APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Romantis Bagaikan Buih

Cinta Romantis Bagaikan Buih

Keputusan Chinta Luna sudah bulat untuk menanggalkan nama lamanya. Meski petugas administrasi telah memperingatkan rumitnya mengurus perubahan dokumen penting seperti ijazah, paspor, dan kartu identitas, ia tetap teguh menandatangani formulir pengajuan. Mulai saat itu, ia resmi melepaskan masa lalu dan memilih nama baru, Cahya Arjuna, sebuah nama yang membawa harapan baru sebagai lentera penerang dalam perjalanan panjang hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Habis sarapan, mereka berdua barengan ke perusahaan.

Tapi Chinta benaran sebal dengan kursi di depan, jadi dia bertahan mau duduk belakang.

“Aku mabuk mobil, duduk belakang lebih nyaman bisa kena angin.”

Ravi juga tidak memaksanya lagi: “Baiklah, aku usahakan nyetir lebih hati-hati.”

Sampai di depan perusahaan, Ravi lari sedikit untuk bantuin buka pintu mobil.

Saat Chinta turun, dilihat lagi sama karyawan yang baru masuk kerja.

Ada beberapa eksekutif datang dan mencari muka bilang: “Nyonya sudah datang? Pak Ravi tiap hari bilang anda suka minum milktea, aku beliin sekarang.”

Satunya lagi juga bilang: “Aku pergi beli cemilan, Nyonya suka kue.”

Ravi dengan senyum memarahi: “Jangan kalian suapin lagi, Chinta sekarang sedikit gendutan, cincin nikah aja sudah tidak bisa dipakainya.”

“Ucapanmu nggak benar Pak Ravi, Nyonya kelihatan kurus, kalau cincinnya nggak bisa dipakai pasti bermasalah di cincinnya, menyusut!”

“Ngasal aja kamu, caramu mencari muka terlalu jelas nggak sih? perak mana bisa menyusut!”

“Kamu yang nngak ngerti, Pak Ravi begitu sayang nyonya, asal nyonya senang, maka Pak Ravi juga senang. Dengan begitu bukannya kita bisa hidup lebih santai?”

Ravi senyum dengan sabar berkata: “Baik baik, kalian sudah tahu titik lemahku.”

Semuanya pada tertawa berbahak-bahak.

Chinta dikerumuni terus sampai di kantor Ravi.

Buah, cemilan, milktea ada semuanya.

Ravi sampai menggunakan laptopnya mencari drama untuk di tonton Chinta: “Chinta, aku harus sibuk dulu, kamu main di sini, kalau butuh apa suruh Joko aja.”

Chinta sengaja nanya: “Asisten pribadimu Nanda mana? Hari ini kok nggak lihat dia?”

Ravi bilang: “Aku juga nggak tahu, nanti aku suruh HR coba tanyain.”

Saat mau pergi, Ravi dengan manja memegang rambutku dan berbisik dengan lembut: “Tunggu aku balik, kita makan siang bareng.”

Ravi sudah pergi.

Para eksekutif juga sudah pergi.

Chinta mendapati handphonenya Ravi di meja, dan buru-buru keluar malah mendengar obrolan para eksekutif.

“......atap gedung? Pak Ravi dan Nanda semakin berlebihan.”

“Mau gimana lagi, siapa sangka hari ini istrinya bisa datang? Mereka cuman bisa ganti tempat.”

“Hihihihihihi, hebat sekali Pak Ravi, di dekat istrinya juga berani beli kondom?”

“Kan bisa gosend, sekarang praktis kali, bisa beli apapun.”

Chinta seketika mengerti.

Ternyata telponan tadi pagi itu dari orang gosend.

Pagi-pagi sudah pesan suruh gosend bantuin dia beli kondom. Kelihatannya sangat menantikan Janjian Atap Gedung, cepat sekali sudah siap-siap.

“......nggak tahu beberapa box itu cukup nggak. Sebelumnya, Pak Ravi dan Nanda main di mobil sehari semalam, besoknya saat kerja, cara jalannya Nanda aneh aneh.”

“Kalau nggak cukup, anterin lagi aja! Kita sebagai bawahan harus melayani bos dengan baik.”

“Bukannya tadi kamu bilang, mau layanin istri bos dengan baik?”

“Hm, dia tau apa? Segelas milktea, beberapa dessert aja sudah menenangkannya. Dengan identitas Pak Ravi, di luar pasti punya banyak kekasih, lagi pula punya uang dan kekuasaan, mainin cewek juga hal yang wajar, asal jangan sampai ketahuan yang di rumah aja.”

“Iya juga, dia kelihatan sangat polos, mau menyembunyikan dari dia harusnya nggak susah.”

Saat lagi bilang, Ravi muncul.

“Kalian jangan ngasal bilang di depan Chinta, dengar nggak?”

Para eksekutif mengangguk kepalanya terus: “Tau Pak Ravi, kami tahu batasnya.”

Di antaranya ada yang bertanya: “Pak Ravi, kenapa hari ini anda bawa istri kemari? Anda dan Nanda harus sembunyi ke atap gedung, kami bicara pun harus jadi hati-hati.”

Ravi meliriknya dengan tajam: “Chinta adalah istri bos, dia mau datang ya datang, perlu kamu tanyain?”

“Iya iya....”

Ravi memperingatkan mereka dengan tegas: “Jaga Chinta dengan baik, kemarin dia salah makan, jangan kasih dia makanan yang dingin atau mentah. Dan juga, masalah aku dan Nanda siapa yang berani sebarin, langsung pergi saja, ngerti?”

Para eksekutif dengan senyum mengangguk kepala: “......”

Obrolan belakangnya Chinta tidak mendengarnya lagi.

Dia buruan balik ke kantor Ravi, meletakkan handphone di kumpulan cemilan.

Nggak lama, Ravi masuk.

Dia masih dengan lembut dan perhatian: “Kucing kecil ngemil, lagi makan apa kok enak sekali?”

“Kucing kecil ngemil” tiga kata ini, membuat Chinta merasa jijik.

Dia menahan rasa nggak enaknya bertanya: “Bukannya kamu meeting? Kenapa balik lagi?”

“Handphone ketinggalan di sini, kamu lihat nggak?”

Chinta menggelengkan kepalanya: “Nggak.”

Ravi mencari di kumpulan cemilan dan kedapatan: “Ternyata di dalam kumpulan sini. Kamu lanjut makan, aku pergi dulu.”

Ling Ling Ling...

Kali ini handphone Chinta yang bunyi.

Dia mengangkatnya.

“Halo, apakah ini dengan nona Cahya Arjuna?”

“Iya benar.”

“Halo nona Cahya, anda memesan tiket 1 minggu kemudian ke Norwegia, tiketnya sudah berhasil diterbitkan, nanti anda cukup bawa paspor untuk boarding.”

“Selain paspor, apakah perlu bukti yang lain?”

“Nggak perlu, paspor aja sudah cukup.”

“Baik.”

Menutup telepon, Ravi sedikit bingung: “Paspor? Chinta, kamu menggunakan paspor untuk apa?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Ternoda
8.1
Diana dikhianati sahabatnya sendiri hingga terjebak dalam malam kelam bersama pria asing. Peristiwa itu menyisakan kehamilan tak terduga. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali dipertemukan dengan ayah kandung anaknya. Keadaan kian pelik saat Diana mengetahui bahwa pria tersebut kini menjalin kasih dengan sepupunya. Kini, Diana dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar rahasia darah daging mereka atau tetap diam demi keutuhan keluarganya.
Sampul Novel Jebakan Cinta Pertama untuk Kesayangan Bos
8.2
Agnes bermimpi menata ulang hidupnya setelah delapan tahun yang kelam. Namun, asa itu hancur saat Gerald Ogawa, cinta pertamanya, muncul kembali. Alih-alih membawa kasih, Gerald datang penuh dendam atas pengkhianatan masa lalu dan berniat merebut posisi kerja Agnes. Di tengah himpitan tersebut, Agnes harus tegar berjuang sendirian demi menghidupi sang buah hati. Sanggupkah ia bertahan dari kekejaman Gerald ketika rahasia lama mulai terbongkar dan menguji kembali perasaan mereka?
Sampul Novel Karena Aku Ingin Mati, Aku Jadi Belok
8.2
Gala sangat takut terluka secara emosional, sedangkan Lingga terobsesi pada popularitas meski sebenarnya muak dengan pujian. Di balik kepalsuan masing-masing, keduanya terjerat dalam relasi toksik yang diwarnai ancaman serta pemerasan demi mengejar kebahagiaan semu. Hubungan destruktif antara sosok yang fasik dan munafik ini memicu dinamika cinta yang kelam, di mana mereka saling menyakiti satu sama lain untuk memuaskan hasrat batin serta obsesi gelap mereka.
Sampul Novel MENOLAK NAFKAH BATIN
9.4
Setelah melahirkan anak pertama, Vania harus menghadapi penolakan nafkah batin dari Prabu, suaminya. Sikap misterius sang suami memicu kecurigaan, hingga Vania menemukan pesan rahasia antara Prabu dan mahasiswinya, Marsya. Walau kepergok berduaan, Prabu berdalih semua itu hanya kebetulan. Merasa dikhianati dan hancur, Vania tidak tinggal diam. Ia menyusun rencana balas dendam demi memberi sanksi sosial bagi dosen tersebut sekaligus membuat suaminya menyesali perbuatannya.
Sampul Novel Permainan gila suami dan adikku
9.0
Wulan didera kepedihan mendalam setelah memergoki suaminya menjalin hubungan gelap dengan adik tirinya sendiri. Namun, kesedihan itu segera berganti menjadi kemarahan yang menuntut pembalasan. Wulan pun merancang strategi balas dendam yang matang untuk menghancurkan mereka berdua. Ia bertekad membuat suami dan saudaranya membayar mahal pengkhianatan keji tersebut, hingga mereka benar-benar hancur dan terjebak dalam perangkap yang mereka buat sendiri.
Sampul Novel Wanita Pilihan Suamiku
9.4
Kehidupan Aliyah runtuh setelah kecelakaan tragis merenggut calon bayinya hingga keguguran. Saat berjuang memulihkan luka fisik dan batinnya, ia justru dihadapkan pada kenyataan pahit dari masa lalu Arif. Kehadiran seorang wanita yang mengklaim suaminya sebagai ayah dari anaknya mengguncang pernikahan mereka. Kini, Aliyah didera kebimbangan besar. Haruskah ia bertahan demi mahligai rumah tangganya, atau memilih pergi melangkah pergi meninggalkan semuanya?