APKDock Logo
Sampul Novel Cintamu Seperti Uang Kecil

Cintamu Seperti Uang Kecil

8.4 / 10.0
Tekanan hidup akibat lonjakan harga pangan membuat Rani frustrasi. Di tengah situasi sulit ini, Dimas, sang suami, hanya memberinya uang belanja harian sebesar 25 ribu rupiah untuk lauk-pauk, meski kebutuhan pokok lain sudah ia siapkan. Rani menganggap jatah tersebut sangat tidak masuk akal dan menilai suaminya teramat pelit. Saat menerima uang itu dengan ketus, ia merenung gusar bahwa nominal sekecil itu bahkan tidak cukup untuk membeli bedak, apalagi memenuhi gizi mereka.

Cintamu Seperti Uang Kecil Bab 1

Pagi itu, aroma bawang putih yang ditumis menyebar ke seluruh rumah kecil yang terletak di sudut gang sempit kawasan padat penduduk di Jakarta Timur. Rani berdiri di dapur, mengenakan daster lusuh berwarna ungu pucat, rambutnya diikat asal dengan jepitan plastik. Di wajan, tumisan kangkung yang dibeli semalam mulai layu, suara mendesisnya berpadu dengan keluhan hati yang tak berani ia suarakan.

Dimas duduk di ruang tamu, kaki disilangkan, matanya terpaku pada layar ponsel. Sesekali ia tertawa kecil melihat meme lucu, tak peduli bahwa istrinya yang baru bangun subuh sudah sibuk menyiapkan sarapan dan bekal untuk anak mereka yang akan sekolah TK hari ini.

"Mi, sarapannya nasi sama tumis kangkung aja ya. Lauknya telur dadar. Ayamnya udah habis dari kemarin," ujar Rani, setengah meminta maaf.

Dimas tak menoleh, hanya mengangguk kecil. "Iya. Nggak usah yang ribet. Yang penting kenyang."

Rani menahan napasnya. Iya, kamu memang selalu kenyang. Tapi aku? Batinnya berteriak, tapi bibirnya tetap diam. Ia melanjutkan masak, memecahkan dua butir telur ke dalam mangkuk plastik yang retaknya nyaris menyentuh dasar.

Setelah sarapan, Dimas bersiap-siap untuk berangkat kerja. Ia bekerja sebagai staf administrasi di kantor ekspedisi milik temannya. Gajinya tak besar, tapi cukup untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Setidaknya, cukup menurut versinya sendiri. Karena ia selalu merasa cukup hanya dengan memberi Rani uang dua puluh lima ribu rupiah setiap pagi.

Dimas masuk ke dapur, membuka dompetnya yang mulai mengelupas, lalu menyodorkan selembar uang lusuh kepada istrinya. "Nih. Dua lima ribu. Beli sayur sama lauk, sekalian jajanan Aira kalo bisa."

Rani menyambut uang itu tanpa ekspresi. Tangannya refleks mengambilnya, tapi hatinya menolak. Dua puluh lima ribu? Setiap hari angka yang sama. Nggak pernah berubah, nggak pernah ditambah. Emangnya harga di pasar tetap segitu terus?

"Jangan ngeluh ya. Kamu ini jago banget ngatur uang. Makanya aku percaya," tambah Dimas, seolah-olah kalimat itu adalah pujian.

Rani hanya tersenyum kaku. Pujian apa ini? Pujian atau lelucon? pikirnya, sambil menggenggam uang itu erat-erat. Di luar, suara tukang sayur sudah mulai terdengar. Ia tahu, harga bawang merah naik. Minyak goreng pun tak bisa beli setengah liter lagi, harus botolan. Tapi Dimas seolah tak pernah mau tahu soal itu.

"Yaudah, aku berangkat. Jangan lupa jemput Aira jam sebelas," kata Dimas, menyambar tas kerjanya dan melangkah pergi tanpa menoleh. Rani berdiri mematung di ambang pintu, memandangi punggung suaminya yang menjauh.

Setelah suara sepeda motor menghilang, Rani kembali masuk ke dalam rumah. Ia duduk di lantai dapur, punggungnya bersandar pada kulkas kecil yang tak lagi dingin. Ia menatap uang di tangannya-lembaran yang selalu sama, nominal yang tak pernah berubah. Seolah itulah nilai hidupnya di mata Dimas.

"Cih... uang segini?" gumamnya pelan, hampir tak terdengar. "Buat beli bedak aja nggak cukup, apalagi buat kelihatan cantik di depanmu."

Dulu, sebelum menikah, Dimas adalah pria yang manis dan penuh perhatian. Ia membelikan Rani bunga di hari ulang tahunnya, membawanya makan mie ayam di warung favorit, dan sesekali mengirim pesan romantis yang membuat pipinya memerah. Tapi semua itu berubah setelah mereka menikah.

Rani tahu rumah tangga tak akan selalu indah. Tapi ia tak menyangka, akan begini sunyinya. Tak ada tempat bercerita, tak ada bahu untuk bersandar, hanya ada suara hati yang terus menjerit dalam diam.

Ia membuka dompet kecilnya-isinya hanya beberapa receh dan nota belanja dari hari-hari sebelumnya. Setiap rupiah dihitung, setiap lembar uang dicatat. Tapi tetap saja, rasanya seperti berjuang sendiri dalam kapal yang perlahan-lahan bocor. Dan Dimas? Ia bahkan tidak sadar bahwa air sudah mulai masuk ke dalam kapal mereka.

Rani melirik ke cermin kecil di dinding dapur. Wajahnya pucat, matanya sayu. Garis halus mulai tampak di sudut matanya. Dulu kamu bilang aku cantik tanpa riasan. Tapi sekarang? Kamu bahkan tak pernah melihatku dua detik penuh.

Ia berdiri, mengambil tas belanjanya yang mulai sobek di bagian bawah, lalu keluar rumah. Langkahnya pelan, lelah. Tapi ia tetap berjalan, seperti biasa. Karena ia tahu, tak ada yang akan mengurus rumah ini selain dirinya.

Di pasar kecil dekat rumah, ia memilih sayur dengan teliti. Harga bayam naik. Tomat mahal. Ia akhirnya membeli dua ikat kangkung, sebutir tahu, dan telur. Sisanya ia sisihkan untuk jajanan Aira sepulang sekolah.

"Dua puluh lima ribu, Bu?" tanya ibu penjual dengan nada tak yakin. "Mau saya kurangin tahunya?"

Rani tersenyum kecil. "Enggak usah, Bu. Saya cari kembalian di dompet."

Begitulah setiap hari. Ia bernegosiasi dengan penjual, dengan dompetnya, dan dengan hatinya sendiri. Tapi yang paling melelahkan adalah bernegosiasi dengan harapannya yang perlahan-lahan mulai padam.

Rani pulang membawa belanjaan seadanya, wajahnya tak lagi menampakkan lelah, hanya kehampaan. Dan di dalam hatinya, ada satu kalimat yang terus menggema-sampai kapan harus bertahan begini?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cintamu Seperti Uang Kecil

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dijodohin
8.0
Hidup selalu menuntut bayaran atas apa yang diberikan, sebuah realitas kelam yang terlambat disadari seorang gadis muda. Demi merengkuh kebahagiaan semu, ia terlanjur menyerahkan masa mudanya ke dalam jerat pernikahan yang dijodohkan. Kini, di usianya yang masih sangat belia, ia harus menanggung konsekuensi berat dari keputusan besar tersebut. Langkah itu telah mengubah seluruh takdir dan jalan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel Gairah Liar Isteriku
9.5
Pernikahan Nara dan Rama tampak sempurna di mata publik, padahal Nara memendam kesepian yang luar biasa. Demi mengisi kekosongan hati, ia nekat menjalin perselingkuhan dengan Arka. Namun, kedamaian semu itu hancur ketika Arka mengirim ancaman untuk membeberkan hubungan rahasia mereka. Kini, Nara terjebak dalam pusaran pengkhianatan dan rasa sakit yang hebat. Di tengah kemelut asmara yang penuh misteri ini, ia harus berjuang keras demi menemukan kembali jati dirinya.
Sampul Novel JUST MATE
8.6
Renata meregang nyawa secara tragis setelah dikhianati oleh dua orang terdekat yang sangat ia cintai. Di detik-detik terakhir hidupnya, ia teringat pada Dewa Fenrir yang dahulu sering diceritakan ibunya, lalu memanjatkan doa pamungkas untuk menuntut balas. Namun, keajaiban aneh justru menghampiri sebelum napasnya habis. Sebuah suara dahsyat memanggilnya 'Luna' bersamaan dengan dekapan tangan dingin di wajahnya. Misteri apa yang menanti takdir Renata di batas kematian ini?
Sampul Novel Love with my penyiarku
8.7
Muhammad Ghifarial Siregar, pria populer yang flamboyan, melabuhkan hatinya kepada Ariana Martha. Walau langkahnya kerap diwarnai kepedihan serta jiwa yang rapuh, keyakinannya akan cinta sejati tak pernah goyah. Baginya, ketulusan rasa adalah takdir Tuhan yang mesti diterima dengan ikhlas, bagai suara indah yang mengangkasa. Ia bertekad menjaga rasa cinta di dalam dadanya agar selalu tumbuh subur, hingga kelak ajal menjemput dan memisahkan mereka berdua.
Sampul Novel Siapa Yang Menghamili Istriku?
8.4
Kisah romansa modern ini menyajikan misteri kelam dalam pernikahan yang penuh emosi dan pengkhianatan. Pembaca dewasa akan diajak menelusuri rahasia yang menghancurkan kepercayaan antar pasangan. Bersiaplah menghadapi alur penuh air mata saat kepingan teka-teki perlahan terungkap. Karakter utama pun dipaksa melihat kenyataan pahit yang tak terduga di tengah konflik hubungan yang sangat pelik.
Sampul Novel Suami Dadakanku Seorang Miliarder
7.9
Samira Brisia, direktur sukses yang kerap dicap perawan tua oleh keluarganya, tidak sengaja menghabiskan malam bersama pria asing saat mabuk. Ternyata, lelaki itu adalah Morgan Francois, pegawai magang di perusahaannya. Demi menyelesaikan masalah masing-masing, mereka memutuskan untuk kawin kontrak. Namun, Samira terkejut saat mengetahui bahwa suami barunya itu sebenarnya seorang miliarder yang tengah menjalani hukuman rahasia.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan