APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Tak Terbalas

Cinta Tak Terbalas

Demi membiayai pengobatan sang adik, Raisa Putri rela menikah dengan Rangga yang sedang terbaring koma. Dua tahun merawat sang suami dengan tulus membuat Raisa jatuh hati. Namun, saat terbangun, Rangga justru belum bisa melupakan Aulia, mantan kekasihnya. Ia bahkan hanya menganggap Raisa tak lebih dari seorang pelayan. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa pun memilih mundur dan meminta cerai. Akankah Rangga akhirnya menyadari arti kehilangan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari setelah percakapan itu berjalan begitu sunyi, seperti udara yang kehilangan makna. Raisa tidak tahu harus merasa lega atau justru lebih hancur. Perceraian yang ia tuntut dari Rangga bukanlah keputusan yang mudah, tetapi sesuatu yang harus ia lakukan setelah sekian lama merasakan kepedihan yang tak kunjung berakhir. Ia tahu ini bukan akhir dari segalanya, tetapi hanya langkah pertama untuk menyelamatkan dirinya dari kebisuan yang telah menenggelamkannya. Namun, meskipun ia merasa kosong, hatinya tetap berbicara, berteriak untuk mendapatkan pengakuan, bahkan jika itu berarti harus merelakan semua yang ia cintai.

Sejak pagi itu, suasana rumah terasa sangat berbeda. Semua terasa dingin dan jauh. Raisa memilih untuk menghindari Rangga, mengurung dirinya dalam kamar, memendam perasaan yang begitu berat. Namun, pada satu pagi yang cerah, ketika langit tampak lebih biru dari biasanya, Raisa mendapat telepon dari pengacara keluarga mereka yang menyebutkan bahwa proses perceraian akan segera dimulai. Suara pengacara itu terdengar formal, tetapi Raisa bisa merasakan kelegaan yang perlahan muncul di dalam dadanya. Ini adalah hal yang benar, ia meyakinkan dirinya sendiri. Tapi mengapa, meskipun ia tahu itu benar, perasaan yang timbul adalah kesedihan yang begitu dalam?

Ketika ia meletakkan telepon di meja, ia mendengar langkah kaki mendekat. Langkah itu cukup pelan, tapi cukup untuk Raisa tahu siapa yang datang. Rangga. Dalam sekejap, hatinya terasa sesak. Setiap inci tubuhnya merasakan kerinduan yang menyakitkan, sesuatu yang sudah ia coba untuk lupakan, tetapi kini kembali datang, semakin kuat. Rangga berdiri di pintu kamar, matanya yang gelap menatapnya dengan tatapan yang penuh keputusasaan.

"Raisa," suara Rangga terdengar patah. "Aku ingin berbicara."

Raisa menarik napas dalam-dalam. Bagaimana bisa ia berbicara lebih banyak lagi? Sudah terlalu banyak kata yang ia keluarkan, tetapi tetap saja, Rangga tidak pernah mengerti. "Aku sudah cukup banyak mendengarkan, Rangga," jawab Raisa dengan suara yang lemah. "Aku ingin perceraian ini selesai."

"Tidak, aku tidak bisa begitu saja melepaskanmu, Raisa," kata Rangga dengan suara yang penuh kebingungannya. Ia mendekat perlahan, seolah takut Raisa akan menghilang begitu saja. "Aku tahu aku salah, tapi... aku tidak bisa kehilangan kamu."

Raisa menatap Rangga, matanya berkelip penuh emosi yang tertahan. "Kamu sudah kehilangan aku sejak lama, Rangga. Tidak ada lagi yang bisa kita perbaiki. Kamu tidak bisa terus berharap pada kenangan masa lalu, pada Aulia, pada semua yang telah berlalu." Setiap kata yang ia ucapkan terasa begitu tajam, menembus lapisan hati yang selama ini ia tutupi.

Rangga terdiam, bibirnya sedikit bergetar. "Tapi aku tidak tahu bagaimana aku bisa mencintaimu, Raisa. Aku... aku merasa aku hanya berutang padamu. Aku tidak tahu cara mencintaimu dengan benar."

Raisa menahan air mata yang ingin keluar. Kata-kata itu seolah menusuk lebih dalam daripada yang bisa ia bayangkan. "Kamu tidak perlu tahu bagaimana caranya, Rangga. Cinta itu bukan soal bagaimana, tetapi soal keberanian untuk memberi tanpa takut. Aku sudah memberikan semuanya. Tapi kamu... kamu masih terjebak dalam bayangan masa lalu yang tak pernah bisa kamu lepaskan. Aku lelah menjadi orang yang hanya kamu anggap sebagai tempat pelampiasan, sebagai pengganti."

Rangga merasa seperti dunia runtuh di hadapannya. Ia menatap Raisa dengan tatapan yang begitu dalam, mencoba untuk mencari jawaban di mata perempuan yang selama ini ia anggap tak akan pernah pergi. "Aku tidak tahu harus bagaimana untuk membuatmu merasa dicintai. Aku tahu aku sudah salah, Raisa. Aku tidak tahu bagaimana bisa membayar semua pengorbananmu selama ini. Aku... aku menyesal."

Raisa menghela napas, melangkah mundur dan duduk di ujung ranjang. "Aku sudah lama menunggu kamu sadar, Rangga. Tapi kamu tidak pernah melihat aku dengan cara yang sama. Aku tidak bisa terus bertahan dalam hubungan seperti ini. Cinta itu bukan tentang menunggu, Rangga. Cinta itu tentang saling memberi, saling memperjuangkan, saling menerima. Dan aku... aku sudah tidak bisa lagi merasakan itu darimu."

Rangga terdiam, perasaan kesepian dan penyesalan mengalir begitu dalam. "Aku tahu, aku tahu aku telah mengabaikanmu. Aku seharusnya lebih memperhatikanmu, lebih mendengarkanmu. Tapi sekarang aku tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya."

Raisa menatap Rangga dengan penuh kesedihan. "Terkadang, tidak ada yang perlu diperbaiki, Rangga. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa dipaksakan. Dan sekarang, aku sudah terlalu jauh untuk kembali. Aku harus pergi, Rangga. Ini adalah hal yang terbaik, untuk kita berdua."

Rangga merasa seolah semua dinding yang dibangunnya runtuh begitu saja. Ia merasa kosong, kehilangan, dan sangat menyesal. Ia ingin menangis, tapi air matanya tertahan. "Jadi... kamu benar-benar ingin pergi? Aku benar-benar kehilanganmu?"

Raisa mengangguk perlahan. "Ya, Rangga. Aku ingin pergi. Aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Perceraian ini adalah satu-satunya jalan agar aku bisa menyelamatkan diriku sendiri."

Keheningan memenuhi ruangan itu. Rangga berdiri di sana, tubuhnya terasa berat, seolah dunia telah menghilang di sekelilingnya. Ia tahu bahwa Raisa sudah tidak bisa lagi diharapkan untuk menyelamatkannya. Ia tahu, kali ini, semuanya sudah berakhir. Namun, meskipun ia merasa hancur, ia tidak bisa memaksakan Raisa untuk tetap tinggal. Apa yang bisa ia lakukan ketika yang ia cintai sudah tidak ada di sisinya lagi?

Dengan langkah perlahan, Rangga berbalik dan pergi dari kamar itu, meninggalkan Raisa yang duduk dengan hati yang remuk. Setiap detik terasa berat, setiap pikiran terasa lebih gelap. Ia tidak tahu apakah ini adalah keputusan yang benar atau tidak, tetapi yang ia tahu adalah bahwa ia sudah tidak bisa lagi berada di dalam hubungan yang hanya penuh dengan luka dan pengorbanan yang tak berujung.

Raisa menunduk, matanya basah dengan air mata yang akhirnya meledak. Tangisannya bukan hanya untuk Rangga, tetapi juga untuk dirinya sendiri. Untuk segala cinta yang telah ia beri tanpa harapan kembali, untuk segala pengorbanan yang tidak pernah dihargai. Ia merasa seperti dirinya telah hilang, terhapus dalam ruang kosong yang terbentang luas di hadapannya. Tetapi di balik kesedihan itu, ada secercah harapan. Harapan bahwa suatu hari nanti, ia akan menemukan dirinya kembali.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Pernikahan tak biasa menyatukan dua sosok berkarakter kuat. Seorang wanita tangguh memilih bertahan hidup bersama pria yang sangat keras kepala. Saat ego serta prinsip hidup mereka saling berbenturan di bawah atap yang sama, dinamika hubungan pun menjadi penuh tantangan. Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen yang diuji oleh watak keras keduanya, di mana tidak ada satu pun yang mau mengalah dalam mempertahankan pendirian masing-masing.
Sampul Novel Cinta sang tuan muda
7.9
Suatu pagi, Joan dikejutkan oleh keberadaan bayi perempuan yang ditinggalkan di depan pintu rumahnya. Bayi malang tersebut diletakkan di dalam kardus dengan selimut tipis, lengkap bersama sepucuk surat permohonan maaf yang penuh misteri. Penemuan tak terduga ini seketika mengubah garis hidup Joan. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: merawat anak itu sendiri atau menyerahkannya ke panti asuhan demi masa depan yang lebih baik.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan ketangguhan seorang wanita yang terluka. Demi membalas kematian tragis orang tuanya, ia bersama adiknya, Shasya, nekat bergabung dengan agensi elite, The Angel. Menyamar sebagai wanita panggilan kelas atas, kakak beradik ini rela masuk ke dunia prostitusi demi melacak sang pembunuh. Di tengah bahaya yang mengancam nyawa, mereka mempertaruhkan segalanya untuk mengungkap kebenaran sekaligus menuntaskan dendam yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur
8.6
Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.
Sampul Novel Hakikat Cinta
9.5
Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia, terpikat oleh pesona Latifah Nur Aisyah, gadis muslimah sederhana dari desa. Walau awalnya tidak mendapat respons, kegigihan Alan berhasil memikat hati Latifah. Mereka pun hanyut dalam asmara remaja yang menggebu, hingga mengabaikan perbedaan keyakinan di antara mereka. Kini, jurang perbedaan agama itu menjadi penghalang besar yang nyata. Sanggupkah mereka bertahan ketika cinta telah membutakan segalanya?
Sampul Novel Janda Pemikat Hati
9.5
Pasca bercerai, hidup Ruby berantakan. Demi menghibur diri, ia pergi ke bar bersama sahabatnya. Namun, sebuah kejadian memalukan di toilet malah memicu keributan antara dirinya dengan Dinan. Takdir tak terduga membawa mereka kembali bertemu di tempat kerja, kini dengan status atasan dan bawahan. Keadaan menjadi semakin rumit setelah Ruby menyadari bahwa Dinan adalah pria yang sangat dicintai oleh adiknya sendiri.