Dimas tanpa menoleh.

Rani diam. Menatap laki-laki itu lama. Betapa asingnya ia sekarang. Mereka sudah tiga tahun menikah, tapi entah sejak kapan, pelukan terakhir, sentuhan terakhir, dan bahkan tawa terakhir terasa seperti kenangan dari kehidupan yang berbeda.

"Dim, aku mau tanya sesuatu," ucap Rani akhirnya.

"Hm?" Dimas masih fokus pada layar ponselnya.

"Kalau... aku mau buka warung kecil di depan rumah, kamu bolehin?"

Kali ini Dimas menoleh, tapi dengan dahi mengernyit. "Warung? Buat apa? Repot. Nanti kamu capek."

"Aku nggak apa-apa capek. Biar bisa bantu nambah penghasilan."

"Ngapain sih, Ran? Kan aku udah cukupin semua. Tiap hari kamu dikasih uang belanja, rumah juga ada, Aira sekolah... kamu kurang apa?"

Rani menahan napas. Matanya mulai panas. Apa? Aku kurang apa? Rasanya seperti ditampar.

"Cuma... aku pengin bisa punya uang sendiri. Beli bedak, beli kerudung. Aku malu, Dim, kalau ketemu tetangga bajuku cuma itu-itu terus..."

Dimas mengangkat tangan, seolah menyetop omongan itu. "Udahlah, Ran. Jangan lebay. Kamu tuh istri, tugas kamu ngurus rumah. Bukan jualan."

Rani menggigit bibir bawahnya, menahan gejolak di dadanya yang hampir meledak. Tapi ia tahu, tak ada gunanya berdebat. Dimas tak akan mendengar. Tak akan mengerti.

Malam itu, setelah Aira tidur, Rani kembali membuka pesan dari Reza. Masih belum dibalas. Tapi hatinya sudah mulai goyah. Bukan karena ia ingin kembali pada masa lalu, bukan karena ia ingin membuka luka lama-tapi karena ia rindu didengar. Rindu dihargai. Rindu menjadi versi dirinya yang dulu pernah ceria.

Ia mengetik pelan.

"Iya, aku tinggal di Cipinang. Selamat ya, udah buka toko."

Lalu ia tekan kirim.

Dan detik itu juga, sesuatu yang selama ini ia tahan mulai retak. Bukan karena ingin selingkuh, tapi karena ia merasa sendirian dalam pernikahan yang seharusnya jadi tempat pulang.

Di luar kamar, kipas angin tua berderit pelan. Dan di dalam hati Rani, ada pertanyaan baru yang muncul-apakah salah merindukan perhatian dari seseorang yang bukan suami sendiri... jika suaminya bahkan tak peduli ia masih merasa hidup atau tidak?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO LEBAY
8.3
Richard tewas usai kalah memperebutkan Claudia. Di akhirat, protesnya atas nasib buruk berbuah kesempatan hidup kedua dari Tuhan. Ia pun bangkit berkat doa tulus seorang gadis, lengkap dengan ingatan masa lalu yang luar biasa. Kini, Richard menguasai banyak bahasa, seni, serta lokasi harta karun. Sembari mengejar Claudia dengan kekayaan barunya, ia mulai bimbang apakah obsesi itu benar atau justru ada cinta lain yang jauh lebih tulus untuknya.
Sampul Novel Cinta & Selingkuh
8.9
Dunia Stela runtuh seketika saat ia memergoki suaminya berselingkuh di depan matanya sendiri. Meski hatinya hancur lebur melihat pria yang dicintainya bermesraan dengan wanita lain, ia menolak untuk menyerah dan pergi begitu saja. Di tengah rasa sakit yang mendalam, Stela memilih bertahan demi menjalankan rencana balas dendam yang matang. Ia bertekad membuat sang suami membayar mahal kesalahannya dan merasakan kepedihan serupa yang kini tengah ia rasakan sendirian.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka nyaris kehilangan kesucian akibat ulah tetangga, ancaman kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah situasi pelik ini, ia bertemu seorang CEO arogan yang butuh istri perawan demi memenuhi wasiat kakeknya yang berumur 80 tahun. Bagi keluarga besar Hamzah yang sangat berkuasa, kehormatan mutlak terletak pada kesucian sang menantu. Kini, takdir hidup Devanka sepenuhnya terikat pada ambisi besar keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Gairah sang gadis hiper
7.9
Kehidupan harmonis Revi hancur seketika akibat sebuah tragedi kelam. Peristiwa itu mengubah dirinya menjadi pribadi yang terobsesi pada kepuasan seksual hingga terjebak dalam lingkaran hitam yang tak berujung. Di tengah keterpurukan moral dan krisis harga diri, Revi terus didera keraguan mendalam. Ia mempertanyakan apakah sosok wanita dengan masa lalu sekelam dirinya masih pantas mendapatkan cinta yang tulus dari seorang pria baik-baik.
Sampul Novel Istriku Bukan Selingkuhanku
8.1
Satu dekade membina rumah tangga, bara cinta antara aku dan Mas Bram tak pernah padam. Sebagai bos sibuk yang kerap mengurus cabang di luar kota, ia selalu punya cara cerdik untuk menemuiku secara sembunyi-sembunyi dari ibunya. Pagi ini, kehangatan itu kembali terasa lewat pelukan manja dan kecupan mesra di leher saat aku sibuk di dapur. Sikap romantisnya selalu berhasil memanjakan diriku, membuatku tak berdaya dan hanyut dalam pesona gairah suami tercinta.
Sampul Novel Kasih Sayang Mendalam: Sayang, Kembalilah Padaku
8.7
Selama dua tahun, Nina menjalani pernikahan kontrak dengan suami misterius yang tak pernah ia temui. Suatu malam, sebuah kekeliruan fatal membuatnya salah masuk kamar dan menyerahkan kesucian kepada pria asing. Akibat pelanggaran ini, ia terancam denda besar dan memutuskan untuk meminta cerai. Namun, saat menyerahkan berkas perceraian, Nina syok mendapati bahwa suaminya ternyata adalah pria yang sama yang menghabiskan malam bersamanya.