APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Tak Terbalas

Cinta Tak Terbalas

Demi membiayai pengobatan sang adik, Raisa Putri rela menikah dengan Rangga yang sedang terbaring koma. Dua tahun merawat sang suami dengan tulus membuat Raisa jatuh hati. Namun, saat terbangun, Rangga justru belum bisa melupakan Aulia, mantan kekasihnya. Ia bahkan hanya menganggap Raisa tak lebih dari seorang pelayan. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa pun memilih mundur dan meminta cerai. Akankah Rangga akhirnya menyadari arti kehilangan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Raisa berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke taman rumah besar keluarga Hartanto. Angin sore berhembus pelan, membawa aroma bunga yang masih segar. Meskipun keindahan di luar rumah ini menenangkan, hati Raisa tidak bisa merasakan kedamaian itu. Perasaan yang sudah lama terpendam dalam dirinya semakin menggigit, dan hari ini, lebih dari sebelumnya, rasa itu begitu sulit untuk ditahan. Ia memutar cincin kawin di jarinya dengan tangan yang gemetar. Rasanya, sudah terlalu lama ia terjebak dalam pernikahan yang hanya didasarkan pada sebuah perjanjian.

Dua tahun sudah berlalu sejak ia terikat janji pernikahan dengan Rangga Hartanto, pria yang tak pernah ia pilih untuk menjadi suaminya. Semua ini bermula ketika adiknya, Sari, didiagnosis menderita penyakit langka yang membutuhkan biaya pengobatan yang sangat mahal. Keluarga Hartanto, sebagai satu-satunya pihak yang mampu menanggung biaya tersebut, mengajukan satu syarat kepada Raisa: menikah dengan Rangga yang saat itu sedang koma akibat kecelakaan. Keluarga Hartanto berjanji akan menanggung biaya pengobatan adiknya, dan Raisa tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran itu.

Namun, dua tahun berlalu, dan kini keadaan telah berubah. Raisa tidak lagi merasa seperti seorang istri yang berperan sebagai pelaksana kewajiban. Ia sudah mencintai Rangga, tulus, tanpa mengharapkan apa-apa selain kebahagiaan suaminya. Dia merawat Rangga dengan sepenuh hati, memberikan semua perhatian dan kasih sayangnya, berharap suatu hari Rangga akan bangun dan melihatnya lebih dari sekedar istri yang "dibayar" oleh keluarga mereka.

Tetapi kenyataannya berbeda. Rangga akhirnya siuman setelah dua tahun, dan meski fisiknya pulih, hatinya tetap jauh. Dia tidak pernah memberi cinta yang Raisa harapkan. Bahkan setelah ia sembuh, Rangga selalu mengunjungi Aulia, mantan kekasihnya, yang meskipun sudah tidak bersama Rangga, tetap diberi tempat khusus dalam hati pria itu. Aulia, dengan senyuman yang selalu menenangkan, adalah wanita yang Rangga anggap sebagai sosok yang benar-benar mendampinginya, bahkan ketika ia dalam keadaan koma.

Raisa merasa seperti seorang bayangan di kehidupan suaminya, berusaha menjadi yang terbaik bagi Rangga, namun tetap tidak pernah bisa mencapai tempat yang Aulia tinggalkan. Cinta yang ia berikan seolah hanya diterima sebagai kewajiban, bukan perasaan yang tulus. Setiap malam, Raisa menunggu, berharap ada kata-kata manis yang keluar dari mulut Rangga, berharap suaminya melihatnya dengan cara yang berbeda. Namun harapan itu tak kunjung datang.

Saat itu, di ruang tamu yang luas dan sunyi, Raisa berdiri di depan cermin besar, menatap bayangannya yang tampak lebih tua daripada usianya. Matanya lelah, wajahnya pucat, dan bibirnya nyaris tidak tersenyum. Ia sudah terlalu lama berjuang dalam hubungan yang terasa seperti hanya satu pihak yang memberi. Keputusannya sudah bulat, meski hatinya merasakan sakit yang dalam. Ia tidak bisa lagi bertahan dalam hubungan yang hanya memberikan luka.

Pintu ruang tamu terbuka, dan Rangga masuk dengan langkah pelan. Ia tampak lelah, matanya sedikit cekung, dan rambutnya sedikit berantakan. Seperti biasa, ia datang dengan ekspresi yang datar, tak pernah menunjukkan kegembiraan atau kebahagiaan ketika melihat Raisa.

"Raisa," Rangga memanggil nama istrinya dengan suara rendah, "kamu baik-baik saja?"

Raisa hanya menoleh, memberikan senyum tipis yang bahkan ia sendiri rasakan tak tulus. "Aku baik-baik saja," jawabnya, meskipun hatinya hampir pecah saat mendengar suara Rangga yang terdengar begitu kosong.

"Ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Rangga, memasuki ruang tamu dan duduk di sofa, memandangi istrinya dengan tatapan yang sedikit kosong. Dia tidak tahu, atau mungkin tidak peduli, bahwa perasaan istrinya sudah berada di ujung jurang.

Raisa menarik napas dalam-dalam. Matanya menatap Rangga dengan tatapan yang penuh rasa sakit, yang sudah terpendam begitu lama. "Aku ingin cerai darimu."

Kata-kata itu keluar begitu saja, seperti beban yang berat akhirnya terlepaskan dari dadanya. Ia tahu, sekali mengucapkannya, semuanya akan berubah. Rangga terdiam, wajahnya yang lelah tampak bingung, tidak mengerti. Dia tidak siap untuk mendengarnya. Mungkin ia berpikir, jika dia masih bisa menunda, semuanya akan kembali seperti semula, seperti ketika Raisa masih merawatnya tanpa keluhan, tanpa pernah menunjukkan bahwa ia terluka.

"Apa?" Rangga akhirnya berkata, suaranya serak, seperti tidak yakin dengan apa yang ia dengar. "Kenapa tiba-tiba seperti ini?"

Raisa merasa tenggorokannya tercekat. Dia menelan ludah, berusaha menahan air matanya yang sudah hampir tumpah. "Aku tidak bisa lagi, Rangga," katanya pelan, hampir tak terdengar. "Aku sudah cukup. Cukup menunggu cinta yang tak pernah datang. Cukup memberi tanpa ada balasan. Aku lelah... lelah menunggu sesuatu yang tak pernah ada."

Rangga terdiam lebih lama lagi, seolah kata-kata itu menembus dinding yang telah lama ia bangun di hatinya. "Tapi... kamu tahu aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan," jawab Rangga, matanya kini beralih menatap tangan di pangkuannya. "Aku tidak pernah meminta ini semua. Aku tidak pernah meminta kamu untuk berada di sini, untuk merawatku."

"Aku tahu," jawab Raisa, suara hampir pecah. "Aku tidak mengharapkan apa-apa darimu, Rangga. Aku memberi segalanya dengan tulus. Tapi aku bukan lagi seorang istri yang harus tinggal hanya karena sebuah kewajiban. Aku ingin lebih dari itu. Aku ingin cinta, bukan rasa kasihan."

"Raisa..." Rangga terdengar sangat kebingungan, seolah tidak tahu apa yang harus dikatakan. "Aku tidak tahu bagaimana perasaanmu. Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap. Tapi... kamu tahu aku selalu menghargai semuanya yang sudah kamu lakukan untukku."

"Rasa terima kasih itu tidak cukup, Rangga," jawab Raisa, dengan air mata yang akhirnya menetes. "Aku sudah cukup mendengarnya. Cinta bukanlah tentang rasa terima kasih. Cinta adalah tentang merasakan hal yang sama, tentang saling memberi tanpa merasa ada yang kurang. Tapi aku... aku sudah lama merasa kosong di sini." Raisa menepuk dada dengan lembut, di tempat hatinya seharusnya ada sebuah perasaan yang utuh, yang kini hilang.

Keheningan menyelimuti mereka. Rangga menatap Raisa dengan mata penuh penyesalan, namun tanpa bisa memberikan jawaban yang Raisa harapkan. Akhirnya, dengan suara yang teramat pelan, Rangga berkata, "Jika itu yang kamu inginkan... aku tidak bisa menahannya. Aku tidak bisa memaksa kamu untuk tinggal jika hatimu sudah tidak di sini."

Raisa menunduk, mengusap air matanya dengan tangan. "Terima kasih, Rangga," jawabnya, suaranya lemah. "Ini yang terbaik untuk kita berdua."

Raisa berbalik dan berjalan menuju pintu, meninggalkan Rangga yang masih terdiam di tempatnya. Saat langkah kakinya semakin menjauh, sebuah perasaan berat menggerogoti hatinya. Perceraian ini bukan hanya sekadar akhir dari sebuah hubungan; ini adalah akhir dari sebuah cinta yang tak pernah terbalas, dan akhir dari sebuah pengorbanan yang terlalu lama ia tahan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berikan Aku Cinta
9.6
Pernikahan tak biasa menyatukan dua sosok berkarakter kuat. Seorang wanita tangguh memilih bertahan hidup bersama pria yang sangat keras kepala. Saat ego serta prinsip hidup mereka saling berbenturan di bawah atap yang sama, dinamika hubungan pun menjadi penuh tantangan. Kisah ini menyoroti perjuangan cinta dan komitmen yang diuji oleh watak keras keduanya, di mana tidak ada satu pun yang mau mengalah dalam mempertahankan pendirian masing-masing.
Sampul Novel Cinta sang tuan muda
7.9
Suatu pagi, Joan dikejutkan oleh keberadaan bayi perempuan yang ditinggalkan di depan pintu rumahnya. Bayi malang tersebut diletakkan di dalam kardus dengan selimut tipis, lengkap bersama sepucuk surat permohonan maaf yang penuh misteri. Penemuan tak terduga ini seketika mengubah garis hidup Joan. Kini, ia terjebak dalam dilema besar: merawat anak itu sendiri atau menyerahkannya ke panti asuhan demi masa depan yang lebih baik.
Sampul Novel Dendam Seorang Pelacur
8.3
Felisha membuktikan ketangguhan seorang wanita yang terluka. Demi membalas kematian tragis orang tuanya, ia bersama adiknya, Shasya, nekat bergabung dengan agensi elite, The Angel. Menyamar sebagai wanita panggilan kelas atas, kakak beradik ini rela masuk ke dunia prostitusi demi melacak sang pembunuh. Di tengah bahaya yang mengancam nyawa, mereka mempertaruhkan segalanya untuk mengungkap kebenaran sekaligus menuntaskan dendam yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Dia, Yang Mudah Dihibur
8.6
Setelah diabaikan lagi di hari Idul Adha demi cinta sejati Brian yang meminta bantuan memperbaiki lampu, sang protagonis memilih melepaskan hubungan mereka. Lewat sebuah unggahan media sosial yang memperlihatkan keintiman Brian dengan wanita tersebut, ia tidak lagi marah melainkan langsung meminta putus. Brian yang terlalu percaya diri mengira pacarnya hanya sedang merajuk dan akan kembali luluh seperti biasa. Namun, ia tidak menyadari bahwa kepatuhan itu kini telah sirna sepenuhnya.
Sampul Novel Hakikat Cinta
9.5
Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia, terpikat oleh pesona Latifah Nur Aisyah, gadis muslimah sederhana dari desa. Walau awalnya tidak mendapat respons, kegigihan Alan berhasil memikat hati Latifah. Mereka pun hanyut dalam asmara remaja yang menggebu, hingga mengabaikan perbedaan keyakinan di antara mereka. Kini, jurang perbedaan agama itu menjadi penghalang besar yang nyata. Sanggupkah mereka bertahan ketika cinta telah membutakan segalanya?
Sampul Novel Janda Pemikat Hati
9.5
Pasca bercerai, hidup Ruby berantakan. Demi menghibur diri, ia pergi ke bar bersama sahabatnya. Namun, sebuah kejadian memalukan di toilet malah memicu keributan antara dirinya dengan Dinan. Takdir tak terduga membawa mereka kembali bertemu di tempat kerja, kini dengan status atasan dan bawahan. Keadaan menjadi semakin rumit setelah Ruby menyadari bahwa Dinan adalah pria yang sangat dicintai oleh adiknya sendiri.