APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Tak Terhalang Usia

Cinta Tak Terhalang Usia

Khawatir dengan perubahan sikap putranya yang sering melamun dan hilang nafsu makan, seorang ibu akhirnya menyadari bahwa sang anak sedang memasuki masa pubertas setelah memergokinya mengagumi video sahabatnya. Ketika hal ini diceritakan, sang sahabat ternyata menghadapi situasi serupa karena anaknya sendiri menaruh hati pada sang ibu. Menghadapi dinamika modern yang rumit ini, kedua orang tua tersebut sepakat untuk saling bekerja sama guna mengarahkan anak-anak mereka memahami esensi hubungan lawan jenis secara benar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sesuai saran sahabatku, kami berdua mengganti pakaian yang lebih terbuka, bahkan cukup berani karena kami tidak memakai pakaian dalam sama sekali.

Penampilan seperti ini benar-benar menonjolkan bentuk tubuh kami yang berlekuk-lekuk.

Terutama aku yang punya tulang agak besar, sehingga terlihat begitu menonjol di bagian belakang dan depan.

Sahabatku menatapku dengan mata berbinar.

“Tina, bentuk tubuhmu memang sudah bawaan lahir. Kalau aku jadi pria, aku pasti suka. Nggak heran anakku bisa begitu terpesona denganmu.”

Wajahku sampai merona malu mendengar pujian sahabatku.

Kami memilih untuk melakukan ini di rumah sahabatku, karena rumahnya lebih besar.

Setelah semuanya siap, aku menelepon anakku, Hans. Menyuruhnya datang ke rumah sahabatku.

Sahabatku juga menghubungi Freddy.

Setelah kedua orang itu kembali, kami membiarkan mereka bermain dulu, sementara aku pergi masak bersama sahabatku.

Agar semuanya berhasil, kami bahkan menambahkan sedikit obat khusus ke dalam minuman alkohol.

Soalnya kami sudah saling sangat mengenal, jadi kalau benar-benar melakukannya tanpa tambahan itu, rasanya agak canggung. Dengan tambahan ini, semuanya akan berjalan alami dan lancar.

Bayangan tentang apa yang akan terjadi membuatku merasa geli dalam hati dan wajahku jadi merona sekali.

Aku melihat sahabatku juga begitu.

Saat kami berdua muncul di depan anak-anak kami dengan pakaian yang cukup terbuka, mata mereka langsung tertuju pada kami.

Ekspresi mereka yang ingin melihat tapi tidak berani itu benar-benar menghibur.

Sahabatku mengajak anakku duduk di sebelahnya dan Freddy pun dengan alami duduk di sampingku.

Aku bisa merasakan pandangan samping Freddy diam-diam terus mengawasiku, tangannya yang memegang sendok terus tidak bergerak.

Setelah menuangkan alkohol, aku menyodorkannya ke Freddy.

“Freddy, ayo dicoba.”

Melihat tanganku yang menyodorkan gelas, Freddy terlihat agak panik. Matanya berputar-putar saat menerima gelas itu, sambil sempat melirik ke dapanku.

Wajahnya langsung memerah, lalu menenggak habis minumannya.

Dasar bocah ini, mau tapi tak punya nyali!

Anakku yang diseberang juga sudah menghabiskan satu gelas.

Sahabatku melirik padaku memberi isyarat, lalu kami berdua lanjut menuangkan minuman untuk mereka.

Karena diam-diam mengintip kami, mereka jadi agak merasa bersalah dan tanpa sadar minum gelas demi gelas.

Tak lama kemudian, wajah mereka mulai memerah dan tatapan mereka pada kami pun mulai berubah.

Sahabatku berdiri, lalu memapah anakku masuk ke kamar.

“Hans, ayo tante bawa kamu pergi istirahat.”

Sebelum pergi, sahabatku sempat mengedipkan mata padaku, memberi isyarat agar aku segera bertindak.

Pengaruh alkohol membuat orang lebih berani, ditambah lagi minuman itu sudah diberi sesuatu. Freddy jadi semakin berani, dia bahkan berani menatapku terus tanpa berkedip.

“Tante Tina, inimu besar sekali….”

Dari kamar terdengar suara tertahan anakku, sepertinya sahabatku sudah mulai bergerak.

Aku tertawa malu-malu, lalu dengan berani menggenggam tangan Freddy dan meletakkannya di depanku.

“Kalau begitu, coba kamu ukur sendiri seberapa besar ukurannya.”

Freddy tak menyangka aku akan melakukan itu. Gerakan tangannya sempat membeku, tapi kemudian langsung meremasnya dengan kuat.

Sudah lama aku tidak merasakan hal seperti ini, aku pun tanpa sadar mengeluarkan suara lirih.

Suara itu membuat napas Freddy jadi berat. Dia perlahan mendekatiku, lalu kedua tangannya mulai bergerak dengan sendirinya, meraba dan meremas tanpa ragu.

Dari dalam kamar terdengar suara sahabatku, sementara sorot mata Freddy semakin panas, seolah ingin melahapku habis-habisan.

Sentuhannya membuatku kehilangan kendali, tubuhku pun terus bergetar tanpa bisa kutahan.

Tiba-tiba, Freddy menggendongku dan meletakkanku di atas meja.

“Tante Tina, ini yang kamu mau, ‘kan? Aku nggak akan sungkan.”

Dia buru-buru merobek rokku dan memperlihatkan rahasia terlarang di dalamnya….

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Pertemuan tak terduga di lift kantor membuat seorang wanita membeku saat berhadapan lagi dengan Davero. Suasana seketika mencekam ketika sang CEO tampan mengurungnya di dinding dengan tatapan tajam mendominasi. Meski wanita itu didera rasa takut dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan tak akan melepaskannya lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menegaskan bahwa kini ia telah menjadi milik sang CEO sepenuhnya tanpa bisa menghindar.
Sampul Novel Kejatuhan si Primadona Kampus
9.0
Dikenal sebagai primadona kampus bercitra murni, gadis ini menyembunyikan rahasia besar sejak masa pubertas. Tubuhnya mengidap penyakit aneh yang memicu hasrat membara yang kian tak terkendali setiap harinya. Gejala fisik yang terus muncul akhirnya tepergok oleh sahabat dekatnya sendiri. Demi menyelamatkan sang primadona, sang sahabat memutuskan untuk membawanya ke sebuah lokasi asing yang penuh misteri, memulai babak baru yang penuh ketidakpastian dalam hidupnya.
Sampul Novel Ketagihan Mama Temanku
8.8
Pras, remaja delapan belas tahun, lebih terpikat oleh pesona wanita matang yang tenang dibanding drama gadis seusianya. Namun, obsesi ini perlahan menjadi candu yang rumit. Di balik gairah membara, ia mulai mempertanyakan apakah pencarian ini hanyalah pelarian dari kekosongan di rumahnya sendiri. Kisah ini menyoroti nafsu dan pendewasaan seorang pemuda yang tumbuh terlalu cepat.
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
9.2
Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.
Sampul Novel Madu Jadi Upik Abu
8.2
Wati terpaksa menerima keputusan pahit saat Dedy, suaminya, dilamar oleh bos kantornya sendiri. Demi impian akan kehidupan yang lebih baik, ia pun merelakan sang suami untuk berpoligami. Namun, petaka dimulai ketika Wati diboyong ke kediaman istri kedua. Di sana, rahasia gelap sang suami perlahan terkuak. Dedy ternyata menyimpan niat licik yang tak terduga. Wati pun harus berjuang keras setelah sadar bahwa dirinya hanya dimanfaatkan sebagai alat dalam rencana besar suaminya.