APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat

Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat

Sejak kondisinya menjadi bodoh, sang pemuda selalu dirawat sendiri oleh ibu angkatnya melalui pijatan dan bantuan olahraga. Sang ayah angkat pun memanfaatkan keadaan tersebut untuk bermesraan di depannya tanpa ragu. Namun, mereka tidak tahu bahwa ia sebenarnya sudah lama sembuh normal. Saat sang ibu melakukan panggilan video dengan suaminya sambil menggunakan alat bantu, pemuda ini diam-diam mengambil alih benda tersebut ke tubuh sang ibu tanpa disadari sang ayah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku mendekati ibu angkat, tanganku terus meraba di atas kain yang mulai basah itu. Ini pertama kalinya aku menyentuh bagian sensitif wanita dan rasa penasaran pun muncul.

Aku mulai menekannya, merasakan sensasi lembut dan lembab di bawah telapak tanganku.

Wajah ibu angkat merona, dia gemetar setiap kali aku menekannya, membiarkanku mempermainkannya seolah dirinya adalah mainan yang akan mengeluarkan suara jika ditekan.

Lama-kelamaan, ibu angkat mulai meliukkan pinggangnya dengan gelisah. Bagian yang basah itu bergesekan dengan tanganku, seolah sedang mencari kelegaan dari gesekan kecil itu.

Aku pun mulai merasa tidak puas jika hanya menyentuhnya dari luar pakaian.

Jadi, aku melakukan serangan mendadak dan menarik celana yoga yang dia pakai.

“Aaa!”

Sensasi dingin di bokongnya membuat ibu angkat terkejut. Dia mendorongku dengan kuat, segera menarik celananya kembali dan berdiri dengan wajah memerah malu.

“Gio! Kok kamu sampai melorotkan celanaku?” Ibu angkat menatapku dengan malu, sekaligus dengan tatapan yang sangat tajam.

Melihat ibu angkat marah, aku pun merasa agak takut. Bagaimanapun juga, tindakanku tadi memang sudah keterlaluan. Aku hanya bisa duduk menunduk, memasang wajah seolah-olah merasa sangat bersalah.

Ibu angkat berdiri dengan agak canggung. Helaian rambutnya yang berantakan menempel di leher dan wajahnya yang merah merona menunjukkan rasa malu dan kegelisahan yang tertahan.

Tubuhnya berkeringat dan baju yoganya yang memang sudah tipis itu pun basah kuyup, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah.

Mungkin karena tatapanku padanya terlalu intens, dia pun menunduk melihat pakaiannya sendiri. Dia dengan panik menutupi dadanya, berbicara sebentar padaku, lalu bergegas kembali ke kamarnya.

Namun, tak lama kemudian, aku mendengar suara erangan pelan dari kamarnya. Suaranya terdengar merdu dan menggoda, membuatku penasaran dan diam-diam mendekat.

Melalui celah pintu, aku bisa melihat ibu angkat telungkup di atas ranjang, satu tangannya meraba dadanya sendiri, sementara tangan lainnya memegang sesuatu dan memainkannya di area bokongnya.

Seketika, gairahku yang baru saja reda kembali memuncak.

Karena takut ketahuan, aku hanya bisa mengintip dari celah pintu yang sempit itu, melihatnya mendesah dalam kenikmatan.

Suara di dalam kamar itu terdengar putus-putus, seolah sedang menderita, tapi sekaligus menikmati.

Hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuh membuatku sangat tersiksa. Rasanya tubuhku sampai sakit karena menegang.

Aku benar-benar tak bisa menahan lagi dan memanggil, “Ibu!”

Seketika, suara di dalam kamar langsung berhenti.

Tak lama kemudian, ibu angkat keluar dengan mengenakan pakaian rumah. Ekspresinya tenang dan tampak normal, hanya saja wajahnya masih sangat merona.

“Gio, aku masak dulu untukmu.”

Usai bicara, dia pun berbalik menuju dapur.

Melihat punggungnya yang indah dengan bokong yang meliuk di balik roknya setiap kali dia melangkah, serta jejak-jejak pemainanku di kakinya yang jenjang, aku tak bisa menahan diri dan menelan ludah.

Malam harinya, ayah angkat pulang untuk makan malam. Dia bilang besok harus pergi dinas keluar kota dan meminta ibu angkat untuk membantuku mandi.

Mereka berdua mengira aku masih bodoh, jadi merasa hal itu bukan masalah.

Hanya saja, ibu angkat seolah teringat sesuatu. Dia merapatkan kedua kakinya dengan gelisah, lalu dengan wajah merona, dia melirikku diam-diam.

Malam berikutnya, ibu angkat sudah menyiapkan bak mandi penuh air dan menyuruhku segera mandi. Aku berpura-pura bodoh dan dengan gembira masuk ke kamar mandi.

Ibu mengenakan gaun tidur sutra dengan tali tipis yang sangat menempel di tubuh. Potongan lehernya rendah, sehingga pemandangan di baliknya bisa terlihat dengan jelas.

Pikiranku kembali melayang pada kejadian saat yoga kemarin dan rasa panas pun menjalar di bagian perut bawahku.

Aku tanpa ragu melepas semua pakaian dan melompat ke dalam bak mandi.

Namun, mata ibu angkat malah terbelalak.

Tatapannya tertuju lurus ke arah bagian bawahku. Bibirnya agak terbuka dan napasnya menjadi jauh lebih cepat.

“Nggak boleh lihat, ibu nggak boleh lihat.” Aku mengamati reaksinya sambil berpura-pura malu seperti anak kecil dan menutupi bagian bawahku dengan tangan.

“Gio, lepaskan tanganmu. Aku… aku mau memandikanmu,” ucapnya terbata-bata setelah membeku cukup lama.

“Nggak boleh dilihat ibu,” ujarku bersikeras dan mulai bertingkah manja.

“Tapi aku mau memandikanmu….”

“Kalau begitu, ibu harus kasih sedikit keuntungan untukku. Kalau nggak, aku nggak akan kasih lihat!” ujarku dengan nakal.

Wajah ibu angkat menjadi merona, tapi matanya tetap menatap dengan penuh nafsu ke arah yang kututupi.

“Gio, kamu… bisa janji nggak akan bilang pada ayahmu?” tanyanya dengan terbata-bata sambil menggigit bibir, wajahnya tampak seolah ingin menangis.

“Boleh, boleh. Ibu mau apain?” Aku mengulurkan tangan, jariku mengusap bagian dadanya yang sudah menegang.

“Hari ini… aku akan memandikan bagian itu dengan mulut, mau?” Napas ibu angkat semakin memburu, wajah cantiknya terlihat jelas semakin merah.

Terlihat sekali bahwa ibu angkat sangat kesepian biasanya. Ayah angkat pasti tidak bisa memuaskannya.

Dia menunjukkan ekspresi bimbang, sepertinya sangat ingin merasakan kehangatanku. Ada pergulatan di tatapannya, tapi pada akhirnya, dia memutuskan dengan penuh keyakinan.

“Aku nggak mau!” Aku masih pura-pura menolak, padahal dalam hati sudah sangat kegirangan. Tak kusangka dia sehaus itu sampai menginginkanku.

“Bagaimana kalau aku membiarkanmu memainkan tubuhku? Asalkan kamu mau kumandikan.” Ibu angkat mulai membujukku.

“Ya sudah!” Aku mengangguk. Saat ini, suasana sudah sangat mendukung, aku tak boleh menolak lagi.

Ibu angkat mengambil sedikit air dengan tangannya, lalu mulai membersihkan bagian itu dengan lembut. Merasakan sentuhan tangan mungilnya, aku hampir saja merinding karena sangking nikmatnya.

Perlahan-lahan, ibu menunggingkan bokongnya, dia membuka mulutnya, lalu menundukkan kepalanya mendekati benda milikku….

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Luca, seorang bos mafia, tertembak dalam bentrokan sengit. Situasi kian kacau saat salah suntikan hormon memicu gairah liarnya. Sarah, kurir makanan yang menyelamatkannya, justru menjadi korban pelampiasan hasrat tersebut. Untuk bungkam, keluarga mafia melenyapkan saksi. Pengawal Luca pun membuang Sarah ke jurang setelah merenggut kesuciannya. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali usai pengkhianatan kejam ini?
Sampul Novel Is This Love?
8.7
Farrel Aditama Effendi, pria kaya berjiwa bebas, sangat berbeda dari Fachmi, saudara kembarnya yang kaku. Didorong obsesi untuk memiliki sang kakak, Farrel berniat merusak rencana pertunangan Fachmi dengan seorang wanita lembut. Namun, taktik sabotase lewat penyamaran sebagai kembarannya justru menjadi bumerang. Farrel malah jatuh hati pada calon tunangan kakaknya itu. Kini, ia didera kecemasan besar jika kedoknya terungkap.
Sampul Novel Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku
7.9
Sepuluh tahun pernikahan penuh kebencian berakhir tragis saat Richard Starling tewas demi menyelamatkan istrinya dari kecelakaan. Kematian itu meninggalkan penyesalan mendalam bagi semua orang, termasuk mertua yang menyalahkan sang istri. Ketika penemuan mesin waktu tiga tahun kemudian memberinya kesempatan kedua, sang protagonis memutuskan kembali ke masa lalu. Kali ini, ia bertekad melepaskan hubungannya dengan Richard dan membiarkannya hidup bahagia tanpa dirinya.
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Dalam kisah romansa modern ini, Rangga menaruh obsesi yang sangat besar kepada Davina. Demi memikat hati wanita impiannya tersebut, ia rela melakukan berbagai upaya untuk menarik perhatiannya. Rangga menyusun setiap langkah secara matang agar Davina luluh dan membalas perasaannya. Perjuangan tanpa lelah terus ia lakukan untuk memancing simpati Davina demi meraih cinta yang diidamkan. Inilah kisah usaha keras seorang pria mengejar wanita pilihannya.
Sampul Novel Pernikahan kontrak (cinta)
9.7
Terdesak kebutuhan uang, Tamara Utami menyepakati pernikahan kontrak dengan miliarder bernama Adam Malik yang dituntut segera menikah oleh keluarganya. Namun, hidup Tamara berubah menjadi nestapa akibat kekejaman ibu mertua. Ketika Tamara berniat mundur dari kesepakatan keliru ini, Adam justru mengancamnya dengan denda penalti yang sangat besar. Meski terperangkap dalam pernikahan dingin yang penuh kebencian, Tamara kini mulai berani melawan dominasi suaminya.
Sampul Novel SENANDUNG CINTA
8.3
Perjuangan hebat seorang wanita tangguh dalam membuktikan diri lewat kekuatan cinta menjadi inti kisah ini. Lia kini telah memantapkan hatinya untuk menyatakan seluruh perasaan terdalam pada momen yang paling tepat. Penuh keyakinan, ia mulai merancang masa depan indah bersama Rangga. Takdir pun menuntun langkah keduanya menuju Jepang. Di Negeri Sakura inilah, sebuah janji suci pernikahan akan segera mengikat cinta sejati mereka untuk selamanya.