APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Tak Terhalang Usia

Cinta Tak Terhalang Usia

Khawatir dengan perubahan sikap putranya yang sering melamun dan hilang nafsu makan, seorang ibu akhirnya menyadari bahwa sang anak sedang memasuki masa pubertas setelah memergokinya mengagumi video sahabatnya. Ketika hal ini diceritakan, sang sahabat ternyata menghadapi situasi serupa karena anaknya sendiri menaruh hati pada sang ibu. Menghadapi dinamika modern yang rumit ini, kedua orang tua tersebut sepakat untuk saling bekerja sama guna mengarahkan anak-anak mereka memahami esensi hubungan lawan jenis secara benar.
Bab
Bagikan

Bab 1

Belakangan ini, nafsu makan anakku jelek dan gampang melamun.

Sampai suatu hari aku melihat dia sedang menonton video sahabatku… barulah aku sadar, ternyata dia sudah masuk masa puber.

Aku pun cerita ke sahabatku dan dia juga bilang lagi bingung. Ternyata anaknya juga tertarik padaku….

Akhirnya kami pun sepakat untuk saling membantu mengarahkan anak satu sama lain ke jalan yang benar dan paham seperti apa hubungan antar lawan jenis.

Namaku Tina, karena anakku melanjutkan studi keluar negeri, aku pun ikut datang ke sini untuk menjaga dan menemaninya.

Kebetulan, sahabatku juga sedang menemani putranya di sini, jadi sesekali aku main ke rumahnya untuk berkumpul bersamanya.

Saat aku sedang asik berbincang dengan Vena, sahabatku, tiba-tiba aku menyadari ada yang aneh dengan tingkah laku anaknya.

Biasanya, anaknya paling suka main game, tapi sekarang dia hanya duduk diam tanpa gerak sama sekali dalam waktu yang cukup lama.

Tatapan matanya sesekali berpaling dari ponsel dan mengarah padaku, wajahnya pun semakin lama semakin merah.

Mungkin karena sudah lama berpisah dengan suamiku akhir-akhir ini, jadi pandangan dari pria asing membuatku jadi lebih peka.

Anehnya, aku justru menikmati perasaan diperhatian seperti itu. Karena itu, saat keluar rumah, aku sengaja memakai gaun pendek hitam dengan tali tipis di bahu.

Gaunnya sangat pendek dan bagian atasnya pun berpotongan sangat rendah di bagian leher.

Tadi dalam perjalanan ke sini, banyak pria yang menatapku. Entah kenapa, aku merasa cukup menikmati perhatian mereka.

Namun, mereka semua adalah pria lokal negara ini dan menurutku tubuh mereka kurang berisi, bukan tipe yang kusuka.

Tiba-tiba, aku menyadari bahwa Freddy, putra sahabatku yang masih muda sedang menatapku, tubuhku langsung terasa bersemangat dan panas.

“Nggak kusangka Freddy sudah begitu berotot.”

Aku menatap Freddy yang wajahnya merah merona, tiba-tiba ingin menggoda pemuda kekar ini.

Mendengar ucapanku, Freddy menunduk dan menjawab pelan, “Tante Tina, jangan bercanda denganku.”

Dia terlihat malu dan tak berani menatapku.

Hal itu membuatku semakin ingin bermain-main, sekaligus merasa ada kepuasan yang aneh di dalam hati, bahkan timbul sebuah pemikiran yang tidak biasa.

Selama suamiku tidak di sini, rasanya punya hubungan khusus dengan pemuda seperti dia juga terdengar cukup menyenangkan.

Namun, dia adalah putra sahabatku. Jika aku benar-benar melakukan itu, bagaimana perasaan sahabatku?

Aku pun membuang pikiran itu jauh-jauh dan berdiri, menyadari tatapan Freddy tertuju pada kakiku, sambil menelan ludah.

Aku pun pamit pada sahabatku mau pergi memperbaiki riasan, lalu berjalan menuju kamar mandi. Mata Freddy masih terus menatapku, penuh dengan rasa panas yang tak terbendung.

Baru saja aku dan sahabatku minum sedikit alkohol, ditambah tatapan yang intens, wajahku jadi agak memerah dan tubuhku terasa hangat.

Saat pikiranku melayang-layang, tanpa sengaja kakiku tersandung dan Freddy pun sigap menggunakan tangannya yang besar untuk menopangku.

“Tante Tina, kamu nggak apa-apa?”

Tangan besarnya terasa sangat hangat dan pakaian tipis yang kupakai sama sekali tak bisa menahan hangat dari sentuhannya, membuat tubuhku semakin terasa panas.

Entah sengaja atau tidak, tangannya meluncur turun dan menggenggam bagian belakangku.

Aku spontan mengeluarkan suara kecil, membuat Freddy terkejut dan segera menarik tangannya kembali,

“Maaf, Tante Tina….”

Ekspresi paniknya membuatku sedikit malu, tapi di dalam hati aku merasa ada api yang ingin menyala.

“Ayo, Tina.”

Sahabatku mengambil tasnya dan mengajakku berjalan keluar.

Aku bisa merasakan tatapan Freddy yang masih tertuju ke arahku dari belakang, membuat hatiku geli dan panas.

Entah kenapa, tubuhku ingin bergerak tak biasa, seolah berharap Freddy akan menatapku lebih lama.

Aku menahan sebisa mungkin dorongan yang sudah bukan sekadar menggoda itu dan berjalan keluar bersama sahabatku.

Sahabatku ingin berbelanja, jadi kami berpisah di depan pintu apartemen. Aku pun bersiap pulang ke rumah.

Raut wajah Freddy terlihat seperti enggan berpisah.

Karena hal itu, sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamar dan mengambil mainan yang sudah sejak lama kusiapkan di samping ranjang.

Biasanya saat melakukan ini aku selalu membayangkan suamiku, tapi hari ini tanpa sengaja bayangan Freddy muncul di benakku.

Wajah tampan dan tubuh kekarnya membuatku merasa sangat bersemangat dan panas di seluruh tubuh.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Pertemuan tak terduga di lift kantor membuat seorang wanita membeku saat berhadapan lagi dengan Davero. Suasana seketika mencekam ketika sang CEO tampan mengurungnya di dinding dengan tatapan tajam mendominasi. Meski wanita itu didera rasa takut dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan tak akan melepaskannya lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menegaskan bahwa kini ia telah menjadi milik sang CEO sepenuhnya tanpa bisa menghindar.
Sampul Novel Kejatuhan si Primadona Kampus
9.0
Dikenal sebagai primadona kampus bercitra murni, gadis ini menyembunyikan rahasia besar sejak masa pubertas. Tubuhnya mengidap penyakit aneh yang memicu hasrat membara yang kian tak terkendali setiap harinya. Gejala fisik yang terus muncul akhirnya tepergok oleh sahabat dekatnya sendiri. Demi menyelamatkan sang primadona, sang sahabat memutuskan untuk membawanya ke sebuah lokasi asing yang penuh misteri, memulai babak baru yang penuh ketidakpastian dalam hidupnya.
Sampul Novel Ketagihan Mama Temanku
8.8
Pras, remaja delapan belas tahun, lebih terpikat oleh pesona wanita matang yang tenang dibanding drama gadis seusianya. Namun, obsesi ini perlahan menjadi candu yang rumit. Di balik gairah membara, ia mulai mempertanyakan apakah pencarian ini hanyalah pelarian dari kekosongan di rumahnya sendiri. Kisah ini menyoroti nafsu dan pendewasaan seorang pemuda yang tumbuh terlalu cepat.
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
9.2
Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.
Sampul Novel Madu Jadi Upik Abu
8.2
Wati terpaksa menerima keputusan pahit saat Dedy, suaminya, dilamar oleh bos kantornya sendiri. Demi impian akan kehidupan yang lebih baik, ia pun merelakan sang suami untuk berpoligami. Namun, petaka dimulai ketika Wati diboyong ke kediaman istri kedua. Di sana, rahasia gelap sang suami perlahan terkuak. Dedy ternyata menyimpan niat licik yang tak terduga. Wati pun harus berjuang keras setelah sadar bahwa dirinya hanya dimanfaatkan sebagai alat dalam rencana besar suaminya.