APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Semalam Dengan Miliarder

Cinta Semalam Dengan Miliarder

Akibat dikhianati temannya, Melinda, gadis desa berumur 21 tahun, melewati malam penuh gairah bersama Lukas, seorang CEO terpandang. Kehamilan tak terduga dari hubungan itu kini mengancam reputasi sang miliarder. Lukas pun bimbang antara mempertahankan citranya atau bertanggung jawab atas janin tersebut. Di tengah konflik status sosial dan intrik keluarga yang kelam, mampukah cinta tumbuh di antara mereka, ataukah ambisi pribadi justru akan menghancurkan segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Melinda duduk di tepi ranjang kecil di kamar tamu yang diberikan Clarissa. Kamar itu sederhana, namun terasa nyaman dibandingkan dengan perjalanan panjangnya yang melelahkan. Namun, pikirannya tidak tenang. Dia merasa seperti berada di tempat yang salah. Ada sesuatu tentang Clarissa dan Lukas yang tidak sesuai dengan kesan pertama mereka.

Malam itu, Clarissa mengajaknya makan malam bersama di ruang tamu. Di sana, Lukas sudah duduk dengan segelas anggur di tangannya, mengenakan kemeja putih yang memperlihatkan sosoknya yang berwibawa. Ia memandang Melinda tanpa ekspresi, membuat gadis itu merasa seperti seorang anak kecil yang tengah diadili.

"Kamu tahu, Melinda," kata Lukas dengan suara dingin, "kota ini tidak ramah bagi orang-orang yang tidak siap. Kalau kamu tidak hati-hati, kamu bisa dimakan habis oleh kota ini."

Melinda hanya mengangguk, tak tahu bagaimana harus merespons. Kata-katanya seperti peringatan, tetapi juga terdengar seperti ancaman samar.

Clarissa tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana. "Lukas memang terlalu serius. Jangan khawatir, Melinda, aku akan menjagamu di sini sampai kamu menemukan keluargamu."

Namun, Melinda menangkap sesuatu dalam nada suara Clarissa yang terasa janggal, seolah wanita itu menyembunyikan sesuatu. Tapi ia memilih untuk diam, tidak ingin membuat keadaan menjadi canggung.

Setelah makan malam, Clarissa mengundang Melinda untuk bersantai di ruang tamu, tetapi Lukas tetap di tempatnya, sibuk dengan teleponnya. Melinda merasa tidak nyaman berada di sekitar pria itu, jadi ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya lebih awal. Namun, sebelum ia sempat naik ke lantai atas, Lukas memanggilnya.

"Melinda," katanya, suaranya tegas namun tidak terlalu keras.

Melinda berhenti dan menoleh dengan ragu. "Ya?"

Lukas mendekatinya, wajahnya sulit dibaca. "Apa kamu benar-benar yakin bahwa kota ini tempat yang tepat untukmu?"

Pertanyaan itu membuat Melinda terdiam sejenak. Ia tahu kota ini penuh risiko, tetapi ia tidak punya pilihan lain. Ia datang ke sini untuk mencari jawaban tentang keluarganya. Melarikan diri bukanlah sebuah opsi.

"Saya tidak punya tempat lain," jawabnya dengan suara rendah namun penuh keyakinan.

Lukas menatapnya dalam-dalam, seolah mencoba membaca pikirannya. Setelah beberapa detik yang terasa seperti selamanya, ia hanya mengangguk dan berbalik pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Malam itu, Melinda sulit tidur. Ada banyak pertanyaan yang berputar di kepalanya. Mengapa Lukas bersikap dingin? Apa yang sebenarnya direncanakan Clarissa? Apakah dia bisa mempercayai mereka?

Ketika akhirnya ia terlelap, ketukan di pintu kamarnya membuatnya tersentak. Jam menunjukkan pukul dua pagi. Dengan jantung berdebar, ia bangkit dan membuka pintu perlahan. Di depan pintu berdiri Lukas, wajahnya serius.

"Ada apa?" tanya Melinda, bingung dan cemas.

"Kita harus bicara," jawab Lukas singkat.

Melinda tidak mengerti apa yang terjadi, tetapi Lukas segera masuk tanpa menunggu persetujuannya. Dia menutup pintu dan berbalik menghadap Melinda.

"Clarissa tidak memberitahumu semuanya," katanya, suaranya rendah namun penuh intensitas.

Melinda mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"

Lukas menghela napas panjang sebelum melanjutkan. "Clarissa membawamu ke sini bukan hanya untuk membantumu. Ada sesuatu yang dia rencanakan, dan aku tidak yakin itu akan berakhir baik untukmu."

Melinda merasa tubuhnya membeku. "Apa... apa yang kamu maksud? Apa yang dia rencanakan?"

Lukas menatapnya tajam. "Aku tidak tahu semua detailnya, tapi aku tahu satu hal: kamu harus berhati-hati. Jangan terlalu percaya padanya."

Melinda tidak tahu harus percaya atau tidak pada Lukas, tetapi sesuatu di matanya mengatakan bahwa dia tidak sedang berbohong. Di tengah kebingungan dan ketakutan, Melinda mulai menyadari bahwa kota ini mungkin menyimpan bahaya yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

Namun, sebelum ia sempat bertanya lebih lanjut, Lukas mendekat, membuat jarak di antara mereka semakin tipis. "Aku akan melindungimu," bisiknya pelan, dan untuk sesaat, Melinda merasa ada ketulusan di balik wajah dingin pria itu.

Tetapi di balik janji itu, malam ini adalah awal dari perubahan besar dalam hidup Melinda-dan Lukas adalah bagian yang tak terpisahkan darinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel JUST MATE
8.6
Renata meregang nyawa secara tragis setelah dikhianati oleh dua orang terdekat yang sangat ia cintai. Di detik-detik terakhir hidupnya, ia teringat pada Dewa Fenrir yang dahulu sering diceritakan ibunya, lalu memanjatkan doa pamungkas untuk menuntut balas. Namun, keajaiban aneh justru menghampiri sebelum napasnya habis. Sebuah suara dahsyat memanggilnya 'Luna' bersamaan dengan dekapan tangan dingin di wajahnya. Misteri apa yang menanti takdir Renata di batas kematian ini?
Sampul Novel Kekasih Bayaran
8.1
Demi melunasi utang sang ibu, Tiara terpaksa menjadi kekasih bayaran Adrian Wiratama. Namun, Adrian justru mencampakkannya demi menikahi tunangan pilihannya. Terluka karena hanya dianggap wanita simpanan, Tiara pergi dalam keadaan mengandung. Ia lalu menikahi pria lain demi ketenangan, tetapi hidupnya tetap sengsara karena suami barunya membenci anak tersebut. Penderitaan Tiara memuncak saat Adrian kembali dan merebut paksa putranya hingga ia nyaris gila.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini sempat tertipu daya oleh Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cintanya demi meruntuhkan bisnis sang kakak. Sadar bahwa foto intim serta perlindungan pria itu hanya rekayasa kejam, ia bangkit dari derita fisik dan mental. Kini, ia bukan lagi pion yang lemah. Sebagai api pembalasan, ia siap menghapus rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlaknya.
Sampul Novel Ritual Birahi Digunung Keramat
8.5
Di puncak Gunung Keramat, Ujang terdiam saat Mbak Wati merapalkan mantra terakhir. Jantungnya berdegup kencang ketika tubuhnya direbahkan secara paksa. Inilah saat yang dinanti: sebuah upacara gaib yang menjadikan keperjakaannya sebagai persembahan. Tanpa ragu, ia rela mengorbankan kesuciannya demi imbalan kepuasan duniawi. Sambil tersenyum penuh damba, Mbak Wati merayap di atas tubuh Ujang yang kaku, memulai ritual penuh gairah dan misteri.
Sampul Novel Sayang, Beri Aku Kesempatan Lagi!
9.0
Pernikahan Satya dan Tamara berakhir dengan perceraian setelah Satya terus memandang rendah istrinya. Begitu berpisah, penyesalan mendalam menghampiri Satya yang baru menyadari betapa berharganya Tamara. Ia pun memohon kesempatan kedua. Namun, Tamara yang terlanjur terluka akibat perlakuan buruk sang mantan suami kini telah bangkit menjadi sosok yang tangguh. Meski Satya berjanji terus berjuang, Tamara menutup rapat pintu hatinya dan tegas menolak.
Sampul Novel Terjebak dalam Godaan Ipar
9.7
Kehidupan Elara, wanita mandiri yang teguh, berubah total setelah bertemu keluarga Kaden. Kaden adalah suami dari Marisol, kakak angkat Elara. Dikenal sebagai pria setia, Kaden justru mulai terpikat oleh daya tarik Elara yang polos sekaligus menantang. Situasi ini menjebak Elara dalam dilema antara rahasia gelap dan cinta terlarang. Kini, ia harus memilih: menyerah pada godaan berbahaya sang ipar atau pergi demi melindungi kebahagiaan orang-orang tercinta.