APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Romantis Bagaikan Buih

Cinta Romantis Bagaikan Buih

Keputusan Chinta Luna sudah bulat untuk menanggalkan nama lamanya. Meski petugas administrasi telah memperingatkan rumitnya mengurus perubahan dokumen penting seperti ijazah, paspor, dan kartu identitas, ia tetap teguh menandatangani formulir pengajuan. Mulai saat itu, ia resmi melepaskan masa lalu dan memilih nama baru, Cahya Arjuna, sebuah nama yang membawa harapan baru sebagai lentera penerang dalam perjalanan panjang hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 5

Chinta bilang: “Temanku, paspornya hilang, tanya aku cara mengajukan penggantian.”

Ravi berjalan cepat dengan erat memeluknya: “Takutin aku aja, aku kira kamu mau ke luar negeri dan ridak membawaku.”

Chinta miringkan kepalanya dan muntah lagi.

Tubuhnya bau amis manis.

Ada juga bau parfum wanita.

Ravi dengan sakit hati mengusap punggungnya: “Apa lagi yang mereka kasih? Aku sudah kasih tahu 2 hari ini kamu ada gangguan pencernaan harus jaga kamu baik-baik......kamu tunggu, aku langsung pecatin mereka!”

Chinta kali ini menggunakan seluruh tenaganya untuk mendorongnya.

“Siapa yang mau kamu pecat, pecatin saja, bisa nggak jangan menggunakan aku sebagai alasannya?”

Ravi jadi bingung saat Chinta tiba-tiba emosi: “Chinta, kamu marah padaku? Karena aku sibuk seharian dan tidak menemanimu?

Dia bilang: “Kalau gitu, besok aku tolak semua pekerjaan, hanya temanin kamu, ok?

Chinta tertawa kesal.

“Hanya temanin aku?”

“Iya, hanya temanin kamu.”

Chinta tarik nafasnya dalam-dalam, perlahan-lahan mengatakan: “Semoga kamu tepatin saja.”

Malam ini, entah kenapa tiba-tiba hujan deras.

Semenjak pulang ke rumah, Chinta muntah terus.

Ravi mau mendekatinya tapi ditolak sama Chinta: “Kamu jangan dekati aku, mencium baumu aku jadi makin mau muntah.”

Ravi mencium lengan bajunya bilang: “Kamu tidak suka bau parfum cologne ini, nanti aku ganti.”

“Ravi Kaden, kamu tau sendiri bukan karena parfum cologne!”

“Baik baik, kamu jangan marah, lain kali aku tidak pakai parfum lagi, bisa kan?”

Chinta menggunakan air dingin untuk cuci muka, angkat kepalanya dan melihat diri sendiri yang ada di cermin.

Dan juga di luar kamar mandi, Ravi yang membawa air panas menunggu dengan panik.

Chinta hanya nggak ngerti, kenapa sampai saat ini tubuhnya penuh dengan bau amis manis sesudah bercinta dan bau parfum Nanda, masih bisa dengan serius akting mencintai dia?

Chinta nggak ngerti, kenapa kelihatan Ravi sangat peduli padanya, tapi tetap mengkhianati percintaan mereka?

Apa benar seperti omongan eksekutif: Cowok di luar main cewek adalah hal yang wajar, asal jangan ketahuan sama istri di rumah?

Dia salah menilai orang, Chinta nggak segampang gitu dibohongi.

Dan juga tidak menyerah sama batasan sendiri.

Kalau sudah bukan cinta yang sepenuh hati, maka dia tidak akan mau.

Esok paginya, Ravi membawa Chinta ke rumah sakit.

Setelah melakukan semua pemeriksaan, dokter bilang: “Harusnya gastroenteritis emosional。“

Ravi bertanya: “Apa itu gastroenteritis emosional?”

“Pasien belakangan ini terkena dampak emosional yang besar, yang serangannya sangat besar terhadap pasien, jadi membuat fungsi pencernaannya abnormal sehingga membuatnya muntah.”

Ravi tanya Chinta: “Chinta, apakah belakangan ini ada hal yang buat kamu tidak senang? Kamu bilang padaku, manatau aku bisa bantu selesaiin.”

Chinta menjauhkan mukanya, menghindar mesraannya: “Tidak bisa kamu selesaiin.”

“Kamu bilang dulu, di dunia ini jarang ada masalah yang nggak bisa aku selesaiin.”

Benar, masalah ini hanya dia yang bisa selesaiin.

Chinta sebenarnya ada seketika ingin tanya dia, kalau dia dan Nanda sama-sama jatuh ke dalam air, siapa yang bakal dia selamtin duluan?

Tapi dipikir-pikir lagi...

Orang tidak boleh menyerahkan takdir di tangan orang lain, bergantung pada gunung dia akan roboh, bergantung pada orang dia akan lari.

Dia sendiri bisa berenang, jadi bisa selamatin diri sendiri.

Dia sudah tidak butuh Ravi lagi.

Di Norwegia, dia sudah menggunakan nama Cahya Arjuna untuk daftar sekolah seni.

Saat itu, demi nikah dengan Ravi, Chinta tinggalin impian menggambar. Kedepannya dia akan hidup demi dirinya sendiri.

“Chinta, sore nanti aku temanin nonton ya? Belakangan ini ada film komedi, kamu akan senang melihatnya.”

“Sore? Kamu tidak perlu kerja?”

“Kita sudah janji, hari ini seharian aku nemanin kamu, aku tepatin janjiku, tidak akan membatalkannya.”

Selanjutnya, handphonenya berbunyi.

Sebenarnya mau dia matiin, tapi melihat panggilan masuk jadi ragu.

Chinta melihat ekspresinya, dari awal yang merasa terganggu sampai menjadi kesulitan.

Dis senyum: “Angkatlah, masalah perusahaan lebih penting.”

Ravi bilang: “Aku akan cepat, kasih aku 5 menit.”

“Iya.”

Ravi mengambil teleponnya dam mau keluar, Chinta memanggilnya: “Angkat di sini saja, masalah perusahaanmu aku juga nggak ngerti, tidak perlu takut aku bocorin.”

Ravi sedikit canggung menghentikan gerakan kakinya.

Ragu beberapa detik kemudian tetap mengangkatnya, di alisnya kelihatan jelas amarahnya: “Bukannya sudah ku bilang, hari ini jangan telpon aku? Ada masalah apa?”

Di sana nggak tahu apa yang di bilanginnya.

Tapi Chinta mendengar suara tangisan wanita.

Di depannya, Ravi bicara dengan hati-hati: “Baik, aku sudah tahu, tunggu sebentar.”

Menutup telponnya, Ravi dengan maaf berkata ke Chinta: “Chinta, perusahaan ada dokumen penting perlu aku tanda tangan, Manajer sudah mengantarnya ke rumah sakit, di bawah saja, selesai tanda tangan aku langsung naik, paling lama setengah jam.”

Chinta mengangguk kepalanya.

Ravi hampir dengan lari meninggalkan ruang konsultasi.

Dokter dengan senyum berkata: “Nyonya, suamimu sangat mencintaimu, demi kamu sampai meninggalkan pekerjaan.”

“Iya kah,” Chinta menarik sudut bibirnya, “Maaf dokter, aku permisi ke toilet dulu.”

“Baik.”

Keluar dari ruang konsultasi, Chinta melihat Ravi yang tidak sabar menunggu lift dan lari ke tangga untuk turun.

Dia benaran turun.

Tapi lantai bawah itu...

Spesialisasi kebidanan dan kandungan.

Tut...

Handphone Chinta bergetar.

[Nanda: Maaf, Nona Chinta, hari ini kemungkinan dia tidak bisa menemanimu lagi...Aku hanya dengan satu telepon, dia sudah datang ke sisiku.]

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Ternoda
8.1
Diana dikhianati sahabatnya sendiri hingga terjebak dalam malam kelam bersama pria asing. Peristiwa itu menyisakan kehamilan tak terduga. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali dipertemukan dengan ayah kandung anaknya. Keadaan kian pelik saat Diana mengetahui bahwa pria tersebut kini menjalin kasih dengan sepupunya. Kini, Diana dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar rahasia darah daging mereka atau tetap diam demi keutuhan keluarganya.
Sampul Novel Jebakan Cinta Pertama untuk Kesayangan Bos
8.2
Agnes bermimpi menata ulang hidupnya setelah delapan tahun yang kelam. Namun, asa itu hancur saat Gerald Ogawa, cinta pertamanya, muncul kembali. Alih-alih membawa kasih, Gerald datang penuh dendam atas pengkhianatan masa lalu dan berniat merebut posisi kerja Agnes. Di tengah himpitan tersebut, Agnes harus tegar berjuang sendirian demi menghidupi sang buah hati. Sanggupkah ia bertahan dari kekejaman Gerald ketika rahasia lama mulai terbongkar dan menguji kembali perasaan mereka?
Sampul Novel Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
8.2
Gala sangat takut terluka secara emosional, sedangkan Lingga terobsesi pada popularitas meski sebenarnya muak dengan pujian. Di balik kepalsuan masing-masing, keduanya terjerat dalam relasi toksik yang diwarnai ancaman serta pemerasan demi mengejar kebahagiaan semu. Hubungan destruktif antara sosok yang fasik dan munafik ini memicu dinamika cinta yang kelam, di mana mereka saling menyakiti satu sama lain untuk memuaskan hasrat batin serta obsesi gelap mereka.
Sampul Novel MENOLAK NAFKAH BATIN
9.4
Setelah melahirkan anak pertama, Vania harus menghadapi penolakan nafkah batin dari Prabu, suaminya. Sikap misterius sang suami memicu kecurigaan, hingga Vania menemukan pesan rahasia antara Prabu dan mahasiswinya, Marsya. Walau kepergok berduaan, Prabu berdalih semua itu hanya kebetulan. Merasa dikhianati dan hancur, Vania tidak tinggal diam. Ia menyusun rencana balas dendam demi memberi sanksi sosial bagi dosen tersebut sekaligus membuat suaminya menyesali perbuatannya.
Sampul Novel Permainan gila suami dan adikku
9.0
Wulan didera kepedihan mendalam setelah memergoki suaminya menjalin hubungan gelap dengan adik tirinya sendiri. Namun, kesedihan itu segera berganti menjadi kemarahan yang menuntut pembalasan. Wulan pun merancang strategi balas dendam yang matang untuk menghancurkan mereka berdua. Ia bertekad membuat suami dan saudaranya membayar mahal pengkhianatan keji tersebut, hingga mereka benar-benar hancur dan terjebak dalam perangkap yang mereka buat sendiri.
Sampul Novel Wanita Pilihan Suamiku
9.4
Kehidupan Aliyah runtuh setelah kecelakaan tragis merenggut calon bayinya hingga keguguran. Saat berjuang memulihkan luka fisik dan batinnya, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit dari masa lalu Arif. Kehadiran seorang wanita yang mengklaim suaminya sebagai ayah dari anaknya mengguncang pernikahan mereka. Kini, Aliyah didera kebimbangan besar. Haruskah ia bertahan demi mahligai rumah tangganya, atau memilih pergi melangkah pergi meninggalkan semuanya?