APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Tak Terbalas

Cinta Tak Terbalas

Demi membiayai pengobatan sang adik, Raisa Putri rela menikah dengan Rangga yang sedang terbaring koma. Dua tahun merawat sang suami dengan tulus membuat Raisa jatuh hati. Namun, saat terbangun, Rangga justru belum bisa melupakan Aulia, mantan kekasihnya. Ia bahkan hanya menganggap Raisa tak lebih dari seorang pelayan. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa pun memilih mundur dan meminta cerai. Akankah Rangga akhirnya menyadari arti kehilangan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Hari itu terasa lebih panjang dari biasanya. Matahari mulai tenggelam, tetapi di dalam hati Raisa, kegelapan sudah lebih dulu datang. Sejak meninggalkan Rangga di ruang tamu tadi, ia merasa seperti ada yang menelan seluruh jiwanya, meninggalkan dirinya kosong dan hampa. Langkah kakinya yang mantap di awal, kini terasa terhuyung lemah seiring jarak yang ia tempuh menuju kamar. Namun, langkah itu tetap diteruskan. Tidak ada lagi yang bisa ia pertahankan, tidak ada lagi harapan yang bisa ia genggam.

Raisa membuka pintu kamar mereka, dan pandangannya tertuju pada tempat tidur besar yang kini terasa begitu asing. Di sana, di tempat yang selama ini menjadi saksi bisu dari setiap malam mereka, ia merasa semakin terasing. Ini adalah tempat yang seharusnya dipenuhi oleh cinta, tetapi kenyataannya hanya ada keheningan yang semakin mematikan.

Ia duduk di pinggir ranjang, memandang ke luar jendela yang terbuka, seakan mencoba mencari jawaban di langit malam. Hanya ada gemerlap bintang yang jauh di sana, seolah tak peduli dengan apa yang sedang ia rasakan. "Apa yang salah dengan aku?" pikirnya. "Kenapa aku harus melalui semua ini?"

Perasaan itu menghantamnya dengan keras. Selama dua tahun, ia sudah berjuang mati-matian, memberikan semua yang ia punya untuk merawat Rangga. Cinta yang tak terbalas itu seperti duri yang semakin dalam tertancap di hatinya. Ia tidak meminta banyak. Hanya sedikit perhatian, sedikit cinta, sedikit pengakuan. Tapi apa yang ia dapatkan? Hanya kata-kata kosong dan kehadiran yang seolah hanya menjadi rutinitas.

Raisa memejamkan matanya, berusaha menenangkan diri. Namun, bayangan Rangga kembali muncul di kepalanya, bukan sebagai suaminya, tetapi sebagai seorang pria yang telah lama ia kenal, namun entah mengapa selalu begitu jauh darinya. Rangga, dengan segala kebaikan dan kebingungannya, selalu terlihat seperti seseorang yang tersesat dalam hidupnya. Ia tidak tahu harus memberikan cinta kepada siapa, dan akhirnya, Raisa-lah yang menjadi sasaran dari ketidakpastian itu.

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka perlahan, dan Raisa mendengar langkah kaki Rangga yang berat mendekat. Ia tidak menoleh, meskipun ia tahu siapa yang datang. Bagaimana bisa ia menatap lelaki itu lagi? Pria yang telah mengisi hidupnya dengan harapan-harapan kosong. Ia menahan napas, berusaha menata hatinya yang mulai retak.

"Raisa," suara Rangga terdengar sangat pelan, seolah ia takut mengganggu keheningan yang ada di antara mereka. "Bolehkah aku masuk?"

Raisa tidak menjawab, hanya mengangguk perlahan. Rangga duduk di sampingnya, jaraknya lebih jauh dari biasanya. Tidak ada sentuhan hangat, tidak ada kata-kata manis yang dulu sering ia dengar. Hanya ada keheningan yang membungkam mereka berdua.

"Kenapa kamu ingin cerai?" Rangga bertanya, suaranya penuh kebingungannya yang mendalam. Ia menatap Raisa, tetapi tatapan itu kosong. Tidak ada rasa ingin tahu, tidak ada perhatian yang sungguh-sungguh. "Kita sudah melewati begitu banyak bersama. Aku... aku merasa kamu baik-baik saja, Raisa."

Raisa menoleh ke Rangga, matanya yang lelah menatap suaminya dengan penuh kesakitan. "Aku tidak baik-baik saja, Rangga," jawabnya, suaranya serak, seperti ada sesuatu yang tercekat di tenggorokannya. "Aku sudah lelah... lelah memberi tanpa pernah merasa dihargai. Lelah menunggu cinta yang tak pernah datang."

Rangga terdiam, dan untuk pertama kalinya, Raisa melihat ketidaktahuan yang nyata di wajahnya. "Tapi aku tidak tahu harus bagaimana, Raisa. Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan dari aku." Rangga menghela napas, seolah merasa dirinya semakin terjebak dalam kebingungannya sendiri.

"Cinta, Rangga," jawab Raisa, dengan suara yang penuh kepedihan. "Aku hanya ingin cinta. Aku tidak mengharapkan banyak. Aku tidak menginginkan banyak hal, selain untuk merasa bahwa aku berarti. Aku ingin kamu melihatku lebih dari sekedar wanita yang merawatmu karena kewajiban. Aku ingin kamu mencintaiku, bukan hanya sebagai seorang istri yang 'dibayar' untuk merawatmu."

Rangga menunduk, dan Raisa bisa melihat betapa berat beban yang ia bawa. "Aku... aku tidak tahu harus bagaimana, Raisa. Semua ini terlalu rumit. Aulia... dia... dia selalu ada di pikiranku. Aku tidak bisa berhenti memikirkan dia."

Perkataan itu seperti petir yang menyambar jantung Raisa. Ia tidak tahu harus berkata apa. Rasanya, dunia seakan runtuh seketika. "Jadi, selama ini aku hanya bayangan, Rangga? Aku hanya pengganti Aulia? Hanya pelampiasan dari kesepianmu?"

"Aku tidak pernah bermaksud menyakiti kamu, Raisa," kata Rangga, suaranya begitu pelan dan penuh penyesalan. "Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk mencintai kamu. Aku merasa aku hanya berutang padamu, berutang karena kamu sudah mengorbankan dirimu untukku."

Raisa memejamkan matanya, mencoba menahan tangis yang ingin pecah. Selama dua tahun ini, ia sudah berusaha memberikan segalanya. Selama dua tahun ini, ia sudah merawat Rangga dengan penuh cinta. Namun, apa yang ia dapatkan? Hanya pengakuan sebagai kewajiban, bukan cinta sejati.

"Aku tidak ingin menjadi orang yang hanya kamu anggap sebagai kewajiban, Rangga," jawab Raisa dengan suara hampir tidak terdengar. "Aku sudah mencoba bertahan. Tapi aku tidak bisa lagi... Aku tidak bisa terus hidup dalam hubungan yang seperti ini. Di mana aku mencintaimu, tetapi kamu hanya memberikan aku setengah dari hatimu."

Rangga menatap Raisa dengan tatapan penuh penyesalan. Ia tahu ia telah melukai perempuan di depannya ini, namun entah kenapa, ia tidak bisa memberikan apa yang Raisa butuhkan. Bagaimana bisa ia mencintai seseorang sepenuhnya, ketika hati dan pikirannya masih terikat pada kenangan-kenangan masa lalu? Rangga merasakan dirinya terjebak dalam dunia yang tidak pernah bisa ia pahami sepenuhnya.

"Aku... aku minta maaf, Raisa," jawab Rangga, suaranya serak. "Aku tidak tahu apa yang aku lakukan. Aku... aku tidak pernah bermaksud membuatmu merasa seperti ini."

Raisa menoleh ke Rangga, dan matanya yang basah dengan air mata itu menatapnya dalam diam. "Terkadang, Rangga, cinta itu bukan tentang meminta maaf. Cinta itu tentang tindakan. Tentang usaha untuk saling memberi, saling menerima. Dan aku... aku tidak bisa terus bertahan dalam kebisuan ini."

Dengan langkah yang pelan dan berat, Raisa bangkit dari tempat tidur. "Aku akan mengurus perceraian ini," katanya dengan suara yang datar, mencoba menahan perasaan yang begitu menguasai dirinya. "Kita tidak bisa terus hidup seperti ini. Tidak ada cinta di sini. Hanya ada kepedihan."

Rangga tetap diam, tidak mampu bergerak atau berkata apa-apa. Raisa menoleh satu kali lagi, sebelum akhirnya keluar dari kamar. Langkahnya mantap, namun hatinya penuh dengan kepedihan yang semakin dalam. Perceraian ini bukan hanya tentang sebuah hubungan yang berakhir, tetapi juga tentang seberapa dalam ia sudah kehilangan dirinya sendiri dalam usaha untuk mencintai seseorang yang tak pernah bisa memberikan balasan yang sama.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cincin Dendam : Janji di Balik Rahasia
9.4
Akibat cemburu, Lara tak sengaja merusak hubungan adiknya dengan Leon, menyeretnya ke dalam rahasia kelam keluarga Ariatama Marten. Leon yang menyimpan rencana tersendiri justru menawarkan pernikahan kontrak demi membalas pengkhianatan itu. Demi menjaga nama baik keluarga dan perasaan cintanya yang tersembunyi, Lara pun menerima tawaran tersebut. Akankah pernikahan tanpa cinta ini menumbuhkan rasa sejati, atau justru membongkar luka lama serta misteri berbahaya yang mengancam mereka?
Sampul Novel Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
9.1
Setelah dikhianati sahabat masa kecilnya, Monica dinikahi oleh Simon, seorang miliarder terpandang yang tampak sangat mencintainya selama lima tahun. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Monica mengetahui kebenaran pahit: Simon hanya memanfaatkannya sebagai pelindung untuk menjaga wanita bernama Cita. Menyadari suaminya diam-diam memuja wanita lain dalam doa-doanya, Monica yang hancur memutuskan untuk memalsukan identitasnya dan merekayasa sebuah insiden tenggelam demi menghilang selamanya.
Sampul Novel Misteri Obat Dalam Minumanku
8.7
Pernikahan kami hanyalah kesepakatan tertulis tanpa rasa, karena kami telah memiliki pasangan masing-masing. Namun, batas profesional itu runtuh seketika saat seseorang dengan sengaja menaruh obat ke dalam gelasku. Akibat kejadian itu, aku kehilangan kendali diri hingga segalanya menjadi kacau. Siapa sebenarnya dalang di balik aksi sabotase ini? Kini, kelanjutan hubungan kontrak kami berada di ujung tanduk setelah malam tak terduga itu terjadi.
Sampul Novel My Absurd CEO
8.8
CEO berusia 28 tahun, Enzo Delwyn, membuat heboh karena mendekati Aylin, siswi kelas XI SMA. Berbeda dari bos korporat biasa, Enzo berpenampilan sangat tidak lazim. Namun, di balik keunikannya, ia dan sang kakak membawa misi terselubung untuk membalas dendam kepada Aylin atas peristiwa masa lalu. Kini, Enzo pun terjebak dalam dilema besar antara menuntaskan rencana pembalasan tersebut atau menyerah pada perasaannya. Apakah ia akan tetap melanjutkan ambisi dendamnya?
Sampul Novel Penjara Bos Gila
9.6
Tumbuh di lingkungan kejam paman mafianya setelah keluarganya hancur, Sean Anderson menjelma jadi pria berdarah dingin. Namun, dinding pertahanannya goyah seketika sejak kehadiran seorang gadis misterius. Walau cintanya terus-menerus ditolak, Sean tidak tinggal diam. Ia menghalalkan segala cara untuk mengurung dan mengendalikan gadis tersebut. Simak kisah penuh intrik, ketegangan, dan obsesi gelap yang membara di tengah kejamnya dunia bawah.
Sampul Novel Jodoh Hamil Serigala Putih, Ditakdirkan untuk Kesempatan Kedua
8.1
Dua tahun menanti, kabar kehamilanku justru hancur saat memergoki Damian, Alpha kawanan Batu Hitam, selingkuh dengan Serafina yang sudah hamil duluan. Pengabdianku selama lima belas tahun sia-sia, dianggap cuma alat politik tak berguna oleh keluarganya. Di tengah pesta Bulan Purnama, aku memutuskan memutus ikatan takdir kami, lalu menghubungi Kaelan demi memulai rencana balas dendam yang membara.