APKDock Logo
Sampul Novel Cintamu Bohong, Ya?

Cintamu Bohong, Ya?

8.7 / 10.0
Kirana hancur saat mengetahui rahasia kelam suaminya, Raka, di balik keguguran yang dialaminya lima kali berturut-turut. Di depan ruang dokter, ia mendengar Raka mengaku sengaja memberinya obat aborsi agar rahimnya diangkat, sementara selingkuhannya yang bernama Maya sedang hamil sehat. Menyadari pernikahan dan cinta tulusnya selama ini hanyalah kebohongan fatal yang dirancang untuk menghancurkannya, Kirana harus menghadapi kenyataan bahwa fisiknya kini melemah tanpa harapan bisa mengandung lagi.

Cintamu Bohong, Ya? Bab 1

Setelah mengalami keguguran lima kali berturut-turut, akhirnya aku konsultasi ke dokter untuk menanyakan alasan mengapa tubuhku tidak mampu mempertahankan janin.

Namun, sebelum masuk ke ruangan pemeriksaan, aku mendengar percakapan suamiku dengan dokter di depan pintu.

"Obat aborsi yang kamu berikan cukup manjur. Dia sudah keguguran lima kali. Kapan bisa dilakukan operasi pengangkatan rahim? Aku nggak bisa membiarkan Kirana mengandung anakku," ucap Raka.

Dia melanjutkan, "Oh ya, tolong resepkan juga obat penguat kandungan untukku. Maya sedang mengandung anakku, aku harus memastikan bayi itu lahir dengan sehat."

Dokter berkata, "Tapi kondisi tubuh Kirana sudah sangat lemah selama beberapa tahun terakhir. Kemungkinan besar dia nggak akan pernah bisa hamil lagi."

Raka malah menanggapinya dengan santai, "Memangnya kenapa? Justru aku memang mau dia nggak pernah bisa punya anak, makanya aku selalu membuatnya keguguran."

"Sudahlah, nggak usah bahas ini lagi. Aku masih harus menemani Maya membeli perlengkapan ibu dan bayi," lanjut Raka.

Aku mendengar semua percakapan itu di balik pintu, tubuhku terasa dingin.

Aku baru sadar ternyata cinta yang selama ini kupertahankan hanyalah sebuah lelucon.

Di ruang konsultasi, Raka masih terus berbicara.

"Kebetulan, kamu 'kan dokter kandungan, beri aku saran makanan apa yang baik untuk ibu hamil. Aku mau menyiapkannya untuk Maya," ucap Raka.

Dokter Gilang yang juga sahabatnya, langsung mengerutkan kening.

"Kenapa kamu begitu perhatian pada Maya yang cuma sekretaris? Istrimu itu Kirana!" ucap Gilang.

Ekspresi Raka langsung berubah, dia bertanya, "Kenapa kamu harus menyebut dia?"

"Dia memang istriku, lalu kenapa? Di hatiku, Maya lebih penting!"

"Lagi pula, lihat saja kondisinya sekarang. Umurnya sudah nggak muda, wajahnya penuh flek dan komedo, kulitnya juga kusam membuatku mual begitu melihatnya. Tubuhnya gemuk seperti tong air, nggak ada lekukan tubuh yang indah. Aku nggak menceraikannya saja sudah baik padanya."

Gilang tampak terkejut, dia tidak percaya temannya bisa berkata seperti itu.

"Raka, kamu bisa punya posisi seperti sekarang, bukankah karena mengandalkan Kirana? Lima tahun lalu, kalau nggak ada dia yang mati-matian mencari sponsor dan investor untukmu, perusahaanmu sudah lama bangkrut," ucap Gilang.

Ucapannya jelas menyentuh titik paling sensitif Raka. Dia kemudian membentak.

"Itu masa lalu! Kenapa masih harus kamu ungkit?" bentak Raka.

"Aku sudah memberinya banyak uang, apa masih kurang? Maya nggak punya apa-apa selain aku!" lanjut Raka.

Gilang akhirnya menyerahkan catatan menu makanan sehat untuk ibu hamil kepada Raka, lalu berkata, "Raka, kamu benar-benar sudah berubah."

Dia melanjutkan, "Aku nggak akan banyak bicara, tapi sebagai teman, aku cuma bisa mengingatkanmu jangan lupa hati nurani. Kamu memperlakukan istri yang setia menemanmu dari nol seperti ini, suatu hari nanti kamu pasti akan mendapat balasan."

Raka melototi Gilang dengan tajam, mengambil catatan menu itu, lalu membanting pintu keluar.

Aku buru-buru bersembunyi di balik tangga, menatap Raka yang menjauh dengan langkah tergesa.

Dari kaca pintu salah satu ruang rawat, aku melihat bayangan diriku sendiri.

Usiaku baru tiga puluh, tetapi tubuhku sudah gemuk dan tidak berbentuk. Kulitku kendur, wajahku penuh flek hitam. Aku memang tidak lagi sepadan dengan Raka yang kini memimpin ribuan karyawan.

Wanita muda dan cantik tentu terlihat lebih serasi berdampingan dengannya.

Namun, dulu saat keuangan perusahaan Raka bermasalah, aku yang berlari kesana-kemari mencari investor dan memohon dana bantuan untuk mengatasi krisis perusahaan.

Aku bekerja lembur tanpa tidur, membuat proposal sampai lupa makan, hingga akhirnya menderita sakit maag kronis.

Demi memberinya seorang anak, tanganku penuh dengan bekas suntikan hormon kesuburan. Namun, tetap saja, lima kali keguguran merenggut anak-anakku.

Sejak itu, tubuhku membengkak seperti balon. Aku menjadi gemuk dan jelek.

Tidak heran dia jijik padaku, karena aku yang sekarang, memang tidak ada daya tarik bagi pria. Hatiku sakit sekali.

Aku tidak mengerti. Raka, kalau kamu tidak mencintaiku, kamu bisa jujur saja. Kita bisa bercerai baik-baik, tapi kenapa kamu harus merampas kemampuanku untuk menjadi seorang ibu? Kenapa harus selingkuh dan mengkhianatiku?

Aku tidak pergi menemui dokter, melainkan langsung pulang.

Vila ini dulu adalah rumahku dan Raka saat pernikahan. Saat itu, usahanya baru mulai berkembang, kami membeli vila ini dengan bahagia.

Kami berbaring di ranjang sambil berpelukan, merencanakan masa depan, bercita-cita punya seorang putra dan seorang putri.

Harapan kami adalah hidup bahagia berempat.

Namun, kini tidak ada lagi suasana bahagia di vila ini, yang ada hanya pengkhianatan.

Aku berdiri di balkon mengingat kembali kenangan masa lalu, air mata jatuh tanpa bisa dikendalikan.

Setelah cukup lama, akhirnya aku memutuskan. Raka, aku tidak butuh kamu lagi!

Saat hendak kembali ke kamar, aku melihat mobil Raka perlahan memasuki halaman dan parkir di depan pintu.

Dari atas balkon, aku menyaksikan dia mengobrol dengan Maya, tertawa mesra layaknya sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta.

Ketika Raka mengangkat kepala, matanya melihatku. Ada jejak panik di wajahnya.

"Sayang, kenapa kamu berdiri di balkon? Angin dingin sekali, gimana kalau kamu sakit nanti?" ucap Raka.

Aku tersenyum tipis sambil menggeleng. "Nggak apa-apa. Di dalam terlalu pengap, aku mau menghirup udara segar," jawabku.

Begitu aku berjalan ke koridor pintu, aku melihat Raka sedang menyuruh Maya pergi.

Begitu melihatku, dia segera merentangkan tangannya dan memelukku ke dalam pelukannya.

"Tanganmu dingin sekali. Jangan lakukan ini lagi, ya. Kalau kamu sakit, aku akan khawatir," ujar Raka.

Dia melanjutkan, "Aku bawakan vitamin dari rumah sakit lagi. Ingat minum tepat waktu, ya."

Aku menerima kotak itu, senyum sinis mengembang di bibirku.

"Baiklah," jawabku.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cintamu Bohong, Ya?

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi kebahagiaan sang suami, Satria, ia rela memintanya untuk beristri lagi. Namun, di balik keputusannya, terungkap fakta menyakitkan bahwa Satria sebenarnya tidak pernah mencintai Fatma. Walau Satria sempat menolak demi menjaga perasaannya, Fatma tetap memohon sambil menangis agar keinginan terakhirnya dikabulkan sebagai bukti ketulusan cintanya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan