APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cintaku Berakhir di Malam Pertamaku

Cintaku Berakhir di Malam Pertamaku

Saat bulan madu, seorang suami bersikeras meminta manajer hotel mengganti seprai kamar mereka di tengah malam. Ternyata, manajer itu adalah mantan kekasihnya. Wanita tersebut histeris karena merasa sengaja dipermalukan, lalu menyiramkan air panas dari teko ke tubuh sang istri sebelum melarikan diri. Alih-alih menolong istrinya yang terluka akibat siraman tersebut, sang suami justru mengabaikannya dan langsung pergi mengejar mantan pacarnya yang diklaim takut akan kegelapan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tak bisa menahan air mata dan menjawab, "Nggak baik, aku nggak baik-baik saja, sama sekali nggak baik."

Seketika, aku merasa seperti orang gila, menangis di depan dua orang asing.

Namun sungguh, aku tidak baik-baik saja.

Kalau saja Jasper ada di sini, aku akan memberitahunya kalau aku sangat ketakutan dan mengatakan padanya bahwa luka bakar ini sangat menyakitkan.

Namun, dia tidak ada di sini.

Dia mengingkari janjinya di hari pertama pernikahan kami.

Dia tidak melindungiku. Saat aku merasa sedih dan terluka, dia bahkan tidak berada di sisiku.

Petugas kebersihan menepuk-nepuk punggungku dengan lembut dan menenangkanku, "Menangislah, nggak apa-apa."

Tepukan itu mengenai bahuku.

Rasa sakitnya sampai mengubah ekspresiku.

Bibi petugas kebersihan itu terkejut dan bertanya, "Dik, kamu terluka?"

Dia dan gadis itu membuka kerah bajuku dan langsung mendorongku ke wastafel.

Keduanya membasuh bahuku dengan air dingin sambil memanggil rekannya untuk mencari salep luka kabar.

Seharusnya, ini adalah hal yang Jasper lakukan untukku tadi.

Melihat kekhawatiran yang tulus di wajah dua orang asing ini, air mataku semakin tak tertahan.

Entah berapa lama kemudian, suhu tubuhku semakin dingin, seperti hatiku dan Jasper belum juga kembali.

Aku mendengar suara dari walkie-talkie di pinggang bibi petugas kebersihan itu, "Kotak obatnya kosong, Kak Cecilia nggak bisa dihubungi, ada yang tahu dia di mana?"

"Aku lihat dari CCTV, dia pergi bersama seorang pria keluar dari hotel, bagaimana ini?"

"Siapa pria itu? Ada yang tahu nomornya? Bisa dihubungi nggak?"

Aku ingin mengatakan bahwa aku mengenalnya.

Namun kemudian, aku teringat sesuatu.

Setelah selesai bercinta tadi, Jasper tidak membiarkanku turun dari tempat tidur untuk mandi, dia memaksa Cecilia datang untuk membersihkan kamar. Pria yang biasanya tidak suka bermain ponsel dan sering melewatkan telepon dariku, kali ini terus memegang ponselnya.

Layar ponselnya terus menyala dan mati berulang kali, seperti sedang menunggu sesuatu.

Seolah menguatkan dugaanku, tiba-tiba terdengar suara keras dari luar, "Dia sendiri yang nggak bisa menjaga suaminya. Aku datang untuk mengajarinya cara mempertahankan pria. Bukannya terima kasih, malah melemparku. Nggak hanya itu, malah melapor polisi, sungguh konyol!"

Rasa mual langsung menyeruak di perutku.

Aku memijat punggungku yang terasa pegal. Apakah saat bulan madu denganku, Jasper sebenarnya sedang memikirkan cara untuk memancing emosi Cecilia?"

Suara di walkie-talkie terdengar lagi, "Aku sudah memerika CCTV, manajer keluar dari tamu kamar 702 ... "

"Bukankah itu kamar wanita yang tadi hampir jadi korban pelecehan?"

Bibi petugas kebersihan panik dan buru-buru mematikan walkie-talkienya.

Aku menunduk dan menjawab, "Aku tahu nomor teleponnya, biar aku meneleponnya."

Saat mengambil ponselku, pandanganku tertuju pada gaun pernikahan merahku yang penuh dengan jejak sepatu hak tinggi, serta surat nikah yang tergeletak di lantai.

Foto kami berdua di surat itu juga dipenuhi bekas injakan.

Aku mengusapnya, tetapi malah membuatnya semakin terlihat kotor.

Seperti halnya cinta dan pernikahanku dengan Jasper, yang tak akan pernah bisa kembali seperti awalnya.

Aku menelepon nomor Jasper.

Nada sambung lagu pernikahan baru berdering dua kali, teleponnya langsung diputuskan.

Aku terdiam, mencoba menelepon lagi. Kali ini juga diputuskan.

Saat aku menelepon untuk ketiga kalinya, panggilanku tidak dapat tersambung. Aku telah diblokir olehnya.

Aku memegang ponselku, bingung dan tidak tahu harus bagaimana. Rasanya aku seperti pecundang yang benar-benar kehilangan segalanya.

Bibi petugas kebersihan menepuk pundakku lagi dan memberiku beberapa lembar tisu.

Tiba-tiba, pintu kamar diketuk lagi.

Namun yang datang bukan Jasper, melainkan polisi.

Aku membuat laporan.

Menceritakan setiap detail kejadian malam ini.

Setiap kata yang keluar dari mulutku terasa memalukan sekaligus menyakitkan.

Ketika keluar dari ruang laporan, aku melihat Jasper.

Aku tidak tahu bagaimana harus menghadapi dia. Meski dia datang terlambat, melihatnya saja sudah membuat air mataku jatuh lagi.

Jasper bergegas mendekatiku dan berkata, "Shally, cepat bilang ke polisi kalau kamu yang membuka pintu dan mengundang dua pria itu masuk."

"Bilang saja kalau kamu sendiri yang melukai dirimu dan Cecilia membawaku keluar untuk membeli obat untukmu, jadi kami nggak sempat kembali tepat waktu."

"Cepat jelaskan, kalau nggak, Cecilia bisa dipecat!!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belaian Cinta
9.6
Demi masa depan Chika, sang putri, Prima rela bekerja di Kalimantan dan terpaksa menjalani hubungan jarak jauh dengan Ratih. Sayangnya, perpisahan ini memicu masalah pelik. Tanpa kehadiran suaminya, daya pikat Ratih justru mengundang perhatian Wira si duda, Heru tetangga depannya, serta Derry yang masih sekolah. Ratih pun terbuai godaan mereka hingga akhirnya hamil. Kini, rumah tangganya di ambang kehancuran, menyisakan misteri besar tentang siapa sebenarnya ayah dari janin tersebut.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Sampul Novel Ena-Ena 21+
8.4
Antologi kisah romansa dewasa ini menghadirkan kumpulan cerita pendek yang menyoroti lika-liku hubungan penuh gairah. Pembaca akan diajak menyelami dinamika cinta penuh kuasa dari para CEO dan pengusaha, hingga polemik emosional yang dihadapi janda, duda, serta konflik mertua-menantu. Menampilkan latar profesi beragam mulai dari dokter, tentara, hingga satpam, setiap narasi dikemas memikat untuk memenuhi fantasi Anda akan kisah cinta yang mendalam dan unik.
Sampul Novel Jadi Istri Duda
8.1
Demi menghindari desakan kencan buta dari sang ibu, Juwita Anggari Hidayat mengambil langkah nekat dengan menikahi Jamal Antonio Ruhan, duda yang dulu pernah menolongnya. Juwita pun memulai kehidupan baru sebagai istri sekaligus ibu tiri bagi seorang remaja pendiam berumur lima belas tahun. Walau sempat takut kesibukannya di butik terganggu, ia malah menikmati peran tersebut. Namun, rahasia masa lalu Jamal perlahan terkuak. Sanggupkah Juwita bertahan setelah mengetahui sisi lain suaminya?
Sampul Novel Kepentok cinta om cupu
8.4
Akibat kalah taruhan, Zoya Raveena terpaksa menembak Danu Atmadja. Ia tidak tahu bahwa pria berpenampilan kuno itu sebenarnya pewaris takhta bisnis yang sangat tampan. Saat benih cinta yang tulus mulai tumbuh di antara keduanya, bayang-bayang masa lalu mendadak hadir dan mengancam kebersamaan mereka. Kini, Zoya dan Danu harus bersatu demi mempertahankan hubungan yang baru terjalin dari rintangan besar yang siap menghancurkan segalanya.
Sampul Novel Kill Me, Love Me
9.4
Fajar, bos perusahaan teknologi, menyembunyikan rahasia besar tentang kepribadian gandanya. Walau ia sudah bertunangan dengan Mariska, hanya Indira yang tahu kondisi medis ini. Kedekatan intens membuat benih asmara tumbuh rumit, apalagi ketiga kepribadian Fajar malah jatuh cinta pada Indira. Di tengah pusaran konflik batin yang membingungkan, mampukah Indira menyembuhkan jiwa Fajar? Kepribadian mana yang akhirnya akan dipilih oleh hati Fajar?