APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan

Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan

Kirana Adiwijaya mengira hidupnya sempurna bersama suaminya, Bima. Namun, ia menemukan fakta bahwa Bima memiliki keluarga rahasia dengan Rania, wanita yang dikira telah tiada. Lebih mengejutkan lagi, orang tua Kirana sendiri ikut membiayai sandiwara ini dan berniat melenyapkannya memakai obat penenang dosis tinggi. Sadar bahwa pernikahannya adalah jebakan maut, Kirana menolak terus ditindas. Ia kini bertekad membalas dendam lewat permainan yang jauh lebih mematikan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kirana POV:

Keesokan paginya, Bima adalah suami yang sempurna. Dia membawakanku kopi di tempat tidur, ibu jarinya mengelus pipiku dengan kelembutan yang kini terasa seperti sebuah pelanggaran.

"Kamu kelihatannya lebih baik hari ini," katanya, senyumnya tidak cukup mencapai matanya.

"Hanya butuh istirahat," aku berbohong, memaksakan senyum lemah.

"Aku harus keluar sebentar pagi ini," katanya, menghindari tatapanku sambil merapikan dasinya. "Ini hari peringatan... kau tahu. Rania. Aku hanya perlu mengunjungi makam. Sendirian."

Kebohongan itu begitu terang-terangan, begitu mudah, hingga merampas udara dari paru-paruku. Dia menggunakan kenangan wanita yang dia lindungi sebagai alasan untuk menemuinya.

"Tentu saja," kataku, suaraku anehnya tenang. "Pergilah. Ambil waktu sebanyak yang kamu butuhkan."

Persetujuanku yang mudah tampaknya menenangkannya. Dia membungkuk dan mencoba menciumku, tapi aku memalingkan kepalaku pada detik terakhir sehingga bibirnya hanya menyentuh pipiku. Getaran rasa jijik yang begitu kuat menjalari tubuhku, aku harus menancapkan kuku ke pahaku di bawah selimut agar tidak menghindar. Rasa sakit kecil yang tajam itu adalah pengalih perhatian yang kusambut baik.

Dia pergi, dan begitu pintu depan tertutup, aku langsung bangkit dari tempat tidur. Aku tahu aku butuh lebih dari sekadar ingatan. Aku butuh bukti nyata. Ruang kerjanya adalah tujuan pertamaku.

Laptopnya ada di atas meja, tertutup. Jantungku berdebar kencang saat aku membukanya. Laptop itu menyala, dan layar menampilkan halaman login. Gambar latar belakangnya adalah foto matahari terbenam di atas lautan. Foto yang kuambil saat bulan madu kami. Sebuah kenangan yang kini ternoda, busuk dari dalam.

Dia selalu ceroboh dengan kata sandi. Aku mencoba tanggal lahirnya. Tidak berhasil. Ulang tahun pernikahan kami. Ditolak. Lalu, sebuah pikiran dingin merayap ke dalam benakku. Anak laki-laki itu. Daffa. Kapan ulang tahunnya? Rania "meninggal" lima tahun yang lalu. Anak itu terlihat berusia sekitar empat tahun.

Aku mencoba beberapa tanggal lagi—ulang tahun ibunya, tanggal berdirinya perusahaan—semuanya ditolak. Frustrasiku memuncak. Saat aku hampir menyerah, mataku menangkap sebuah catatan kecil berwarna kuning yang terselip di bawah sudut alas mejanya. Hampir tersembunyi. Di atasnya, dengan tulisan tangan Bima yang kukenal, ada tiga kata: `Kode D: 0828`.

Kode D? Kode militer? Tidak masuk akal. Lalu aku sadar. D... untuk Daffa. 28 Agustus. Aku teringat sesuatu yang diteriakkan Rania padaku saat bertengkar bertahun-tahun yang lalu: "28 Agustus adalah hari terpenting di dunia! Kamu tidak akan mengerti!" Aku mengabaikannya sebagai drama. Sekarang...

Aku mengetikkan angka-angka itu. 0828.

Akses diberikan.

Wallpaper desktop yang muncul membuat perutku mulas menjadi simpul yang kencang dan menyakitkan. Itu mereka. Bima, Rania, dan Daffa kecil, duduk di depan kue ulang tahun dengan empat lilin. Mereka tampak seperti keluarga yang sempurna. Bahagia. Nyata.

Dengan tangan gemetar, aku menavigasi ke file-filenya. Ada folder tersembunyi di dalam folder, sebuah labirin digital dari kehidupan rahasianya. Aku menemukan semuanya.

Foto. Ratusan foto. Langkah pertama Daffa. Natal pertama mereka sebagai sebuah keluarga. Liburan ke pantai yang tidak kukenali. Bima ada di setiap foto, berseri-seri dengan jenis kegembiraan tanpa beban yang sudah bertahun-tahun tidak kulihat.

Lalu aku menemukan laporan bank. Transfer bulanan dari rekening gabungan. Rekening gabungan atas nama Bima dan... ayahku. Nama ibuku tercantum dalam transaksi untuk hadiah-hadiah mewah yang dikirim ke sebuah kotak pos di dekat vila itu. Mainan. Pakaian anak-anak bermerek. Sebuah dana perwalian yang disiapkan untuk Daffa Adiwijaya.

Mereka tidak hanya menyembunyikan Rania. Mereka telah mendanainya. Mereka telah merangkul anaknya sebagai anak mereka sendiri. Cucu sejati mereka.

Aku merasakan sakit yang hampa di dadaku, sebuah lubang menganga di tempat jantungku dulu berada. Setiap kata cinta yang pernah diucapkan orang tuaku, setiap gestur kasih sayang, terulang kembali di benakku, kini terpelintir menjadi ejekan yang kejam.

Aku teringat janji Bima di pernikahan kami. "Aku berjanji untuk membangun hidup kita di atas fondasi kejujuran dan kepercayaan." Kata-kata itu bergema di ruangan yang sunyi, hantu yang pahit dan ironis. Dia tidak membuat janji itu untukku. Dia membuatnya untuk Rania, untuk mereka.

Gelombang pusing menyergapku, dan aku terhuyung mundur dari meja, menjatuhkan setumpuk kertas ke lantai. Aku harus keluar. Aku tidak bisa bernapas di rumah ini, dikelilingi oleh hantu-hantu kehidupan yang tidak pernah nyata.

Saat aku berbalik untuk pergi, sebuah notifikasi muncul di layar laptop. Pesan baru. Layarnya masih terbuka, sebuah jendela ke dunia mereka.

Itu dari Rania.

`Nggak sabar nunggu kamu sampai sini. Daffa kangen ayahnya. Cepat kembali ke keluarga aslimu.`

Kata-kata itu adalah tusukan yang langsung dan disengaja. Dia tahu. Dia pasti tahu Bima sedang bersamaku. Itu adalah sebuah ejekan. Sebuah pertunjukan kemenangan terakhir yang menghancurkan.

Ponselku berdering, dan wajah tersenyum Bima memenuhi layar. Aku menatapnya, pandanganku kabur.

"Hai, Sayang," suaranya ceria, normalnya menjijikkan. "Baru saja meninggalkan 'makam' sekarang. Lalu lintasnya gila. Aku akan segera pulang. Aku mencintaimu."

Aku menutup telepon tanpa sepatah kata pun. Penemuan pasif sudah berakhir. Sekarang, aku butuh rencana. Aku tidak akan menjadi korban dalam cerita mereka. Aku tidak akan dihapus.

Aku menyambar kunciku, pikiranku badai kemarahan dingin yang penuh perhitungan. Aku harus kembali ke vila itu. Aku harus melihat semuanya, untuk terakhir kalinya.

Dan kali ini, aku akan mendapatkan bukti yang akan membakar dunia mereka hingga rata dengan tanah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Ipar Penggoda
8.0
Dalam satu malam, takdir Maura Anabella hancur total akibat tragedi memilukan. Kesuciannya dirampas paksa oleh kakak iparnya yang tengah mabuk berat karena tindakan ceroboh. Peristiwa kelam ini menorehkan trauma mendalam bagi Maura, memicu pergolakan batin serta konflik keluarga yang sangat rumit. Kini, ia dipaksa bertahan menghadapi kenyataan pahit demi menyelamatkan kehormatan sekaligus masa depannya yang terancam.
Sampul Novel (Bukan) Pernikahan Impian
9.8
Dara menghadapi tekanan besar dari keluarga yang menuntutnya segera menikah demi menghindari perjodohan paksa. Di tengah situasi pelik itu, ia bertemu Alfan, seorang duda yang kesulitan mengasuh putri kecilnya sendirian sejak kepergian istrinya. Demi menghadirkan sosok ibu bagi sang anak, Alfan menawarkan sebuah solusi praktis kepada Dara. Keduanya pun sepakat memulai pernikahan yang didasari oleh kebutuhan mendesak satu sama lain.
Sampul Novel Cinta Kusut yang Ditakdirkan
8.1
Tekanan keluarga memaksa William menikahi Fransiska tiga tahun silam, walau ia mencintai perempuan lain. Pernikahan dingin itu membuat Fransiska memilih kuliah di luar negeri. Begitu kembali, William langsung meminta cerai demi pacarnya yang sedang sekarat. Meski terluka, Fransiska mengiyakan. Namun, William tiba-tiba bimbang dan sengaja mengulur proses perceraian mereka. Di tengah perubahan sikap suaminya yang membingungkan, dapatkah Fransiska membebaskan diri?
Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
8.5
Demi menghukum pasangannya atas insiden yang membuat Nelly, cinta pertamanya, terkunci di kantor, William Yuardi mengurung wanita itu di gudang pendingin tak terpakai dengan semangkuk air. Namun, mesin pembeku itu mendadak aktif setelah ia pergi. Korban berjuang meminta tolong hingga dindingnya dipenuhi bekas darah dari jarinya. Tujuh hari kemudian, saat William membuka pintu untuk menuntut permohonan maaf, ia hanya menemukan seonggok mayat yang telah membeku sepenuhnya.
Sampul Novel Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
9.0
Elara memaksakan pernikahan sepihak dengan Julian, cinta pertamanya, lewat pengaruh besar keluarganya. Tiga tahun berlalu dalam dinginnya kebencian Julian yang merasa terbelenggu. Sadar kasih sayangnya hanya membawa luka, Elara memutuskan mundur dan lenyap tanpa jejak. Kepergian mendadak ini justru menyisakan kekosongan mendalam di hati Julian. Benarkah kebebasan ini yang ia dambakan, ataukah rasa benci yang selama ini ia pelihara sebenarnya adalah cinta?
Sampul Novel Nafkah Sulit Selingkuh Elit
7.8
Nasihat guru Tias tentang pentingnya kemandirian finansial bagi seorang istri kini menjadi kenyataan pahit. Di tengah perjuangannya menghadapi nafkah yang serbaterbatas dari sang suami, ia justru mengungkap kenyataan yang sangat menyakitkan. Suaminya ternyata berselingkuh di belakangnya. Pengkhianatan tersebut kian memuncak saat sang suami melakukan tindakan fatal di luar akal sehat yang menyulut kemarahan besar Tias. Mampukah ia bertahan melewati badai rumah tangga ini?